Luluh

Luluh
Saling memaafkan


__ADS_3

" Aku mabuk berat, aku juga gak sadar sudah ..., Aku salah, aku minta maaf. Maaf sudah membuat kamu dan dia gak bisa bersama. Maaf sudah membuat kamu dan dia hancur. Maaf gak bisa memenuhi apa yang kamu minta dulu. Karena aku memang sangat mencintai istriku. Aku enggak bisa membagi cinta istriku pada orang lain. Meskipun aku salah." Ucap Ryan, membalas tatapan Rama.


" Mungkin ini balasan Tuhan padaku. sama-sama merasakan kehilangan orang yang kita sayang. dan sama-sama terpisahkan dan sama tidak bisa untuk di lihat lagi. Jangan salahkan istriku tentang semua permasalahan ini. Ini murni kesalahanku Ram, dan juga soal Na na, istriku tidak tau apa-apa. " Imbuhnya.


Wajah terlihat sangat bersalah, mata terlihat penuh kesedihan, suara begitu terdengar sangat rapuh. menyesali perbuatannya di masa dulu.


Anggun menangis, mengingat perbuatan dan tindakan suami yang seharusnya tidak harus di perbuat pada wanita serta anak yang tidak bersalah.


Cinta memang menyakitkan, tidak sepenuhnya membahagiakan. berumah tangga juga begitu banyak rintangan. Tidak ada semulus jalan tol.


Ujian rumah tangga bukan hanya tentang materi saja. Tapi juga kepercayaan, kesetiaan dan juga godaan.


Seperti pepatah, Semakin tinggi pohon semakin kencang anginnya.


Itu di rasakan Anggun selama ini. Pernikahannya penuh dengan cobaan di saat karir suami semakin tinggi. Suami tetap mencintainya, tidak pernah membuatnya sakit hati dan tidak pernah bermain hati. Tapi sayang, demi kemenangan dan juga menghormati rekan kerjanya. Suaminya rela ikut berpesta dengan meminum-minuman alkohol hingga membuatnya mabuk berat. Dan tindakannya membuat wanita terlecehkan, tanpa dia sadar karena pengaruh alkohol.


Tidak pernah menyalakan suaminya ataupun wanita yang di lecehkan suaminya. Itu semua murni kecelakaan, hanya menyayangkan saja. Kenapa suaminya mau berpesta miras dengan para rekan kerjanya. Dan membuat wanita yang tidak bersalah menanggu kekejian suaminya.


Sudah pernah Anggun meminta pada suaminya untuk bertanggung jawab. Dirinya rela berbagi dengan wanita lain yang tidak bersalah dan tidak mencintai suaminya. Tapi suaminya bersikeras tidak ingin menikahi wanita yang telah di perk*sanya.


Hanya dua alasan. Tidak mencintai dan juga tidak ingin merebut wanitanya Rama. Meskipun Ryan sudah menodainya.


Cintanya masih sama, pada istrinya. Tak akan berubah, meskipun dirinya berbuat salah.


Rama masih menatap datar kakaknya. Tatapan tidak ramah dan tatapan begitu menusuk hingga relung hati.


Sudah pernah dirinya bilang, memafkan itu sangat sulit meskipun dia sudah meminta maaf terlebih dulu.

__ADS_1


Yanna menyentuh tangan Rama, membuatnya untuk tersadar juga untuk mengontrol emosinya. Di kala suaminya diam dan belum menjawab perkataan kakak iparnya.


" Mbak tau Ram, Mas Ryan sangat bersalah dalam masa lalu dulu. Tapi setidaknya, tolong maafkan Mas kamu. Mas kamu, sudah menerima pembalasan dari Tuhan. Dan aku ... juga sudah kehilangan Angga, putraku." Lirih Anggun.


" Aku dan Mas Ryan hanya ingin hidup kembali damai, tidak ada dendam atau pun kebencian dari saudara. Tidak ada bayang-bayang dulu lagi dalam kehidupan kami." Imbuhnya.


Bayangan-banyangan yang dulu selalu menghantuinya. Selalu membuat pertengkaran yang tidak ada habisnya. Dan selalu menyalahkan satu sama lain. Tapi tetap masih bersatu, meskipun rumah tangga yang tidak ada lagi kata harmonis. Bukan demi anak, tapi juga demi cinta, yang dulu sangat sulit untuk di perjuangkan.


Ryan, menggenggam tangan istrinya. Saling menguatkan serta menenangkan untuk menghadapi resiko yang dirinya buat.


Mama Rama, sama tak kuasanya membendung air matanya. Begitu lolos air mata berjatuhan membahasi pipi, mendengar dan menyaksikan langsung bagaimana putra sulungnya meminta maaf dan juga mengakui kesalahan yang pernah di buatnya dan sulit untuk di lupakan kala melihatnya langsung saat itu.


Andai Mama Rama berada di posisi Rama. Mungkin, Mama Rama juga sangat sulit memaafkan perbuatan kakak kandungnya. Tapi, sebagai seorang ibu. Ingin sekali anak-anaknya berdamai dan saling menyayangi seperti dulu. Biakan dirinya egois menjadi seorang ibu demi dua anaknya agar bisa akur kembali seperti masa kanak hingga beranjank dewasa.


Kebahagiaan ibu tergantung pada anak-anaknya.


Sungguh, menyimpan kenangan masa lalu sangatlah menyakitkan. Apa lagi saat kita sudah memiliki yang baru. Rama tidak bermaksud membuat istrinya bersedih. Tapi, memang sulit sekali melupakan masa lalu kala melihatnya secara langsung.


Rama tau, begitu sabarnya sang istri dan juga sangat pengertian sekali dengannya kala masih mengingat masa lalu bersama mamanya Nana. Sudah saatnya Rama harus mengiklhaskan dan memaafkan masa lalu kelamnya.


" Aku juga minta maaf, dulu sudah berbuat kasar sama Mas. sudah juga menjauhkan Mas sama Mama." Ucap Rama. Membuat Ryan, Anggun dan juga Mama Rama terkejut mendengarnya.


" Kamu memaafkan aku Ram?" Gugup Ryan, tidak percaya dengan perkataan Rama.


" Hmm, Iya. Aku sudah memafkan kamu Mas. Aku sudah memulai kehidupan yang baru sekarang. Aku tidak ingin masa laluku membelenggu di keluarga baruku ini." Sambil membalas menggenggam tangan Yanna. " Mungkin memang bukan takdir aku bersamanya. Dia pergi dengan tenang dan Aku sudah iklhas." Imbuhnya.


Susah cukup memendam kemarahan dan kekecewaan terhadap saudaranya. Sudah cukup menyimpan masa lalu yang membuatnya akan semakin sakit bila mengingatnya. Bukan berarti Rama bisa seakrab dulu dengan kakaknya. Tapi setidaknya dirinya sudah memaafkan perbuatan Kakaknya.

__ADS_1


" Makasih sudah maafkan aku Ram." Parau Ryan, dengan mata memarah. Rama melepas genggaman tangannya, berdiri dan menghampiri Kakaknya membuat Ryan ikut berdiri dengan mereka yang saling berpelukan.


Mama Rama semakin terisak menyaksikan anak-anaknya berdamai, saling memaafkan dan melupakan kemarahan serta kebencian di masa lalu. Mama Rama ikut berdiri, menghampiri putra-purtanya. mengusap punggung Ryan dan Rama. Hingga putra-putranya memeluk dirinya.


" Mama senang. Kalian akur kembali, mama senang kalian sudah saling berdamai dan mamaafkan. Mama sekarang sudah sangat tenang." Ucap Mama Rama.


" Jangan ada lagi pertengkaran dalam bersaudara. Mama gak mau putra-putra mama menjauh seperti orang asing. Mama ingin kalian saling mengerti, saling sayang dan saling membantu." Imbuhnya, mengusap pipi Rama dan Ryan. Menatap sendu ke dua putranya.


Ini yang di inginkan seorang ibu.


" Maafin aku Ma. Maaf sudah membuat mama kecewa juga membuat mama menderita." Kata Ryan.


" Maafin aku juga Ma. Maaf sudah buat mama selalu menangis." Imbuh Rama.


" Mama sudah maafkan kalian. Jangan buat mama sedih lagi ya Nak." Pinta Mama Rama, Air mata kembali mengalir dan memeluk ke dua putranya bersamaan.


Anggun dan Yanna ikut menangis terharu melihat suaminya saling memeluk ibunya.


.


.


.


.


🍃🍃🍃🍃

__ADS_1


__ADS_2