Luluh

Luluh
obrolan teman


__ADS_3

" Yanna!!" Teriak senang Sari saat melihat Yanna berjalan menuju ke arahnya bersama dengan suaminya yang ada di belakangnya.


Menghampiri Yanna dan memeluknya seperti anak kecil. Sari teman yang paling manja serta teman yang paling dekat dengannya. hingga Sari seperti kehilangan Yanna saja.


" Datang juga tu pengantin baru." Ucap Amel, yang juga melihat wajah Yanna.


" Aku kangen tau! Gak ada kamu di tempat kerja sepi." Ucap Sari, melepas pelukannya dan mata mulai berkaca-kaca. Rasanya seperti lama sekali tak berjumpa teman rasa saudara itu. Padahal mereka sering sekali telponan dan juga saling membalas chat.


" Hillih!! Jangan percaya. itu cuma kangen bontotan masakan kamu saja. Kan ini anak cari yang gratisan kalau tanggal tua." Cibir Amel, mendengar suara Sari.


berbeda dengan Sari, Amel memang kangen dengan temannya tapi tak selebay Sari. Yang gampang cengeng.


Yanna tertawa kecil mendengar cibiran Amel, dan menghampiri teman-temannya yang sudah menunggunya di ambang pintu kost Indri.


" Iya itu sampai-sampai makananku di embat sama ini panda." Timpal Eko, yang duduk di kursi plastik dekat jendela. ikut berdiri menyambut kehadiran Yanna dan Rama.


" Mereka gak iklas lho Yan, ngasih makanannya ke aku." Kata Sari, sambil mengerucutkan bibir.


" Fitnah!" Gerutu Amel dan di anggukkan Eko. Membuat Yanna dan Rama kembali tertawa sedangkan Sari mengerucutkan bibirnya.


" Mbak Indri mana?" Tanya Yanna, tidak melihat Indri di dalam kamar kostnya.


" Itu?" Tunjuk eko, melihat Indri bersama Bayu membawa dua kantong plastik di tangannya.


" Yanna?" Sapa Indri senang, menghampiri Yanna dan memeluknya. Sama yang di lakukan Sari padanya, tapi tak separah Sari yang cengeng dan manja saat memeluknya.


" Wihh.. Ada pengantin baru!" Seru Bayu, menggoda Yanna. membuat Yanna berdecak malu.


" Mas?" Sapa Bayu mengulurkan tangan pada Rama, di balas Rama dengan menjabat tangannya. " Dari tadi mas?" Tanyanya lagi.


" Barusan datang." Jawab Rama tersenyum. " Dari mana?" Tanya balik Rama.


" Cari cemilan buat para wanita ngrumpi nanti." Jawab Bayu, di anggukkan Rama dengan senyum.


" Ayo-ayo masuk. Ada yang gak sabar pengen nunggu ceritanya." Kata Indri, sambil menunjuk mata ke Sari.


" Iya. Dari tadi nanyain melulu kapan kamu datang. Gak sabar sekali!" Timpal Amel.


" Halah.. kayak kalian enggak juga aja." Bela Sari.

__ADS_1


" Ini kami bawa cemilan buat kalian." Kata Yanna, menyerahkan dua bungkus plastik pada Indri.


" Para cowok di depan saja. di larang menguping pembicaraan para wanita." Kata indri.


Belum sempat eko membuka bibir. Amel sudah menyelanya. " Di larang protes! area privasi para cewek." Kata Amel. membuat Eko diam mengendus sebal, sedangkan Rama dan Bayu tertawa kecil sambil menggelengkan kepala.


" Lebih baik ngalah, dari pada kalah sama cewek." Bisik Bayu pada Eko, saat menghampirinya.


" Penasaran Mas?" Jawab Eko.


" Lihat bok*p, biar gak penasaran." Usul Bayu.


" Hais.. Solo sendiri." Ucap Eko, membuat Bayu tertawa.


" Bisik-bisik apa sih!" Tanya Sari, melihat Bayu tertawa karena Eko. Di ikuti semua orang wanita memandangnya dengan curiga, tidak termasuk Rama. Yang hanya menggelengkan kepala mengerti apa yang mungkin sedang di bicarakan Bayu dan Eko.


" Harasia!" Ketus Eko. Semakin membuat Bayu tertawa.


" Rahasia eko!!!" Seru Sari " Dasar, pelit." Imbuhnya dengan sebal.


" Pangkal kaya." Balas Eko.


" Gak mau kalah." Gumam Indri menggelengkan kepala mendengar ucapan kekasihnya. " Ayo masuk." Imbuhnya lagi, menyuruh mereka para wanita masuk ke dalam kamar kost.


Tidak ada yang perlu di sungkankan saat mereka sudah masuk ke dalam kamar kost Indri tanpa adanya Bayu. Mereka bebas untuk melakukan apa saja saat ini.


Sari dan Amel yang mulai merebahkan tubuhnya di kasur busa Indri sambil mendekap bantal dan guling. Yanna yang juga sama ikutnya dengan dua temannya, merebahkan tubuhnya di lantai dekat kasur.


" Nana sama Naufal gak di bawa?" Tanya Indri, menaruh piring berisi cemilan di samping mereka dan kembali ke dapur mengambil cemilan untuk para pria.


" Iya, katanya tadi ke mall sama anak-anak. Mana mereka." Imbuh Sari, baru menyadari Yanna dan Rama berdua tanpa anak-anaknya.


" Gak sengaja tadi ketemu Mama di mall. Nana sama Naufal di bawa pulang. Kelelahan mereka." Jawab Yanna.


" Mertua yang pengertian." Puji Sari.


" Gimana keadaan tempat kerja sekarang. sudah ada pegawai baru." Tanya Yanna.


" Sudah ada, baru dua minggu kerja." Jawab Amel. Membuat Yanna mengangguk.

__ADS_1


" Kamu gak tanya gimana kabarnya pak Akbar, Yan." Ucap Sari.


" Eh! Iya gimana kabarnya pak Akbar itu di tinggal nikah sama Yanna." Kata Indri selesai memberikan cemilan pada para cowok yang ada di luar.


Yanna juga merasa penasaran gimana kabar Akbar. Dulu yang sering mengirim pesan chat padanya, kini lenyap bagai di telan bumi. Tak ada kabar sama sekali, dan status dalam chat pun Akbar tak pernah muncul. Atau bisa jadi Akbar sudah menghapus atau memblokir pertemanan bersama dirinya.


" Jadi pendiam sekarang. Gak pernah masuk ke dapur. Ngurung diri di dalam ruangannya terus!" Papar Sari.


" Masak sampai begitunya sih patah hati! Aku jadi Kasihan." Ucap Indri.


" Mungkin malu sama kita, soalnya di tinggal nikah." Ucap Amel. " Kan Pak Akbar selalu ngejar nih cewek." Imbuhnya menunjuk Yanna dengan mata.


" Aku jadi merasa bersalah?" Ucap Yanna. dengan wajah berubah sedih kala mengingat Akbar selalu memberikannya makanan dan mengantarnya pulang jalan kaki hingga ke kostnya dulu.


" Eh! kenapa begitu." Timpal Indri. Mengerutkan kening.


" Dia ngejar-ngejar aku, tapi akunya gak mau. Malah seperti aku manfaatin dia saja. Setiap pulang kerja malam dia selalu ngasih makanan." Ucap Yanna.


" Bukan salah kamu kali Yan? Kan ini memang sudah takdirnya. Jodoh juga gak bisa di paksa." Kata Sari. mulai duduk dari rebahannya.


" Ya, memang bukan salah kamu Yan. orang kamu juga sudah pernah menolaknya, tetap saja dia masih ngejar-ngejar." Ujar Amel. " Udah lah gak usah di pikirin, nanti malah kamu semakin merasa bersalah terus-terusan.?" Imbuhnya lagi. membuat dua Sari dan Indri mengangguk setuju.


Amel gadis tipe yang tak pernah memusingkan urusan cinta, apa lagi hati orang. Tipe cewek yang gak mau ribet dan tidak gampang melow. Gadis yang terkadang ketus dan selalu suka membuat Sari sebal dengannya. Meskipun begitu mereka masih tetap berteman, dengan masing-masing karakter mereka.


" Eh.. Gimana malam pertama kamu Yan?" Tanya Indri mengalihkan pembicaraan tentang Akbar.


" Eh, iya gimana aku pengen tau lho! Ayo cerita." Semangat Sari " Enak atau sakit." Imbuhnya lagi, membuat Yanna menatap mbak Indri. Mata hanya saling menatap, hingga dua wanita itu saling tertawa.


" Yanna!! Mbak Indri!!" Seru Sari sambil mengerucutkan bibir. Sedangkan Amel hanya menggelengkan kepala dan sibuk dengan ponselnya.


.


.


.


.


🍃🍃🍃🍃

__ADS_1


Maaf dua hari ini gak update 🙏


__ADS_2