
" Kita nginap di rumah mama dulu ya?" Kata Rama, setelah tiba di surabaya keluar dari tol dan menuju ke arah jalan rumahnya.
" Mama sama Nana katanya kangen kamu. Pengen juga ketemu cucu lakinya." Imbuhnya lagi, membuat hati Yanna merasa tersentuh.
" Iya mas." Jawab Yanna.
" Naufal mau kan ketemu sama Nenek, sama Mbak Nana juga." Tanya Rama lembut, mengusap kepala Naufal yang sudah bagun dari tidurnya satu jam yang lalu dan kembali ingin duduk di pangkuan ibunya.
" Iya." Jawab Naufal.
" Jagoan papa pintar?" Puji Rama dengan senyum hangat. Membuat Naufal tersenyum.
Memasuki kawasan komplek perumahan, di setiap gang masuk ke perumahan, dua puluh empat jam di jaga oleh satpam secara bergantian. tidak perlu satpam bertanya lagi kala sudah mengenal Setiap penghuni rumah perumahan. Cukup menyapa dan membukakan portal melalui tombol di dalam pos.
Sungguh sangat berbeda. Dengan perumahan milik atasannya dulu. tanpa penjagaan ketat dan masih terbilang sedikit ramai jalanannya.
Jalan perumahan yang terbilang sangat sepi dan juga depan rumah-rumah yang tidak terlihat orang-orang bergerombol. Seperti perumahan yang terbilang hidup sendiri-sendiri tanpa mau menggibahkan tetangga.
Bila Yanna sudah terbiasa dengan kesepian, bagaimana dengan Naufal? Anak pastinya ingin mempunyai teman untuk bermain, apa lagi saat menjelang sore hari. Bermain dengan teman di depan rumah atau di taman. Semoga saja Naufal betah tinggal di rumah baru dan lingkungannya.
berhenti di depan rumah bertingkat dua, dengan nuansa putih. Serta pohon mangga di depan pagar.
" Sudah sampai rumah Nenek. Ayo turun." Ucap Rama melepas sabuk pengaman.
" Hhmm, iya." Jawab Yanna mengangguk.
Rama turun terlebih dulu, membuka pintu mobil Yanna, menggendong Naufal dan menunggu istrinya membuka sabuk pengaman, serta masuk ke dalam rumah bersamaan.
" Asalamualaikum." Ucap Rama, membuka pagar rumah.
" Walaikum salam?" Ucap wanita paruh baya, saat berdiri dari duduknya. Tersenyum merekah melihat kehadiran anak dan juga menantu barunya.
" Duhduhduh!! Cucuku laki sudah datang?" Ucap riang sambutan Mama Rama, menghampiri Rama dan menantunya.
" Nana? Adik Naufal sudah datang!" Teriaknya kembali memanggil Nana.
" Ayo sama Nenek." Ujarnya, merentangkan Tangan. Mencoba untuk mengakrabkan diri dengan cucu baru lelakinya yang ada di gendongannya Rama.
Melihat Mama Rama yang menyambut hangat kehadiran Naufal dan dirinya. Yanna merasa sangat bahagia dan terenyuh. Mama Rama menerima dirinya dan Naufal dengan tangan terbuka, dengan penuh sayang dan penuh dengan keceriaan di wajah beliau.
Naufal yang melihat wanita tua mencoba mengajaknya, menatap ke arah Rama. " Ini Nenek Naufal, Mamanya Papa. Salim Nak." Kata Rama lembut.
__ADS_1
Naufal beralih menatap wanita tua yang di bilang Rama adalah Neneknya. Naufal mencoba mengangkat tangan menyalimi Mama Rama, di sambut hangat Mama Rama dan mengambil dirinya dari gendongan papanya.
" Cucu Nenek pintar?" Puji Mama Rama, mencium pipi Naufal dengan gemas.
" Ma?" Sapa Yanna. Seperti sedang di lupakan kehadirannya oleh Mama Rama.
" Yanna? Sehat kan. Ayo masuk. Anggap sekarang rumah sendiri." Ujar Mama Rama, setelah Yanna selesai menyaliminya.
" Iya Ma." Jawab Yanna tersenyum.
Mama Rama berjalan terlebih dulu menggendong Naufal, meninggalkan Rama dan Yanna yang masih setia menatapnya sampai masuk ke dalam rumah.
" Aku sudah di lupakan mama, kalau sudah ada cucu laki." Gumam Rama, membuat Yanna menatapnya.
" Aku belum salaman sama Mama, belum di tanyain kabar. sudah melengos pergi begitu saja bawa naufal." Ujarnya lagi, hingga Yanna mengulum senyum. Merasa benar apa yang di kata Rama, anaknya sendiri sampai di lupakan karena kehadiran Naufal.
" Nanti jangan kayak mama ya, kalau sudah sama anak-anak. aku di lupakan?" Ucap Rama, belum satu rumah saja suaminya sudah galau karena anak-anak.
Menggelikan?
" Ayo masuk." Imbuhnya, mengajak Yanna masuk ke dalam rumah sambil merangkul bahunya, dan tersenyum genit menatap istrinya dari dekat.
" Apaan sih Mas." Malu Yanna di tatap suaminya dengan senyum dan juga tangannya merangkul lembut bahunya.
" Rama!!! Jangan goda terus istri kamu. Cepat masuk! Mau kamu tidur sendirian nanti malam! " Teriak mama Rama dari dalam. Hingga Rama mengendus kesal sedangkan Yanna menggelengkan kepala menahan tawanya.
Ibu mertua idaman, menganggap menantu seperti anaknya sendiri. Bersyukur Yanna mendapatkan Rama serta ibu mertua yang baik.
Rama dan Yanna masuk ke dalam rumah. " Mama ini teriak-teriak saja. Ada mantu loh ma? " Gerutu Rama, duduk di sofa sambil mengusap kepala Nana yang duduk bersama Naufal di karpet bulu bermain bersama.
" Nana sayang apa kabar?" Tanya Rama.
" Baik Pa?" Jawab Nana. " Adik Naufal mau main sama Nana Pa?" Imbuhnya.
" Iya, adiknya di ajak main. Jangan di ajak bertengkar." Nana pun mengangguk tersenyum, dan kembali bermain dengan Naufal.
" Main sama mbak Nana Fal?"
" Iya." Jawab Naufal, tanpa mau mengalihkan matanya dari permainan yang belum Naufal lihat atau pernah di mainkan.
Seperti dua anak itu sudah akrab dan tak perlu lagi untuk mendekatkannya. Nana anak yang mudah akrab, sedangkan Naufal yang pendiam tapi mau di ajak berteman meskipun sedikit kaku dan menjawab pertanyaan singkat saja.
__ADS_1
" Gak apa-apa kalau ada mantu mama, biar mantu mama nanti gak kaget kalau mama kayak gini aslinya." Jawab Mama Rama. " Yanna, kamu sudah makan Nak?" Tanyanya pada Yanna.
" Siang tadi sudah makan di res area ma?" Jawab Yanna.
" Sudah sore, ayo makan lagi. Atau istirahat saja dulu di kamar sana." Kata Mama.
" Istirahat dulu saja ma?" Kata Yanna. Memang tubuhnya sedikit lelah dan perlu sekali merebahkan punggungnya.
" Ya sudah istirahat di kamar Rama sana. Biar Naufal sama Nana di jaga sama mbak." Kata Mama Rama. " Cepat Anterin ke kamar Ram? Jangan macem-macem, biar istri kamu istirahat." Ancam Mama Rama.
" Peluk sebentar masa gak boleh ma?"
" Rama!!" Seru Mama, dan Yanna yang melototkan mata saat suaminya tanpa malu mengucapkannya. sedangkan Rama tertawa senang melihat dua wanita yang menatapnya.
" Nana mau peluk Mama Yanna!!" Kata Nana.
" Sini?" Ucap Yanna, dua tangan menyambut Anak perempuannya yang manja untuk memeluknya.
" Kangen Mama Yanna." Ucap Nana, dengan mata berkaca-kaca.
" Mama Yanna juga kangen Nana." Jawab Yanna, mengusap punggung Nana dan menciumi pipinya. " Nana sudah makan?" Tanyanya.
" Sudah." Jawab Nana
" Gak kangen papa juga?" Kata Rama, Nana hanya tersenyum dan menganggukkan kepala.
" Sini peluk Papa juga." Pinta Rama, nembuat Nana beralih ke Rama dan memeluknya.
" Anak pintar." Puji Rama, mengusap kepala Nana dengan hangat. Membuat Nana tersenyum.
" Main sama adiknya dulu ya, Papa mau antar mama ke kamar." Nana hanya mengangguk dan kembali bermain dengan Naufal.
Dan bukan seperti Nana yang biasanya, Nana yang biasa manja kini seperti pendiam dan menurut. Nana yang selalu manja ada Yanna, menjadi pendiam juga. Matanyanya pun juga tak seperti seceriah dulu. Matanya seperti sama dengan Naufal. Membuat Rama dan Yanna bertanya-tanya, tentang perubahan Nana.
.
.
.
.
__ADS_1
🍃🍃🍃🍃