Luluh

Luluh
Akhir kebahagiaan


__ADS_3

Dua bulan sudah pada akhirnya Amel menikah dengan Akbar. Atasannya yang selalu di damba-dambakan karyawan wanita, termasuk sahabatnya.


Tidak menyangka jodohnya tidak jauh dari lingkungan kerjanya dan juga pernah mengejar sahabatnya. Tapi malah berujung di tinggal nikah oleh sahabatnya, karena sudah di lamar terlebih dulu oleh orang lain.


Malu? Karena susah menerima Akbar?


Kenapa harus malu? Dirinya tidak merebut Akbar dari sahabatnya. Dan Akbar pun juga belum sempat mengutarakan cinta pada sahabatnya. Ya, meskipun pernah mengutarakan keseriuasannya pada sahabatnya.


Tapi yang namanya tidak jodoh, mana bisa di paksa. Jodoh sudah ada yang mengatur dan jodoh Akbar tentunya Amel. Yang tak pernah dirinya lirik atau saling menyapa meskipun pernah saling bertemu.


Pernikahan Amel dan Akbar, tentu saja membuat semua karyawan dan juga sahabat-sahabatnya begitu antusias serta bahagia. Melihat atasan dan temannya sudah melepas masa bujang dan tidak menyangka pula Akbar menikah dengan Amel. Sama seperti sahabatnya sebelumnya. Yang juga tak menyangka mendapatkan pengakuan dari Amel dan Akbar bila akan menikah.


Pesta pernikahan yang di selenggarakan di gedung dan juga dekor bunga-bunga Asli membuat di dalam begitu menenangkan dan juga menyenangkan.


Amel yang begitu cantik dengan baju pengantin putih panjang seperti cinderella, di tambah Akbar yang memakai jas putih terlihat sangat tampan. Dan senyum mengembang kebahagiaan terpancar dari sepasang pengantin baru.


Bukan itu saja, tiga sahabatnya yang datang dengan pasangan juga sangatlah cantik. Memakai baju sesuai warna kebayanya. Putih.


Sari dengan dres selutut di tambah aksesoris sabuk kecil di pinggangnya. Rambut setengah di kuncir. terlihat sangat imut. Indri, dres panjang putih dengan belaian samping hingga memperlihatkan kaki mulusnya. Yanna, dres panjang dengan memperlihatkan bahu mulusnya, dan sedikit menonjol perut yang kini sudah memasuki usia kandungan lima bulan. Meskipun perutnya menonjol, tidak merubah kemolekan tubuhnya. Justru membuatnya semakin **** di mata Rama, tentunya.


Dan ke tiga pria. Rama, Bayu dan Eko. memakai lengan putih panjang dan juga celana crem yang sama. Tentunya sepatu yang berbeda, tak ingin ada yang mengira mereka kembar tiga siam. Padahal kalau di lihat juga masih cakepan Suami Yanna tentunya, meskipun perutnya sedikit buncit. Tak mengurangi ketampan. Yang ke dua Bayu manis lesungnya. dan wajah yang pas-pasan tentunya Eko beruntung tertolong dengan gingsulnya.


Tak ketinggalan juga Sigit. Yang pastinya meratapi nasib karena wanita di sukainya dan pernah keluar dengannya sekali. Kini sudah memiliki suami. Padahal Sigit sangat berharap bisa menikah dengan sahabat kakaknya itu. Ternyata ketampanannya tidak bisa menjamin wanita mau dengannya. Rasanya ingin sekali mengobrak abrik pesta pernikahan sahabat kakaknya. Tapi ia sadar betul, bila nanti pastinya akan membuat hubungan kakak dan sahabatnya rusak. Padahal Yanna sudah pernah bilang, bila Amel hanya menganggap diri sebagai adik saja. Tidak lebih. Tapi karena kepercayaan diri membuatnya kembali terjun ke jurang kekecewaannya sendiri.


Menyedihkan.


Tapi tak apalah, melihat Amel bahagia membuatnya juga ikut bahagia. dan mendoakan semoga pernikahannya langgeng hingga kakek nenek.


Foto sesi pernikahan bersama sahabat-sahabat. Berbagai gaya dan foto bersama pasangan. dari tertawa senang, senyum mengembang dan wajah di buat expresi menggemaskan. Foto bersama keluarga, bersama mertua yang menyayanginya dan juga bersama dua adik kembarnya tak lupa dengan suaminya pula.


Di saat perebutan bunga yang akan di lempar dari atas panggung pengantin. Dua sahabat yang masih jomblo dan juga menanti kejelasan ikut serta untuk memperebutkan bunga. Konon, katanya, agar cepat menyusul.

__ADS_1


Dua sahabat yang sudah semangat berdiri di paling depan itu sedikit tercengang kala Amel tak melempar bunganya. Melainkan turun dan memberikan bunga itu pada Bayu. Hingga Bayu tersenyum dan menghampiri Indri di tengah-tengah wanita lain. Dan berjongkok di depan Indri yang tercengang.


" Ibu dan bapak sudah setuju dengan hubungan kita. Mereka menginginkan kita cepat nikah. Biar bisa momong cucu katanya. Jadi, maukah kamu menikah denganku Ndri?" Sambil mengulurkan kotak cincin yang terbuka dan sebuket bunga dari Amel.


Tercengang mendengar ucapan Bayu. Matanya begitu berkaca-kaca. Penantiannya untuk sabar dan selalu berada di sisi Bayu tidak sia-sia. Ke dua orang tua Bayu merestui hubungannya. Tapi rasanya masih tak percaya, mungkin Bayu hanya ingin membuat dirinya senang atau tak ingin dirinya meninggalkannya, karena sudah lelah harus menunggu kepastian.


" Mbak?" Lirih Sari, mengusap lengannya membuat Indri menatapnya dan menatap ke arah depan kala Sari memberi kode mata untuk melihat sesuatu di hadapannya.


Orang tua bayu?


Bapak dan Ibu Bayu datang ke pernikahan Amel. Tersenyum ke arahnya dan mengangguk. Mengisyaratkan bila ucapan bayu memang benar adanya.


Tak bisa menyembunyikan rasa bahagia dan air matanya yang mulai menetes. " Iya, aku mau menikah sama kamu." Ucap Indri, membuat Bayu berdiri dan memeluk kekasihnya yang selalu sabar dan setia menemaninya.


Indri menangis dalam pelukan Bayu, memeluknya dengan erat rasanya bahagia mendapatkan restu dari orang tua Bayu.


Amel, Yanna dan Sari yang melihat itu pun juga ikut meneteskan air mata. Mereka tau bagaimana perjuangan Indri dan bagaimana sabarnya Indri untuk tetap bertahan di sisi Bayu. Berjuang demi cinta bersama dan berjuang untuk mendapatkan restu orang tua Bayu begitu tidak mudah.


Sari menghampiri Indri. " Selamat mbak Indri!!" Seru Sari, dan memeluk sahabatnya yang kini akan menikah juga.


" Mbak Indri!!" Teriak Yanna, menghampirinya dengan sedikit berlalu. Membuat suaminya meringis kala Yanna berlari menggunakan high heels lima senti. Rama cepat-cepat mengikuti istrinya karena tak ingin terjadi apa-apa pada Istri dan calon anaknya.


Sungguh dirinya sangat protektif dalam kehamilan Yanna.


Padahal Yanna baik-baik saja. Dan bisa menjaga kehamilannya, tapi suaminya itu sungguh berlebihan sekali.


" Mbak Indri... akhirnya!" Ucap Yanna, ikut memeluk sahabatnya. " Selamat ya mbak. Hmm..." Imbuhnya menangis dalam pelukan.


" Selamat mbak Indri sayang!!" Seru Amel, ikut memeluk sahabat-sahabatnya kala turun dari panggung pengantin.


" Terima kasih? Aku gak nyangka bakal di lamar seperti ini. Makasih ya, kejutannya." Ucap Indri, dalam tangis bahagia.

__ADS_1


" Sama-sama. Kini tinggal satu anak saja yang masih jomblo." Kata Yanna, melepas pelukan dan menatap Sari yang masih memeluk Indri.


" Ih.. Aku mah tenang saja. slow kayak kalian lah, biar dapat yang tampan." Jawab Sari.


" Aku juga tampan Sar." Potong Eko.


" Di lihat dari sedotan!!" Seru Sari ketus. Membuat semua orang tertawa


Dan kembali dengan foto-foto bersama, Sepasang pengantin baru dan sepasang calon pengantin yang akan menyusul menunjukkan cincin emas melingkar di jari manis. di apit sepasang suami istri dengan Rama yang mengesap perut istrinya, Sari yang di apit oleh Sigit dan Eko dengan wajah cemberut.


Kini kehidupan mereka sudah bahagia. menutup cerita lama yang sangat memilukan dan mengukir lembaran baru dengan kebahagian.


...SALAM HANGAT DARI LULUH...


...END....


.


.


.


.


🍃🍃🍃🍃


Terima kasih, untuk aku pada kalian semua yang sudah dukung like, komen dan vote novel Luluh ini. Gak nyangka kalian setia dengan cerita novelku. Maaf ya bila ending belum sempurna. Tapi ini memang sudah endingnya.


Aku gak bisa kalau buat novel sampai bab ratusan. Otakku mentok di titik seratus. 😄😄


Dan untuk Novel baru. Mungkin butuh waktu dulu buat ngerileksin otakku yang lemot dan buntu.

__ADS_1


Oke. Sekali lagi makasih dan maaf ya. Bila ada kata-kata tulisan yang salah. 😍😍 Love buat kalian.❤❤😘😘


__ADS_2