Luluh

Luluh
Teman kota


__ADS_3

Pov. Author.


" Yanna!! Woy!! Masih sore ini Yanna, masih sore!!" Teriak kembali teman laknatnya yang cempreng.


Yanna yang semakin malu dengan godaan temannya itu berdiri dari pangkuan Rama. Dan akan berjalan membuka pintu, tapi di cekal oleh Rama. Membuat dirinya berhenti menatap suaminya.


" Lipstiknya di bersihkan dulu? Tu belopatkan sampai bawah." Ujar Rama, ikut berdiri di hadapan Yanna dan membersihkan lipstik yang sudah tidak beraturan lagi karena ulahnya.


Yanna berjalan ke arah meja rias, melihat penampilan bibirnya yang ternyata lebih mengenaskan dari bedaknya. Mengambil tissu dan mulai membersihkan lipstik sedikit rusak akibat cium*n panas dengan suaminya.


Bila tidak ada tiga teman laknatnya, sudah di pastikan Yanna akan di terkam sore menjelang malam.


" Yanna!!" Teriak temannya yang sudah tak sabaran lagi.


Yanna hanya bisa berdecak sebal dan menggelengkan kepala melihat keriwuhan mereka yang datang jauh dari kota demi melihatnya bahagia.


" Aku samperin dulu temanku Mas, biar mereka gak teriak-teriak lagi." Kata Yanna, membuat Rama mengangguk tersenyum.


Rama mengambil ransel di samping lemari Yanna yang berisi baju-bajunya dan belum sempat di pindahkan Yanna. Sedangkan Yanna kini sudah membuka pintu kamar dengan dua temannya di hadapannya sekarang.


Amel dan Sari.


" Astaga Yanna!! Ini masih setengah sore lho.. belum pulang tamu-tamunya. sudah main di kamar saja berdua." Gerutu Sari.


" Dari tadi?" Tanya Yanna.


" Setengah jam lalu? Nungguin pengantin gak keluar-keluar. Sampai Sari sama eko habis nasi dua piring." Jawab Amel.


" Kamu juga!" Sahut cepat Sari, tak terima bila dirinya saja yang di olokkan.


Memang sangat lapar, perjalanan jauh dan membuatnya sangat pegal hingga tak sungkan untuk mereka makan menambah porsi dua hingga tiga kali. Dan beruntung ibu Yanna serta Sigit memahami kelakuan teman-teman Yanna yang mengasikkan dan juga memalukan.


" Mau unboxing sekarang. Ngebet banget sih!" Kata Amel.


" Tau tu! Nanti malam juga bisa kan. Soal Naufal, bisa di titipin sementara sama Ibuk." Timpal Sari. Menelisik penampilan Yanna sedikit berantakan, hingga membuatnya tersenyum sendiri.


" Enggak." Elak Yanna. " Papanya Nana lagi istirahat sebentar, katanya capek." Imbuhnya.


dan mendengar pintu kamarnya kembali terbuka lebar. Menampilkan Rama yang sudah memakai baju kaos berkera, dengan celana putih yang masih sama saat acara ijab khabul.


" Eh!! Papa Nana, ganggunya." Ucap Sari dengan senyum lebar.


" Enggak. Baru sampai atau dari tadi." Tanya Rama.

__ADS_1


" Baru setengah jam yang lalu." Jawab Amel dan juga tersenyum ke arah Rama.


Membuat dua temannya menggelengkan kepala melihatnya. Manis sekali, pikir Yanna. Dan seperti melupakan luapan emosi yang berteriak-teriak memanggilnya di kamar.


" Berdua?" Tanya Rama lagi.


" Sama rombongan Mas." Jawab Sari, membuat Rama mengangguk mengerti.


" Ya sudah ayo keluar. Aku mau temui tamu yang berisik dari kota." Ajak Yanna.


Berjalan beriringan bersama menuju ruang tamu dengan dua temannya, di ikuti Rama dari belakang.


" Wihh? Pengantin baru dateng juga nich!" Seru Eko, yang juga ikut ke desa Yanna untuk menghadiri pernikahan teman kerjanya.


Teman terdekat, Sari, Amel, Indri, Bayu dan Eko. mereka teman yang paling dekat dengan Yanna dan mereka yang siap membantu Yanna serta tak pernah perhitungan sebagai seorang teman. Bersyukur Yanna di kota masih mempunyai teman meskipun hanya sedikit saja. Setidaknya dirinya tidak akan kesepian di kota.


" Maklum lah pengantin baru, Incip-incip bentar di kamar? " Goda Bayu, membuat teman wanita Yanna menatap horor Bayu.


Seakan mengisyaratkan untuk tidak menggoda Yanna dan Rama, kala ada satu orang pria yang sedang patah hati menguatkan diri untuk ikut ke pernikahan Yanna.


Siapa lagi, Akbar.


Ya mereka bingung saat Akbar memanggil Eko, Sari dan Amel ke ruangannya, Akbar menanyakan kapan mereka ke desa Yanna. menghadiri pernikahan temannya dan mereka terperanjat kala Akbar juga akan ikut menghadiri pernikahan Yanna.


Dua tahun berjuang untuk mendapatkan hati Yanna ternyata sia-sia dan membuatnya patah hati paling dalam. Bukan berarti dirinya marah dan benci karena Yanna tidak memilih cinta, hanya saja dirinya marah dengan keadaan yang tidak memihak padanya.


Tapi dirinya tau, cinta itu tidak bisa di paksa. cinta harus memilih dan cinta tau berlabuh dimana. Mungkin memang bukan jodohnya dan mungkin Tuhan sedang menyembunyikan jodoh yang tepat untuknya nanti.


Mata Akbar saling bertemu dengan mata Yanna. Akbar mencoba tersenyum menyapa Yanna dengan Yanna juga ikut membalas senyumannya.


Rasanya Yanna dan Akbar kembali seperti dulu, dua orang yang tak saling mengenal tapi mau menyapa. Dan ada batasan antara atasan dan bawahan.


Yanna merasa bersalah dengan Akbar, bukan memanfaatkan cinta dia yang selalu memberikan makanan dan juga kebaikannya saat dirinya bekerja. Dirinya tak pernah memanfaatkan akbar, hanya saja akbar yang selalu memaksa dan memaksa untuk menerima pemberian darinya.


" Maaf mas, kalau aku menyakiti kamu. Tapi memang cinta tidak bisa di paksa. Meskipun aku sudah mencoba untuk membuka hati untuk kamu, tetap hati ini gak bisa menerima kamu. Bukan berarti aku wanita pemilih dan juga mata duitan. Bukan, entah kenapa sulit sekali. Maaf, Sekali lagi aku minta maaf. Semoga kamu bisa mendapatkan wanita yang lebih baik dari aku."


Ucapan Yanna saat terakhir kali dirinya mengungkapkan isi hatinya pada Akbar. Kala Akbar memint penjelasan selama ini, kenapa Yanna tak bisa membuka hatinya untuk dirinya, sedangkan lalaki yang baru di kenalnya bisa menempati hatinya dan menerima cintnya.


" Aku tidak bisa memaksa Mas Akbar untuk datang ke pernikahanku. Aku tau kamu kecewa denganku. Tapi setidaknya, tolong jangan membenciku."


Bagaimana dirinya bisa membenci Yanna, bagaimana dirinya bisa melupan Yanna dalam sekejab. Meskipun dirinya tau Yanna sudah mempunyai suami. Tapi rasa cinta itu masih ada, ya walaupun dirinya sedang berusaha untuk melupakan cintanya pada Yanna.


Bukan salah Yanna, ini semua karena dirinya sendiri. Yanna sudah memperingatkan untuk tidak menyukainya, untuk tidak mengharapkannya. Karena Yanna waktu itu memang benar-benar masih trauma untuk kembali menjalin hubungan, apa lagi dengan status jandanya. Dia semakin tidak percaya dengan cinta.

__ADS_1


Rama juga mengerti bagaimana tatapan mata Akbar kala melihat Yanna, Masih mencintainya. Bila dirinya cemburu melihat tatapan Akbar pada istrinya. Ya, dirinya memang cemburu. Tapi tak mungkin juga Rama marah pada Akbar dan posesif ke Yanna di hadapan semua orang. Jelas-jelas, dirinyalah yang sudah mendapatkan hati Yanna dan sudah menjadikan Yanna istri. Takut, tentu ada, tapi Rama yakin Yanna tidak akan berpaling dari dirinya.


Bayu dan Eko yang melihat tatapan horor dari tiga wanita itu, merapatkan bibir. melirik lelaki di samping Bayu yang hanya tersenyum paksa menatap sepasang pengantin baru. seakan kini suasana menjadi sangat canggung. dan tidak berani untuk mereka menggoda Yanna. Karena mereka tau, ada hati yang harus di jaga.


" Sudah makan mbak Indri." Tanya Yanna, mulai ikut duduk di karpet penuh dengan cemilan, makanan dan minuman.


" Sudah, sekarang malah ngantuk." Jawab Indri.


" Bay." Sapa Rama, menyalami Bayu berganti eko dan terakhir menyalami Akbar.


" Naik apa?" Tanya Rama, ikut duduk di samping Yanna.


" Naik mobil Mas." Jawab Bayu.


" Satu mobil." Tanya Rama.


" Enggak, dua mobil Mas." Jawab Bayu.


" Oh." Jawab Rama. " Di minum Mas." Tawar Rama pada Akbar.


" Iya, sudah Mas." Jawab Akbar.


" Berangkat jam berapa? Kan sudah aku bilang, jauh desaku. Kenapa nekat sekali sih kalian ini datang." Kata Yanna, memperhatikan wajah mereka yang sedikit lelah.


" Berangkat siang tadi. Nunggu Sari ini kerja setengah hari. Eko sama aku kan libur." Jawab Amel.


" Mbak Indri dan Mas Bayu."


" Ijin libur? lagian kerjanya juga setengah hari, nanggung kalau masuk kerja juga." Jawab Mbak Indri.


" Pak Akbar juga ikut, aku kira tidak ikut." Basi Yanna.


" Menghargai teman yang ngundang, gak baikkan kalau gak datang." Jawab Akbar. dengan Yanna mengangguk dan tersenyum.


.


.


.


.


🍃🍃🍃🍃

__ADS_1


__ADS_2