Love You Brother

Love You Brother
Season 2 : Kau Menyebalkan


__ADS_3

Merasa sikap Felly yang berlebihan akan tamunya sendiri, Abel berbalik untuk tau siapa yang Felly maksud dan ia membelalakkan mata mengetahui siapa orangnya. Lelaki yang dimaksud Felly ternyata adalah...


"Excel ?......Untuk apa dia disini ?". Abel memperlihatkan tatapan tak sukanya terhadap Excel dan tentu lelaki itu menyadari kekesalan Abel yang melihatnya agak jauh di sana. Bahkan dengan sengaja senyuman penuh percaya diri Excel berikan ke Abel.


"Untuk apa di tersenyum seperti itu ? Dia pasti mengejekku sekarang". Tangan Abel mengepal erat karena acaranya malam ini harus terganggu akibat kedatangan Excel yang ia sendiri tak tau mengapa lelaki itu bisa mengetahui keberadaanya.


"OMG si ganteng senyum ke gue, aduh gimana nih mana udah punya tunangan lagi gue". Felly mengibas-kibaskan tangannya ke arah muka merasa kepanasan, ia sangat senang dan juga malu tapi sebenarnya mau.


"Selingkuh kira-kira boleh nggak ya ?". Abel menepuk dahinya akibat rasa percaya diri Felly yang terlalu berlebihan menanggapi senyuman Excel. Sebenarnya Excel tersenyum untuk siapa ia tak peduli.


"Dia itu cowok yang aku tungguin selama ini tapi malah milih cewek lain itu".


"Hah". Pekik Felly seketika. "Yah itu si om-om ? Kalau modelnya kayak gitu sih gue juga mau". Ujarnya dan seketika mendapat toyoran dari Abel.


Disana Excel tersenyum puas melihat kekesalan Abel yang sudah ia perkirakan sebelumnya di jalan sebelum sampai ke tempat pesta. Sebenarnya memang ia sengaja menguntit Abel, salah sendiri Abel memasang postingan tempat yang ia mau datangi dan kebetulan Excel juga diundang oleh pak Anto selaku papa Felly yang pernah berkerjasama dengan perusahaannya.


Excel tersenyum sedari tadi bahkan senyuman itu tak lepas dari wajahnya, berjalan ke arah Felly yang juga ada Abel disana dan memberikan kado disertai selamat ulang tahun. Tentu hal tersebut membuat Felly sangat senang menerimanya walau ia tak tau apa yang Excel berikan.


"Makasih banyak ya". Balasnya saat menerima kado dari Excel.


Excel melirik ke arah Abel yang berada di sebelah Felly dengan wajah kesal dan tangan yang melipat di dada. Dengan perilaku yang seperti itu cukup jelas menggambarkan kalau Abel sedang cemburu, bahkan bibir Abel terlihat sedikit mengerucut terlihat sangat gemas buatnya.


Namun seseorang yang pernah menjadi client Excel ternyata juga berada di sana dan mengajak Excel ke tempat yang agak jauh posisinya dengan Abel. Ia dilema lantaran berjauhan dengan Abel padahal niatannya ke sini untuk menemani Abel sekaligus mengusir segala kemungkinan yang bisa membuat Abel dekat dengan lelaki lain.


Berbanding terbalik dengan Abel yang malah membuatnya menghela nafas lega sejenak karena posisi Excel yang agak jauh darinya dan kembali berbincang dengan Felly karena sudah lama tak bertemu membuat keduanya lama tak berjumpa.


Namun sendau gurau mereka terhenti saat mendengar lagu yang berasal dari biola juga piano yang memang di hadirkan untuk memeriahkan acara pesta. Bedanya adalah lagu yang di mainkan adalah lagu dansa dan bersamaan dengan itu calon suami Felly mendekat untuk mengajak Felly berdansa sebagai yang punya acara dan yang lebih menjengkelkan bagi Abel adalah sepupu Felly mengulurkan tangannya kepada Abel untuk berdansa.


"Aku ti_".

__ADS_1


Ingin menolak tapi Felly malah terlebih dulu menaruh tangan Abel di tangan sepupunya. "Jangan di tampik sepupu gue ganteng gitu, udah sana".


Akhirnya kedua pasang gadis itu berdansa diiringi lagu yang lembut dan para tamu yang lainnya ikut memeriahkan pesta dengan mengajak pasangannya masing-masing berdansa juga. Membuat Excel yang tak sengaja menoleh ke arah Abel jadi geram dan menyelesaikan perbincangannya secara sepihak dengan mantan clientnya tersebut. Excel mengulurkan tangan ke arah seorang wanita untuk mengajaknya berdansa dan di sambut.


"Tuan kau mengajakku berdansa tapi aku tidak tau siapa namamu ?". Tanya gadis itu saat keduanya sudah berada di lantai dansa namun perhatian Excel sedari tadi bukanlah ke arah gadis yang ia pegang tangannya melainkan ke arah Abel dan Excel sedikit demi sedikit berdansa sambil mendekati Abel.


"Tuan aku bicara padamu !". Ujarnya dengan nada yang agak keras hingga membuat Excel tersadar jika gadis yang berdansa dengannya sudah berubah sebal akibat tak ia perhatikan.


"Maaf aku_". Excel bingung harus berkata apa lantaran ia tak bisa berfikir jernih melihat Abel dengan laki-laki lain membuat fikirannya hanya tertuju ke gadis dengan dress hitam tersebut yang selalu berhasil membuatnya naik pitam membuatnya naik darah dan memutuskan untuk meninggalkan gadis yang tadi berdansa dengannya dan menghampiri Abel.


"Maaf sepertinya partner dansamu adalah pasanganku". Ucapnya kepada lelaki yang berdansa dengan Abel dan membuat mereka menghentikan dansanya. Seketika sepupunya Felly menatap Abel dengan raut terkejut.


"Benarkah ? Aku kira nona ini datang sendiri". Sepupu Felly tersenyum canggung apalagi setelah mendapat tatapan layaknya laser yang Excel perlihatkan, dan dengan rasa malu sepupu Felly tersebut mundur perlahan setelah meminta maaf.


"Kau apa-apaan sih ? Setelah kau mengutitku sekarang kau malah mengusir partner dansaku, kau benar-benar menyebalkan". Hampir saja tangan Abel mengenai lengan Excel yang memang sengaja gadis itu arahkan atas rasa kecewa juga kesalnya, namun dengan cepat tangan Excel mencekal dan menarik Abel untuk ke lantai dansa bahkan tepat di tengah.


Tak hanya itu bahkan Excel dengan paksa menaruh kedua tangan Abel di pundaknya sedangkan tangannya sendiri ia letakkan di pinggang Abel. "Apa sih maumu ?".


"Kau keterlaluan". Abel kesal setengah mati namun sepertinya Excel sudah kebal dengan semua kata-kata Abel yang pedasnya melebihi cabe tabur level super.


"Terima kasih atas pujiannya". Balasnya.


Setelah selesai berdansa dan mengikuti acara yang lain mereka berdua juga pamit undur diri untuk pulang begitu juga para tamu yang lain karena memang acaranya telah selesai. Namun saat hendak masuk ke dalam mobil tangan Abel di tarik oleh seseorang dan lagi-lagi orang itu adalah Excel.


"Lepas nggak !!".


"Nggak".


Jika Abel bersikap ketus padanya maka Excel akan lebih tegas, ia tak mau Abel pulang sendiri naik mobil apalagi ini sudah sangat larut. Dan walaupun arah mereka sama namun Excel masih merasa tak tenang Abel berkendara sendiri.

__ADS_1


"Apa lagi sih ?". Pertanyaan Abel bukannya di jawab tapi Excel hanya diam sebari menyuruhnya masuk ke dalam mobil yang lelaki itu bawa agar lebih tenang.


Excel masuk dan mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang apalagi jalanan sudah sepi, jadi memungkinkannya sampai ke rumah lebih cepat padahal tidak sedang ngebut. Sejenak ia melirik ke arah Abel yang membuang muka ke jendela di sebelah.


Ia tau gadis itu marah dan tak suka di paksa tapi ia takut jika Abel mengendarai mobils sendiri yang ada nanti malah terjadi sesuatu.


"Maaf kalau aku membuatmu kesal". Ucapnya dengan nada halus namun tak berhasil membuat Abel menoleh.


"Kalau sudah tau kenapa kau selalu membuatku kesal ?".


"Aku tak berniat membuatmu kesal tapi mungkin dirimu yang lebih dulu selalu melakukan penolakan atas niat baikku". Hanya decakan yang mampu Excel dengar dari telinganya dan ia kembali melihat Abel saat lampu merah menyala.


"Malam ini kau sangat cantik". Pujinya yang berhasil tertangkap indra pendengaran Abel hingga wajah gadis itu memerah layaknya tomat yang sudah matang, tapi ia tetap tak mengalihkan perhatian dari jendela karena tak ingin Excel melihat wajahnya.


"Jangan memujiku".


.


.


.


.


.


.


Maaf kalau kemarin nggak up, aku bener-bener sibuk banget .

__ADS_1


Dan untuk kalian yang heran mengapa rambut Abel panjang bukannya pendek kayak dulu.


Ini aku beritahu kalau alur waktunya sudah berbulan-bulan jadi rambutnya panjang dong, orang Excel tinggal di rumah papa Rey juga udah nggak sehari dua hari.


__ADS_2