Luluh

Luluh
Episode 25


__ADS_3

Pagi harinya Mira pun berangkat untuk bekerja. Mengingat jika sudah lima hari ia cuti dan sudah dipastikan gajihnya pasti akan menjadi setengah. Sebab ia sering sekali meminta izin libur karena keadaan.


Hari ini Luka lebam dan sudut bibi yang robek sudah pulih dan bisa ia tutupi dengan make up yang sengaja kak May lakukan pada wajah Mira.


Saat ia mulai memasuki butique tenpat ia bekerja. Orang pertama yang Mira temui saat itu adalah Shila yang tengah duduk di meja kasir dan tengah sibuk mengotak atik laptopnya.


Merasa ada yang datang, Shila pun mendongak kedepan dan melihat Mira yang tengah berjalan kearahnya dengan penampilan yang berbeda.


"Wiih pake makeup nih. Cantik banget sii". Goda Shila dengan tersenyum senang.


"Sengaja buat nutupin muka ku yang masih pucat". Ucap Mira kalem.


Shila sedikit aneh dengan garis wajah Mira yang terlihat lain dari lima hari lalu. Namun keanehannya ia tepis jaih-jauh karena tidak ingin menduga-duga dan mungkin hanya perasaanya saja.


"Aku bawa roti isi. Mau sarapan bareng ngga Shil ?". Tanya Mira mencoba menawar.


"Kebetulan si aku belum sarapan. Bentar lagi akhir bulan. Pusing gua nih ngerjain laporan. Mana angka semua hadeuh". Keluh Shila.


"Semangat Shika kamu pasti bisa". Ucap Mira berusaha untuk tersenyum dan berperilaku seperti biasa.


Namun bukannya berhasil malah Shila semakin merasa aneh akan tingkah Mira itu.


"Bawa bekel sarapanya banyak banget Ra". Ucap Shila seraya mengambil roti isi yang di bawa oleh Mira dari tempat makannya.


"Iya Shil, buat yang lain juga". Ucap Mira seraya mengunyah rotinya.


Tidak lama kemudian datang lah lagi Nuri, Imelda dan Oji yang berbarengan memasuki butique.


"Weeeh yang lagi makan ngga pada bagi-bagi ya". Ucap Nuri saat mereka sampai di dekat Mira dan Shila. Lalu mencomot roti dengan seenaknya.


"Main comot aja lu Nuri dasar Lu". Tegur Shila.


"engga apa-apa ko. Ambil aja, memang aku sengaja bawa banyak buat kalian juga. Yuk dimakan".


Ucap Mira dengan tersenyum namun tidak sampai matanya. Membuat Nuri, Oji dan Imelda sedikit mengernyit bingung.


"Ney, pake makeup ?". Tanya Oji dengan suara khas kemayunya.


"Sedikit". Lirih Mira merasa canggung dan tak enak.


"Cantik ney, kenapa engga dari dulu si makeup gini". Ucap Oji lagi.


"Buat nutupin muka pucat ku. Soalanya masih kelihatan pucat". Ucap Mira menjelaskan.


Semuanya pun langsung mengangguk mengerti akan penjelasan Mira. Dan mereka pun makan dengan samtai kembali.


"Ney, tahu ngga. Selama ney ngga masuk ya. Itu si pangeran hati ney kaya orang linglung loh. Kerjaanya melamun terus ney. Mikiri ney kali ya". Ucap Oji mulai bercerita.


"Iya tuh kondisi wajah meneger Er juga kaya ngga keurus gitu. Engga seger dan fres kaya biasanya". Ucap Imelda menambahkan.


"Lu ada masalah ya Ra sama meneger Er ?". Tanya Shila merasa penasaar karena tingkah Mira tidak seperti biasanya.


Dulu saat semua orang membicarakan sang meneger pasti mata teduh Mira berbinar penuh dan pipinya pun merona saat ada yang menyangkut pautkannya dengan sang meneger. Namun sekarang terlihat lain. Seakan mata itu enggan untuk berbinar dan wajah serta pipi itu terlihat tegas.


"Tidak". Ucap Mira seadanya membalas pertanyaan dari Shila. Membuat yang lainya pun merasa aneh.


Dan disaat itu pula seseorang yang sedang mereka bicarakan pun muncul bergandengan dengan calon tunangannya yaitu nona Martha membuat kesemua yang tengah duduk itu pun berdiri dan menunduk hormat bersamasn.


"Selamst pagi Meneger Er dan nona Martha". Ucap kesemuanya berbarengan.


"Pagi". Sahut Martha dengan tersenyum.


"Mira, kau sudah sembuh ?". Tanya Martha saat matanya tak sengaja melihat Mira berada diantara para pekerjanya.


"Sudah nona". Jawab Mira dengan melihat kearah lantai.


"Ck lain kali jika kau sakit lagi. keluarlah dari butique ini. Aku tidak ingin memiliki pekerja yang sering sakit sepertimu". Icap Martha dengan tangan di silangkan di dada.

__ADS_1


"Iya nona, saya mengerti". Jawab Mira dengan sopan.


Sementara Erlangga yang merasa sangat bersalah dan merindu itu pun hanya bisa menatap wajah Mira dengan penuh penyesalan.


"Mira, apa kabarmu. Apa kau sungguh baik-baik saja. Maaf jika aku sepengecut ini. Aku adalah seorang pecundang yang tidak bisa apa-apa untuk menyelamatkanmu. Cinta pertamaku". Batin Erlangga dengan perasaan dan hati yang hancur.


Saat dirinya waktu itu membuka mata. Ia sudah berada dikamarnya ditemani sang ibu yang tengah menangis pilu seraya mengobati lukanya.


Saat itu Erlangga dengan paniknya menanyakan keberadaan Mira dan keadaanya. Namun ibunya terus menggeleng dan menangis. Saat ia di ceritakan bagaimana paman Zoe menyiksa Mira dan hampir merenggut kehormatannya ia merasa kalap dan mengamuk. Semua barang yang ada di dekatnya ia pecahkan. Dan saat itu pula hubungannya dengan kedua orang tuanya putus.


Ia tidak lagi memanggil ayahnya dengan sebutan ayah dan ibunya dengan sebutan ibu. Ia lebih banyak diam dan menyendiri. Dia lebih merasa seperti robot dari pada anak. Dan yaah rumah itu pun sekarang menjadi dingin.


"Bagus kalau kamu punya rasa malu. Bekerja dengan benar. Dan ini pun berlaku untuk kalian semua". Ucap Martha dan langsung pergi seraya menggandeng lengan Erlangga yang kala itu terus,memandang Mira.


Shila dan kesemuanya pun merasa ada yang aneh diantara Mira dan Erlangga. Biasanya mereka berdua akan saling curi pandang dan saling menyapa lewat tatap mata masing-masing. Namun kini Mira seakan enggan dan menolak untuk memandang Erlangga.


"Lu yakin engga ada apa-apa Ra ?". Tanya Shila mendesak.


"Tidak baik terus berharap dan mencintai milik orang. Akibatnya fatal". Ucap Mira dengan nada dingin dan berlalu keruang ganti untuk mengganti pakaian kerjanya.


"Kalian merasa ada yang aneh engga sama Mira dan meneger Er ?". Tanya Imelda kepada semuanya.


"Kaya beda yah ?". Ucap Nuri dengan tatapan tak percaya.


"Iya Ney, Mira juga kaya jadi dingin banget. Gua ngerasa kaya dia bukan Mira". Ucap Oji dengan gigit jari.


"Ucapan Mira juga kaya mengundang makna. Apa mungkin terjadi sesuatu dengan mereka ?". Ucap Shila dengan raut terheran.


Sementara itu Nuri yang mendapat notif pesan dari akun twiternya pun mulai membuka dan membacanya dengan serius dan setelah itu matanya menjadi melotot penuh.


"APA !!". Seru Nuri yang berhasil mencuri perhatian dari semua orang.


"Kenapa si Lu Nuri. Etdah bocah pake teriak kaya toa". Sungut Shila merasa terganggu.


"Pada buka twiter deh semua. Asli gua ngga nyangka". Ucap Nuri dan langsung terduduk lemas.


Seorang pengusaha sukses dan terkenal dengan ambisiusnya yaitu tuan Fredi Firmansyah akan melangsungkan pernikahan putra semata wayangnya yang bernama Erlangga Akhsar Firmansyah dengan Marthania Putri Atmaja. Putri sulung dari pengusaha sukses yaitu tuan Atmaja dan Nyonya Ghina Atmaja. Yang akan berlangsung pada awal bulan ini.


Dan saat melihat foto dari putra semata wayang dari tuan Fredi Firmansyah kesemuanya pun mulai syok akan sosok pria muda yang tengah berfoto bersama ayahnya di akun twiter itu.


"Serius ini meneger Er ?". Ucap Imelda tak menyangka.


"Jadi peria tua yang terkenal dengan sikap ambisiusnya itu adalah ayah dari meneger Er. Wah ini orang terkenal banget loh sama yang namanya ambisi. Apa pun ia lakuin demi ambisinya termasuk ngelenyapin orang. Banyak yang hati-hati banget sama ini orang". Ucap Nuri dengan menggebu-gebu.


"Gua ngerasa kalau perubahan sikap Mira ada hubungannya deh sama ini". Ucap Shila mulai berfikir.


"Jangan-jangan....". Ucap kesemuanya secara bersamaan saat sudah tahu sebab akibat dari perubahan sikap Mira itu.


Dan semuanya pun merasa perihatin aka Mira yang entah nasib malang apa yang terjadi padanya dan merasa bersyukur karena teman baiknya itu masih bernafas dan bertemu mereka.


"Kita ngga usah desek Mira buat cerita. Yang penting kita udah tahu kan apa yang dialami oleh Mira. Dia anaknya baik banget. Kita harus suport dan kasih perhatian buat dia". Ucap Nuri kepada kesemuanya.


"Betul ney gua setuju. Untuk masalah ini kita pura-pura engga tahu aja ya ney. Demi kenyamanan Mira". Ucap Oji menambahkan.


"Gua ngerasa ngga terima tahu ngga. Engga terima aja pokoknya". Ucap Shila dengan cemberut dan mau menangis.


"Lu bisa apa Shil buat ngelawan atau beri pelajaran itu orang. Udah lah ngga usah cari gara-gara. Nanti pasti Mira lagi yang kena. Hubungan meneger Er dan Mira sudah pasti di tentang. Martha yang lebih unggul. Lebih baik kita sama-sama ngesuport Mira. Nemenin dia di saat terpuruknya". Ucap Nuri mencoba menasehati.


Membuat kesemuanya pun mengangguk pasti dan saling diam untuk merenung.


Sementara di sisi lain ada Vikram Daviz yang tengah serius membaca beberapa informasi laporan di atas ranjang pasien dengan raut penuh murka.


Setelah itu ia pun langsung membuang berkas laporan yang sudah ia baca dengan detail dan menyeluruh.


"Semudah itu kau beralih halauan Martha". Ucap Vikram dengan penuh emosi.


"Lihat saja nanti. Aku akan membalasmu dengan caraku". Ucapnya lagi.

__ADS_1


"Kau bisa membantuku Yash. Bawa lah aku kepesta pernikahan itu. Dan juga wanita yang bernama Miranda itu pertemukan aku dengannya. Aku ingin melakukan sesuatu dengannya". Ucap Vikram kepada Yash.


"Dengan senang hati". Ucap Yash dengan tersenyum evil.


"Besok aku akan membuatnya bertemu dengan dokter Jodi di jam makan siang. Aku juga meminta bantuan tuan Atmaja untuk memudahkan rencanaku". Ucap Yash.


"Ya yang terpenting sembuhkan dulu rasa terahumanya dan sikisnya. Aku tidak ingin rencana ku gagal". Ucap Vikram dan lalu tersenyum mengerikan.


Ya vikram sudah mengetahui semua yang terjadi kepada dirinya selama setengah tahu ini. Dan sudah mengetahui siapa itu Miranda Nur dan keterkaitannya dengan masalahnya saat ini. Dan ia pun kangsung memiliki ide dan rencana briliand.


Penghianatan cintanya, kekejaman orang-orang yang menginginkan kematiannya juga harga dirinya harus terbayar lunas oleh orang-orang itu.


Karena Dulu saat ia tertarik dengan seorang Martha. Dirinya yang seorang putra mafia terkenal pun berusaha merubah identitasnya dan hidup biasa saja dengan penyamarannya.


Namun saat ini, saat semuanya ia ketahui. Maka bersiap lah untuk menerima akibat dari bermain-main dengan si kancil mafia itu.


setelah beristirahat siang dan makan siang bersama teman kerjanya. Mira pun lalu melanjutkan pekerjaanya menata gaun pengantin yang sialnya gaun itu milik dari nona Martha. Dan mau tak mau ia pun harus ikut memasangkannya nanti saat nona Martha mencobanya.


Gaun berwarna putih gading yang megah dan elegan dengan butiran permata di setiap gaunnya. Dan uniknya gaun itu bertemakan Bollywood.


"Nona Martha pecinta india juga ?". Tanya Mira seraya menyusun gaun.


"Iya kali Ney, soalnya yang ngomong tema bollywood duluan itu menejer Er waktu itu". Ucap Oji sang desainer memberi tahu. Membuat Mira yang tadinya tersenyum lucu menjadi terdiam terpaku.


Ia menjadi ingat saat meneget Er bertanya padanya kala itu tentang tema pernikahan apa yang ia impikan. Dan Mira menjawab tema Bollywood. untuk pesta, dan tema muslim saat ijab Qobul.


"Terus ijabnya tema apa ?". Tanya,Mira lagi kepada Oji.


"Tadinya sih menejer Er pengen yang pake kerudung gitu ney kaya orang arab gitu. Tapi Martha nolak ya jadi ijabnya pake kebaya mewah deh tuh warna putih". Ucap Oji dan menunjuk kebaya itu dengan kemayu.


Mira pun kembali murung dan sedikit berkaca-kaca saat mengingat jika semua ini yang ia inginkan dan bicarakan dulu saat di telfon.


"Cin gimana bajunya udah siap ?". Tanya Martha yang datang dengan Erlangga.


"Udah ney, ini lagi di tata sama gua sama Mira dan yang lainnya". Ucap Oji memberi tahu.


Mendengar nama Mira di sebut Erlangga pun merasakan jika jantungnya seolah terhenti dan sakit. Seseorang yang ia cintai harus menyaksikannya dan membantu wanita yang akan menikah dengannya.


"Yuk ney di coba. Emm meneger Er jasnya ada di ruangan sana. Di coba dulu ya". Ucap Oji yang mengarahkan Erlangga keruangan lain untuk mencoba jas pernikahan.


Mira dan dua orang lainnya pun membantu Martha mengenakan gaun itu dan Martha pun tersenyum melihat pantulan dirinya di cermin saat mencoba gaun itu.


"Aku fikir gaun bertemaka bollywood aka terasa aneh di tubuhku. Ternyata bagus juga". Ucap Martha dengan tersenyum.


Namun saat fikirannya terlintas pada sosok yang menghilang dari hiduonya selama setengah tahu terakhir membuatnya menjadi murung seketika.


"Ada masalah nona. Atau gaunnya tidak nyaman ?". Tanya Mira memastikan saat melihat wajah murung Martha.


Martha pun melirik tajam kearah Mira dan langsung menariknya untuk menghadap kekaca guna melihat pantulan dirinya dan Martha di cermin.


"Aku tahu selama ini kau dekat dengan calon suami ku". Bisik Martha tepat di dekat telinga Mira.


"Dan aku tahu, bahwa calon suamiku juga mencintaimu. CkCk sungguh kisah cinta yang malang. Kau mencintanya dia mencintaimu dan aku....Juga mencintainya". Ucap Martha lagi.


"Kau sudah mendapat pelajarannya kan dari calon ayah mertuaku. Hmm ingat itu baik-baik diotakmu. Jika kau masih berusaha untuk mencintainya maka bersiap-siaplah untuk menerima akibatnya". Ucap Martha mengancam.


"Dia miliku hanya untuk ku". Ucap Maetha dan lalu mendorong kecil tubuh Mira lalu melenggang pergi meninggalkan Mira yang terdiam menatap pantulan dirinya di cermin.


"Ney aku suka gaunnya. Terlihat pas dan apik di tubuhku. God job ciin". Ucap Martha seraya berjalan keruang ganti.


"Terimakasih ney". Ucap Oji dan tersenyum senang.


Namun saat nona Martha sudah menghilang di balik pintu ruang ganti. Oji pun langsung memperlihatkan muka aslinya yang terlihat sebal.


"Untung lu cocok ya Marthabak busuk. Kalau engga dan bawel lagi minta ini itu. Cek out gua dari butique ini". Ucap Oji dengan kesal. Membuat Mira langsung tersenyum maklum.


"Pusing gua ney, selama dua minggu diteror habis-habisan sama itu anak lampir. Masalah gaun ginian". Ucap Oji bercerita yang sejujurnya menghibur Mira yang tadi terlihat di maki oleh nina Martha.

__ADS_1


__ADS_2