Love You Brother

Love You Brother
Season 2 : Pernikahan


__ADS_3

Dalam sebuah ruangan telah banyak disediakan alat makeup dengan berbagai jenis yang siap di sapukan ke wajah Abel. Hari ini ia akan menikah dan dirinya sudah mandi namun masih menggunakan jubah berbentuk kimono.


Wajahnya juga belum ter olesi makeup sama sekali, hingga makeup di sapukan ke wajahnya satu persatu, tak lupa dengan lipstik yang memperindah dirinya saat melihat pantulan diri cermin di depan. "Aku gugup banget". Ujarnya pada sang MUA.


"Jangan gerogi, semua calon pengantin memang akan gugup tapi percaya saja jika semua akan lancar". Sang MUA memberikan nasihat, sekian banyaknya ia merias calon pengantin, dan kesemuanya memang gugup dan Abel merupakan salah satunya.


"Iya". Abel mencoba tersenyum dan dirinya kini telah selesai dirias, tinggal berganti gaun pengantin saja dan menata rambutnya maka semua selesai bersiap. Abel sangat gerogi hingga kedua telapak tangannya terasa keringat dingin.


Setelah memasang tudung pengantin sang MUA keluar saat Abel sudah selesai di rias, dirinya terlihat cantik namun ia tak bisa menyembunyikan kegugupannya. Abel menunduk membaca banyak doa agar di lancarkan dan tak ada halangan apapun.


"Cantiknya anak mama". Abel terkejut dan melihat ke pantulan cermin, di belakangnya ada mama Dina yang masuk untuk mengecek bagaiman persiapan Abel, ia bahagia bisa melihat nanti bagaimana putri bungsunya melangkah ke altar.


"Ma aku gugup banget". Abel memegang salah satu tangan mama Dina, mencari kehangatan yang berbeda suhunya dengan telapak tangannya yang terasa dingin. Dan mama Dina tersenyum dengan tingkahnya.


"Wajar tapi nanti kalau kamu sudah resmi, pasti ganti jadi bahagia dan gugupnya hilang".


Terdengar kembali suara pintu yang terbuka, kali ini sang kakak ipar dan keponakannya yang datang membawa kado untuk Abel. "Tante cantik banget".


"Makasih". Abel ingin sekali mencium pipi tembam itu namun karena gaun pengantinnya membuat Abel kesulitan untuk berjongkok bahkan membungkuk saja susah.


"Kamu sudah ditunggu di luar karena acaranya akan segera dimulai ". Abel keluar setelah tudung pengantinnya ia turunkan, dengan menggandeng tangan Mama Dina dan di belakangnya ada sang kakak ipar beserta si kecil keponakannya yang lucu, imut dan menggemaskan ia melangkah.


Disana sudah ada banyak tamu yang menunggunya, dan ia menjadi pusat perhatian walaupun tudung pengantin nya agak sedikit menyamarkan riasan di wajah tapi tetap saja dirinya kelihatan cantik di mata Excel yang sedang berada di samping pendeta, siap mengikrarkan janji suci untuk bersama selamanya sampai maut memisahkan mereka.


Papa Rey mengahampiri Abel, untuk menemani dan mengantar sang putri untuk ke depan sana dengan Excel, berganti dengan mama Dina dan sang kakak ipar yang duduk ia sangat gugup bahkan detak jantungnya terasa kian cepat. "Pa tolong kalau nanti aku jatuh atau terpeleset bantu aku ya". Pesannya karna ia takut kegugupannya akan membawa bencana.


"Papa tidak akan membiarkanmu jatuh, kamu tenang saja". Mereka berjalan dengan langkah pelan namun pasti semakin mendekat kearah Excel yang tersenyum disana menanti kehadirannya dan beberapa detik lagi ia akan menjadi nyonya Harsaya selanjutnya. Pandangan mata mereka bertemu dan semakin dekat.


*Looks like we made it look how far we've come, my baby _ (Tampaknya kita berhasil lihatlah seberapa jauh kita datang, sayangku)


We mighta took the long way, we knew we'd get there someday _ (Kita mungkin ambil jalan panjang, kita tahu kita mencapai sana di suatu hari)


They said, I bet they'll never make it but just look at us holding on _ (Mereka bilang, aku yakin mereka tidak pernah berhasil, tapi hanya lihat kami berpegangan)


We're still together, still going strong _ (Kita masih bersama, masih kuat)


You’re still the one you're still the one I run to_ (Kau masih seseorang kau masih seseorang yang aku tuju)


The one that I belong to you're still the one I want for life_ (Seseorang yang memilikiku kau masih seseorang yang aku inginkan seumur hidup)

__ADS_1


You’re still the one you're still the one that I love _ (Kau masih seseorang kau masih seseorang yang aku cintai)


The only one I dream of you're still the one I kiss good night _ (Satu-satunya yang aku impikan kau masih seeorang yang aku beri ciuman selamat tidur)


Ain't nothing better we beat the odds together_ (Tidak ada yang lebih baik kita kalahkan kemungkinan bersama)


I'm glad we didn't listen look at what we would be missing _ (Aku senang kita tidak dengarkan lihatlah apa yang akan kita lewatkan)


You’re still the one you're still the one I run to_ ( kau masih seseorang kau masih seseorang yang aku tuju)


The one that I belong to you're still the one I want for life _ (Seseorang yang memilikiku kau masih seseorang yang aku inginkan seumur hidup)


You’re still the one you're still the one I run to _ (Kau masih seseorang kau masih seseorang yang aku tuju )


The one that I belong to you're still the one I want for life_ (Seseorang yang memilikiku kau masih seseorang yang aku inginkan seumur hidup)


I'm so glad we made it ook how far we've come, my baby _ (Aku begitu senang kita berhasil lihatlah seberapa jauh kita datang, sayangku)


(Still the one - Shania Twain*)


Abel telah sampai di altar, pegangan tangannya ia lepas dari papa Rey. "Tolong jaga putriku dari sekarang, kalau kau berani mengecewakannya akan kupatahkan kakimu".


"Iya pa pasti". Pesannya sebelum sang papa duduk di samping mama Dina.


"Sekarang kalian telah resmi menjadi sepasang suami istri". Kata pendeta dengan lantang di hadapan kedua pengantin juga tamu yang hadir. Suara tepuk tangan memeriahkan acara tersebut dan kebahagiaan nampak jelas di wajah kedua pengantin.


"Aku bahagia kak". Abel melihat Excel dengan tatapan teduh, kebahagiaan gadis itu seakan berada di titik puncak dimana ia berhasil mewujudkan impian sederhana yaitu menikah dengan Excel, namun sangat sulit mewujutkannya dan sekarang ia berhasil. Rasanya sangat bahagia sampai ia ingin menangis haru, jika tidak ingat harus tetap tampil cantik untuk seharian.


"Aku juga sangat bahagia, aku berjanji tidak akan pernah membuat sedih mulai dari sekarang". Excel memegang tangan Abel, bersama mereka akan mengarungi bahtera rumah tangga dengan diisi oleh cinta dan kasih sayang. Tak sabar menunggu kehadiran malaikat kecil sebagi pelengkap dan mereka yakini tak akan mudah namun semua akan berjalan baik jika di lakukan penuh cinta dan rasa saling percaya.


Acara utama telah di laksanakan, para tamu di persilahkan untuk menikmati pesta dan juga hidangan yang di sajikan. Juga ada band yang memperiah suasana, namun lagu yang di nyanyikan juga bernuansa lembut.


Banyak sekali yang mengucapkan selamat kepada Abel dan juga Excel karena telah resmi menjadi sepasang suami-istri. Mereka juga banyak mendapatkan kado pernikahan dari tamu yang datang, baik dari sanak saudara maupun rekan bisnis mereka, apalagi baik keduanya dan orang tuanya adalah orang yang cukup penting dalam bidang bisnis.


"Kak aku udah mulai pegel". Abel merasakan pegal di seluruh tubuhnya mengingat dirinya hanya tidur sebentar karena gugup akan pesra pernikahan ini, dan sekarang dirinya harus berdiri sambil memasang senyum kepada semua tamu yang hadir sampai nanti pesta berakhir, ia merasa giginya sudah kering kebanyakan senyum.


"Sabar ya sayang cuma sekali seumur hidup". Ucap Excel yang juga merasakan pegal, namun sebisa mungkin ia tahan karena menghargai para tamu yang telah datang, apalagi ini adalah pesta pernikahannya dimana ia dan Abel menjadi di pusat perhatian dan bintang utamanya.


Alvin juga ikut mengantri bersalaman dengan kedua mempelai yang ia telah menjadi adik dan adik iparnya. ". Selamat ya, abis ini lo jangan gangguin gue apalagi curhat masalah Excel". Pesannya sangat menjengkelkan di telinga Abel.

__ADS_1


Alvin maju satu langkah dan menjabat tangan Excel dengan mantab. " Selamat telah turun pangkat jadi adik ipar gue, lo mesti hormat sama kalau nggak ntar gue pecat jadi ipar". Ia lalu menjauh meninggalkan kedua pengantin yang kesal akan dirinya.


"Kak Alvin apa-apaan sih".


"Dia mungkin cuma iri". Bisiknya di telinga Abel. "IRI BILANG BOS". Teriaknya pada Alvin yang belum jauh.


Sekarang waktu acara pelemparan bunga pengantin di mana semua para lajang ataupun yang sudah mempunyai pasangan tetapi belum menikah berbondong-bondong untuk antre dan berebut buket bunga pengantin tersebut. Mereka meyakini bahwa siapapun yang mendapatkan buket bunga tersebut akan segera menyusul sang pengantin untuk menikah.


Disana sudah ada banyak para lajang yang berdiri di tempat yang telah ditentukan, berbeda dengan Alvin yang sedang duduk menikmati hidangan yang telah Ia ambil. Ia acuh dengan acara pelemparan bunga tersebut karena tak percaya akan hal seperti itu, baginya acara itu hanyalah tahayul yang dipercayai oleh orang zaman dulu.


Mama Dina mendekat kearah Alvin agar anak lelakinya juga ikut berebut bunga pengantin, siapa tahu Alvin akan segera menikah mengingat hanya tinggal Alvin saja yang belum menikah di dalam keluarga. "Alvin kenapa kamu masih di sini, harusnya kamu di sana ayo cepat kesana".


"Apaan sih mah aku lagi makan laper nih ". Mama Dina tak menghiraukan ucapan Alvin dan tetap menyeret anak lelakinya tersebut hingga beberapa orang melihat yg mereka, dan setelah Alvin ikut dalam kerumunan para lajang Mama Dina segera menghindar dan berdiri di samping papa Rey yang acuh tak acuh dengan perilaku istri dan juga anaknya.


"Semua siap ya". Excel menginteruksi mereka dan baik Abel juga Excel telah berbalik siap melemparkan bunga. "3 2 1". Keduanya sama-sama menggenggam buket bunga tersebut dan mereka lemparkan ke belakang.


"Aduh". Alvin yang malah sesikit menjauh dari kerumunan namun ia di kejutkan dengan buket bunga yang mengenai kepalanya dan jatuh ke tangan. Alvin berbalik ke arah kedua pengantin yang memberi ucapan selamat serta tepuk tangan. "Moga cepat nyusul ya kak". Teriak Abel dari sana.


"Ampun deh tuh bocah". Kesalnya.


.


.


.


.


.


.




.


1600 kata cuma buat episode ini, kalau novel lain mungkin dah jadi 2 bab.

__ADS_1


Mau kasih visual mama Dina sama papa Rey tapi berhubung orangnya masih pada muda ntar dikira habis oplas 😅😅


Habis ini bakalan pusing bikin bab adegan iya iya Abel Excel 🙄🙄🙄


__ADS_2