
Di sebuah gedung yang terbilang cukup jauh dari hirup pikuk kota. Jonathan dan para orang kepercayaanya tengah berkumpul menunggu Yash, Jio, Sam dan Riena untuk datang ke tempat yang sudah di informasikan kepada Jio selaku orang kepercayaan Yash.
Sambil menunggu, kedatangan sang anak sulungnya. Jhonatan menyuruh kelima orang untuk terus mengawasi titik merah yang tengah diperlihatkan pada salah satu komputer.
"Terus awasi titik merah itu Nath. Aku tidak ingin mereka sampai lolos begitu saja". Titah jhonatan kepada Nathan Anggoro. Seorang hacker termumpuni.
Nath yang selalu siap itu pun mengangguksn kepalanya menandakan bahwa ia mengerti dan paham atas perintah sang tuan besarnya.
"Infokan pada ku siapa saja yang bekerja sama dengan helena dan orang misterius itu".
Perintah jhonatan kepada Roni sang bawahan yang bertugas mencari info tentang orang-oramg yang berkhianat padanya.
"Empat orang pelayan mansion, enam orang dalam di perusahaan, sepuluh orang bodyguard juga....". Ucapan Roni terputus diakhir kalimat karna merasa ragu jika diberitahu.
"Lanjutkan...". Ucap jhonatan memberi perintah.
"Maaf tuan besar, untuk yang terakhir ini saya merasa sedikit ragu dan tidak enak". Tutur Roni merasa takut.
Jhonatan yang tahu akan ketakutan Roni yang merasa tidak enak dan ragu akan orang yang terakhir yang akan di beri tahunya.
"Katakan Roni. Tak perlu merasa takut". Bujuk jonathan.
"Tuan Bramantio adik dari nyonya besar. Adik ipar anda sendiri tuan". Ucap Roni memberi jawaban.
Jonathan yang mendengarnya pun menjadi tertegun sesaat dan kemudian tersenyum sinis kepada Roni. Sementara Roni yang sedari tadi sudah ketar ketir itu pun menjadi was-was.
"Good job Roni. Kau memang bisa aku andalkan". Ucap jonathan kepada Roni.
Roni yang di beri kata-kata baik itu pun menjadi bingung atas sikap dan pola pikir dari sang tuan besarnya itu.
"Memang sejak awal insting ku tidak akan pernah salah. Aku saja yang terlalu menyepelekannya". Ucap jonathan dengan senyum tak terbacanya.
"Tapi tuan, saya masih merasa ragu. Mengingat bahwa anda dan tuan Bramantio sangat dekat sekali. Bahkan anda selalu melindunginya. Tuan Bramantio juga sangat menghormati anda tuan". Tutur Roni masih merasa ragu dan tak yakin.
Jonathan pun menatap Roni dengan tajam dan serius diseberang meja membuat Roni menjadi sedikit ciut dibuatnya.
"Memangnya jika dekat tidak bisakah saling menusuk. Memangnya jika dia menghormatiku, tidsk bisa dia menghianatiku". Ucap jonathan telak.
Roni ysng mendengarkan ucapan sang bos besarnya pun merasa ada benarnya. Teman saja bisa menjadi musuh.
"Pelajaran untuk mu Ron. Jangan pernah untuk meragukan kemampuanmu. Informasimu sudah benar. Datanya akurat dan mendetail". Ucap jonathan dengan rasa puas.
"Namun aku tidak bisa menghukumnya secara langsung. Dia adik kesayangan yasmine istriku". Ucap jhonathan dengan senyum jengahnya.
Tak lama kemudian Yash pun datang dengan Jio, Sam dan Riena. Mereka berempat langsung dufuk di kursi masing-masing. Di susul dengan jonathan dan kelima orang kepercayaannya.
Kesemua orang yang jonathan undang sudah berkumpul mengelilingi meja bundar dengan peralatan masing-masing.
"Aku dengar gadis itu terkena luka tembak dan sedang keritis". Ucap jonathan mengawali pembicaraan.
Yash yang memang sedari tadi tengah memikirkan orang yang di maksud oleh ayahnya itu merasa sedikit terkejut sesaat.
"Nona mira kehilangan banyaak darah tuan. Dan golongan darahnya AB negatif. Mungkin itu yang menyebabkannya keritis".Jelas Jio kepada jonathan.
Mengangguk paham dengan raut dinginnya jonathan pun berucap ". Golongan darahnya sama seperti mendiang ibu mu yash".
Yash yang sedari tadi diam pun mulai angkat bicara dengan tatapan tak terbacanya.
"Kita disini sedang membahas wanita itu atau sesuatu yang lain. Jika tidak terlalu penting. Aku akan pergi".
Jonathan pun hanya tersenyum tipis mendengar perkataan sang anak sulungnya. Benar-benar duplikat dari seorang jonathan muda.
"Apa helena sudah berada ditangan mu ayah ?". Tamya yash kepada jonathan.
Lagi-lagi jonathan pun hanya tersenyum singkat menanggapi pertanyaan sang anak yang benar-benar seperti fotocophiannya itu. Sangat to the poin, gigih, cuek dan memiliki mata tajam menusuk.
"Jika aku sudah mendapatkannya. Dia pasti sudah berada di ruang besar kita". Jelas Jonathan.
"Nathan sudah menemukan titik lokasi dimana helen berada. Dia menggunakan kalung berkode AN111152MN. Tepatnya Nomor sebelas-sebelas lima dua atas nama Miranda Nur". Jelas jonathan lagi kepada semua orang yang hadir.
"Miranda Nur...Siapa dia ?". Tanya Sam dengan kernyitan bingung.
"Wanita yang menolong putriku sebelum insiden di malam pesta gedung terjadi". Jelas Jonatan memberi tahu. Sam yang mulai mengerti mengangguk paham.
"Aku memang sengaja memberikannya dengan dalih kontes dansa. Karna aku sudah melihat kepribadiannya dan juga perilakunya. Roni sudah memberiku data lengkap wanita itu". Ucsp Jonathan.
"Aku sudah menemukan siapa saja yang mendukung helen untuk lolos dari pengawasan ku. Melalui tangan kanan ku ysng cerdik. Roni berhasil mengungkap siapa saja yang berhianat kepada ku dan juga kau Yash". UcapJonathan memberi tahu.
"Siapa...?". Ucap Yash ingin tahu.
"Pamanmu sendiri. Bramantio". Ucap jonathan dengan mantap.
Sementara Yash, jio, Sam dan Riena pun hanya bisa terkejut di tempat. Mendengar nama Bramantio disebut sebagai salah satunya.
"Tidak mungkin...Sislan kau paman". Lirih Yash dengan penuh kesal dan amarah.
"Apa itu mungkin tuan besar. Tuan Bram sangat hormat kepada anda. Dan ia pun sangat menyayangi tuan muda Yash. Karena sedari kecil tuan muda Yash pun sangat dekat dengannya". Ucap Jio ingin memastikan.
Mendengar keraguan dari seorang Jio, Jonathan pun hanya bisa menghela lelah lalu menatap Jio dengan tajam dan menusuk.
"Instingku tidak akan pernah salah Jio. Memang dia menghormatiku dan dekat dengan anakku. Tetapi maksud dan tujuannya buruk. Itu yang selalu membuat ku berhati-hati kepadanya dan terlihat welcome". Jelas Jonathan dengan telak. Membuat Jio langsung terdiam dengan raut bodohnya.
"Jika benar, berarti selama ini aku dan tuan muda Yash tengah tertipu oleh paman Bram. Pantas saja selama ini terkadang perusahaan kacau dan tak terkendali. Sebab tuan Yash selalu menceritakan semua hal-hal penting kepadanya". Batin Jio berucap.
"Siapa lagi selain paman Bram ayah...?". Tanya yash lsgi.
"Colega terdekat, orang dalam perusahaan, dan beberapa orang pelayan dan bodyguard mansion". Ucap Jonathan.
"Apa paman Tom Gerald tidak terlibat ayah ?". Tanya Yash dengan kernyitan yang kentara.
"Beberapa hari yang lalu. Aku bertemu dengan Tom".
Ucap Jonathan dengan nada tenang. Membuat kesemua orang yang berada disana terperangah kaget.
"Kami bertemu di bar milik Marko Manuel. Raut mukanya sangat kacau. Kalian semua tentu tahu, aku dan Tom berteman cukup baik. Dia berkata bahwa putrinya berulah lagi. Dan kabur entah kemana". Jelas Jonathan seraya tersenyum sinis.
"Tentu aku menceritakan semua yang diperbuat oleh putrinya terhadap Raina. Tom sempat tak percaya dan mencoba marah padaku. Beruntung Darko sudah mengantongi semua bukti yang di perbuat helena. Bukan hanya kepada Raina namun helena memang wanita muda yang sedikit tak waras". Ucap Jonathan sedikit geram.
"Tak Waras ?". Sahut Yash dengan raut bingung.
"Aku sudah lama menyuruh orang-orang ku untuk mengawasi helena. Aku tahu di balik raut ramahnya dari cara ia menatap sudah membuatku curiga. Terlebih dia putri dari seorang Tom Gerald dan Lizara felllicia. Seorang perempuan yang berdarah dingin dan pesikopat. Sifat dan kepribadian Lizara menurun pada Helena". Ucap Jhonatan kepada Yash yang di balasi raut terkejut Yash.
"Tom baru mengetahui sikap helena yang serupa dengan ibunya. Meski Lizara sudah meninggal saat melahirkan Helena. Namun darah pesikopat yang di miliki Lizara menurun kepada Helen.Terlebih ayahnya selalu memaksakannya untuk menjadi wanita tangguh. Agar kelak dapat memimpin gengster Random X milik Tom". Ucap Jonathan diakhiri dengan helaan nafas panjang.
"Sulit bagi ku untuk bertindak jauh terhadap putri dari teman baik ku. Mengingat aku pun juga memiliki seorang putri semata wayang. Jadi untuk selanjutnya ayah serahkan kepadamu Yash. Bertindak lah sesuai dengan yang ku harapkan". Jelas Jonathan memberi perintah.
Yash yang diberi kesempatan itu pun tersenyum dengan liciknya.
"Dengan senang hati.Ayah". Ucap Yash dengan raut misteriusnya.
"Aku ingin mengunjungi putriku". Ucap Jonathan seraya berjalan keluar di ikuti oleh kelima bodyguard dan satu asistennya. Darko Danuarta.
Setelah memastikan ayahnya telah pergi meninggalkan ruangan. Yash pun mulai mendekati Nath yang tengah fokus pada layar komputernya.
"Ada dimana titik merah itu ?". Tanya Yash dengan nada serius.
Nath si pria berkacamata kuda yang sejatinya memiliki keterbatasan atas pita suaranya mencoba menjelaskan melalui gestur tubuh yang beruntungnya dapat Yash pahami.
"Di salah satu vila milik nnyonya besar. Helen dan semua orang-orangnya berada disana tuan. Mereka adalah orang-orang yang di keluarkan dari Random X. Sepertinya Helena juga ingin memberontak dari ayahnya dan membuat perkumpulan gengster tersendiri tuan". Jelas Nathan panjang lebar.
"Ini aneh". Batin Yash merasa curiga.
"Dari sekian banyaknya vila milik marga Leonard. Kenapa vila milik wanita itu yang Helena tempati". Ucap Yash dalam hati.
Yash pun kemudian tersenyum sinis menangkap salah satu sinyal mencurigakan atas Helena dan Yasmine ibu tirinya itu.
"Bagus Nath, aku senang kau banyak kemajuan dan membantuku". Ucap Yash kepada Nathan yang di balasi senyum senang.
"Terima kasih tuan muda". Ucap Nath melalui gerakan tangannya.
Yash pun berbalik berjalan menuju meja bundar yang masih terdapat Jio, Sam, Riena, dan beberapa orang-orang terpercaya yang akan ikut menyerang dan menangkap Helena beserta orang-orang yang membantunya.
"Hari ini kita akan pergi ke vila Horizon milik nona Yasmine. Salah satu vilanya di tempati oleh Helenna dan anak buahnya. Dan kau Jio salin data yang ada pada nath. Malam ini kita akan berburu". Titah Yash dengan tatapan tajam dan suara basnya.
"Siap tuan muda !!". Seru keseluruh anggota dengan hormat.
"Sam pastikan ini menjadi rahasia. Jangan sampai terdengar ke telinga orang lain. Pastikan semuanya aman". Titah Yash kepada Sam sang bawahannya.
"Baik tuan muda". Ucap Sam dengan hormat.
Setelah itu kesemua orang sibuk mengerjakan pekerjaan masing-masing. Jio dan Nath tengah memindahkan data guna memudahkan Jio di perjalanan. Sam mengatur para bodyguar terlatih untuk berlatih, Riena dan Roni juga ke dua orang lainnya tengah sibuk mempersiapkan senjata. Sedangkan yang lainya lagi tengah menyiapkan kendaraan.
__ADS_1
Setelsh selesai, Jio pun mendekat dan duduk di samping Yash yang tengah melihat laptopnya.
"Aku ingin pihak kepolisian tidak mengendus misi kita Jio. Aku ingin menghabisi sendiri mereka yang berani menyentuh Raina". Ucap Yash dengan tajam.
"Ya tuan muda". Ucap Jio menimpali.
"Jalan menuju vila horizon sangat berliku tuan. Mobil pribadi tuan tidak mungkin untuk mencapainya. Terlebih ada kawasan hutan disana. Jalur hutannya sering dilalui oleh motor trail tuan. Juga mobil jaguar ".Jelas Jio seraya memperhatikan kawasan.
"Bawa saja kedua jenis kendaraan itu. Kebetulan hobiku akan tersalurkan jika mereka kabur melewati jalur hutan. Sebar beberapa anggota untuk berjaga di dalam hutan ". Titah Yash dengan rasa mantapnya.
"Baik tuan muda". Ucap Jio dengan hormat.
Hari pun Sudah menjelang sore. Kesemua anggota yang ikut serta dalam misi Yash pun telah bersiap begitupun dengan Yash. Rompi anti peluru yang di desain menyerupai hoddie pun sudah Yash kenakan. Kesemua anggota Yash pun memakai hoddie warna hitam.
Yash, Jio dan Sam menaiki mobil jaguar yang di kemudikan oleh Sam. Sementara Riena, Roni dan lima orang lainnya memakai motor trail. Dan satu mobil lagi berisikan para boduguard yang telah terlatih.
Jika orang awan yang melihat mereka dengan pakaian dan perlengkapan seperti itu. Sudah dipastikan mereka berfikir bahwa orang-orang itu hendak touring. Padahal sejatinya, ada misi dibalik semua itu.
Mereka semua pun berangkat beriringan dengan tenang seakan memang betul bahwa mereka tengah touring kesuatu tempat.
Dan tepat pukul 11 malam mereka sampai di titik perkumpulan yang sudah ditentukan oleh Yash dan Jio di markas sebelumnya.
"Persiapkan diri kalian. Tepat pukul satu nanti kita akan menyerang". Ucap Jio dengan tegas dan tajam.
"Siap Tuan !!". Seru keseluruhanggota dengan mantap.
Yash yang sedari tafi diam menyaksikan dengan raut kalem dan tenangnya mendekat kearah Roni yang tengah memantau keadaan.
"Apa yang dilakukan mereka ?". Tanya Yash terhadap Roni.
"Bersenang-senang tuan. Pesta wine terbaik milik nyonya besar. Ada beberapa anggota dari pelayan nyonya besar juga tuan". Ucap Roni memberi tahu.
Yash pun tersenyum sinis kala mendengar ada beberapa orang-orang dari pelayan ibu tirinya itu bersama Helena san yang lainnya.
"Apa mungkin nyonya besar terlibat tuan ?".
Tanya Jio yang sedari tadi sudah ada di belakang Yash dan Roni.
"Entah...Aku ingin setelah ini kau menyelidikinya Roni".
Perintah Yash kepada Roni yang dibalasi anggukan singkat oleh Roni.
"Berhati-hatilah jika kau sedang menyelidiki ibu tiriku.Wanita tua itu sangat licik dan licin. Jangan sampai kau tertangkap".
Ucap Yash memberi tahu dan di balasi anggukan lagi oleh Roni.
Sementara Helena dan yang lainya sama sekali tidak tahu jika mereka tengah diawasi oleh Yash dan anggotsnya.
"Hari ini kau gagal melenyapkannya Len. Selanjutnya apa yang akan kau lakukan ?". Tanya Rick salah satu anggota dari Helena.
Mereka tengah berkumpul di belakang vila horizon milik nyonya Yasmine. Helena terpaksa bersembunyi disana melalui bantuan orang misterius yang selama ini membantunya.
"Tunggu saja kesempatan yang akan datang. Seandainya pelayan bodoh dan wanita itu tidak menemukan dan menolongnya. Aku pasti bisa membunuhnya dengan cepat". Ucap Helena dengan pandangan mata yang penuh amarah.
"Salah siapa Yash tidak pernah mau membuka hatinya untuk ku. Yang dia inginkan hanya Raina Raina dan Raina". Geram Helena.
Rick yang sejatinya dekat dengan Helena pun merasa iba pada wanita satu ini. Helena Geraldi wanita yang tumbuh tanpa kasih sayang dari ibunya itu menjadi sangat mengerikan sejak usianya lima tahun. Hobinya yang membelah semua hewan hidup untuk dijadikan mainan tanpa rasa jijik itu pun mengundang perhatian dan ketakutan dari ayahnya.
Saat itu usia Rick sudah memasuki delapan tahun saat melihat untuk yang pertama kalinya Helena memotong-motong Moli. Kucing kesayangan milik adiknya.
Saat itu Rick menegur Helena yang tengah fokus memotong moli yang sudah tak bernyawa. Dan dengan tatapan tajam serta pisau yang Helena arahkan kepada Rick seraya berkata "Diam kau Rick. Sudah untung aku hanya memotong kucing kesayangannya. Bukan pemiliknya". Ucap Helena kecil pada saat itu kepada Rick.
"Apa yang membuatmu begitu marah sampai seperti ini Len. ?". Tanya Rick kecil dengan raut serius.
"Aku tidak suka diabaikan.". Ucap Helena kecil dengan muka polosnya.
"Isel selalu bersama kucing gemuknya dari pada denganku. Dia juga sudah tidak mau berteman denganku saat melihatku berantem dengan ular milik paman Robin. Aku tidak mau ular itu selalu memakan tikus putih ku. Jadi aku bunuh saja dengan pisau ini. Aku keren kan Rick".
Celoteh Helena kecil kepada Rick kecil. Sementara tak jauh dari tempat perbincangan mereka. Tom selaku sang ayah dari Helena mendengar semua yang dikatakan oleh putri semata wayangnya itu.
Tom pun merasa takut. Putrinya sudah jelas mewarisi jiwa pesikopat dari sang mendiang ibunya. Maka sejak hari itu Tom mulai mencari solusi dan pengobatan untuk mencegah jiwa pesikopat yang Helena miliki agar tidak menjadi besar dan mendarah daging.
Namun sayang, semua yang Tom lakukan malah justru membuat Helena semakin bertambah liar. Didikanya yang salah yang memilih membuat helena menjadi wanita tangguh dalam berkelahi dan beladiri membuat Helena semakin liar dan gila. Rick adalah saksi serta orng yang selama ini membantu Helena dalam memuaskan hasrat pesikopatnya.
memangnya siapa dalang dari maraknya orang hilang yang di beritakan selama ini. Juga penemuan mayat tak dikenal, Penemuan potongan tubuh dan lain sebagainya. Helena dan Rick lah pelakunya.
"Sudah kau suruh lionel untuk memeriksa keadaan sekitar Rick. Jangan sampai keberadaan kita di ketahui oleh Yash, paman Jonathan dan juga ayah ku". Ucap Helena mengingatkan.
Helena pun tersenyum puas. Setidaknya untuk beberapa hari kedepan ia aman disini. Tinggal menyusun rencana untuk bisa menyelinap kerumah sakit itu untuk sekali lagi melenyapkan Raina.
Sementara pada posisi Yash dan para anggotanya yang tengah maju perlahan menjalankan misi. Untuk pertama-tama Yash tidak langsung menyerang pada titik dimana Helena berada. Ia mencoba untuk menyingkirkan orang-orang yang berada di sekitar vila. Yang tengah berjaga dan mengawasi keadaan sekitar.
Dengan gerakan cepat dan tak terbaca Yash, Jio, dan Sam berhasil melumpuhkan mereka tanpa menimbulkan kegaduhan yang akan dapat menimbulkan rasa curiga kepada anggota Helena.
"Sasaran satu berhasil tuan". Lapor Sam melalui heanset bluthut kecil di telinga kanannya.
"Sasaran dua dan empat berhasil tuan". Lapor Riena dan Jio bersamaan.
"God job. Sekarang menuju kesasaran selanjutnya. Ingat tetap lah berhati-hati pada langkah kalian". Titah Yash kepada semua anggotanya.
Yash pun mulai berjalan dengan hati-hati diantara rerumputan dan pepohonan yang berada di sekitar vila. Jika ada yang melihat sekitar dengan baterai yash selalu bisa untuk bersembunyi di antara pepohonan dan langsung melumpuhka tanpa suara.
Sementara di dalam vila Helena yang hendak beranjak ingin pergi tidur namun pada langkah kelima suara tembakan dari arah luar menghentikan langkahnya.
Rick yang sigap itu pun langsung mrlihat keluar dari jendela rumah. Dan terkejut saat melihat orang-orang Yash sudah berada di sana.
"Sial...". Ucap Rick seraya berlari kearah Helenenan dan mempersiapkan senjata.
"Ada apa Rick ?". Tanya Helena dengan raut bingung.
"Orang-orang Yash ada disini. Mereka telah mengelilingi vila ini. Kita terkepung. Kemungkinan orang-orang kita yang berada di luar sudah dilumpuhkan oleh mereka". Ucap Rick dengan cepat.
"Sial...!!!". Seru Helena dengan raut bingung juga panik.
"Aku tidak ingin tertangkap sebelum berhasil membunuh anak manja itu Rick. Aku ingin melihat Yash hancur". Ucap Helena dengan penuh dendam.
"Lupakan dulu dendam mu itu. Tenang dan fikirkan cara untuk kita bisa kabur. Setelah ini kita cari cara untuk membalaskan dendam mu". Ucap Rick menenangkan Helena yang tengah panik.
"Kecil kemungkinan kita untuk bisa kabur Rick. Orang-orang Yash yang terlatih berada disini semua. Jangan remehkan keberadaan Jio dan Sam. Jika Riena saja bisa menginmbangi tora di gedung itu. Maka yang lainnya pun bisa mengimbangi orang-orang mu". Ucap Diko salah satu anggota dari Helena yang masih berada di dalam.
"Kita susun rencana".
Ucap Rick dan mengajak orang- orang yang masih tersisa untuk berkumpul melingkar. Terdapat ada dua puluh orang di dalam termaduk Rick dan Helena.
"Dik, kau bawa lima orang pilih sispa saja. Alih kan perhatian orang-orang yang dibawa oleh Roni, Kau Bim bawa lima orang untuk menyerang Riena dan orang-orangnya. Yang lainnya ikut aku ke balkon. Siapkan alat untuk kita turun. Apa pun itu. Paham semua ?". Ucap Rick memberi arahan.
"Paham Rick !!!". Saut semuanya dengan mantap.
"Let's go". Seru Rick seraya pergi kearah balkon dan yang lainnya mulai berpencar.
Disaat Rick dan Helenna menaiki tangga dan berada diujung mereka mendengar suata baku hantam dan tembakan sudah bergema di lantai bawah.
Helena yang mendengarnya pun langsung melihat Rick dengan sedikit terkejut.
"Ayo cepat Len. Aku tidak melihat Jio dan Yash disana. Kemungkinan mereka berada di tempat persembunyian. Atau bisa jadi mereka berdua tengah mencari kita". Ucap Rick seraya menyeret Helena untuk terus berjalan.
Saat mereka hampir sampai mendekati balkon secara mengejutkan dari arah belakang Jio menembak Rick dan meleset pada dinding membuat Helena dan Rick berhenti lalu berbalik melihat pelakunya.
"Ck sial meleset..". Ucap Jio menyayangkan tembakannya.
"Ingin mencoba kabur dariku Helen ?".
Ucap Yash dengan aura yang mengerikan. Membuat Helena sedikit tertegun melihat aura kemarahan yang ditunjukan oleh Yash.
"Menyerahlah Rick. Mungkin tuan muda Yash akan meringankan hukuman mu. Dan kau juga nona Helena". Ucap Jio memberi saran.
"Tutup mulut mu. Dasar pelayan rendah". Cerca Helena kepada Jio.
Jio yang mendengar makian dari Helena pun hanya mengangkat sebelah alisnya dengan raut coolnya.
"Aku tidak akan pernah menyerah Yash. Sebelum melihatmu hancur dan menyingkirkan orang yang kamu cintai itu. Adik tiri sialan mu !!!". Seru Helena dengan menggelegar.
Rick pun mulai mendekat kearah Yash dengan gerakan cepat hendak memukul telak Yash yang tengah tak fokus melihat gerak cepat Rick. Namun Jio berhasil mencegahnya dan memukul balik Rick dengan kuat. Membuat Rick tersungkur menabrak dinding.
Tak mau kalah Helena pun mencoba untuk menghajar Yash dengan gerakan cepat namun berhasil dielak oleh Yash. Jio yang melihatnya pun hendak membantu Yash. Namun Rick menghadang Jio dan mencoba berkelahi dengannya. Akhirnya mereka pun saling baku hantam diryangan atas lantai satu.
Bagi Yash dan Jio. Helena dan Rick adalah lawan yang seimbang dalam berkelahi. Terutama Helenena. Si wanita darah bule ini memang begitu tangguh dan licin. Yash merasa seimbang dengan Helena.
"Cintai aku. Maka aku akan berhenti mengganggu adik mu Yash". Ucap Helena dengan posisi kuda-kudanya.
"Aku tidak berminat dengan wanita pesikopat sepertimu". Ucap Yash dengan tajam dan menusuk. Membuat Helena semakin meradang dan kalap.
__ADS_1
"SIALAN KAU YASH !!!". Murka Helena dengan raut muka merah padam.
Diteriaki seperti itu oleh Helena tidak membuat Yash merasa ciut. Malah sangat menyenangkan melihat amarah lawan yang begitu besar. Karna bagi Yash berkelahi dengan emosi akan membuat Helena kehilangan tenaga dan dapat Yash lumpuhkan dengan baik.
"Kenapa...Memang benar kau pesikopat". Ucap Yash memancing amarah Helena.
"Diam kau !!". Tetiak Helena.
"Lihat saja Yash suatu hari nanti jika kau menemukan cinta mu. Aku bersumpah akan hadir dan membuat mu dibenci olehnya. Aku akan membuat mu kehilangan cinta sejatimu itu. CAMKAN ITU". Seru Helena menyumpahi Yash yang di balasi sikap acuh Yash.
Sementara Jio yang kalah telak dari Rick mencoba untuk melawan dengan sekuat tenaga. Ternyata diam-diam Rick menggunakan pisau lipat kecil yang ia bawa di saku celananya. Untuk melukai Jio yang saat itu tengah lengah. Karena sudah bertahun-tahun mengikuti Helena dan melihat cara kerja helena memuaskan hasrat pesikopatnya. Membuat Rick tahu titik lemah tubuh jika terkena pisau lipat.
Jio pun akhirnya tumbang terkapar di tempat. Semntara Rick yang melihat orang-orangnya sudah siap dengan tranpolin di bawah langsung saja menyeret Helena untuk lari kearah balkon dan melompatinya tanpa alat bantu apa pun.
Yash yang telah berancang-ancang untuk menembak kepala Helena dari jarak dekat terbaksa menahan kekesalannya melihat Rick yang berhasil kabur bersama Helena dan melukai Jio.
"JIO...!!!!". Seru Yash dari jauh.
Beruntung Sam dan Riena langsung datang dan menolong Jio. Sementara Yash yang tak pikir panjang langsung mengambil horden panjang menariknya dengan kasar dan mengikatnya pada besi pembatas balkon.
"Tuaannn...!!". Seru Sam yang melihat aksi nekad sang tuan mudanya.
"Aku harus mengejar mereka. Aku tidak ingin mereka lolos... Sam kau ikut aku dan kau Rie perintahkan sebagian orang untuk ikut denganku. Bawa Jio kerumah sakit dengan segera". Perintah Yash kepada Sam dan Riena.
Tahu bahwa kedua orang kepercayaanya mengerti akan perintahnya. Yadh pun mulai menuruni balkon dengan bergelayut pada horden panjang yang telah ia ikat dari pembatas besi balkon.
Beruntung horden yang yash gunakan terbilang cukup tebal sehingga dapat menahan bobot tubuh Yash yang bisa di bilang cukup berisi dan tinggi.
Helena dan Rick pun selamat mendarat dengan tepat pada tranpolin yang di siapkan oleh anak buahnya itu. Dan mereka pun bergegas kabur seraya menembaki Yash dan Sam yang kala itu sudah menyusul mereka di belakang.
"Naik mobil jaguar itu. Kita kabur lewat jalan hutan. Ayoo...!". Seru Rick memberi arahan kepada Helena dan keenam orang itu.
Helen, Rick dan keenam orangnya pun berhasil menaiki mibil jaguar yang berjejer itu dan pergi kearah hutan. Membuat Yash dan Sam mengerang kesal.
Namun tak lama kemudian datang empat motor trail yang di kendarai oleh Riena dan anak buahnya.
"Pakai ini tuan. Ayoo !!". Ucap Riena seraya menyuruh salah satu orang untuk turun dari motornya.
"Rie, bagaimana dengan Jio ?". Tanya Sam dengan raut terkejutnya.
"Jio dibawa dengan Roni kerumah sakit. Ayo Sam, tuan muda. Sebelum mereka jauh dan kita kehilangan jejak". Ucap Riena mengingatkan.
Yash pun langsung mengambil alih motor trail yang di berikan oleh bodyguarnya dan langsung melajukannya dengan kencang di susul dengan Sam, Riena dan tiga orang lainnya.
Dan mereka pun memulai aksi kejar mengejar di dalam hutan. Dini hari dengan penerangan yang minim dan medan jalan yang cukup sulut dan terjal.
Satu buah mobil jaguar milik orang-orang Helena berhadil di ledakan dan tinggal satu mobil lagi milik Rick dan Helena.
"Cepat Rick jangan biarkan kita tertangkap". Ucap Helena dengan raut tegang seraya menghindari tembakan dari arah belakang.
"Sial semakin banyak yang mengejar kita". Kesal Rick.
"Ambil senjata mu Helen. Tembakan kemereka". Perintah Rick seraya fokus pada medan jalan.
DOORRR !!! DOOORR !
Dua Tembakan berhasil mengenai salah satu orang yang mengejar Helena. Membuat Helena tersenyum puas.
DOORRR !!!!
Namun sial Rick terkena tembakan pada bahu kirinya sehingga membuat Rick mengerang dan sedikit sulit memegang kendali pada setir mobil.
"Helena.....Setelah ini ada jalan raya yang menuju ke arah kota. Dorong aku keluar dan pergilah sendiri. Selamatkan dirimu bawa mobil ini dengan baik. Pergilah sejauh-jauhnya". Ucap Rick dengan erangan yang menyakitkan membuat Helena merasa sedih dan kalaut.
"Rick....Tidak kau harus bersamaku. Jangan biarkan aku sendiri. Kita ini patner Rick !!!". Seru Helena merasa takut.
"Lakukan lah sendiri. Aku tidak mungkin bersamamu lagi. Aku rasa aku sudah kehilangan banyak darah. Peluru ini menembus organ vital ku. Cepat dorong aku SEKARANG !!".
Ucap Rick dengan lantang membuat Helena terpaksa menuruti ucapan Rick dan mendorongnya keluar lalu melajukan mobilnya dengan kencang kearah jalan raya.
"AAAARRRRGGG....!!!!". Teriak Helena dengan frustasi.
"Rick hikss....Hiksss". Isak Helena dengan pilu.
"SIALAN kau YASH HAAAAAGGHHH....!!!!". Seru Helena dengan amarah sembari memukul-mukul setir mobil.
DORRR !!!!
Satu tembakan berhasil mengenai bemper mobil yang ditumpangi oleh Helena. Membuat Helena terkejut dan mobilnya sedikit oleng.
"oww shit...Mereka menyusul ku". Cicit Helena dan menambah kecepatan mibilnya.
DOORRR !!!
DOORRR !!!
Suara tembakan pun masih bergema di jalanan hutan yang beraspal halus dan berkelok. Di kiri jalan benjajar bukit yang tinggi dan di kanan jalan terdapat jurang di sepanjang jalan yang memiliki pembatas.
Suasana yang gelap minim pencahayaan da sepi itu pun menambah suasana menjadi sangat mencekam.
DOOORRRR !!! DOORR!!!
Ciiiiittttzzzz !!!!
Dua tembakan berhasil mengenai dua ban mobil yang Helena kendarai membuat mobil itu kehilangan kendali dan terus berkelok-kelok tak tentu arah.
Helena pun menjadi panik dan was-was. Dia tidak ingin mati sebelum melihat Yash hancur dan bertekuk lutut dihadapannya. Memohon kematiannya pada Helena.
Helena pun berteriak beberapa kali saat mobilnya yang masih tak terkendali hampir saja menabrak tebing jalan.
DOORRR !!!!!
Namun pada tembakan ketiga yang mengenai ban mobil ketiga. Mobil yang Helena tumpangi seketika melayang diudara. Berputar-putar dan terjun kedalam jurang.
BRAAKKK !!!
BRRAAAKKKK !!!
BOOMMM !!!!
Mobil itu pun meledak didalam jurang dengan suara yang keras membuat Sam, Riena dan Yash terjatuh dari motor trailnya. Menghindari api yang berasal dari mobil Helena.
"Tuan mobilnya....".Ucap Riena dengan raut syok.
"Siapa yang menembak tadi ?". Tanya Yash kepada Riena, Sam dan kedua orang bawahanya.
"Untuk yang pertama saya tuan. Maksud saya ingin menembak pada bemper mobil. Tapi meleset pada ban mobil". Jujur Riena kepada sang tuan muda.
"Dan yang kedua aku". Lirih Yash dengan raut bingungnya.
"Selain kalian ada lagi yang ikut mengejar tidak ?". Tanya Yash lagi kepafa semua anggota dan di balasi gelengen dari semuanya.
"Lalu tembakan ketiga dilakukan oleh siapa ?". Lirih Yash masih dengan kebingungan dan rasa was-was.
"Maksud tuan. Ada orang lain yang ikut andil ?". Tanya Riena seraya melihat kesekeliling jalan dan tebing.
Yash pun mulai melihat dengan awas kesekeliling tebing dan hutan. Guna menyelidiki siapa dalang yang sebenarnya yang telah menembak ban mobil Helena pada tembakan ketiga.
Saat matanya tertuju kearah bukit yang terdapat pepohonan Yash pun mulai mempertajam insting dan penglihatannya dengan baik.
Ia pun melihat ada dua orang yang memegang senjata laras panjang disana. Berpakaian hitam dan memakai penutup mulut.
DOORRRR !!!!!!
Dengan sigap ia pun langsung mengarahkan senjatanya kearah dua orang itu dan mengenai tepat pada pohon yang dibuat untuk bersembunyi.
"Siapa kalian !!".
Seru Yash dengan lantang. Membuat Riena, Sam dan dua orang lainya ikut melihat kearah yang Yash lihat.
DODODODODORRRR !!!!!
Sayangnya, bukanya kedua orang itu keluar dari tempat persembunyiaanya malah kedua orang itu menembakkan senjata laras panjang kearah Yash dan para anggotanya secara bertubi-tubi. Membuat Yash dan kesemuanya langsung berpencar mencari perlimdumgan masing-masing.
"Sial...". Gerutu Yash dan langsung berlindung.
Melihat Yash dan kesemuanya tengah fokus berlindung. Kedua orang itu pun berlari keatas bukit dengan cepat meninggalkan Yash yang masih di buat kesal sekaligus penasaran.
"Sam tugaskan beberapa orang untuk mencari tahu siapa dua orang misterius itu. Dan tugaskan lagi beberapa untuk mencari jasad Helena". Perintah Yash kepada Sam.
"Baik tuan muda". Ucap Yash menimpali dengan hormat.
__ADS_1