Luluh

Luluh
Episode 37


__ADS_3

Empat hari dari kejadian pertengkaran yang terjadi di kediaman keluarga Leonard pun berlalu. Luka yang di alami oleh Raina pun sudah mulai mengering dan pipi lebam Mira pun sudah kembali mulus tanpa lebam kemerehan.


Hampir satu minggu Mira berada di kediaman keluarga leonard. Dan ia pun merasa semakin banyak tanda tanya akan keluarga itu. Dari nyonya Yasmine yang semakin membenci dirinya dan nona Mira, Kedua kakek nenek dari Yash yang selalu berkada pedas terhadap nona Raina, namun seperti menghormati dan berucap baik kepada Mira.


Mira pun juga merasa jika tuan muda Yash sangat keterlaluan kepada ibu tiri dan kedua kakek neneknya. Dia seperti angkuh dan enggan menghormati ketiga orang itu. Bahkan yang lebih mengerikan bagi Mira adalah saat Yash benar-benar menembak nyonya Yasmin di depan mata kepalanya sendiri. Dan beruntungnya tembakan itu meleset.


"Apa yang tengah kau fikirkan ?". Tanya Yash saat melihat Mira hanya duduk diam sembari bersandar pada ujung tempat tidur Yash.


"Tidak tuan, saya hanya nerasa bosan dan ingin pulang". Ucap Mira seraya melihat kearah Yash yang tengah duduk di sofa kamar seraya memangku laptop kerjanya.


Yash pun hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan jujur Mira. Ia tahu jika sebenarnya Mira berkata bohong kepadanya. Sejak kejadian di sore itu, Yash merasa Mira sedikit takut kepadanya dan menjauhinya. Dia terlihat tegang saat Yash mendekatinya.


"Aku akan mengantarmu pulang". Ucap Yash santai. Membuat Mira langsung menatap Yash penuh.


"Setelah aku memastikan kau benar-benar sembuh". Imbuh Yash dengan menatap lurus kearah Mira. Membuat Mira langsung tertunduk kecewa.


"Saya, sudah baik-baik saja ko". Lirih Mira dengan lesu.


Namin tidak ada tanggapan dari Yash. Ia malah tetap fokus pada laptopnya.


"Hhhh, setidaknya jangan membuat ku berada di satu kamar denganmu tuan. Empat hari ini saja kita selalu bertemu. Kau tidak pernah meninggalkanku sedikit pun. Lihat saja, dia bekerja pun di kamarnya. Bahkan makan pun di kamar". Batin Mira merasa jengah.


TOOKK TOKK TOOK !!!


Suara ketukan pintu dari luar ruangan kamar Yash pun bergema. Membuat Yash dan Mira menjadi saling pandang di kejauhan.


Yash pun lalu membuka ponselnya dan berbicara kepada seseorang di ponsel itu.


"Ada apa ?". Tanya Yash kepada paman Gun yang terlihat tengah berada di dalam layar ponselnya.


"Maaf mengganggu tuan muda. Ada tuan muda Vikram dan nona muda Raina ingin bertemu dengan anda dan nona Mira tuan". Lapor paman Gun dengan sopan.


"Masuk lah". Ucap Yash dan langsung mematikan ponselnya.


Memang sudah sejak lama Yash selalu menggunakan aplikasi rahasianya untuk melihat siapa saja yang mengetuk pintunya melalui ponselnya dan dapat berbicara kepada,seseorang yang berada di luar kamarnya nelalui interekom kecil yang menempel pada dinding di sebelah pintu kamarnya.


Tak berapa lama masuk lah Vikram dan Raina di temani oleh beberapa orang yang Vikram bawa. Mereka pun masuk dan lalu menata beragam setel baju di depan mata Mira dan Yash.


"Apa-apaan ini ?". Ucap Yash merasa tak suka.


"Kau membuat kamar ku seperti toko baju huh ?". Tanya Yash lagi dengan sinis.


"Yapp baju saree india terbaik dan terapik di negara kelahiranku. Aku bawa khusus untuk Raina dan Mira. Agar mereka dapat tampil sempurna di pesta pernikahan kedua anak konglomerat itu". Ucap Vikram santai.


Mira yang melihat sederet baju berkualitas baik dan beragam model itu pin langsung turun dari tempat tidurnya dan mendekat kearah deretan baju itu dengan mata yang berbinar indah.


Yash yang melihat tingkah Mira pun langsung memberengut tak suka saat Yash tahu ekspresi senang Mira.


"Dasar para wanita". Batin Yash berkata gemas.


"Semua ini tuan ?". Tanya Mira seraya meraba beberapa gaun.


"Yeah sweet, semua itu untuk kau dan Raina. Pilihlah yang kau suka. Coba dan beri tahu aku dan Yash. Biar Kami yang akan menentukan baju itu cocok untuk kalian atau tidak". Ucap Vikram dengan tersenyum lembut.


Mira dan Raina pun langsung mengangguk senang dan memilih-milih dengan seksama. Dan Vikram pun langsung duduk di samping Yash dengan santai.


"Paman Gun ". Ucap Vikram memanggil. Membuat Gun pun mendekat kearah Vikram.


"Aku haus, ingin sekali Whine dengan es batu di dalamnya. Tolong hidangkan ya". Pinta Vikram kepada kepala pelayan itu.


Gun pun tidak langsung meng iyakan. Ia malah melihat terlebih dulu kearah tuan mudanya meminta izin. Dan Yash pun hanya menghela dan mengibas tangannya dengan santai. Menandakan bahwa tuan mudanya itu mengizinkan.


"Akan saya siapkan tuan". Ucap Paman Gun sopan.


"Sekalian camilannya ya". Ucap Vikram lagi.


"Baik tuan". Sahu paman Gun sopan dan berlalu pergi.


"Hhh...Yang tuan rumah disini itu kau apa aku". Cibir Yash kesal. Sedangkan Vikram hanya tersenyum saja menanggapi cibiran dari si mulut pedas Yash.


Akhirnya Mira pun menjatuhkan pilihanya pada saree hitam yang bertaburkan kristal kecil pada setiap kainnya dan ia pun mencobanya. Sedangkan Raina pada saree berwarna kuning cerah. Mereka pun masuk ke dalam ruang ganti yang sudah di buat khusus oleh para orang-orang dari Vikram itu.

__ADS_1


Dan saat keluar Vikram punya menyipit silau saat keduanya keluar dan Yash memandang kearah lain.


"Oh shit. Baju kalian terlihat menyilaukan di matahu. Sweet, kau terlihat menyeramkan saat memakai saree hitam itu. Dan kau My princess, kau terlihat emmm... Tertilap oleh baju itu. Itu seperti kebesaran untuk mu". Ucap Vikram merasa,tidak setuju.


"Huuh, padahal aku suka warna kuning ini". Ucap Raina kesal dan Mira pun hanya diam menunduk.


"Bagaimana menurutmu Yash ?". Tanya Vikram.


"Tak tahu. Aku pusing melihat kedua warna itu". Ucap Yash dengan nada dinginnya. Membuat kedua gadis itu pun mendesah kecewa.


"So, kalian harus berganti baju lagi sayang. Pilih lah yang benar ya". Ucap Vikram lembut. Kedua gadis itu pun hanya bisa pasrah dan berlalu pergi untuk memilih baju kembali.


Pesanan yang Vikram pesan pun datang. Paman Gun yang di temani pelayan Itha dan Zizi pun mulai memasuki kamar Yash dan mereka sedikit terkejut saat melihat deretan baju saree india yang menawan.


Kedua pelayan itu pun langsung menyiapkan beberapa botol Whine dan balok keci es batu serta cemilan ringan seperti kacang asin, kacang almond dan kacang kapri di toples sedang serta satu teko kaca air putih dan beberapa gelas. Setelah selesai, kedua pelayan itu pun di suruh untuk keluar.


Zizi yang merasa tak rela itu pun terlihat enggan untuk keluar dan malah menatap sengit kearah Mira yang tengah tersenyum bercengkrama ria dengan Raina seraya memilih pakaian.


"Sialan. Nona itu sungguh menyebalkan. Seharusnya aku yang berada di sana. Aku yang pantas bukan dia. Argghh sial". Geram Zizi merasa tak terima.


Ita yang menyadari lirikan dari kedua tuan muda itu pun langsung menggeret paksa Zizi untuk keluar. Semua itu demi keselamatan kerjanya. Jika dia tidak mengatasi Zizi dan membiarkannya menstap sengit kedua nona muda itu. Sudah di pastikan pekerjaanya itu terancam besar. Apa lagi saat melihat kedua putra mahkota itu sudah menyadari arti dari tatapan Zizi.


"Aduuh, Ita. Apa-apaan sih kamu. Main seret sembarangan sakit tahu". Ucap Zizi dengan kesalnya.


"Ziziana Reivan. Pleasw ya jangan banyak ulah saat bekerja. Jika ulahmu itu hanya kau saja yang kena aku sih masa bodo ya. Tapi ulah mu itu bisa membahayakan pekerjaanku tahu". Ucap Itha saat sudah berada di luar kamar tuan muda Yash.


"Aku sebal dengan wanita baru itu. Mudah sekali dia mencuri perhatian banyak orang. Apa lagi kamu lihat kan tadi Tha. Wanita itu sedang memilih baju yang ooh astaga....Aku tidak terima ini". Ucap Zizi merasa kesal yang teramat sangat.


"Engga perduli aku Zi. Itu urusan mu". Ucap Itha acuh dan berlalu pergi meninggalkan Zizi yang berdiri kesal.


Tanpa mereka sadari, percakapan yang mereka ucapkan di depan kamar tuan muda itu. Terdengar jelas oleh Vikram dan Yash yang kala itu tengah mendengarnya melalui ponsel Yash. Kesalahan dua pelayan itu ialah, mereka berbicara di dekat interekom kecil yang ada di dekat pintu kamar Yash. Sehinggga memudahkan Yash dan Vikram untuk mendengarnya dan mencari tahu.


"Pelayan yang bernama Zizi itu. Baru satu tahun ini kan bekerja disini ?". Tanya Vikram mencoba mengingatnya.


"Ya. Dia anak dari bibi Rena dan paman sendi. Mantan koki dan kepala keamanan di mansion ini. Bi Rena dan paman Sen itu kecelakaan saat hendak pulang dari mansion ini. Dan Zizi memohon untuk di jadikannya pelayan di mansion ini. Intuk membiayai pengibatan kedua orang tuannya yang tengah koma itu". Ucap Yash menjelaskan.


"Tetapi belakangan ini sikapnya aneh. Dia terkadang sering melihat ku dari kejauhan dengan tatapan memuja. Membuatku merasa enggan". Ucap Yash dan lalu menuangkan Whine kedalam gelas dan meminumnya.


"Buat apa aku memperhatikan seorang pelayan yang tidak tahu diri itu. Dia bahkan terkadang terang-terangan menghodaku. Menjijikan sekali". Ucap Yash pedas.


"Haahaa... Bukanya kau suka wanita berparas jepang. Mungkin saja suaranya itu menantang di telingamu". Ucap Vikram tanpa ampun itu.


"Sialan kau. Diam lah tidak usah membahasnya". Ucap Yash kesal. Membuat Vikram tertawa keras di buatnya.


Sudah lima kali Raina dan Mira mencoba pakaiannya dan lagi-lagi mereka harus menelan rasa kecewa saat kefua pria itu lagi-lahi menolak keras.


"Haaahh, aku lelah kak. Sudah lah aku tidak mau lagi memilih". Ucap Raina merajuk dan langsung duduk di sofa lingkar. Dan Mira pun mengangguk setuju lalu ikut duduk juga.


"Ya sudah. Tidak usah ikut saja. Kau Mira, aku belum memastikan keadaan mu kepada,dokter Jordan. Dan kau Rain, kakimu juga belum sembuh betul. Jadi lebih baik kalian diam di rumah dan istirahat. Apa kalian mengerti". Ucap Yash tegas dan tanpa bantahan.


Mira dan Raina pun menjadi saling pandang lalu mereka pun langsung menatap Yash dengan tatapan menantang.


"Tidak akan".


Ucap Mira dan Raina secara bersamaan. Membuat Yash langsung nenatap keduanya tak percaya. Sementara Vikram hanya tertawa saja dalam diam.


"Perlu kakak ketahui. Aku dan Mira itu pecinta bollywood. Aku juga ingin menyaksikan pesta yang berbau timur tengah itu". Ucap Raina kesal.


"Dan saya sudah berjanji kepada tuan Vikram untuk menjadi patner menarinya di pesta itu tuan". Ucap Mira tegas.


Membuat Yash langsung menatap kedua wanita itu dengan bergantian saat mereka mulai berbicara satu persatu.


"Jika kakak tetap tidak mengizinkan maka aku tidak akan berbicara lagi dengan kak Yash". Ucap Raina mengancam dengan satu tarikan nafas.


"Dan saya tidak akan lagi mau bertemu dengan tuan Yash". Ancam Mira dengan tatspan teduhnya.


Yash yang mendengarnya pun sedikit terusik dan tak menyangka. Kedua wanita itu bersatu untuk menentang perintahnya dan mengancamnya secara bersamaan.


Vikram yang sedari tadi hanya menonton pun di buat lucu opeh Yash yang tidak bisa berbuat apa-apa,saat kedua gadisnya itu bersatu untuk menentangnya.


"Sangat mirip sekali dengan laki-laki yang memiliki dua istri". Ucap Vikram dalam batinnya.

__ADS_1


"Stttt... Sudah lah, kalian jangan bertengkar dan saling menentang seperti ini". Ucap Vikram menengahi.


"Ok baik lah. Bagaimana jika aku yang memilihkan baju untuk kalian dan biar Yash yang akan menentukan". Ucap Vikram mencoba bernego.


"Setuju". Ucap Mira,dan Raina secara bersamaan.


"Tidak". Ucap Yash tegas.


"Ohoo... Dua lawan satu. Maaf tuan Yash, anda kalah". Ucap Vikram telak. Membuat Yash langsung menghela keras.


Vikram pun langsung mengajak Mira dan Raina untuk ikut dengannya dan membawa dua orang pelayan untuk membantunya.


Setelah itu ia pun menyerahkan baju yang ia pilih kepada,Mira dan Rauna. Dan menunggu kembali bersama Yash yang saat itu tengah meminum Whinenya rakus karena kesal.


"Aeas saja Vik. Pilihanmu selalu saja buruk". Ucap Yash kesal.


Dan setelah lima belas menit menunggu keluarlah keduanya dengan menggunakan kain saree pilihan dari Vikram itu.


Saree india milik Mira....



Dan saree india milik Raina.....



Yash yang tengah meminum whine dengan melihat kearah keduanya pun langsung tersedak seketika. Ia pun terbatuk dengan kuatnya dan langsung menyambar air putih yang sudah di tuangkan oleh Vikram.


Yash pun lalu meminumnya dengan rakus dan setelahnya ia kembali bernafas dalam. Ia pun lalu melihat kedua gadis itu dari ujung kepala sampa ujung kaki seraya mengambil kacang almond dan mengunyahnya.


"Apa kau gila Vik. Kau menyuruh Raina dan Mira berpakaian seperti itu ?". Tanya Yash dengan mata melotot dan mulut penuh oleh kacang almond.



Vikram pun hanya tersenyum kalem dan berucap ". Bukanya itu sangat sexy Yash. Lagi pula ini kan Saree. Semua jg akan berpakain seperti ini".


"Kau jangan coba-coba membodohiku Vik. Kau fikir aku tidak tahu". Ucap Yash angkuh.


"O... Ok baiklah. Aku hanya memberi saran saja untuk mereka. Jika mereka nyaman ya, bagus kan". Ucap Vikram memberi alasan.


"Nyaman matamu Vik. Aku tidak setuju. itu terlalu terbuka dan memperlihatkan sekali lekuk tubuh mereka. Dan lagi pula, di negaramu. Orang dengan berpakaian seperti mereka itu bikannya yang sudah menikah. Sedangkan mereka....Kau fikir lah, sudah menikah belun huh ". Ucap Yash mengeluarkan segala pengetahuannya.


"O... tenty saja tidak Yash. Ada beberapa gadis yang bisa memakai kain saree seperti itu. Bukan hanya yang sudah menikah saja. Tetapi untuk acara khusus saja. Dan wanita yang sudah menikah di negara ku itu swlain memakai cincin pernikahan, mereka juga memakai manggal sutra dan sindur Yash. Yang warna merah di ujung kening mereka itu sindur dan kalung panjang yang melingkar di leher mereka itu manggal sutra". Jelas Vikram kepada Yash.


"Terserah...Yang jelas aku tidak ingin mereka memakai baju itu". Ucap Yash tanpa bantahan.


Mira dan Raina yang sedari tadi hanya mendengar pun memutuskan untuk duduk dan memakan cemilan yang tersedia. Dan karena rasa haus yang teramat sangat itu pun. Membuat Raina langsung menuangkan Whine kedalam gelas yang di tambahkan es batu di dalamnya dan ia pun meraciknya juga untuk Mira. Lalu mereka pun meminumnya dengan sekali teguk.


"ASTAGA Rain, Miraaa !". Seru Yash dengan lantangnya.


Yash yang baru menyadarinya pun langsung meneriaki kedua gadis itu untuk mencegah mereka meminumnya. Namun sayang, mereka sudah terlebih dulu meminum whine itu dengan sekali teguk.


"Ahhh, segarnya....". Seru Raina dengan senang dan rasa puas.


"Emmmh, minuman apa ini kenapa rasanya ada pahit-pahitnya ?". Tanya Mira yang merasa aneh.


"Oh shit !". Seru Yash dengan pasrah.


Vikram pun hanya tersenyum saja dan kembali memakan kacang asin dengan santai. Sementara Yash hanya diam sembari melihat kearah Mira. Yash khawatir jika Mira tidak tahan akan minuman itu.


"Jika Raina, aku tak akan mempermasalahkannya. Dia tahan akan minuman itu. Tetapi jika Mira, aku rasa tak yakin dia bisa tahan dengan minuman itu. Arrgggh kenapa jadi begini". Batin Yash merasa kesal dan was-was.


Vikram pun melihat kearah Mira dan baru menyadari dan berfikir yang sama dengan Yash tentang kemampuan Mira menahan pengaruh dari minuman itu.



"Mira, apa kau baik-baik saja ?".Tanya Vikram dengan raut khawatirnya.


"Hmmm, ya aku baik tuaan". Sahut Mira dengan nada seperti orang yang setengah mengantuk.


Yash pun akhirnya saling pandang dengan Vikram dan langsung mendesah lemah. Mereka lupa dan menyesal telah menyuruh paman Gun untuk membawakan minuman itu. Sedangkan Raina yang tahu maksud dari mimik wajah kedua pria dewasa itu pun hanya tertawa saja seraya meminum minumannya kembali.

__ADS_1


__ADS_2