
Sesampainya di tempat kerja mira yaitu Ghina's Colection". sebuah butik ternama di kota yang mira tinggali. Cukup besar dan memiliki fasion yang selalu apik serta dilirik oleh kalangan atas, sosialita dan sebagainya.
Disini mira berkerja sebagai pelayan yang melayani pembeli juga menata gaun, baju dan sebagainya.
Saat mira hendak memasuki tempat kerjanya. Sialnya ia bertemu dengan bos besarnya yaitu Madam Ghina santia atmaja wanita berusia 35 tahun yang terkenal dengan kedisiplinannya.
"Sss..selamat siang Madam Ghi". Sapa mira dengan hormat dan sedikit takut.
"Siang.... Saya tunggu kamu di ruangan saya sekarang". Ucap sang madam dengan tegas dan berlalu pergi menuju ruangannya.
Mira pun hanya mengangguk dan mengekori sang madam dengan menunduk resah.
Saat diruangan sang madam mira pun berdiri dengan perasaan cemas dan was-was akibat kesalahannya.
"Kamu tahu kesalahanmu mira ?". Tanya madam mengoreksi.
"Ys madam saya tahu". Ucap mira menimpali.
"Saya paling tidak suka dengan pegawai yang tidak disiplin. Dan kamu sudah terlambat dua jam dari waktu kerja. Apa ini yang di sebut dengan disiplin mira ?". Tanya sang madam dengan tegasnya.
"Tidak madam, saya mohon maaf atas ketidak disiplinan saya". Ucap mira dengan raut menyesal.
"Ini memang pertama kalinya kamu terlambat dalam bekerja. Dan saya harap tidak ada kedua atau ketiga kalinya. Apa kamu mengerti mira ?". Tanya sang madam memastikan..
"Ya... Saya mengerti madam". Ucap mira dengan tegas.
"Sebagai hukumannya. Kamu harus membersihkan gudang belakang dengan bersih. Karna itu akan saya jadikan tempat penyimpanan kain untuk fashion ssya". Titah sang madam dengan nada tegasnya.
Membuat mira harus menunduk lelah seraya berkata "Baik madam, akan saya bersihkan".
Mendengar perkataan dari mira. Sang madam pun memerintahkan mira keluar dengan isyarat mats dan kibasan tangan. Yang diangguki mira seraya menunduk hormat lalu pergi meninggalkan ruangan.
Saat mira berada di luar ruangan sang madam dan berjalan menuju gudang. Ia di kejutkan oleh kelima teman kerjanya yaitu Shila adisti 25 tahun, jomblo, tomboy, kelahiran jakarta, dan bekerja sebsgai kasir sif dua. Lalu ada Imelda Isqa 24 tahun, berkulit kuning langsat ,sudah bertunangan, kelahiran bandung bekerja sebagai penata baju sama seperti mira. Ada Ozi Wardana si pria kemayu brusia 28 tahun, berkulit putih keturunan mandarin, kelahiran jakarta bekerja sebagai desainer baju. Ada Erlangga firmansyah seorang menejer butik, jomblo ,berusia 29 tahun ,berdarah sunda-china berkelahiran bandung. Ada nurinda putri 24 tahun berkerja sebagai penjahit baju dan perancang busana, jomblo, keturunan sunda-jawa.
Mereka sengaja menunggu dan menguping pembicaraan sang madam dengan mira di balik pintu. Mengingat suara madam ysng bisa terdengar sangat keras jika tengah marah dan kesal.
"Yang sabar ya mira, lagian kenapa bisa telat si ?". Tanya imelda penasaran.
"Panjang ceritanya mel, ngga keburu juga. Aku harus beresin gudang.belakang, kalian tahu kan gudang belakang itu segede apa". Jelas mira dengan raut pasrahnya.
"Kita bantu dah, tapi kayanya engga semua pada ikut. Kalian semua pada nggak lupa kan sama si martabak telor itu". Jelas Shila dengan tersungut-sungut.
"Martabak pala lu shil, itu orang punya nama". Sahut Nuri dengan gemas.
"Bodo amat Nuri ngga ada faedahnya juga tuh nama". Sahut shila masih dengan tersungut kesal.
Ya yang mereka bahas itu adalah Marthania Atmaja. Putri pertama Madam Ghi dan tuan atmaja. Usianya 25 tahun,kelahiran jakarta, bertubuh tinggi semampai, berkulit putih, berparas ayu. Namun memiliki sifat menuntut dan berkuasa juga prosesif.
"Degemannya kokoh er tuh".Sahut nuri dengan sirmik mengejek. Membuat yang punya nama pun menoleh bingung.
"Perasaan sedari tadi aku tuh diem loh nur". Sahut Erlangga dengan raut masam.
"Udah deh ney ney semua. ngga kasihan apa sama mira. Mending bagi tugas aja kuy". Lerai Ozi dengan logat kemayunya.
"Yaudah gua kan sif kedua tapi berhubung Nadia tadi hubungin gua minta tukeran sif otomatis sif siang sampe sorenya ringan nih gua masuk dulu abis itu nanti gua coba cari alesan buat bisa bantuin lu mira". Usul Shila dengan idenya.
"Nah lu si mel kalo mira ngga ada dan lu juga ngga ada. ****** tuh si martabak telor bakalan curiga mending lu kerja biar ngga ketahuan". Usul Shila lagi. Lalu semua pun mengangguk setuju.
"Nah sekarang nuri sama lu cong bencong yang bantuin mira duluan. Naah kan ngga lama lagi jam makan siang, kita makan siang bareng di gudang aja nemenin mira. Masalah makan ntar pada wa ma gua ntar gua bawain". Atur shila lagi.
"Setuju aja sih kalo aku, tapi bisa ngga bencongnya ngga dibawa-bawa shil". Ucap Ozi dengan manja.
"Jijik gua zi ". Ucap shila dengan ekspresi mau miunahnya. Membuat ozi pun mengeluarkan ekspresi kesalnya.
"Terus yang terakhir nih. Kokoh er, tolong yah alihin perhatianya martabak dari kita-kita. Martabak kan lope banget sama kokoh". Rayu shila dengan senyuman manisnya.
"Giliran ke koko er aja manis". Sungut ozi dengan kesalnya.
"Brisik. Diem ya lu cong". Timpal shila tak mau kalah.
" Aku ?". Ucap Erlangga memastikan.
Membuat kelima orang itu pun mengangguk dengan mata yang penuh harap.
Saat sang koko menengok kearah Mira ia pun langsung mengangguk pasrah dan membuat kelimanya berguman "YES" secara berbarengan.
"Demi kamu". Ucap erlangga tepat di dekat telinga mira dan berlalu pergi.
Keempat orang yang melihatnya pun langsung bersorak menggoda.
"Duh potek nih hati potek". Goda shila seraya mengibaskan tangan seperti orang kegerahan.
"iya nih aku jadi rindu jojo". Sahut Imelda
"aku mah apa atuh yang jomblo". Sahut nuri
"Apa lagi aku ney, gemes liatnya". Ucap ozi dengan kemayunya.
Mira yang mendengarnya pun hanya tersenyum canggung di goda oleh para teman-temannya.
"Dah akh lanjut kerja gua daadddaaah ozi cong, daddaahh nuriyani, daddaaah juga mirambul". Ucap shila seraya berjalan menuju kasir.
"Nama gua Nurinda shil asli lu mah yah". Ucap nuri dengan nada kesal dan di balasi tawa jahat shila dari kejauhan.
"Shila mah jangan di anggepin nuri dia emang gitu". Ucap mira menenangkan.
__ADS_1
"kuy lah ney, kita mulai beberes manjanya". Ajak ozi dengan langkah gemulainya. Membuat nuri dan mira menggeleng maklum.
Saat mereka bertiga memasuki ruangan gudang ketiganya dibuat tercengang luar biasa melihat bagaimana berantakan dan berdebunya gudang itu.
"Astsga neey!!! ini gudang apa bekas rumah kosong". Ucap ozi dengan raut syoknya.
"Gila bener-bener gila kalo lu yang beresin sendirian mah kapan kelarnya mira ?". Ucap nuri dengan nada gemaanya.
"Hukuman dari madam Ghi memang benar-benar luar biasa". Cicit mira dengan tampang datarnya.
"lu liat aja nih ntar ekspresi Shila kalo liat ini". Ucap ozi seraya memfoto setiap ruangan lalu di kirimkan ke Koko er, Shila, dan Imelda.
"Bisa triak 50 oktaf dia". Sahut nuri seraya mulai menyapu di susul dengan ozi dan mira yang mulai bebersih.
Saat jam istirahat siang ketiganya pun mulai duduk rerebahan di atas lantai yang sudah terlihat bersih dari debu.
"GILAAA...!!! keringet gua kaya di kuras habis-habisan". Teriak ozi dengan nada kesal kemayunya. mira dan nuri pun mengangguk mensetujui perkataan ozi.
GUBBRAk BRAAK
Terdengar Suara pintu gudang terbuka sangat keras yang membuat ketiga orang di dalamnya pun menoleh kaget.
"Kurang Shil ampet copot aja pintunya sekalian". Ucap imelda dengan kesalnya.
"Ya abis gua kesel mel. Bisa-bisanya tuh lampor kasih hukuman segini beratnya. Gila kali tuh orang. Mentang-mentang kita butuh duit seenaknya aja". Sungut shila dengan berapi-api.
"Terima nasib aja deh shil". Sahut nuri dengan nada lelah.
"Maaf ya, gara2 bantuin aku kalian sampai kelelahan gini. Harusnya kalian jangan bantuin aku. Kan jadi ngga enak". Ucap mira merasa bersalah.
"Kasih kucing aja kalo ngga enak mah mira". Sahut nuri mencoba menghibur.
"Ya lagian kita mah ikhlas bantuin lu. Lu itu udah baik banget ma kita-kita. Kadang suka bantuin pekerjaan kita, suka bagi-bagi makanan juga ke kita. Mana tega kita biarin lu kaya gini lah". Ucap shila seraya mendekat dan membagikan mskanan yang sudah dipesan mereka lewat pesan wasshap.
"Wiihh pas banget nih ney, aku tuh laper banget tau ngga. Haus juga ". Ucap ozi seraya meminum satu botol teh pucuk.
Lalu mereka pun makan bersama dengan khitmadnya membentuk lingkaran. Bercanda gurau dan saling bercerita.
"Oiya mira, ini ada titipan dari koko". Ucap imelda seraya mengambil bungkusan kecil dari dalam tasnya.
Yap sebuah coklat yang di selimuti dengan secarik kerta yang berisi "Maaf ngga bisa ikut makan siang bareng, semoga coklat ini bisa membuatmu semakin bersemangat. Happy lunch to day mira E.F".
Hal itu pun sukses membuat mira tersenyum dengan tersipu. Dan di balasi godaan sadis dari para teman kerjanya.
"Aww soswet". Ucap ozi dengan nada kemayu.
"Ekhem pajaknya jangan lupa nih". Sahut Shila.
"Pajak apaan si kalian udah deh ngga usah pada kaya gitu". Ucap mira menyudahi. Membuat semuanya tertawa lucu.
"Yee gua niatnya masuk kerja cuma cek doang masih ada kerjaan yang belum selessi apa ngga. Jadi ya gua mah bebas mau pergi kapan aja". Jelas ozi.
"Ya udah deh aku mau balik lanjut kerja ya soalnya masih ada beberapa baju yang harus di jahit. daadddaaahh". Ucap nuri seraya berjalan keluar.
"kalo aku ngga bisa bantu mira, si Dinar ngga msuk sskit katanya. Jadi yang ngelayani para pembeli cuma aku sama lisa". Jelas imelda.
"Iya ngga apa-apa ko mel. Makasih yah udah mau makan siang bareng". Ucap mira dengan tulus.
"Sama-sama mira. Semangat ok". Ucap imelda menyemangati.
" Okhey ". Sahut mira dengan riang.
"Ya udah yuuk kita lanjut beberes lagi. Ntar juga pas waktu pulang mereka bakalan bantuin kita balik ko. Ayo semangat-semangat". Ucap shila dengan lantang.
Akhirnya pun shila, ozi dan mira pun kembali bekerja membersihkan gudang. Meski terkadang ozi si pria kemayu selalu berteriak heboh jika ada kecoa terbang.
Sampai pada waktu petang tepatnya pas waktu maghrib seluruh ruangan gudang sudah terlihat bersih, wangi, dan rapih. Karena keenamnya pun turun tangan membersihkan.
"Aakhh akhirnya selesai juga". Sahut nuri dengan menggerakan pinggangnya yang terasa pegal.
"Fiks pulang dari sini nyalon gua minta pijit seluruh badan". Sahut imelda dan di balasi anggukan dari semuanya.
"Duuh semoga gua ngga sawan ya ney maghrib-maghrub ada di sini ya ampuuun". Ucap ozi dengan panik.
"Dari lu belum lahir aja udah sawan ji. Sawan belok kesamping". Ucap shila dengan nada cemprengnya.
"Ehh ney shila, gua lagi ngga pengin berantem ya ngga usah macem-macem ney heeumm". Ucap ozi dengan raut gemasnya.
Semrntara imelda yang sedari tadi berdiri di pintu mendadak panik melihat sang madam berjalan menuju kearah gudang.
"Ehhh ehh lampor lampor mendekat gila gimana inih ?". Ucap imelda dengan panik. Membuat semuanya pun kocar kacir di buatnya.
Dan pada akhirnya koko er yang mengarahkan ozi, shila, nuri, dan imelda ke arah jendela gudang yang menuju langsung kearah belakang gedung.
Saat semuanya sudah keluar tepat saat itu madam membuka pintu gudang dan bersandar pada pintu.
"Selamat sore Madam Ghi". Sapa mira dengan sopan.
"Sore....Hemmm rapih, bersih, dan wangi. Perfect kamu sudah menjalani hukuman dengan baik. Ingat mira. Saya tidak mau kamu tidak disiplin mulai besok". Ucap madam mempringati.
"Iya madam saya berjanji tidak akan mengulanginya". Sahut mira dengan sopan.
"Kunci pintunya. Saya tunggu kamu di depam". Titah sang madam.
"Baik madam". Ucap mira.
__ADS_1
Dengan wajah lelah mira pun mengunci pintu gudang lalu berjalan keluar menyusul sang madam yang sudah menunggunya di dalam mobil sport merah.
Dari kejauhan mira pun melihat teman-temannya mrlambaikan tangan menyapanya dan di balasi senyuman oleh mira.
Dan dari tempat yang sama pula mira melihat koko er yang tengah membukakan pintu mobilnya untuk Martha lalu melajukan mobilnya menjauh dari area parkir.
Tersadar dari lamunannya mira pun mendekat kearsh mobil sang madam yang telah menunggunya keluar.
"Ini madam kuncinya". Ucap mira seraya menyerahkan kunci dan di ambil oleh sang madam.
"Oke see you mira". Ucap sang madam seraya menyalakan mesin mobilnya lalu melaju membelah jalan.
Mira pun hanya menghela nafas dengan lelahnya lalu berjalan seraya memesan ojek online pada handponnya.
Saat tengah menunggu dengan duduk bersandar pada pos jaga di depan gedung mira pun teringat sesuatu.
"Ya tuhan, ayub. Aku lupa". Ucap mira dengan paniknya.
Taklama supir ojek online pun datang seraya bertanya "Dengan mba miranda ?".
"Iya pa saya miranda. Pak tolong cepet ya ke lapangan basket cempaka cepet ya pak". Seru mira,dengan taksabaran.
"Iya mba siaap". Ucap sang supir ojek.
Dalam perjalanan mira pun tak henti-hentinya berguman "Semoga ayub sudah pulang di jemput kak may atau kak roy".
Sesampainya di sebrang jalan mira pun turun dari motor lalu membayar ojek dan berlari menyebrangi jalan lalu berlali kearah lapangan.
Memang suasana lapang belum sepi. Tetapi mira tidak bisa menemukan ayub dimana pun.
Akhirnya mira pun menelfon sang kakak guna memastikan ayub sudah pulang atau belum. Saat sambungan telfon terangkat mira pun bertanya "Hallo kak may ?".
"Iya mira, ada apa ?". Tanya kak may di sebrang telfon.
"Ayub sudah pulang belum kak ?". Tamya mira lagi.
"Belum ko, Dirumah cuma ada kaka dan lili. Mas roy juga belum pulang". Jelas kak may.
Mendengar hal itu mira pun menjadi panik luar biasa terdengar nada tangis dari sebrang telfon.
"Kenapa mira, ada apa ?". Tanya kak maya dengan khawatir.
"Aku lupa ka buat jemput ayub di lapang basket. Tadi aku dapet hukuman dari madam suruh beresin gudang dan selesainya sampai maghrib kak. Gimana ini ?". Ucap mira dengan tersedu.
"ya udah kamu tenang dulu yah. Kakak coba telfon mas roy dulu. Kamu tenangin diri kamu disitu jangan kemana-mana bentar lagi kaka nyusul oke". Ucap kak may menenangkan.
" Iya ka ". Ucap mira masih tersedu dan lalu mematikan panggilan telfonnya.
Saat mira terduduk dan masih tersedu dari samping ia seperti mendengar suara,seseorang memanggilnya dengan keras.
" Tante Mira ". Ucap seseorang itu.
Mira pun menoleh mencari sumber suara dan setelah terlihat ia pun tersenyum haru.
" Ahayub. !!". Seru mira seraya berlari kearah bocah berusia 10 tahun itu.
Mira pun memeluknya dan berkata "Ayub maafin tante ya, tante tadi lupa buat jemput ayub disini. maaf yah pliisss". Ucap mira sembari terisak.
"Ngga apa-apa tan, lagian ayub juga baru selesai ko. Trus itu ada papah disini". Ucap ayub seraya menunjuk kearah belakang mira.
Mira pun menoleh dan mendapati sang kaka ipar yang tengah bersandar di depan mobil sambil menelfon. Merasa di perhatikan roy pun menoleh dan mendapati mira dan ayub tengah menatapnya. Lalu ia pun melambaikan tangan dan tersenyum.
Mira dan ayub akhirnya pun mendekat kearah roy yang tengah telfonan.
"Iya sayang, ayub udah sama aku. Ini ada mira juga. Iya ini juga mau pulang. iya okeh daahh". Uacap kak roy.
"Tante, kata papah tadi dari kantor langsung kesini. Katanya papah tanya ke mamah ayub udah pulang belum dan mamah bilang belum. trus langsung deh kesini. Ayub juga udah makan tadi sama papah". Jelas ayub kepada mira.
"Maaf ka aku telat jemput ayub". Ucap mira penuh sesal.
Melihat penampilan mira yang tidak beres dan terlihat letih roy pun bertanya "Ada apa mira ?".
"Motor ku mogok ka selepas aku nganterin lili, trus ada suatu masalah yang membuat aku telat masuk kerjanya dan yaah akhirnya aku dapat hukuman dari madam". Jelas mira dengan muka lelah.
"Apa tidak ada toleransi. Setahu kaka kamu telat hanya satu kali ini saja kan ?". Tanya kak roy.
Mira pun hanya menggeleng pelan menjawab pertanyaan dari kaka iparnya itu.
"Ya sudah, mari kita pulang". Ucap ka roy seraya memutari mobil lalu masuk kedalam mobil menyalakan mesin mobil.
"Ayub tante duduk di belakang yah, tante capek pengin tiduran". Ungkap mira.
"Iya tan ngga apa ko". Ucap ayub mrnsetujui.
Dalam perjalanan pulang pun mira hanya tidur di jok belakang sementara ayub dan kak roy bercerita tentang basket dan pengalaman ayub tentang basket.
Wajah lelah, baju lusuh, rambut lepek dan mata sembab. Sungguh pemandangan yang menyedihkan bagi seorang Roy. Dalam hati ia ingin membalas perlakuan perempuan itu terhadap adik iparnya. Tetapi belum saatnya ia ikut andil.
Hai bagi para pembaca mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kelanjutan cerita LULUH yang terupdet cukup lama.
Jujur banysk bangen hambatan, kendala sama ujian yang aku alami selama dua bulan ini. Mulai dari HP Rusak, kesehatan menurun, terus lah pokoknya banya heehee 😁😁😁 . Jadi mohon maaf ya.
Dan aku juga mau mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya buat noveltoon yang sudah mengizinkan ceritaku ini.
Semoga kedepanya bisa menghasilkan cerita yang lebih baik lagi Amiinn.
__ADS_1
Okeh ikuti terus cerita ku di LULUH ini ya see you 😘😘😘😘