Love You Brother

Love You Brother
Season 2 : Minta Restu


__ADS_3

Excel menghentikan laju mobilnya di sebuah pekarangan rumah besar yang bertingkat tiga, lama ia tak mengunjungi rumah itu yang merupakan milik orang tuanya. Namun tujuannya bukan hanya untuk mengunjungi tapi juga untuk meminta restu agar hubungannya dengan Abel lancar dengan dukungan semua pihak.


Ia melangkah dengan pasti, bahkan tatapan matanya tertuju ke rumah yang berada di depannya tanpa berkedip. Rasa takut tentu menghampirinya saat ia melangkah semakin dekat dan merasakan kalau atmosfer berbeda saat terakhir kali ia datang kesitu, mungkin karena tujuannya yang berbeda pula.


Tanpa mencari lagi, ia sudah bisa melihat mami Rita yang berada di kursi sedang membaca majalah di tangannya, juga papinya yang sibuk dengan tablet di tangan dan menggulir layar tersebut seraya berbicara kepada sang istri.


"Excel tumben kau kesini ? Apa kau sudah makan ?". Mami Rita melihat Excel dan langsung menyambut putranya dengan penuh kehangatan, seperti biasanya kalau mereka bertemu apalagi sekarang ini mereka sudah jarang bertemu.


"Mi pi ada yang ingin ku bicarakan dengan kalian". Seruan Excel membuat kedua orangtuanya mengalihkan pandangan dari kesibukan masing-masing, tidak biasanya Excel meminta izin sebelum berbicara dan ini pastilah hal serius. Dan tatapan mata penuh tanya Excel dapatkan dari mereka.


"Apa ?". Tanya sang papi yang merasa kalau pembicaraan Excel pastilah hal besar, kalau tidak Excel pasti tak akan mungkin terlihat begitu tegang dan meremas tangannya seperti itu.


"Aku mencintai Abel dan aku sedang melamarnya, untuk itu sekarang aku meminta restu kalian". Bak di sambar petir di siang sore hari, orangtua Excel terpaku di tempatnya bahkan mami Rita tak peduli lagi pada majalah yang ada di tangannya kini jatuh ke lantai.


Hening, sepi, senyap seketika saat Excel menunggu jawaban dari kedua orangtuanya yang malah saling melempar pandangan. Ia harap-harap cemas padahal saat belum sampai dirinya sudah memutuskan mau direstui atau tidak ia akan menikahi Abel, tapi saat menunggu jawaban dari orangtuanya tetap saja ia merasa takut kalau tak di restui.


"Apa tidak ada wanita yang lain ? Kau bahkan di hajar sampai babak belur hanya karena mencium putrinya Rey, bagaimana bisa kau malah ingin menikahi putrinya ? Itu sama saja mencari mati".


"Itu tidak akan terjadi, aku bisa pastikan papa juga akan merestuiku, kemarin pasti papa sedang salah faham". Kedua orang tua Excel geleng-geleng, mereka tak habis fikir dengan cara Excel yang tak memikirkan kondisi dan baik buruknya.


"Mumpung semua belum terlanjur lebih baik kau putuskan hubunganmu". Kini giliran Excel yang menggeleng dengan perintah sang papi, Excel menghembuskan nafas berat dan ingin mengakui semua yang telah ia lakukan karena ia yakin ini jalan satu-satunya.


"Aku telah memperkosa Abel". Bagai di sambar petir dua kali, mereka beranjak dari tempat duduknya dan melemparkan tatapan marah.


"Excel jangan bercanda, ini tak lucu". Seruan sang mami tak membuat Excel gentar, ia sudah mengatakannya sekalian saja mengakui semuanya.


"Aku sama sekali tak bercanda, aku memperkosa Abel bahkan dua kali dan aku sekarang memutuskan ingin menikahinya dan bertanggung jawab, tapi aku menikahinya karena memang aku mencintainya".


PLAK


Satu tamparan mendarat di pipi Excel yang berasal dari tangan sang mami, ia melihat maminya yang melemparkan raut muka kecewa juga air mata yang sudah menggenang siap untuk di keluarkan. Tak menyangka kalau respon sang mami akan seperti ini dan jujur saja ia sangat sedih melihat maminya menatap dengan tatapan nanar.

__ADS_1


"Bagaimana kau bisa memperkosanya Excel ? Apa kau sadar siapa yang kau perkosa ? Apa Rey tau tentang hal ini ?". Gelengan Excel berikan sebagai jawaban dan sang mami menghela nafas sedikit lega.


"Bagus kalau begitu, lebih baik kau batalkan rencanamu untuk menikahi putrinya Rey". Kini sag papi hang bicara dengan nada lantang penuh dengan penekanan bahkan urat-uratnya sudah terlihat menahan marah.


Excel terkesiap dan sejenak terdiam lalu saat ia sudah bisa mencerna semuanya, Excel menekuk kakinya dan bersujud di hadapan kedua orangtuanya.


"Aku mohon restui pernikahanku dengan Abel, aku berjanji setelah ini tidak akan meminta apapun lagi". Kedua orangtuanya hendak pergi meninggalkan Excel namun setelah melihat putra mereka bersujud dan memohon dengan segenap hati tentu itu membuat hati mereka terenyuh.


"Pi...?". Mami Rita bertanya kepada sang suami saat merasa tak tega melihat Excel seperti itu, karena Excel adalah putra semata wayang mereka dan itu membuatnya memberikan semua yang terbaik bagi Excel tapi untuk kali ini semua sulit.


Walau begitu bagi Excel terlihat jelas seberapa pentingnya kehadiran Abel di hidupnya hingga mereka menyerah dan ikut keputusasaan Excel. "Baik tapi jika Reymond tidak menyetujui putrinya berhubungan denganmu kami tidak bisa menjanjikan apapun untuk membantu".


Bukan maksud untuk menyusahkan Excel dalam mengambil komitmen namun mereka keberatan dengan perempuan pilihan Excel yang merupakan putrinya papa Rey dan Excel juga pernah di asuh oleh keluarganya. Mereka tak mau Excel menghancurkan semua ikatan baik yang terjadi diantara kedua kaluarga walaupun sepertinya memang sudah Excel lakukan.


"Terima kasih banyak pi mi".


*****


Berbeda antara Excel yang meminta restu orangtuanya juga beda halnya dengan yang Abel alami saat gadis itu meminta restu dari orang tuanya, dan mengatakan kalau ia habis di lamar oleh Excel lalu meminta restu agar di permudah melangkah ke jenjang pernikahan.


"Pokonya aku mau nikah sam kak Excel, kalau nggak aku bakal benci sama papa seumur hidup". Abel naik pitam dan masuk ke kamar tak lupa menutup pintu dengan sekeras hingga menimbulkan suara yang membuat semuanya terkejut.


Abel kembali membuka pintu namun hanya memperlihatkan kepalanya ia saja karena pintu tak terbuka semua. "Besok kak Excel sama orangtuanya kesini dan papa harus merestui".


Papa Rey memegang kepalanya yang tiba-tiba berdenyut saat Abel memutuskan hal yang ia kurang sukai bahkan mama Dina juga terlihat berada di pihaknya Abel bukannya membantu untuk melawan keinginan Abel.


"Kenapa sih pa ? Memang apa yang salah dari hubungan mereka ?". Mama Dina berusha mencari alasan mengapa suaminya bersikeras untuk menentang hubungan Abel dan Excel.


"Aku takut kalau niatan Excel sebenarnya tidak baik dan hubungannya dengan Merry hanya untuk perantara membalaskan dendam kepada kita setelah apa yang kita lakukan kepada ibunya".


Mama Dina tak lupa tentunya namun ia yakini Excel tak ada niatan sedikitpun melukai ataupun menyakiti Abel, bahkan Abel juga sangat mencintai Excel jadi untuk memisahkan keduanya akan sangat sulit dan melukai kedua belah pihak.

__ADS_1


"Aku yakin Excel anak yang baik apalagi kita yang merawatnya sedari kecil, bukankah hubungan kita dengan orangtuanya Excel sekarang juga sudah baik ?". Terlihat papa Rey menggeleng sambil tersenyum getir.


"Kita hanya merawatnya beberapa tahun saja, kita tak pernah tau jalan fikiran seseorang apalagi setelah Excel baru memutuskan tunangannya". Mama Dina mengelus lengan papa Rey untuk menyalurkan ketenangan akan ketakutan berlebihan yang menghinggapi suaminya.


"Apa papa ingat waktu kita dulu ? Mama rasa kisah cinta putri kita tak terlalu jauh dari kisah kita dulu dan tentunya papa yang paling tau rasanya mencintai tanpa restu dari orang tua, papa juga pasti masih ingat rasa sakitnya dipisahkan". Mama Dina mengingatkan akan kenangan buruk yang dulu mereka lalui dan itu berhasil menyentuh ingatan buruk papa Rey hingga kesedihan seolah kembali muncul seketika tanpa permisi.


"Papa takut ma kalau Merry akan tersakiti". Ujar papa kali ini dengan suara lemat, mama Dina memaklumi karena setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik bagi anaknya hanya saja kadang ada yang tak memahami apa yang benar-benar diinginkan sang anak.


"Percayalah putri kita akan bahagia, kalau papa masih belum yakin maka mama yang akan menjaminnya dan papa bisa salahkan mam di kemudian hari kalau Merry tak bahagia".



.


.


.


.


.


.


.


.


Aku jadi kangen sama ceritanya mama Dina dan papa Rey (Novel wanita simpanan ceo).


Adakah yang sama ???

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak


Like, subscribe, komen, bintang dan vote (poin /koin)


__ADS_2