
Pov. author.
" Kamu enggak mau bertemu sama teman kamu Ma?" Tanya Rama, setelah turun dari mobil yang terparkir di mall dan berjalan masuk bersama-sama.
Dengan dirinya yang menggendong Naufal dan Yanna menggandeng tangan Nana. Seperti keluarga yang lengkap dan bahagia.
Membiasakan diri memanggil Yanna saat bersama anak-anak dan ikut memanggilnya Mama. Bila memanggil Nama saja di hadapan anak-anaknya, rasanya tidak pantas. Takut bila anak-anaknya akan ikut memanggil istrinya dengan sebutan nama saja.
Awalnya memang Yanna sedikit aneh Rama ikut memanggilnya Mama. tapi lama kelamaan ia sudah terbiasa dan tau. Kenapa Rama memanggilnya Mama bila sedang bersama anak-anaknya.
Mendidik dan mengajarkan lebih sopan santun pada yang lebih tua. Menghormati dan menyayangi pada orang tuanya.
Rama selalu mengajarkan itu pada Nana dan Naufal. Selalu memberikan kasih sayang dan perhatian pada mereka. dan Yanna bisa melihat sendiri bagaimana sabarnya Rama mengajari Nana mengejarkan soal pelajaran sekolah. Dan pengertiannya pada Naufal saat ikut mengamati Nana menulis dan juga mengajari Naufal menulis juga.
" Nanti saja Mas. Kita bawa anak-anak ke tempat mainan dulu." Jawab Yanna.
Meskipun begitu rasanya Yanna juga ingin bertemu dengan teman-temannya. Ingin bercerita dan juga ingin melepas rindu saat tak lagi bekerja bersama teman kunyuknya. Tapi, Yanna tau itu tak akan mungkin bisa. Lantaran kesibukan Yanna yang kini sudah menjadi ibu rumah tangga dan mengurus anak-anaknya. Dan sedikit sulit untuk berkumpul dengan temannya.
Bukan melupakan, hanya terlalu sibuk bila sudah berumah tangga. Apa lagi sudah mempunyai anak.
" Anak-anak biar aku yang tunggu gak pa-pa. Kamu pasti juga kangen kan sama teman kamu. Apa lagi kamu juga belum ketemu sama sekali sama mereka, setelah menikah dan balik ke kota lagi." Kata Rama.
Ya memang benar, Yanna sama sekali belum bertemu dengan teman-temannya setelah menikah dan kembali ke kota. Bertemu dengan Indri tetangga kost sebelah pun juga belum. Lantaran di saat itu Yanna ke kost waktu siang, jam kerja. Hingga tidak melihat tetangganya, hanya bisa menyampaikan salam perpisahan lewat pesan chatnya saja.
" Bukan aku tidak mau mas? Tapi ini quality time kita pertama bersama anak-anak. Aku enggak ingin menyia-nyiakan waktuku bersama suamiku dan anak-anak. Kalau kita lagi jalan bersama seperti ini." Jawab Yanna.
" Nanti kalau anak-anak sudah puas bermain, pasti aku minta anterin mas ke tempat kostku dulu. Mas mau kan anterin aku?" Imbuhnya lagi, membuat Rama yang mendengarnya tersenyum.
Tidak salah memiliki istri seperti Yanna. Yanna, lebih mementingkan terlebih dulu suami dan anaknya. meskipun sudah di beri kebebasan pada Rama, Yanna tetap tak ingin membuat waktu berharga untuk anak-anak dan suaminya. baru setelah itu teman-temannya, di saat anak dan suami sudah senang quality time bersama.
" Ya sudah, hubungi teman kamu kalau ingin ke kostnya nanti." Kata Rama, membuat Yanna menganguk tersenyum.
Rama dan Yanna membawa Nana dan Naufal ke tempat bermain anak-anak. membeli tiket dan membiarkan mereka bermain sepuasnya serta tak lupa sedikit mengabadikan foto serta vidio, Nana dan Naufal.
__ADS_1
Yanna benar-benar menikmati kebersamaannya bersama suami dan anak-anaknya. Dan tak lupa mengirim pesan pada teman-temannya untuk berkumpul di tempat kost Indri.
" Ada Mama." Ucap Rama, saat memasuki restoran yang di pilihnya setelah anak-anaknya puas bermain.
" Mana?" Tanya Yanna, sambil mencari-cari mertuanya.
" Itu?" tunjuk Rama dengan matanya, membuat Yanna mengikuti arah pandang Rama.
Dan benar ada mama mertuanya, sedang bersama dengan dua temannya. Mungkin habis belanja, atau selesai perkumpulan para ibu-ibu.
" Nenek!" Seru Nana, membuat wanita yang di sapanya menatap ke arahnya serta beberapa pengunjung juga menatap ke arah Nana serta orang tuanya.
Tentu saja Mama Rama sangat heboh, melambaikan tangan untuk menyuruhnya datang ke tempat meja makannya.
Nana setengah berlari bersama Naufal yang di gandengnya untuk menuju ke arah Mama Rama yang sudah menyambutnya dengan senang.
" Cucu-cucu nenek ini kok ada di sini? Mau ngapain?" Ucap Mama Rama, memeluk bersamaan Nana dan Naufal.
" Habis dari main di atas sama Naufal sama mama sama Papa Nek." Jawab Nana.
" Tadi ke rumah Nenek tapi Nenek gak ada. katanya bibik, nenek ada pertemuan."
" Oh.. Iya. Nenek ada pertemuan. Ini habis selesai. Ayo duduk sini." Kata Mama Rama. menyuruh Nana dan Naufal untuk duduk di kursi sebelahnya yang kosong.
" Ini siapa jeng?" Tanya teman Mama Rama. menunjuk Naufal yang belum pernah di lihatnya, sedangkan Nana mereka sudah mengerti.
" Ini cucuku. Anaknya Rama. Naufal Namanya." Jawab Mama Rama. membuat temannya sedikit terkejut.
" Ma?" Sapa Rama, membuat Mamanya menoleh ke arahnya dan tersenyum pada Yanna yang ada di sebelahnya.
" Kenalin, ini istrinya Rama. Menantuku." Ucap Mama Rama, seperti bangga mengenalkan Yanna pada teman-temanya. Yanna yang di kenalkan pun merasa tersanjung pada mertuanya. Mengakui Naufal sebagai cucunya dan dirinya sebagai menantu yang di sayangnya.
Yanna bersalaman dengan dua teman mama mertuanya dan mencoba tersenyum ramah pada teman metuanya.
__ADS_1
" Rama sudah menikah jeng? Kok gak undang-undang sih jeng." Ucap Teman Mama Rama.
" Sudah, mau satu bulan. Resepsinya di rumah menantuku. Insyaallah bulan depan adain syukuran di rumah." Kata Mama Rama. Seperti tau isi kepala teman-temannya dan tak ingin membuat menantunya malu atau di hina oleh teman perkumpulannya.
" Jangan lupa undang kita-kita jeng."
" Pasti." Jawab Mama Rama.
" Aku sama Yanna, duduk di sana ya Ma." Ucap Rama, menunjuk tempat yang tidak jauh dari mamanya.
" Ya, Nanti Mama ke sana." Kata Mama Rama, membuat Rama dan Yanna mengangguk tersenyum.
" Nana, Naufal?" Panggil Yanna.
" Iya Ma?" Ucap bersamaan Nana dan Naufal. berdiri daei duduknya dan mengikuti orang tuanya duduk tak jauh dari Neneknya.
" Mas?"
" Mama jarang ikut perkumpulan teman-temannya. kalau gak di paksa, atau di jemput temannya di rumah." Kata Rama, tau istrinya akan bertanya dan penasaran akan apa yang di lakukan mamanya.
Sebenarnya sama dengan ibunya Yanna, hanya saja ibunya Yanna lebih suka perkumpulan pengajian dari pada arisan yang pasti menyebabkan banyaknya ghibahan dari pada ceramah.
Tapi Mama Rama orang yang tidak suka bergosib seperti teman-temannya. Hanya diam dan menyimak teman-temannya bergibah. Jika terlalu lama, Mama Rama akan lebih dulu berpamitan pulang. Karena rasanya malas harus mendengarkan perkumpulannya yang selalu menggibhahkan teman lainnya.
" Mama sudah pernah keluar, enggak mau lagi ikut perkumpulan. Tapi teman Mama selalu maksa untuk ikut. Ya sudah, mama ikut. tapi ya gitu jarang datang ke perkumpulan." Imbuhnya lagi. Membuat Yanna mengangguk mengerti dan mulai membuka menu buku makanan untuk memilih makanan di siang menjelang sore.
.
.
.
.
__ADS_1
🍃🍃🍃🍃