Luluh

Luluh
ajaraan tetangga


__ADS_3

" Anak-anak sudah tidur, kalian tidur saja di sini. jangan di bawa pulang. Kasihan sudah malam." Ucap Mama Rama, melihat kehadiran putra dan menantunya yang baru datang di malam hari.


" Maaf ya ma, kita pulang malam." Ucap Yanna, merasa sungkan dengan mertuanya kala mengasuh dua anaknya. Sedangkan dirinya dan suaminya malah bersenang-senang dengan teman-temannya hingga lupa waktu.


" Enggak apa-apa Yan, kan ada bibik juga yang bantuin. Lagian Nana sama Naufal gak nakal juga. Malah asyik sama mainan dan gak nanyain kalian kapan pulang." Jawab Mama Rama.


Dan benar, dua cucunya tidak ada yang menanyakan kapan dua orang tuanya pulang, dua cucunya itu terlalu fokus dengan mainan baru serta film kesukaan mereka. Hingga tertidur di depan tv menyala.


" Sekarang anak-anak di mana Ma." Tanya Rama. duduk di sofa sambil menyandarkan punggungnya.


" Di kamar mama. Mama pengen tidur sama mereka." Jawab Mama. " Kamu sama Yanna sudah makan?" Tanyanya.


Masih begitu perhatiannya dengan menantu dan putranya. Datang langsung di tanyakan tentang makan atau belum.


" Sudah tadi Ma, makan sama teman-teman." Jawab Rama.


" Mama sudah makan?" Tanya Yanna.


" Sudah sama anak-anak tadi. Ya sudah istirahat sana, sudah malam. Kalian juga pasti capek. Kalau mau makan lagi, di atas meja masih ada makanan." Kata Mama Rama, membuat Yanna dan Rama mengangguk.


" Mama ke kamar dulu, mama juga sudah ngantuk." Imbuhnya dan berdiri dari duduknya meninggalkan menantu dan juga putranya di ruang tamu.


" Mau makan lagi mas?" Tawar Yanna. menatap suaminya.


" Nanti saja Yan. Aku mau mandi dulu, gerah dari tadi enggak mandi." Ucap Rama.


" Hmm, iya." Jawab Yanna, ikut berdiri dan melangkah bersama menuju ke kamar Rama dulu.


Meskipun sudah pindah dari rumah mamanya, kamar Rama tetap bersih dan masih tertinggal sisa-sisa baju Rama di dalam lemari. Memang tidak semua pakaian Rama di bawa, lantaran suatu saat bila menginap tak perlu repot-repot membawa baju. Sama seperti Yanna, Nana dan Naufal. Yang meninggalka. sedikit baju ganti di rumah Mama Rama.


" Mau mandi bareng gak?" Tawar Rama dengan genit saat sudah berada di dalam kamarnya.


" Eh! Enggak-enggak. Mandi sendiri saja sana." Tolak Yanna sedikit terkejut dan juga malu.

__ADS_1


Mendapat tawaran setengah menggoda di malam hari. Dan mengingat pasti ucapan-ucapan Indri saat itu.


Sekali-kali coba di kamar mandi. Dingin sih! tapi sensasinya!! Waaoowww.


Sayang kamar mandiku kecil, kalau pas di hotel ada bathubnya. Pasti enaklah." imbuh Indri.


saat dua temannya sedang mencari makanan tambahan di luar. Dan beruntungnya hanya berdua saja Yanna mendapatkan pelajaran tentang rumus suami istri dari Indri. Kalau masih ada Sari dan Amel pasti heboh. Lebih heboh lagi bila Sari mendengar secara detail.


" Yakin gak mau mandi bareng? Kan tadi sudah dapat ilmu dari Indri." Kata Rama setengah mengerlingkan mata.


Yanna yang mendengar, membulatkan mata. Dari mana Rama tau Indri mengajarinya. Apa suaminya itu menguping, atau suaminya memang punya indra ke enam, sampai tau tentang pikirannya.


Rasanya tak mungkin kalau mempunyai indra ke enam. Tapi bisa jadi, Apa yang ada di pikiran Yanna, Rama bisa menebak dan menjawab pikirannya dengan benar. Suami yang ajaib. Pikir Yanna.


Belum sempat menjawab, Rama sudah menarik tangannya. Hingga membuatnya terperanjat mengikuti langkah kaki suaminya menuju kamar mandi.


" Mas!" Seru Yanna. Melihat pintu kamar mandi yang sudah di tutup dan di kunci suaminya dari dalam.


" Astaga." Lirih Yanna, dua tangan menahan dada suaminya. dan menatapnya dengan pipi merona malu.


" Mas!"


" Apa sayang." Jawab Rama, semakin mengeratkan tangannya di pinggang Yanna. membuat Yanna semakin melototkan mata.


Padahal sudah menikah, tapi tetap saja masih malu-malu. Apa karna masih pengantin baru, hingga masih canggung seperti itu? Padahal sudah punya anak, masih aja seperti anak gadis.


Yanna bisa merasakan di bawah sana seperti mengeras, tepat menyentuh area sensitifnya.


Oh.. Sungguh, Yanna ingin berteriak. dan ingin mendorong suaminya. Bagaimana bisa melakukan di dalam kamar mandi, apa lagi dengan keadaan lampu terang seperti ini.


Malu. Pikirnya.


Gimana wajahnya saat mend*sah dan gimana saat wajahnya di lihat Rama kala akan mendapatkan pelepas*n. Sungguh, dirinya malu. Dan pastinya akan sangat memalukan bila wajahnya seperti itu.

__ADS_1


Yanna yang terbisa dalam lampu yang remang-ramang tak akan masaah dan wajahnya pasti bisa samar di lihat Rama. Tapi ini? Oh.. Tidak.


" Jangan malu? Kan sama suami sendiri." Ucap Rama. dan mendekatkan bibirnya di telinga Yanna. " Aku ingin suasana yang baru. selain di kamar." Bisiknya, dan menggigit kecil telinga Yanna. dengan tubuh Yanna menggeliat manja.


Tidak lagi mempedulikan bagaimana nanti wajahnya yang terlihat pasrah saat melakukannya bersama suami di lampu yang begitu terang. Guyuran air dingin di atas shower tidak mampu membuatnya dingin saat suami mulai menjajah tubuhnya yang berdiri dengan lemas. Air di dalam bathub menjadi saksi bagaimana hangatnya saat mereka bersentuhan, saling berhadapan, menyatukan dan saling memanjakan.


Rasa yang sama dan belum pernah mereka lakukan, rasa yang lebih berbeda dan rasa yang sulit untuk mereka katakan. Hanya saling memandang dengan wajah yang sama sayu serta wajah penuh kenikmatan dalam berbagai cara baru yang di lakukan.


Bila ada yang harus di puji dengan ide gila ini. Tentu saja dari sepasang kekasih tetangga kost Yanna dulu. Rama yang di racuni Bayu, dan Indri yang sedang di mengajari Yanna untuk menyenangkan suami.


Benar-benar tetangga mesum dan pintar meracuni otak pengantin baru! Sungguh hebat, dan langsung mempraktekkan tanpa di tunda-tunda.


Rama dan Yanna, yang sudah mendapatkan kenikmatan. Mulai membersihkan diri, Yanna yang di bathub dan Rama yang berdiri di guyuran air shower. Sekali-kali suami istri itu saling melirik, saling senyum malu dan sulit sekali untuk berbicara. Biasa yang sering melakukan dalam keadaan remang, tak mudah canggung dan malu dalam berbicara. Tapi ini, sungguh sangat berbeda.


" Aku ambilkan handuk dulu di lemari." Ucap Rama, selesai terlebih dulu dalam mandinya dan mengeringkan tubuhnya dengan handuk tepat di hadapan Yanna.


Yanna yang sempat melihat tubuh suaminya tanpa busana itu, langsung menundukkan kepala. Kenapa suaminya begitu bar-bar. tanpa malu mengeringkan tubuh tepat di hadapannya. dan lihat begitu... Ah!!


" Hhmm, iya mas." Jawab Yanna.


" Kok menunduk, kenapa? kan tadi juga sudah pegang-pegang Yan!"


" Astaga!! Mas." Pekik Yanna, kembali melototkan mata pada Rama. Sedangkan Rama tertawa senang sekali, menggoda istrinya.


.


.


.


.


🍃🍃🍃🍃

__ADS_1


__ADS_2