Luluh

Luluh
ke tempat kost


__ADS_3

" Anak-anak biar Mama bawa pulang saja, lagian mereka sudah capek dan ngantuk ini. Masak masih mau di ajak ke rumah teman." Ucap Mama Rama, berjalan menggandeng Nana di ikuti Rama yang menggendong Naufal karena kelelahan dan juga Yanna yang ada di sampingnya.


" Nanti ngrepotin mama." Kata Yanna, merasa sungkan saat mertuanya ingin membawa anak-anaknya pulang di kala dirinya dan Rama akan bertemu dengan temannya.


" Mama gak merasa di repotin. Malah mama senang ada cucu-cucu Mama di rumah. Mama jadi gak sendiri di rumah lagi malam ini." Jawab Mama, memencet tombol lift yang masih tertutup.


" Lihat Naufal, sudah ngantuk gitu. Masak mau di ajak ke rumah teman. Kasihankan, nanti mau di taruh di mana cucu mama kalau masih tidur." Imbuhnya lagi, seperti khawatir dengan cucunya.


" Ya sudah, aku nitip anak-anak sama mama." Kata Rama, membuat Mama Rama tersenyum mengangguk.


Sedangkan Yanna, masih merasa tak enak dengan Mama mertuanya. Menitipkan anak-anaknya pada Mama mertua. Tapi Mama mertua sangat memaksa dan tidak keberatan dengan Naufal dan Nana di titipkan. saat dirinya dan suaminya akan berkumpul dengan teman-temannya.


Mengikuti langkah mama menuju parkiran lantai empat. Dan berhenti di samping pintu masuk parkiran untuk menelpon sang sopir yang mungkin sedang menunggu mama.


Hampir lima menit mereka menunggu mobil dan melihat mobil Mama yang tidak jauh dari pandangan mereka.


Rama segera membuka pintu depan, menyuruh Nana untuk duduk di depan. Sedangkan Mamanya dan Naufal duduk di kursi tengah. Dengan Naufal yang sudah tertidur di pangkuan Mamanya.


" Maaf ya ma?" Ucap Yanna. saat kaca mobil bekalang terbuka.


" Gak apa-apa sayang. Mama senang malahan. Kalau bisa pulang malam saja, biar anak-ana tidur di rumah Mama." Kata Mama Rama.


Membuat Rama mengangguk tersenyum. " Oke ma!" Kekeh Rama. Seperti mendapatkan kesempatan berdua dengan istrinya malam ini. Sedangkan Yanna, memukul lengan suaminya.


Gampang sekali menitipkan anak pada mamanya. Pikir Yanna.


" Nana jangan nakal." Kata Yanna, sebelum mobil berjalan keluar mall.


Nana hanya mengangguk dan tersenyum. Anak perempuannya itu juga sudah merasa mengantuk dan lelah. Dan larangan mama sangat tepat, saat mereka akan membawa anak-anaknya ke rumah temannya. Bila di bawa, kasihan juga Nana dan Naufal. beruntungnya Mamanya ada di mall dan membawa anak-anaknya pulang ke rumah mamanya.


" Ayo?" Ajak Rama, melihat istrinya yang masih menatap mobil Mamanya hingga tak terlihat.


" Aku jadi ngerepotin Mama." Lirih Yanna.

__ADS_1


" Mama kan sudah bilang enggak merasa di repotin. Malah mama senang ada Naufal sama Nana di rumah." Jawab Rama, merangkul bahu istrinya dan berjalan beriringan menuju parkiran mobilnya.


" Iya sih Mas. Tapi enggak enak saja. Gak leluasa gitu nanti kalau anak-anak enggak aku bawa. Malah jadi kepikiran terus." Ujar Yanna.


" Enggak leluasa gimana?" Tanya Rama. " Kan jadi enak kalau gak ada anak-anak. Kamu bisa ngobrol sepuasnya sama teman-teman kamu."


" Ya kan aku kepikiran Mas? Takut mama nanti kecapekan jaga anak-anak. Takut anak-anak nakal di rumah mama. Jadi kayak gak tenang aja gitu Mas, ninggalin anak-anak." Ucap Yanna.


Rama seakan memahami kegelisahan istrinya. Di sisi lain merasa tidak enak dengan Mamanya, dan di sisi lain takut anak-anaknya nakal atau berbuat onar di rumah mamanya serta takut membuat mamanya kecapekan.


Mungkin itu yang Yanna gelisahkan.


" Ada bibik di rumah mama. Anak-anak juga pasti gak akan nakal." Kata Rama, memencet kunci mobil dan membukakan pintu untuk istrinya. Membuat Yanna menyadari, bila dirinya sudah sampai di depan mobil suaminya. dan amat manis di bukakan pintu oleh Rama.


" Makasih?" Ucap Yanna tersenyum.


" Sama-sama Ratuku." Jawab Rama, hingga Yanna berdecak sebal mendengarnya.


" Hhmm, iya mas." Jawab Yanna mengangguk.


Dirinya juga lupa bila tidak membeli apa-apa di dalam mall. mungkin karena terlalu fokus dengan anak-anak dan juga mengobrol bersama mama mertuanya.


Kalau dulu jalan kaki tidak terlalu jauh menuju kostnya. Kali ini menaiki mobil, dan harus berputar memakan waktu cukup lama. Apa lagi belum mengantri membelikan cemilan untuk teman mengobrol nanti bersama teman-temannya dan macetnya kendaraan saat jam pulang kerja.


Pukul enam, Mobil Rama berhenti seperti dulu di lapangan sedikit jauh dari kost Yanna. Keluar bersama, dan beriringan bersama menuju kost Yanna dulu.


" Permisi buk." Ucap Yanna dengan ramah, saat dua ibu selesai dari mushola berjalan pulang sambil menatapnya.


" Mbak Yanna? Aduh!! Apa kabar mbak!" Seru ibu A yang terkejut melihat Yanna. Yanna dan Rama berhenti saat ibu itu memberhentikan jalan mereka. Dan tersenyum lebar kala di sapa tetangganya dulu, serta masih mengingatnya.


" Eh, iya Yanna. Sampai pangling aku lihat tadi. Aku kira siapa loh!" Imbuh ibu B. Membuat Yanna dan Rama semakin tersenyum.


" Alhamdulillah baik buk. Ibu sendiri apa kabar." Balas Yanna.

__ADS_1


" Alhamdulillah baik juga mbak. Mbak Yanna pindah ya. Kok gak pernah kelihatan sekarang." Tanya Ibu A, sambil mengusap lengan Yanna. merasa senang bertemu dengan Yanna, gadis yang selalu ramah dengan siapapun. dan menatap pria di belakang Yanna.


Ganteng. Pikir ibu A, terpana melihat Rama. Tidak hanya ibu A saja, sebelahnya pun juga terpesona dengan Rama dan penasaran siapa pria di belakang Yanna.


" Iya Buk, sudah tidak kerja lagi sekarang." Jawab Yanna.


" Tidak kerja lagi? berarti pulang di desa, kerja di desa mbak Yan?"


" Masih di sini buk. tapi gak kerja. Alhamdulillah sekarang tinggal sama suami." Jawab Yanna.


" Loh! Mbak Yanna sudah nikah to. berarti yang di belakang ini suaminya kamu Yan!" Heboh Ibu B. mendengar ucapan Yanna.


" Iya, ini suami saya buk." Jawab Yanna. mengenalkan suaminya yang ada di belakang.


" Ya allah mbak Yanna sudah nikah! Selamat mbak Yanna. Ibu senang mbak Yanna dapat lelaki seperti suami mbak Yanna ini." Ucap Ibu A, senang dan terharu melihat Yanna sudah menikah. Apa lagi lelakinya gagah dan tampan seperti Rama ini.


" Ya allah iya loh, aku sampai terkejut kamu sudah nikah Yan. Ini para lelaki sini tau mbak Yanna sudah nikah, udah wes hancur harapannya." Imbuh Ibu B. " Selamat ya, Nak Yanna.


" Makasih buk." Jawab Yanna, setengah tertawa. " Kalau begitu saya permisi dulu buk, mau ke kost teman." Pamit Yanna, bila di lanjut melayani ibu-ibu berbicara dan bertanya tak akan ada habisnya nanti.


" Mari buk." Ucap Rama, ramah sambil tersenyum


" Iya-iya mari." Jawab bersamaan ibu-ibu dan menatap kepergian sepasang suami istri itu.


.


.


.


.


🍃🍃🍃🍃

__ADS_1


__ADS_2