
Setibanya di lantai atas bagian kedua mira dikejutkan oleh penataan ruang yang rapih nan apik. Dan benar kata kakanya itu. Bahwa,ruangan ini lebih terasa nyaman. Sebab tidak ada orang yang berkerumun dan berseliweran dimana-mana.
Hanya ada sebagian orang yang tengah duduk melingkari meja tengah bercengkrama ria.
"Brlum banyak yang datang rupanya. Kita duduk di sini ayo". Ajak marko seraya menuntun mira menuju salah satu meja kosong.
"Kak maya sama kak roy mana ya ?". Tanya mira dengan lesu.
"Mungkin masih diperjalanan. Tadi kaka sengaja ammbil jalan lain biar cepet. Tau sendiri kan kalau malam minggu itu rame". Jelas marko seraya mengambil kan mira minum dari weiters yang tengah lewat membawa beberapa minuman.
Mira pun merasa sedikit gelisah dan tidak tenang. Karna yang mira pikir pesta perusahaan itu sama saja seperti pesta biasa yang mira hadiri dengan mayya dan royan. Dan nyatanya pesta dari kalangan atas terlihat lebih menyeramkan bagi mira.
Lihat saja wanita diujung sana berserta teman-temannya. Bergaun mewah dan berkelas serta dandanan yang bak model. Membuat mira merasa seperti tidak ada apa-apanya.
"Apa kak marko tidak salah ya mengajakku keacara ini". Batin mira merasa tak enak hati kepada sang kakak.
"Bengong terus".
Hardik marko kepada mira yang entah sejak kapan sudah kembali dari meja bar ke meja yang tengah ia,duduki.
"Minumlah. Kakak tahu kamu sedang merasa haus. Dan kakak membawakan mu mocktail ini". Tunjuk marko memberi tahu.
"Ini tidak beralkohol. Hanya ada campuran soda. Minum lah di sini tidak ada air putih soalnya. Apa lagi jus". Jelas marko.
"Iya, tau kok ka. Dulu kak may juga sering mengajakku ke pesta nikahan orang cina. Dan kak may banyak memberi tahu juga soal minuman beralkohol". Ungkap mira lalu meminum mocktailnya .
"Bagus lah kalau mayya mengajarimu tentang itu". Ucap marko dengan senyum simpulnya.
"Kak may bilang agar aku bisa lebih berhati-hati saja". Sahut mira.
"Memang, apa lagi di dunia sekarang banyak lelaki yang tidak tulus. Mereka hanya menginginkan sesuatu saja. Jika sudah dapat yeaahh god bye". Ucap marko dengan raut seriusnya.
"Tapi aku yakin. Di dunia ini juga masih banyak lelaki baik seperti almarhum papa, ka roy, dan kak marko". Ucap mira dengan tersenyum senang.
DEG
Ungkapan mira yang jujur itu pun sukses membuat marko mematung. Wajahnya berubah menjadi pias dan sedikit berkaca-kaca.
"Bagian mana yang baik dari seorang pemilik bar ternama dan mantan kriminal". Tanya marko dengan raut tak mengerti.
"Bagiannya ada pada menjadi seorang kakak yang baik. Ka marko sudah menunjukan itu. Kepada aku dan kak mayya". Ungkap mira dengan tersenyum lembut.
"Jika kakak melakukan hal yang buruk padamu ?". Tanya marko dengan muka datarnya.
"Jika kakak berpura-pura baik padamu dan jika kaka melukaimu. Apa yang akan kamu lakukan ?". Tanya marko lagi dengan tatapan yang sulit diartikan. Membuat mira merasa sedikit takut.
Takut jika kakaknya berubah menjadi orang lain bukan menjadi diri sendiri.
Lama marko menatap mira yang tengah menatapnya dengan mata tenang. Membuat marko sulit mengartikan tentang apa yang tengah mira pikirkan.
Menghela nafas mira bun mulai berkata dengan sedikit senyuman.
"Maka aku akan selalu berkata bahwa kau adalah seorang kakak yang terbaik di dunia".
Mendengar ucapan mira yang seperti tidak masuk akal ituvpun hanya menggeleng maklum seraya meminu sampanyenya.
"Karna aku yakin. Ka marko tidak akan melakukan hal itu. Buktinya sesering apa pun kak marko bertengkar dengan kak mayya tidak pernah aku lihat kaka menyakitinya".
Ungkap mira dengan menggenggam tangan kiri sang kaka dengan tangan kanannya. Membuat marko sedikit terperanjat dengan sentuhan mira.
"Sesering apa pun kakak mengatakan hal buruk kepada kak may tidak pernah sekali pun perkataan buruk itu terjadi kepada kak may". Ungkap mira lagi.
"Jadi, aku tidak akan pernah percaya apapun itu tentang keburukan kakak". Ucap mira dengan menggenggap erat tangan sang kakak.
Membuat marko merasa tersentuh atas peebuatan adik bungsunya itu. Marko pun tersenyum haru dan memeluk sang adik dengan sayang.
"Terimakadih mira, kamu sudah hadir di hidup kakak.". Ucap marko dengan tulus membuat mira sedikit berkaca-kaca.
"Ehemm...Apa aku mengganggu ?". Ucap seseorang yang memecah suasana haru itu.
Marko dan mira,pun saling melepas pelukannya dan melihat kearah sumber suara itu.
"Ohh, Tuan Giorgio Abraham. Senang bisa bertemu lagi dengan anda". Ucap marko dengan berdiri hormat disusul juga oleh mira yang ikut berdiri hormat membungkukan sedikit badannya.
Jio yang merasa tak asing dengan wajah mira setelah melihatnya pun mulai berusaha mengingat tentang siapa wanita yang meneluk marko si pria yang terkenal ladykiler seeta badliar itu.
Melihat jio yang terus memandangi sang adik. Marko pun mulaivmemperkenalkannya.
"Perkenalkan tuan, dia adik bungsu saya. Namanya Miranda Nur". Jelas marko dengan sopan.
"Aku kira dia kekasihmu. Dan aku hanya tahu kalau adik mu hanya Mayya Sanggita. Istri dari keluarga ternama itu". Ucap jio dengan tersenyum ramah.
"Mira memang jarang masuk publik tuan". Jelas marko.
"Yeah aku tahu sekarang. Dia wanita itu. Ya aku mulai mengingatnya. Wanita yang unik yang pernah kutemui di taman". Batin jio mengenali siapa mira.
"Cantik juga". Ucap jio dengan tersenyum menggida.
Membuat mira yang melihatnya pun sedikit menunduk merasa resah.
"Nikmati pestanya. Saya mau berkeliling dulu". Ucap jio kepada marko dan berlalu pergi dengan memberi satu kedipan mata kepada mira.
"Centil sekali". Gerutu mira dengan raut kesal.
Membuat marko yang mendengarnya pun merasa ingin tertawa disana.
"Sungguh kau tak tergoda mira ?". Tanya sang kakak dengan heran dan sedikit lucu.
Mira pun hanya menggeleng dan memanyunkan bibirnya dengan lucu membuat marko merasa gemas dengan adiknya itu.
"Dia salah satu orang kepercayaannya tuan jhonatan leonard sekaligus tangan kanan dari tuan muda yash". Jelas marko yang di balasi anggukan acuh dari mira.
"Sepertinya wajah tuan jio itu tak asing. Tapi dimana aku pernah bertemu dengannya". Batin mira dengan raut berfikirnya.
"Ngelamun terus kamu ra". Ucap marko.
"Emhh..Engga ko". Bantah mira seraya meminum minumannya.
"Markoo Manuel". Sapa seorang pria dewasa seumuran marko dengan dua orang wanita seksi di sampinng kanan kirinya.
Marko yang melihat seseorang itu pun hanya terdiam membisu seraya mengangkat sebelah alisnya dengan tatapan menusuk.
Mira yang melihat reaksi dari raut sang kaka yang begitu kentara itu pun mengernyit heran.
"Siapa dia. Wanita barumu atau ****** baru mu ?". Tanya sang pria asing itu.
Mendengar kata-kata yang tak pantas untuk adiknya itu. Marko pun segera berdiri dari duduknya dengan tenang dan berjalan mendekati sang pria.
"Pergi. Sebelum aku membuatmu malu disini". Ucap marko dengan suara rendahnya.
Sang pria yang tidak merasa takut itu pun mulai melihat mira secara mendetail darivujung kepala sampai ujung kaki dengan raut yang begitu minat.
"Aku yakin, seperti yang sudah-sudah. Kau pun akan meninggalkannya pergi bersama wanita lain beberapa jam lagi. So, sebelum dia merasa kehilangan. Berikan saja padaku. Berapapun tarifnya akan aku bayar". Ucap sang pria dengan raut menantangnya.
"Pergi". Ucap marko lagi dengan suara yang sedikit meninggi.
Membuat sang pria merasa lebih tertangtang akan sikap marko lain dari biasanya untuk wanita itu.
"Come on marko. Kau tahu aku kan. Jika aku ingin sesuatu maka harus aku dapatkan". Ucap sang pria dengan senyum evilnya.
"Aku ingin wanitamu".
Bisik sang pria tepat di telinga marko. Membuat marko langsung mengepalkan tangannya dengan kuat lalu hendak memukulnya.
"Kakak". Cegah mira seraya menghentikan ayunan tangan marko.
Suara mira yang cukup keras itu pun berhasil mengunda mata dari para tamu pesta. Juga dari mata elang yang tengah berdiri tak jauh dari mereka.
"Stop please. Jangan memicu keributan disini. Aku tidak ingin kaka kena masalah nanti". Ucap mira mengingatkan.
"Kakak. She's your sister. Seriously marko ?". Tanya sang pria lagi dengan raut tak menyangkanya.
"Woaah adik mu sungguh sangat cantik marko. But, Sudah tidak adakah wanita yang mau denganmu malam ini. Sampai khau pun membawa ahadiku ?". Ejek sang pria dengan raut ingin tertawanya.
Dan akhirnya pecah lah tawa dari sang pria juga semua orang yang berada disana yang entah kapan sudah memandang kearah mereka.
Marko yang sebenarnya ingin menghajar sang pria itu pun terpaksa mengurungkan niatnya karna melihat dari jauh sang tuan muda dan orang kepercayaanya tengah melihat kearahnya.
__ADS_1
Tentu marko tidak mau ambil resiko tentang ini. Karna marko yakin tuan mudanya itu sudah melihat kejadian ini sedari tadi.
"Apa yang terjadi ?". Tanya yash sang tuan muda kepada jio.
"Jimiy membuat ulah tuan. Dia mengira bahwa wanita yang marko bawa adalah salah satu wanita malam milik marko". Jelas jio dengan sopan.
"Nyatanya wanita itu adalah adik bungsu marko". Ucap jio lagi.
Membuat yash merasa tertarik dengan apa yang akan terjadi.
"Lihat, kau begitu cantik". Ucap jimiy seraya mendekat kearah mira.
Jimiy pun mulai melajujan sapuan pada jari telunjuknya kearah wajah mira dan menelusurinya dengan intens.
Mira yang di perlakukan seperti itu pun hanya diam dengan raut tenang.
Saat jari jimiy menelusuri bibir mira yang berwarna peach glosy itu tiba-tiba dengan cepat mira pun menggigit kuat jari terlunjuk itu. Sampai jimiy pun mengerang kesakitan.
"HEY KAU....AAARRRGGGGHHH !!". Triak jimiy menahan ngilu yang luar biasa.
Marko yang melihat hal itu pun tertawa puas dengan apa yang dilakukan oleh adiknya yang tak terduga itu.
Sementara tuan muda yash hanya tersenyum bangga dan jio yang melotot horor melihat sikap tenang mira yang berupah menjadi mengerikan menurutnya.
"LEPAS SIALAN". Ucap jimiy merasa tak tahan dengan gigitan mira yang mulai terasa merobek kulit jarinya.
Merasa sesuatu yang asin mira pun melepas gigitannya dari jari jimiy yang terlihat mengeluarkan sedikit darah.
"Dasar,kau PEREMPUAN J....". Ucap jimiy seraya mengayunkan tangan kanannya untuk menampar mira.
Namu tangan dan ucapan jimiy itu terhenti tak kala ada yang mencegatnya dari belakang.
Jimiy yang tak terima pun membalikkan badannya hendak memaki orang yang dengan berani mencegahnya. Namun tiba-tiba tubuh jomiy mendadak membeku tak kala melihat mata elang nan tajam menusuk milik yash.
"Ttt...Tuan muda yash". Ucap jimiy dengan terbata.
"For your information. Aku tidak menerima ada keributan di pesta ini". Ucap yash dengan suara tegasnya.
Semua mata yang memandangnya pun langsung tertunduk hormat begitu pun dengan marko dan mira.
Yash pun mengisyaratkan sesuatu kepada jio lewat kerlingan matanya yang di balasi anggukan oleh jio lalu membawa jimiy pergi dari ruangan pesta itu.
Mira yang merasa takut akan seseorang bernama yash ini pun hanya bisa munduk dalam tak kala yash mendekat kearahnya.
"Are you ok ?". Tanya yash dengan suara beratnya.
Membuat mira langsung merasa kicep dan berusaha untu tenang dengan mengambil nafasnya secara perlahan dan mengeluarkannya dengan perlahan pula.
"Ya tuan muda". Ucap mira,setelah nerasa tenang.
Yash pun reflek membelai surai rambut mira dan meng hapus sedikit noda darah yang berada di ujung bibir bawah mira.
"Good girls". Ucap sang tuan muda ditelinga mira lalu berjalan pergi.
Membuat semua mata yang melihatnya pun merasa syok berat. Seorang Aryasa Laonard bersikap manis dengan wanita seperti mira.
Dan pada akhirnya mira dan marko pun kembali duduk di mejanya dengan meminum minumannya masing-masing.
"Maaf ra, kaka tidak bisa memberikan jimiy pelajaran". Ucap marko penuh sesal.
"Aku sudah memberikannya tadi. bekas gigitan ku pasti akan selalu dia ingat". Ucap mira dengan raut juteknya. Membuat marko membenarkan ucapan sang tuan muda untuk adiknya tadi.
Acara pun berjalan dengan baik semua orang mendengar kata sambutan dari tuan jhonatan dan nona yasmine. Lalu dilanjutkan dengan acara makan bersama.
Mayya dan royan pun sudah hadir diacara pesta. Mereka duduk bersama marko dan mira.
Setelah itu acara pun berlanjut dengan berdansa bersama. Pertama semua orang terpukau dengan dansa yang di lakukan oleh pasangan berumur yaitu tuan jhonatan dan nona yasmine.
Lalu ketiga anak muda dari tuan leonard yang membawa pasangan masing-masing di susul dengan tuan yasha yang terlihat menggandeng seseorang yaitu raina agatha.
Semua orang pun terpukau melihat penampilan dari putri bungsu keluarga leonard itu. Kulitnya yang putih bersih dibpadukan dengan dres biru tua selutut, dengan tatanan rambut sepunggung yang bergelombang rapih dan sepatu hels merek ternama warna hitam.
"Itu anak bungsu dari keluarga leonard. Yang terlahir dari istri keduanya. Namanya Raina Aghata". Jelas marko memberi tahu.
"Rain ?". Lirih mira merasa tak asing dengan nama itu.
"Umhh engga ka". Ucap mira,dengan sedikit ragu. Membuat mayya merasa aneh dengan mira.
"Nona raina cantik ya". Ucap salah satu tamu perempuan.
"Iya, cocok dengan tuan muda yash. Sayangnya mereka saudara kandung seayah". Ucap salah satu tamu lagi. Seperti merasa kecewa.
Mira pun hanya diam melihan keharmonisan dan keromantisannya sang para miliarder itu.
"Dansa bareng kaka yuk". Ajak marko dengan penuh semangat.
"Ummh...Aku tidak bisa ka". Ucap mira menolak.
"Ayo lah, ini menyenangkan mira. Kau tinggal mengikuti gerakannya saja". Bujuk marko tanpa menyerah.
"Aku tidak ingin mempermalukan mu ka please". Tolak mira dengan memohon.
"Kau bercanda ya. Mantan dencer terbaik di SMA akan mempermalukanku saat berdansa". Ucap marko dengan raut herannya.
SKAKMAT.
Mira pun tidak bisa berbiat apa pun dengan ucapan sang kakak. Jangankan menolak menghindar pun rasanya tak mungkin..
"Wooow sungguh memukau ya dansa dari para keluarga leonard ini". Ucap sang MC perempuan dari acara itu.
"Ok selanjutnya kita dengar tentang kontes yang akan diumumkan oleh tuan jhonatan untuk semuanya yang hadir disini. Mari tuan saya persilahkan". Ucap sang MC laki-laki mempersilahkan.
Sang tuan jhonatan pun akhirnya mendekat kearah dua pasang MC itu bersama nona yasmine.
"Ekhhmm Terima kasih saya ucapkan kepada para tamu undangan yang telah hadir di pesta perusahaan ini. Malsm ini saya akan mengadakan kontes untuk meriahkan pesta dengan berdansa di sini. Siapa pun boleh ikut. Terdiri dari lima pasang dan aturannya harus berganti pasangan dari satu pasangan ke pasangan lain setiap 10 menit sekali".
Jelas sang tuan memulai membacakan aturan main.
"Dan saya yakin setiap dansa pasti ada kesalahan".
Ucap jhonatan dengan raut lucunya membuat para tamu merasa terhibur.
"Nanti disetiap kesalahan. Entah itu si pasangan akan terjatuh, terpeleset atau mungkin terinjak itu akan disnggap gugur dan meninggalkan arena dansa. Selanjutnya yang bisa beetahan itu lah yang dianggap menang dan berhak membawa hadiah dariku".Jelas jhonatan lagi dengan penuh semangat
"Ok langsung saja siapa disini yang akan ikut angkat tangan". Tanya jhonatan seraya melihat ke para tamu yang hadir.
Tak ada yang mengangkat tangannya. Kesemuanya hanya diam berbisik dan menunggu siapa saja yang berani mengikuti kontes yang diajukan oleh pemilik acara itu.
"Yash, are you ready ?". Tanya sang ayah kepada yasha.
Yash yang merasa namanya terpanggil pun mulai mendongak melihat sang ayah yang tengah tersenyum penuh arti.
"Sial". Llirih yash dengan kesal.
Mendengar nama yash yang disebut untuk mengikuti acara kontes dansa itu pun membuat para tetamu wanita menjadi sedikit berisik. Banyak yang berharap bisa di ajak dansa atau pun berdansa dengannya meski hanya lima menit.
Dan akhirnya banyak yang mulai mengangkat tangannya untuk ikut kontes. Membuat jhonatan menjadi tersenyum senang.
"Woow sangat banyak rupanya. Tetapi aku hanya memilih lima pasang untuk ronde pertama. So let's the game". Ucap jhonatan seraya melihat kebeberapa pasang.
"Tuan hardian. You're ready ?". Tanya jhonatan kepada royan yang di balasi anggukan oleh royan.
"Yeah kau miss willson". Tunjuk jhonatan kepada wanita bergaun merah ketat yang memperlihatkan lekuk tubuhnya.
Membuat yang ditunjuk pun langsung senang bukan main dan menyeret pasangannya untuk maju ke tengah lantai dansa.
Kak royan pun juga ikut maju kelantai dansa dengan kak maya. Sementara yash pun sudah berada di lantai dansa bersama raina. Membuat beberapa wanita yang melihatnya menjadi kecewa.
"Selalu saja adiknya yang di bawa". Ucap sang wanita bergaun biru yang duduk tak jauh dari mira.
"Iyah. hilang deh kesempatan ku". Rengek salah satu teman yang bergaun biru itu.
"Kak turunkan tanganmu". Bisik mira kepada sang kakak.
"Tidak. kaka kan sudah bilang ingin berdansa". Kekeh marko.
"Memangnya dia tahu apa itu dansa. Yang dia tahu kan hanya berjoged bebas". Lirih mira dengan raut cemberut.
__ADS_1
"Kau meragukanku euh". Ucap marko dengan menantang membuat mira jengah dan berharap tidak di pilih oleh tuan jhonatan.
"Tuan Kendrick you're ready ?". Tanya jhonatan kepada colega terpentingnya. Membuat yang di panggil pun hanya menganggu dan berjalan menuju lantai dansa.
Mira pun merasa senang tinggal satu nama lagi yang belum di sebut. Dan mira merasa yakin bahwa kakaknya tidak mungkin akan ditunjuk.
"You boy Marko Manuel. Are you ready?". Ucap jhonatan dengan tersenyum bangga.
"Yeah I'm ready master". Ucap marko dengan penuh semangat. Membuat mira yang tadinya tersenyum senang menjadi merasa bodoh di buatnya.
"Seriuosly". Lirih mira merasa tak percaya.
"Sudah ku bilang kan bahwa kita akan berdansa bersama. Jadi, ayo tuan putri ku sayang". Ucap marko dengan raut bangga dan senangnya.
Mira pun hanya bisa pasrah dengan sang kakak yang membawanya maju kelantai dansa.
"Wow kau maju dengan adikmu marko". Ucap miss willson dengan muka mengejeknya.
"Yeah karna dia adalah adik kesayanganku". Ucap willson dengan bangga dan sedikit angkuh membuat mira langsung memukul keras bahu sang kakak.
"Awas kau". Ancam mira kepada sang kaka.
Marko yang diancam oleh sang adik pun hanya tersenyum puas melihat kekesalan sang adik ysng begitu lucu.
Hal itu pun tak luput dari pandangan yash dan raina. Sementara roysn dan mayya hanya bisa menggeleng melihat kelakuan marko kepada adiknya.
"Ksu kenapa raina ?". Tanya yash yang menyadari sedari tadi sang adik melihat kearah mira sang adik bungsu dari marko.
"Kau mengenalnya ?". Tanya yash lagi memastikan kepada sang adik. Mengingat bahwa ingatan seorang raina agatha begitu tajam dan apik.
"Dia yang menolong ku". Ucap raina dengan tersenyum memandangi mira.
Melihat orang yang dia cintai itu tersenyum membuat yash merasa senang bukan kepalang. Sebab sudah satu minggu ini raina menjadi sangat pemurung dan menyendiri. Semenjak kejadian buruk yang menimpa raina.
Sadar dengan yang diucapkan oleh raina. Yash pun mulai mengingat ucapan jio tempo hari. Bahwa orang yang menolong raina,adalah seorang pelayan butik bernama Miranda Nur adik dari seorang istri ternama dari keluarga hardian yaitu Mayya Sanggita. Dan Mayya Sanggita juga adik dari Marko Manuel.
Apakah benar seorang istri ternama dan seorang pemilik bar diskotik ternama memiliki adik seorang pelayan toko butik. Sungguh aneh pikir yash terhadap seorang Miranda Nur.
"Aku ingin menyapanya kak". Ucap raina yang akan berjalan kearah mira namun di tahan oleh yash dengan lemmbut.
"Nanti saja setelah dansa. Sebentar lagi kontesnya akan mulai". Ucap yash memberitahu dan di balasi anggukan dari raina.
Semua orang pun sudah bersiap di posisi masing-masing. Lalu alunan musik pun mulai berbunyi. Terdengar alunan musik yang berasal dari lagu yang berjudul SENORITA yang di nyanyikan oleh Shawn Mendes dan Camila Cabello.
Terlihat kelima pasang itu pun menari dengan gerakan masing-masing yang terlihat seksi dan apik.
"Gua suka sama gerakannya marko dan adiknya. Berasa menghipnotis". Ucap salah satu tamu lelaki.
"Adenya juga gua rasa seorang dencer terbaik. Liat aja gerakannya luwes dan energik. Gillaa gua merasa tertangtang ngeliatnya". Ucap lagi salah satu teman dari si tamu tadi.
Semua tamu pun merasa terhibur melihat pertunjukan kontes yang dilakukan oleh kelima pasang itu. Dan lebih banyak membicarakan tentang mira dan yash yang berdansa dengan apik.
"Itu kalau tuan muda yash dansa sama adeknya marko kayaknya bagus deh. Soalnya raina terlalu kaku dan marko terlalu dibuat-buat". Ucap salah satu tamu wanita yang bernama rena.
"Ya kali seorang marko yang barbar dansa ren". Ucap salah satu teman rena dengan tersenyum lucu.
Setelah 10 menit akhirnya pasangan pun bergantian Mira yang kebetulan bersebrangan dengan mayya akhirnya berganti marko dengan maya dan mirra dengan royan.
Mira pun tersenyum canggung berada dekat dengan sang kaka ipar. Sebab sedekat apapun seorang kakak ipar dengan adik iparnya jika yang normal dan tidak merasa ada sesuatu apa pun. Pasti akan merasa canggung dan segan. Begitu pun dengan mira. Meskipun royan terlihat cuek dan biasa saja namun gestur tubbuh royan yang kaku membuat mira mengerti. Mana mau sang kaka dipepet atau bersentuhan dengan wanita lain selain kakaknya yaitu mayya. Beruntung saja mira itu adalah adik krsayangan. Coba saja kalau wanita lain. Sudah di pastikan mira akan malu disana dengan posisinya yang terjatuh di lantai akibat penolakan dari kaka iparnya itu. Tidak percaya, lihat saja nanti.
"Maaf kalau gerakan kakak terlalu kaku ra". Ucap rpyan dengan raut seriusnya. Membuat mira tersenyum lucu.
"It's ok kak". Ucap mira dengan santai.
"Apa lihat-lihat huh ?". Sungut mayya kepada marko. Membuat marko tersenyum sinis.
"Galaknya adikku yang menyusahkan ini". Ejek marko dengan ucapan coolnya. Mayya yang mendengar hal itu pun tersungut sebal.
"Diam kau sialan". Omel mayya dengan berapi-api.
Setelah mayya mengucapkan kalimatnya markovpun langsung memutar sang adik dengan begitu cepat mengingat sudah sepuluh menit. Namun hal itu malah membuat mayya menjadi kehilangan keseimbangannya dan jatuh terduduk bersama nona willson.
"Upps sory aku tak sengaja sayang". Ucap marko lalu beralih memegang tangan raina dan yash meraih tangan mira.
"Aku tidak bisa berdansa selain dengan istri dan saudara perempuanku". Ucap royan kepada nona willson dan berlalu menuju sang istri untuk membantunya berdiri.
"Kau tak apa sayang". Tanya royan seraya menggendong sang istri dengan romantisnya kearah meja terdekat.
Semua tamu yang tadinya menyaksikan dansa pun mendadak heboh atas perilaku yang di lakukan royan kepada istrinya. Banyak yang menggoda dan memuji pasangan itu. Termasuk tuan jhonatan yang tersenyum mengingat keromantisan yang dulu pernah ia lakukan kepada ibunya yash dan raina.
Sedangkan nona willson yang merasa di permalukan itu pun pergi meninggalkan lantai dansa untuk menenangkan diri ke salah satu bar minuman tak jauh dari sana.
Semendara dua pasang marko raina dan yash mira itu pun masih berlanjut menari dengan santai dan apiknya.
"Are you ok nona ?". Tanya marko dengan lembut krpada raina.
"Ummh ya, hanya sedikit pusing". Ucap raina dengan jujur.
"Sudah terlihat dari wajahmu. Kita berhenti saja. Aku antar kau ke ayahmu bagaimana ?". Tanya marko dengan tulus yang dibalasi anggukan dari raina.
Melihat persetujuan yang di berikan oleh raina. Marko pun bergegas menuntun raina kearah jhonathan.
"Ada apa marko ?". Tanya jhonatan dengan bingung.
"Putrimu kurang sehat tuan. Makannya aku bawa kepada tuan". Jujur marko dengan sopan.
Melihat sang putri sematawayang terlihat pucat akhirnya jhonatan pun menyuruh sang pelayan pribadi raina untuk membawanya masuk ke dalam ruangan khusus tenpat untuk istirahat.
"Rie, bawa nona muda raina. Ajak dia untuk istirahat". Titah jhonatan kepada Riena sang pelayan dan bodyguard pribadi raina.
"Baik tuan". Ucap rie seraya menuntun sang nona dengan lembut.
Sementara di lantai dansa terlihat yash dan mira tengah berdansa dengan apik. Mereka pun terlihat seperti tidak canggung dan kaku meskibsejujurnya mira merasa sangat tidak karuan.
Entah mengapa aura yang divpancarkan yash terhadapnya begitu menujuk dan dominan. Apalagi tatapan matanya yang intens itu. Membuat mira berharap waktu cepat berlalu dan dansanya cepat usai.
"Siapa nama mu ?". Tanya yash di sela-sela dansa.
"Mira tuan. Miranda Nur". Ucap mira dengan raut yang terlihat tenang menurut yash.
"Siap berdansa lebih panas dari ini ?". Tanya yash memastikan membuat mira sedikit bingung dan tak mengerti.
"Aku rasa kau bisa mengimbangi gerakannya".
Ucap yash lagi lalu membalik tubuh mira kearah depan membelakangi yash dan menlakukan gerakan seorah-olah tengah bermesraan dengan pasangannya.
Gerakan yang dimana semua orang merasa menahan nafasnya sejenak dan menjadi berfantasi liar.
"Apa aku bilang. Dencnyavyash dan adeknya marko itu yang paling bagus. Sudah di pastikan nih mereka yang menang lihat saja". Ucap rena dengan semangat.
"Uuhhh GGILAAA gua ngga tahan liatnya. Pijiran gua kemana". Seru tamu lelaki yang sepertinya begitu panas melihat dansa yash dan mira.
"Tidak biasanya yash melupakan raina. Biasanya jika raina pergi darinya beberapa menit saja. Sudah membuat yash kelimpungan mencarinya". Ucap yasmin kepada sang suami merasa heran dengan sikap yash malam ini.
"Itu juga yang tengah aku fikirkan". Jawab jhonatan dengan tatapan penuh arti kepada yash dan mira.
Saat,di akhir lagi yash pun mengangkat tubuh mira keatas membuat seolah-olah mira terbang dan menurunkannya secara perlahan. Membuat yash semakin bisa mencium aroma wangi dari parfum yang mira kenakan. Dan saat wajahvyash dan mira saling berhadapan. Membuat keduanya merasakan sesuatu yang lain. Keterpakuan pada mading-masing.
Setelah musik benar-benar habis terdengar suara riuh tepuk tangan untuk yash dan mira karna dansanya yang begitu apik dan menggoda.
Mira dan yash pun menjadi tersadar akan keterpakuannya dan mulai mengalihkan pandangannya. Lalu yash pun mengulai perbuatanya kepada mira dengan mengelus puncuk kepala mira dann berucap.
"Good girlis".
Dan berlalu pergi meninggalkan mira yang masih berdiri mematung. Mencerna ucapan dari sang tuan muda yang terkesan aneh.
Acarapun berlanjut ke dansa berikutnya namun semua yang dibpilih tidak ada yang benar dalam berdansa sehingga. tidak ada yang menang. Akibat mungkin dari semua yang ikut sebagian sudah berada di bawsh pengaruh alkohol.
Dan pada akhirnya mira lah yang menyandang gelar kemenangan berdansa bersama yash. Mira pun mendapatkan hadiahnya sebuah kalung berlian yang terdapat bandul huruf L dengan apik.
Jika dilihat sekilas kalung itu seperti kalung emas putih biasa. Namun jika yang melihat dari mata yang jeli semua pasti akan merasa,takjub melihatnya.
"Simpan baik-baik kalung ini. Dan perlihatkan jika kau menemukan suatu masalah. Ini bisa berguna untukmu". Ucap sang tuan jhonatan kepada mira.
"Terima kasih tuan. Akan aku ingat dengan baik pesan dari tuan besar". Ucap mira dengan sopan.
Acara pum berlanjut ke party time. Acaranya para anak muda yang liar. Mira yang menyaksikannya pun merasa pening dengan suara-suara bising itu. Dan akhirnya ia pun berjalan keluar ruangan untuk mencari sebuah toilet.
__ADS_1