Love You Brother

Love You Brother
Season 2 : Papi Jimmy


__ADS_3

Mereka telah sampai di apartemen dan niatan Excel untuk begadang naik ke puncak gunung belum sirna. Bahkan ia sesekali mencuri pandang ke Abel saat menyetir, melihat jika Abel tak keberatan akan permintaanya tadi.


Mobil Abel masih di kantor polisi, bukan karena disita melainkan Excel meminta Abel untuk meninggalkan mobilnya agar mereka bisa pulang berdua satu mobil dan nanti akan ada orang suruhan yang Excel kirim untuk mengambilkan.


Setelah menekan kode password apartemen, mereka masuk berbeda dengan sebelumnya di mana hanya ada mereka berdua. Kini terlihat seorang wanita kirasan usia 40 tahun lebih yang menyambut mereka di ruang tamu. "Selamat malam tuan dan nyonya".


"Kak dia siapa ?".


Abel heran mendapati orang asing, sebelum berangkat bekerja apartemen hanya diisi oleh mereka tapi saat pulang sudah ada orang lain. Apalagi orang itu malah menunggui apartemen dan ia serasa seperti tamu.


"Ini bi Yati pembantu baru kita yang akan mengurus segala keperluan kita". Jelasnya.


Karena Abel masih trauma masuk dapur akibat ledakan dulu, jadinya ia tak berani untuk masuk ke dapur dan tak bisa menyiapkan makan untuk Excel, selama ini Excel yang menyiapkan makanan sementara dirinya hanya sekedar menyiapkan pakaian untuk sang suami bekerja dan memasukannya ke dalam mesin cuci. Entah mengapa Abel merasa jadi wanita yang kurang bisa melayani suami.


"Bi ini istriku namanya Abel, kamu bisa memanggilnya nyonya Abel". Excel memperkenalkan Abel pada bi Yati, sebagai nyonya disini dan ia berharap cara kerja bi Yati akan membuat Abel senang dan segala kebutuhannya bisa bi Yati siapkan.


"Hallo bi aku Abel". Abel mengulurkan tangannya menyapa bi Yati namun bi Yati merasa canggung lantaran dirinya yang hanya seorang pembantu merasa tak pantas di perlakukan layaknya setara.


"Kenapa bi ?". Abel heran lantaran tangannya masih menggantung di udara dan tak segera di jabat, bi Yati malah menyatukan kedua tangan layaknya salaman ala adat jawa.


"Saya nggak enak nyonya, saya nggak pantas jabatan tangan sama nyonya karena saya cuma pembantu. "ehh". Bi Yati terkejut lantaran Abel menjabat tangan bi Yati secara paksa.


"Bibi jangan bilang gitu ya, meskipun bi Yati itu pembantu tapi tetap bi Yati manusia yang harus di perlakukan sama nggak ada bedanya".


Abel diajarkan oleh mama Dina bahwa apapun profesi seseorang ia harus menghargainya walau dirinya memiliki kekuasaan dan juga uang. Namun yang lebih penting adalah memanusiakan seorang manusia.

__ADS_1


Dan ia yakin bahwa bi Yati adalah orang yang baik, kedepannya ia akan lebih percaya padanya karena dirinya sendiri sibuk jika masih harus mengurus keperluan Excel dan perusahaan sekaligus. Dan adanya bi Yati pekerjaanya bisa lebih ringan.


"Moga bi Yati betah kerja sama kita". Ujar Excel.


"Iya tuan nyonya".


******


Pintu ruang kerja Excel terbuka dan menampilkan seorang laki-laki paruh baya yang langsung masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu lebih dulu. Ia hanya bisa menggelengkan kepala saja melihat sang papi melenggang masuk dan duduk dengan santai di depannya.


"Papi tumben kesini ?". Tanyanya setelah perhatiannya teralihkan dari layar komputer, ia penasaran akan kedatangan sang papi yang tiba-tiba tanpa kabar terlebih dahulu seperti biasanya.


"Ya papi ingin mengunjungimu, bagaimana pernikahanmu apakah baik-baik saja ?". Tanya Papi Jimmy dan ngambil hiasan jam pasir yang berada di atas mejanya Excel, ia membolak-balikkan hingga isinya ikut naik dan turun.


"Kebetulan papi bertanya, aku juga ada yang ikut kutanyakan kepada papi". Excel mengambil sesuatu yang berada di laci mejanya, sejak keberadaan benda itu di kenali Abel maka pernikahannya terancam akan adanya konflik yang muncul terlalu awal. Tapi untunglah tak terjadi konflik. Dan ia segera membawa pergi jauh agar Abel tak mengetahui lagi.


Papi Jimmy mengambil botol obat yang sebelumnya Ia berikan sebagai kado pernikahan dan ketika dirinya tergelak akan keberadaan obat yang ia sendiri belum pernah gunakan namun dijadikan kado pernikahan untuk putranya, sekaligus kelinci percobaan.


"Jadi bagaimana apakah manjur, berapa ronde kau melakukannya ? jika memang bagus aku juga ingin merasakannya siapa tahu mamimu suka". Excel hanya bisa menggelengkan kepala, ia ingin sekali menggetok pak kepala papinya andaikan tidak ingat jika itu bisa jadi kualat.


"Aku serius Pi karena obat ini Abel jadi salah paham padaku dan dia bahkan sempat memasangnya di Instagram sampai dikira orang-orang bahwa dia itu sedang di endorse". Excel kesal setengah mati saat mengingat kejadian itu bahkan dirinya juga ikut malu lantaran Ia juga ikut foto dan di posting di laman Instagramnya Abel.


Nasi sudah jadi bubur dan orang yang telah melihatnya tidak bisa ia suruh untuk melupakan, hanya bisa berusaha sabar dan berdoa dalam hati supaya orang-orang yang telah melihatnya bisa cepat melupakan postingan Abel tersebut.


"Ha ha ha". Papi Jimmy tak bisa menahan gelak tawanya lagi, Ia bisa membayangkan bagaimana malunya Excel saat itu, dan tidak menyangka bahwa kado pemberiannya akan menjadi bom yang akan mempermalukan anaknya sendiri dengan hal konyol tersebut.

__ADS_1


"Kenapa kau tidak sekalian jadi bintang film atau iklan pasti banyak yang laku kalau kau yang mengiklankannya, oh atau sekalian kau mau menjadi brand ambassador produk kita yang ada di US sekalian bisa hemat biaya ?". Nampaknya Papi Jimmy suka sekali menggoda Excel, ia bahkan mengeluarkan air mata di sudut matanya karena terlalu banyak tertawa.


Papi Jimmy berusaha untuk tenang dan menetralisir tawanya agar tak membuat Excel tambah kesal. Lalu Ia berusaha untuk mengalihkan pembicaraan sekaligus bertanya seberapa jauh pernikahan Excel berkembang. "Apakah kau sudah bisa memberikan cucu untukku ?".


"Apa maksud papi bahkan pernikahanku dan Abel baru berjalan selama seminggu? ".


"Hei apa kau lupa bahwa kau sudah pernah mencicipinya, siapa tahu kau sudah menabung untuk memberikan ku cucu lagipula pernikahanmu itu terlalu mendadak seperti seseorang yang sedang dikejar waktu agar tak segera melahirkan sebelum menikah".


"Pi berhentilah, dulu kita hanya kecelakaan dan setelah itu kami tidak melakukannya lagi sebelum kami menikah, bahkan Abel saat ini sedang datang bulan bagaimana mungkin dia hamil pi ?".


"Yah aku kecewa berarti pisangmu itu belum manjur, apa kau mau ku ajari gaya supaya bisa cepat hamil ? mamimu langsung hamil dirimu saat aku dan mamimu pertama kali mencobanya lagipula saat ini sudah zamannya menabung dulu sebelum menikah jadi setelah menikah mereka tinggal membuka tabungnnya".


"Apakah papi tidak mau ke dokter siapa tahu Papi sudah mulai gila ".


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Maaf kemarin nggak up, aku benar-benar nggak ada waktu buat nulis


__ADS_2