
" Siapa tadi sayang?" Tanya Yanna, sungguh sangat penasaran siapa wanita yang mengenal anak, mertua dan juga suaminya.
Tatapannya juga begitu sangat sinis padanya, seakan seperti memulai peperangan dan juga kebencian padanya.
" Itu tante yang suka sama papa." Jawab Nana jujur. membuat Yanna menaikkan alis. Masih dengan mengendarai motor matic menuju arah jalan pulang.
Wanita yang suka sama mas Rama?" Gumam Yanna.
" Papa pernah pacaran sama tante itu?" Tanya Yanna.
Pertanyaan macam apa itu? Seharusnya Yanna tidak pantas menanyakan itu sama anak kecil. Apa lagi sama Nana, putrinya. Tapi yang namanya penasaran tidak bisa di bendung dan ingin memastikan kebenaran. Karena anak kecil pasti selalu jujur dengan jawabannya.
" Enggak Ma? Papa gak pernah pacaran sama tante itu." Jawab Nana, membuat Yanna merasa lega hatinya dan tersenyum mendengarnya
" Tante itu malah ngejar-ngejar papa terus, selalu datang ke rumah. Bawa-bawa makanan." Imbuh Nana, dengan Yanna yang mengangguk mengerti.
Mangka dari itu, wanita itu mengenal mama mertuanya dan sudah seperti akrab saja menyebutnya.
" Nama tante itu siapa Sayang." Tanya Yanna, yang masih penasaran. dengan dengan wanita yang menyukai suaminya.
Nana mengerutkan kening sambil mengingat namanya. Bukan tak ingat hanya saja Nana tak pernah memanggil nama wanita yang menyukai papanya. Hanya panggilan menyebalkan pantas untuk tante itu.
Tante genit.
" Namanya.. Tante Aurel." Jawab Nana.
" Tante Aurel?" Gumam Yanna.
Motor yang di kendarai Yanna sudah tiba di depan rumahnya, membuka pagar dan menutupnya kembali saat sudah memasuki halaman garasi.
Nana melenggang masuk terlebih dulu ke dalam rumah. Sedangkan Yanna masih menginat ingat nama Aurel yang menyukai suaminya. dan terbesit ingatan saat sebelum menikah dengan Rama
" Apa wanita itu yang dulu pernah telpon mas Rama? Sampai mas Rama gak mau angkat." Gumam Yanna.
" Cantik sih! **** dan mulus juga." Gumamnya kembali, sambil menatap penampilannya yang sangat sederhana. membandingkan dirinya dan wanita yang menyukai suaminya. Sangat berbeda.
" Tapi sayang, sombong." Imbuhnya lagi, masih merasa kesal dengan wanita itu. dengan dirinya yang mencoba tersenyum Ramah tapi malah mendapatkan tatapan menjengkelkan.
Masuk ke dalam rumah, melihat Nana yang bermain dengan Naufal. membuat Yanna tersenyum dan melupakan wanita itu.
" Nana? Ganti baju dulu nak." Perintah Yanna, membuat Nana mengangguk mengerti dan berlari cepat menuju kamarnya untuk berganti baju dan kembali bermain dengan adiknya.
Kehidupan Nana jauh lebih senang dan bahagia karena kehadiran Yanna dan juga Naufal. Yanna, menjadi mama yang sangat menyayanginya serta membuatnya bisa merasakan kasih sayang seorang mama. Dan Naufal, adik yang juga sangat menyayanginya serta menunggunya untuk bermain bersama. Nana merasa tidak sendiri lagi, Karena ada Mama dan adiknya setiap hari dan waktu.
Tidak merasakan kesepian lagi saat ini, kala papanya kerja dan pulang malam. dan dirinya hanya bermain sendiri atau bermain dengan nenek atau bisa dengan baby sisternya dulu.
Nana menikmati hidupnya saat ini. Gadis kecil ini sungguh ingin selamanya seperti ini. Ada Papa, Mama, dirinya dan Adiknya.
__ADS_1
Tak ada lain selain bahagia bersama keluarga yang lengkap. Dan tak akan ada kata iri lagi saat melihat teman-temannya.
Malam hari, Yanna menyambut kedatangan suaminya yang pulang dari toko. dengan wajah lelah tapi masih bisa tersenyum karena melihat istrinya ada di teras.
" Anak-anak sudah tidur?" Tanya Rama. mencium kening istrinya setelah Yanna menyaliminya dengan tazim.
" Iya, sudah tidur. Gimana tokonya mas." Sambil berjalan menuju dalam rumah, duduk di ruang tamu dengan teh air putih yang sudah tersiapkan di atas meja.
" Alhamdulillah rame Yan. Kamu kenapa belum tidur. Kan sudah aku bilang, jangan nunggu aku pulang." Tanyanya, meneguk air putih yang sudah di siapkan Yanna.
Setiap hari, istrinya selalu menyiapkan air putih di atas meja ruang tamu kala dirinya pulang dari kerja. Dan selalu menemaninya saat lelah seperti ini.
" Aku belum ngantuk mas. Mas sudah makan?" Tanyanya.
" Sudah, tapi masih lapar? Kamu sudah makan."
" Cuma ada nasi, mau aku buatin makanan."
" Enggak usah, kamu pasti capek. pesanin makanan online saja." Kata Rama.
Tidak ingin membuat istrinya terlalu capek di saat sudah malam seperti ini. Mengurus rumah dan anak-anaknya hingga malam membuatnya kasihan. dan sungguh tidak tega bila harus melihat istrinya kembali berkutat di dapur malam-malam.
" Mas mau makan apa?" Tanya Yanna, mengambil ponselnya di atas meja dan mulai mencari makanan online.
" Kamu mau makan apa?" Tanya balik Rama.
" Aku sudah makan mas?"
" Enggak ah.. Takut gemuk."
" Meski gemuk aku tetap cinta." Kata Rama, membuat Yanna berdecak senyum.
" Gombal." Ucap Yanna, hingga suaminya merengkuh bahunya. menyandarkan kepala istrinya di bahunya dan mencium keningnya.
Seromantis ini saat berdua dengan istrinya. Kala anak-anaknya sudah tertidur pulas di kamar.
" Aku pesanin nasi padang ya." Tanya Yanna mendongak untuk menatap suaminya.
" Iya. Gak apa-apa." Jawabnya. sambil mengusap rambut istrinya.
" Mas?"
" Hhmm." Gumam Rama, masih setia memainkan rambut istrinya yang tak di kuncit.
" Tadi di sekolah Nana. Nana di hampiri cewek cantik. ceweknya tanya mas lho sama Nana."
" Siapa?" Tanya Rama penasaran.
__ADS_1
" Gak mau nebak dulu siapa Mas? Kata Nana sering ke rumah, ngejar-ngejar papanya terus. Udah kenal juga sama Mama." Kata Yanna, memainkan kancing kemeja Rama. dan membuat Rama mengerutkan kening, mengingat siapa wanita yang sering mengejarnya.
Banyak?
Enggak sih! Hanya ada satu yang mengejar dan menerornya terus-menerus. Rama tersenyum dan memijat kecil lengan istrinya.
" Siapa sih sayang." Tanya Rama lagi.
" Masak gak tau sih Mas! Atau sengaja gak tau! Nana sih sukanya manggil tante genit." Tak bisa di tahan lagi, Rama pun tertawa dan meremas lembut lengan istrinya.
Sungguh, ia sangat suka bila istrinya mengintograsinya. seperti ada rasa cemburu dan juga sebal di wajah istrinya.
Selama ini istrinya tidak pernah cemburu, atau sebal dengannya. Tapi malam ini, rasanya sangat menyenangkan.
Begini? Rasanya di cemburuin istri.
" Ih.. Malah tertawa sih mas!" Seru Yanna memukul pelan dad* Rama.
" Itu yang dulu pernah telpon mas ya berkali-kali. sampai suruh aku yang angkat." Imbuhnya.
" Masih ingat?" Tanya Rama.
" Oh!! Berarti bener nih!"
" Hhmm, iya." Jawab Rama. membuat Yanna mengerucutkan bibir dan melepas rengkuhan suaminya.
" Cantik ya mas. Putih, mulus dan ****." Kata Yanna. Entah itu memuji karena cemburu atau memancing suami untuk berdebat.
" Iya cantik, **** juga." Jawab Rama, menahan senyum dan menatap istrinya yang semakin melototkan mata.
" Tapi sayang, aku gak suka. Malah kepincut sama mamanya Naufal sekarang." Imbuhnya lagi. membuat Yanna mencibir dan tatapan sedikit sinis.
" Kenapa gak suka?" Pancing Yanna.
" Sama kayak panggilan Nana. Genit! Aku gak suka. Terlalu agresif." Jawabnya.
" Aku juga agresif loh mas." Kata Yanna,
" Hmm, tapi aku suka. Kalau kamu yang agresif. Apa lagi kalau mimpin di atas. Maunya nambah terus." Jawab frontal Rama, membuat Yanna membulatkan mata.
" Mas!! Astaga!!" Seru Yanna, membuat Rama tertawa kencang.
.
.
.
__ADS_1
.
🍃🍃🍃🍃