Love You Brother

Love You Brother
Season 2 : Ngompol


__ADS_3

Suara dering hp Abel berbunyi cukup keras dana lama sampai mengganggu Abel yang sedang menonton drama korea kesukaannya. Kehamilannya membuat ia sulit untuk mengambil hp yang berada di kursi lain dan mengharuskannya berdiri.


Semakin lama tubuhnya terasa berat dan berat badannya semakin naik, akan tetapi untuk ngidamnya dengan Excel telah usai karena ia hanya menginginkan sesuatu dalam jangka yang tak terlalu sering dan hanya ingin seauatu yang bisa di katakan wajar karena tak membuat orang terbangun dari tidurnya tengah malam hanya untuk menginginkan sesuatu lagi.


Nampaknya sang anak cukup menurut karena sudah tak terlalu merepotkannya dengan ngidam yang aneh-aneh. Semakin hari ia semakin antusias untuk segera bertemu dengan sang buah hati, apalagi setelah kemarin di USG. Mengenai jenis kelamin Excel tak ingin tau dan mencegah sang dokter memberitahu dengan alasan apapun nanti jenis kelaminnya, ia akan terima.


Abel mengambil hpnya yang masih berdering dengan keras, dan saat tau nama yang tertera di layar itu ia berdecak, pantas jika dari tadi yang menelfon seperti tak sabar menunggunya untuk berjalan meraih hpnya.


"Apa ?". ~ Abel


"Kesini cepet gue udah lahiran"~ Felly


"Cepet banget pasti pakai jalur instan ya". ~ Abel


"Yakali anak gue di samaain sama mie, gue tunggu kedatangan lo dan jangan lupa kasih hadiah lahiran" ~ Felly


"Iya bawel". ~ Abel


Abel menjauhkan telfonnya saat terdengar suara sambungan yang sudah terputus, ia kembali berdecak dengan sahabatnya itu yang selalu suka seenaknya sendiri, jangankan ke tempat Felly, dari ruang keluarga sampai ke kamar saja Abel susah berjalan.


Bahkan Excel sampai memindahkan kamar mereka ke kamar tamu yang ada di lantai satu agar Abel tak naik turun tangga lagi. Sang suami begitu khawatir untuk itulah segala sesuatu yang dapat membuat Abel dan sang bayi terancam maka Excel akan segera atasi saat itu juga.


*****


Malam telah tiba, sesuai dengan apa yang Abel katakan jika ia akan menjenguk Felly dan juga bayinya maka kini ia tepati, tadi setelah di hubungi oleh Felly dirinya menghubungi Excel untuk meminta izin ke tempat Felly. Namun Excel tak mengizinkan dan menyuruh Abel menunggu hingga dirinya pulang.


Terasa sangat lama apalagi Abel tak ada kegiatan selaian merangkai bunga karena di daftarkan les privat merangkai bunga oleh Excel dan juga mencari informasi seputar kehamilan. Selain itu dirinya tidak di perbolehkan melakukan apapun.


Walau begitu Excel benar-benar menjadi suami dan juga calon ayah yang siaga, ia benar-benar menepati setiap perkataannya, seperti malam ini dimana Excel sebenarnya sudah lelah dan ingin istirahat tetapi harus mengantarkan Abel ke rumah temannya.

__ADS_1


"Akhirnya lo datang juga". Sambutan Felly berikan ke Abel saat mereka sudah datang, entah itu sambutan senang atau sebal karena dari nadanya sepertinya Felly kurang senang. Apapun itu yang penting ia menepati ucapannya dan sekarang telah sampai.


"Iyalah datang aku udah bilang, nih buat bayi kamu". Abel memberikan satu set peralatan makan bayi dan melihat bayi cantik yang sedang di gendongan Felly, ia menyentuh dan mengelus perutnya sendiri berharap anaknya akan selucu itu nanti.


"Ini jenis kelaminnya cewek ya ? duh cantik banget sih". Abel mengelus tangan mungil yang terbungkus sarung tangan kecil itu.


"Enak aja anak gue tuh cowok bukan cewek". Dan seketika Abel juga Excel merasa canggung, malu asal menebak jenis kelamin karena melihat bulu mata bayinya Felly sangat lentik hingga tak hanya Abel yang mengira jika itu adalah anak perempuan tetapi juga Excel.


"Ya maaf nggak tau".


Mereka berbincang seputar menjelang persalinan dan saat persalinan yang Felly alami sebagai salah satu pengetahuan Abel untuk mempersiapkan persalinanya yang akan terjadi beberapa bulan lagi. Semua yang Felly katakan dan perintahkan ia dengarkan baik-baik, walau Felly kadang muncul anehnya tetapi pengalaman Felly saat melahirkan menjadi sangat berharga bagi Abel.


Hingga tak terasa waktu menunjukkan pukul 09:00 malam, ini sudah terlaru larut untuk Abel berada di sana dalam keadaan hamil, begitu juga Felly yang seusai melahirkan dan butuh banyak istirahat untuk memulihkan kondisi tubuh. Mereka pamit pulang dan tak lupa berpamitan kepada si kecil yang sedari tadi betah tertidur.


******


Beberapa Bulan Kemudian


Ia sudah tak heran akan hobi barunya saat sedang hamil ini tetapi tetap rasanya membuat kesal dan bahkan pada saat tidur selalu saja ke kamar mandi padahal mata masih ingin terpejam. Dan dari pada ia pipis di tempat tidur, Abel lebih memilih untuk ke kamar mandi meski mengantuk.


"Habis dari kamar mandi lagi ?". Tanya Excel seraya mendekat, ia menyelipkan anak rambut yang menutupi mata agar lebih terlihat jelas wajahnya Abel.


"Iya kak".


"Kamu yakin itu nggak apa-apa ? Kayaknya dikit-dikit kamu ke kamar mandi terus, gimana kalau kita ke dokter siapa tau ini nggak wajar?". Tanya Excel.


"Nggak perlu kak aku sudah tanya dokter dan dia bilang ini wajar untuk ibu hamil". Pada saat Abel menyadari jika ia terlalu sering bolak-balik ke kamar mandi, maka di saat memeriksa kandungan sekalian dirinya menanyakan hal ini.


Setiap memeriksakan kandungan ke dokter selalu Excel menemai tetapi jadwalnya yang sangat sibuk membuat dirinya harus bisa mengerti dan menerima saat hanya pergi bersama supir saja tanpa adanya Excel. Ia berusaha mengontrol emosinya dan berusaha jadi istri yang baik demi sang suami, tak menuntut untuk selalu di temani.

__ADS_1


Seketika pandangan mereka teralihkan saat mendengar sepasang sepatu melangkah tanpa permisi langsung menghampiri mereka. Keterkejutan terlihat jelas di raut wajah keduanya saat melihat mami Rita dan papi Jimmy yang datang.


"Bagaimana kabar cucu mami ?". Mami Rita berjalan lebih cepat hingga meninggalkan sang suami di belakang, ia memeluk menantunya dan juga mengelus perut buncit tempat sang cucu berada.


"Baik mi, mami sama papi juga apa kabar ?". Tanya Abel balik kepada sang mertua, ia tak terkejut akan kedatangan mertuanya yang memang satu atau dua bulan sekali menyempatkan ke Indonesia demi melihat perkembangan sang cucu yang belum lahir.


Hanya saja setiap kali datang baik Abel maupun Excel tak pernah di kabari terlebih dahulu jadi mereka tak ada persiapan apapun, bahkan hanya untuk sekedar menjemput ke bandara juga tak pernah karena tak tau akan kedatangannya.


Tiba-tiba Abel merasakan di perutnya seperti ada yang mendorong ingin segtwra di keluarkan, rasanya seperti ingin BAB tapi bukan dan sangat sakit sampai tiba-tiba ia juga merasakan sesuatu yang basah berasal dari bawah. Abel melihat ke lantai tempatnya berdiri dimana terdapat cairan putih disana. Begitu juga dengan Excel yang ikut melihat.


"Sayang kamu ngompol ?". Tanya Excel yang mengira jika Abel tak tahan untuk mengeluarkannya di toilet dan memilih untuk mengeluarkannya disini sekarang.


"Nggak kak aku nggak ngompol, kayaknya ketubanku pecah".


"Eh..."


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Dukung author dengan cara klik like, komen, vote dan tip lebih banyak soalnya mau tamat.


__ADS_2