
Yash bersama Jio pun langsung membawa Ram dan Vikram ke ruang yang di tunjukan oleh Zoe. Ada banyak peralatan medis dan juga obat-obatan di sana.
"Baringkan keduanya di bangkar itu. Mereka berdua di berikan obat bius tinggi oleh salah satu anak buah Fredi". Ucap Zoe seraya meracik beberapa obat.
"Haruskah aku percaya kepadamu ?". Tanya Yash sinis dan merasa curiga.
"Tentu. Karena hanya aku yang bisa memulihkan mereka". Ucap Zoe dengan santai.
"Bius itu tanpa rasa dan bau layaknya air. Bisa di campur kedalam minuman atau pun makanan. Salahnya sendiri, mengapa muncul di hadapan Fredi dengan gaya Vikram Davis si penyanyi jalanan". Ucap Zoe dengan raut heran.
"Memang terkadang dia itu dungu dan idiot". Ucap Yash asal.
Zoe pun hanya tersenyum singkat dan mencoba menyuntikan obat penawarnya kelengan Vikram dan Ram.
Selang lima belas menit. Keduanya pun mulai sadar dan tubuhnnya pun mulai bergerak ringan. Vikram yang terlebih dulu membuka mata pun langsung mensiratkan tatapan mata tajam.
"Bodoh. Hal gila apa yang membuatmu menjadi seperti ini Vik. Kau itu seorang mafia yang terkenal kancil. Tetapi baru kali ini kau sangat dungu". Ucap Yash memaki sahabatnya itu.
"Apa Mira sudah berada di pesta ?". Tanya Vikram dengan nada lemah.
"Yah, aku melihatnya sedang bersama tuan besar Jonathan dan Royan Rahardian". Ucap Zoe yang menjawab pertanyaan dari Vikram.
Dengan tatapan nyalang dan tajam. Vikram pun langsung menarik kerah baju Zoe dan membantingnya kelantai dengan tenaga yang belum pulih.
"Sialan kau. Kenapa kau ada hadapanku HUH. Kau itu sama saja dengan kakak sialanmu itu". Ucap Vikram penuh amarah dan langsung menendang kuat perut Zoe sehingga membuatnya mengaduh dan terbatuk.
"Tahan Vik. Dia yang sudah memberi tahu kan ku akan keberadaanmu dan Ram". Ucap Yash memberi tahu dan mencoba meredam amarah Vikram yang meledak.
"Raaamm ?". Tanya Vikram lalu mengedarkan pandangannya merasa takut dan sedikit khawatir.
Setelah menemukan keberadaan Ram yang masih terbaring pada bangkar. Ia pun lalu bernafas lega saat tahu jika asistennya itu baik-baik saja.
Seperti yang banyak di ketahui orang yang berada di dunia gelap. Ram dan Vikram itu terkenal drngan sebutan Rama dan Laksman.
"Dia juga yang memberikan obat penawar untuk mu dan Ram. Sepertinya dia bersungguh-sungguh dalam hal ini". Ucap Yash menjelaskan.
"Heh..Kau percaya ?". Tanya Vikram sinis.
"Tentu saja tidak. Aku hanya memberi tahu". Ucap Yash santai.
Zoe pun hanya bisa tersenyum mendengar ketidak percayaan mereka kepadanya. Memang sulit untuk mempercayai adik dari pria licik dan penuh ambisi.
"Terserah kalian mau percaya atau tidak. Aku sudah mau membantu. Setidaknya bantuanku ini dapat membuat kalian lebih bisa menjaga Mira. Semua ini aku lakukan untuknya. Hanya kalian yang mampu melindunginya dengan baik". Ucap Zoe berusaha jujur.
"Sebagai penebus rasa bersalahku kepadanya". Ucap Zoe lagi dengan mata menerawang penuh sesal.
"Aku juga sudah muak dengan lelaki itu. Kalian fikir aku ini adiknya. Aku adalah bonekanya dan hanya di cari saat butuh. Aku juga memiliki rencana untuk menghancurkannya". Uxap Zoe dengan penuh tekad.
"Pertemuanku dengan Mira. Dan hukuman dari tuan Yash dan ayahmu lah yang membuatku sadar. Jika kakakku tidak pernah ada untuk ku". Ucsp Zoe dengan tersenyum miris.
Yash pun langsung mengernyit saat mendengar ungkapan dari Zoe. Memang Jonathan jika sudah menyukai seseorang. Pasti akan dia lindungi setengah mati tanpa diketahui oleh siapa pun. Dan jika Jonathan sudah turun tangan. Maka bersiaplah kau untuk menyesal seumur hidupmu.
"Aku tidak akan mengucapkan rasa terimakasih kepadamu. Itu pantas kau dapatkan dan sudah sepatutnya kau lakukan. Obati luka mu sendiri". Ucap Yash dan berlalu pergi di susul Vikram. Sementara Jio masih berada disana. untuk menunggui Ram yang tak kunjung sadar.
"Kenapa Ram tak kunjung sadar ?". Tanya Jio kepada Zoe. Zoe pun menghela dan menatap Jio dengan santai.
"Dia terkena pukulan benda keras. berbeda dengan tuan Vikram yang hanya di berikan obat bius dosis tinggi. Tunggui saja, mungkin sebentar lagi ia sadar". Ucap Zoe dan berlalu merebahkan tubuhnya pada bangkar sebelah dan terpejam.
Sementara di dalam pesta sudah banyak sekali orang yang datang. Membuat Mira sedikit pusing melihatnya. Beruntung Jonathan tanggap dan langsung membawa Mira, Raina, Royan, Maya dan Jasson untuk duduk dikursi khusus. Yang tak jauh dari pelaminan. Sehingga memudahkan Erlangga untuk mencuri pandang kearah Mira yang kala itu tidak tahu menahu bahwa dirinya di pandangi oleh sang pengantin pria.
Acara pun berlangsung dengan MC yang berada diatas panggung megah tengah melakukan sesi ceramah dan bagi-bagi hadiah. Dan Tibalah saatnya untuk kedua mempelai melakukan lempar bunga. Maka di suruhlah kedua mempelai itu untuk maju keatas panggung.
Dan keduanya pun berjalan bergandengan menuju atas panggung. Lebih tepatnya Martha lah yang menggandeng paksa Erlangga. Namun di mata banyak orang, mereka adalah pasangan yang romantis layaknya pengantin baru.
__ADS_1
Raina yang heboh pun langsung menarik Mira dan Jasson untuk ikut berebut buket bunga yang mitosnya dapat membuat orang yang berhasil menangkapnya itu akan cepat menyusul kepelaminan.
Mira dan Jasson pun hanya bisa pasrah saja dan mengikuti Raina. Saat Royan hendak membuntuti Mira guna mengawasinya dengan ketat. Tiba-tiba ia melihat Yash yang ikut berjalan menuju kearah tempat dimana Mira berada. Menyusul Mira dan kedua adiknya. Sehingga Royan pun dapat bernafas lega dan merasa tenang.
"Siap yaa para tetamu undangan. Yuk hitung yaa. Satu....Duaa....Tigaaaa...". Seru MC dan para tamu lalu berebut saling lompat menggapai buket bunga yang terbang itu.
Mira yang sebenarnya enggan itu pun memilih berdiri sedikit lebih jauh dari kerumunan dan hanya melihat saja. Namun entah mengapa buket bunga itu seolah-olah terbang lebih tinggi dan menuju kearah Mira. Membuat Mira terkejut dan reflek menangkapnya. Pada saat nersamaan, Yash yang tidak tahu jika ada acara pelemparan bunga itu pun sama terkejutnya saat ia sampai di sisi Mira hendak mengatakan sesuatu dan bunga itu pun jatuh tepat di tangan keduanya yang sepertinya reflek.
Mereka berdua pun saling pandang dan saling menggenggam buket bunga itu. Dan hal itu pun sukses menaruh banyak perhatian para tamu undangan yang melihat keserasian Mira dan Yash. Sedangkan Martha yang melihatnya pun mendengus kesal merasa tak rela jika Mira yang mendapat buket bunga itu bersamaan dengan tuan Yash yang mencuri banyak perhatian itu.
Sedangkan Erlangga pun menatap Mira dan Yash dengan raut patah yang kentara. Dan tuan fredi serta nona Yohana pun menyaksikan kejadian itu.
"Apa gadis sialan itu benar-benar menjadi kekasih dari tuan muda Yash. Jika benar aku tidak akan repot-repot lagi untuk berusaha melenyapkannya. Tetapi bukankah tuan Yash itu sempat digosipkan brother complex". Lirih Fredi dengan tatapan menyelidik kearah Mira dan Yash.
"Ooowaaeww.... Ternyata tuan muda Yash dan nona cantik itu yang dapat. Waahh selamat yaaa...Semoga buket itu dapat membawa kalian kepelaminan dengan cepat". Ucap MC itu dengan bersemangat.
Mira pun langsung menunduk malu dan Yash hanya menatap santai sekeliling dan buket bunga itu pun Yash serahkan kepada Mira.
"Simpan saja. Ini untuk mu". Ucap Yash santai.
"Terimakasih tuan". Ucap Mira sopan. Dan Yash pun hanya mengangguk singkat.
"Tuan, bagaimana dengan tuan Vikram. Apa dia sudah bisa dihubungi ?". Tanya Mira merasa cemas.
"Belum. Berdoa saja semoga dia tidak terlambat datang". Ucap Yash berbohong.
"Jika tuan Vikram tidak datang. Lalu bagaimana dengan misi itu". Tanya Mira sendu.
"Entahlah, aku juga merasa bingung". Ucap Yash dengan raut bingung.
"Ya jadi nona Martha. Anda ingin menunjuk siapa untuk bernyanyi bolywood di atas panggung ini ?". Tanya MC itu dengan penuh semangat.
Mira pun merasa janggal dengan pertanyaan MC itu. Seolah apa yang Mira dan Vikram rencanakan seolah berjalan. Namun sayangnya tuan Vikram tak kunjung datang.
"Dia....Miranda Nur...". Ucap Martha dengan lantang seraya menunjuk tepat kearah Mira yang masih berdiri bersama Yash.
"Yang akan menyanyi dan menari di atas panggung ini". Ucap Martha dengan tersenyum licik kearah Mira.
"Aku ingin lihat sebagus apa kau dalam menari dan bernyanyi. Gadis rendahan". Batin Martha dengan tersenyum setan
"Kau sengaja kan ingin mempermalukannya". Ucap Erlangga tepat di telinga Martha dengan geram. Dan Martha pun hanya tersenyum licik.
"Awas saja kau Martha. Aku tidak akan pernah mengampunimu lagi kali ini. Lihat lah sisi lain dari diriku". Ucap Erlangga dengan mata tajam.
"Tuan, bagaimana ini ?". Ucap Mira dengan raut panik.
"Tenanglah Mira. Kau bernyanyi saja sendiri. Kau pasti bisa. Suaramu juga bagus". Ucap Yash mencoba menyemangati.
"Waah...Ternyata yang di tunjuk oleh si mempelai wanita adalah nona cantik itu. Apa anda ingin duet bernyanyi dengan tuan Yash mungkin". Tanya sang MC dari atas panggung.
"Aku tidak bisa bernyanyi. Apa lagi lagu bollywood". Ucap Yash menolak.
"Ooh, ok kalau begitu silahkan nona cantik untuk keatas panggung. Dan silahkan kedua mempelai untuk duduk kembali di singgasananya yuukk". Ucap Sang MC dengan kemayunya.
Martha dan Erlangga pun lalu menuruni panggung. Sementara Mira pun mulai berjalan dengan gemetar menuju atas panggung. Saat di tengah perjalanan Mira pun berpapasan dengan Martha yang dengan sengaja menatap Mira dengan tatapan mengejek yang berkelas. Sementara Mira hanya menatap Martha dengan tatapan sendu. Dan aksi saling tatap itu pun berlangsung selama beberapa menit. Dan setelahnya Mira pun berjalan kembali menuju atas panggung.
Sesampsinya di atas panggung Mira mulai memposisikan mic dan mencoba mengatur nada setelah ia memberi tahukan ssng MC lagu yang akan ia bawakan.
Pal Pal Dil Ke Paas
Musik selow pun mulai mengalun dengan indah dan saat Mira hendak membuka suara. Tiba-tiba lampu panggung mati hanya menyoroti Mira yang tengah duduk dan seseorang lelaki yang mulai bersuara di belakang Mira.
"Rana tu pal pal dil ke paas...... Juuhi rane tujhe han ik saaaans". Ucap lelaki itu dengan nyanyiannya yang lantang dan merdu.
__ADS_1
Membuat Martha dan Erlangga yang melihatnya pun berdiri seketika karena saking terkejutnya melihat Vikram Davis. Kekasih Martha yang menghilang selama setahun belakangan itu.
Sedangkan fredi pun berusaha keras berfikir siapa lelaki itu. Karena sepertinya ia pun seperti pernah bertemu dengannya.
"Dia adalah Vikram D Latthore. Mafia kancil yang terkenal itu. Kau lupa telah mengundangnya untuk keuntungan bisnis kan. Dia lah orangnya". Ucap Zoe memberi tahu fredi dari belakang.
Fredi pun tersenyum puas melihatnya. Akhirnya keinginannya untuk memperluas bisnis pun menjadi nyata.
"Dia masih tergolong muda. Sayang, aku hanya memiliki satu putra. Jika aku memiliki satu putri lagi. Akan ku pastikan dia menikah dengannya. Ahhh itu masalah gampang. Kemenakanku juga banyak yang perempuan. Tinggal aku pilih yang cocok dan sesuai keriteria dia". Ucap Fredi dalam hatinya yang langsung menyusun rencana licik.
Mira pun tak kalah terkejutnya sekaligus lega saat melihat tuan Vikram hadir tepat saatnya menyanyi. Dan Vikram pun lalu mendekat kearah Mira dan meminta maaf dengan mesra atas keterlambatannya.
Membuat para tetamu yang hadir pun langsung heboh dan menerka-nerka. Siapa sebenarnya kekasih dari wanita itu. Tuan muda Yash yang terkrnal pengusaha sukses dan angkuh atau lelaki yang sedikit orang tahu bahwa ia adalah mafia dunia.
"Vik...benarkah itu ?". Ucap Martha merasa syok.
Ghina yang mendengar ucapan dari anaknya pun seketika mengernyit heran. Ia merasa bahwa anaknya itu berhalusinasi lagi.
Mira pun lalu melanjutkan bernyanyi di bait pertama dengan merdu. Membuat para tamu pun terkesima akan suara emas dari Mira. Martha pun juga merasa terkejut akan suara Mira yang fasih dengan lirik india itu. Begitupun dengan Erlangga yang merasa jika ini pertama kalinya ia mendengar Mira bernyanyi.
Dan di bait kedua, giliran Vikram yang menyanyi penuh penghayatan seraya sesekali menatap kearah Martha dengan tajam. Dan Martha pun ingat bahwa lagu itu lah yang membuatnya jatuh hati kedalam seniman seorang Vikram. Si penyanyi dari cafe ke cafe.
Ia pun lalu menangis seraya menatap Vikram penuh rindu. Dan merasa sangat kesal. Mengapa ia hadir saat dirinya sudah menjatuhkan hatinya ke pria lain. Kesahabat kecilnya sendiri.
"Kenapa Mira bisa .mengenalmu Vik. Sejauh apa kalian berhubungan. Kenapa gadis sialan itu bisa bersama mu. Bersama tuan Yash dan dekat dengan mamah Yohana". Batin Martha merasa bingung.
"Sial...Apa hubungan wanita itu dengan tuan Vikram Zoe. Dia seperti selalu membayangiku. Tidak cukup kah tuan Yash yang bersamanya. Benar-benar murahan".
Ucap Fredi geram. Zoe pun hanya melirik tajam dan ingin sekali memukul sang kakak yang tidak tahu diri itu. Namun ia urunggkan demi balas dendamnya.
"Tuan Vikram adalah sahabat tuan Yash sedari kecil. Wajar jika gadis itu mengenalnya bahkan dekat dengannya". Ucap Zoe memberi tahu.
"Sialan sekali. Aku harus cepat-cepat menyingkirkan wanita yang bernama Mira itu. Dia bisa saja menjadi ancaman terbesarku untuk mendekati tuan Vikram. Lakukan sesuatu Zoe. Kali ini aku tidak ingin kegagalan". Ucap Fredi memerintah. Zoe pun hanya nengangguk saja tanpa minat.
Lagu pun selesai mereka nyanyikan dengan baik dan apik. Para tamu undangan pun langsung bertepuk tangan dengan bangganya.
"Ekhhmm...Sebentar. Saya juga masih ada satu persembahan lagi untuk kedua mempelai. Sebuah dansa yang akan kami tunjukkan. Dengan lagu yang romantis dan penuh cinta. Let's the play". Ucap Vikram dan lampu pun kembali redup di sekitar. Hanya menerangi Vikram dan Mira.
Vikram pun lalu menunduk menekuk kakinya dan menatap Mira yang berdiri seolah bingung akan tingkah Vikram. Dan Vikram pun lalu mengangkat tangannya sebatas telinga dan menggerakan jemarinya layaknya tengan bermain piano.
Dan suara musik piano pun tiba-tiba muncul membuat Mira dan yang lainnya terkejut lalu heboh merasa familiyar atau tahu betul dengan nada piano itu.
"Owww ya ampun kuch kuch hota hai".. Seru salah satu penonton dan bertepuk tangan di susul oleh tepuk tangan tamu undangan yang lain.
Memang lagu yang Vikram pilih adalah lagu dari film yang melegenda itu dan masih banyak diminati sampai sekarang. Lagu dari film kuch kuch hota hai yang diinstrumenkan dengan piano slowmo yang cocok untuk berdansa romantis.
Vikram pun lalu mengulurkan tangannya kearah Mira dan lalu disambut oleh tangan Mira. Vikram lalu menarik tangan Mira serata berdiri tegap membuat Mira langsung berputar dan memeluk Vikran dan tangan Vikram ia rapatkan kearah pinggang Mira. Dan jadi lah mereka berdua berdansa dengan apiknya.
Martha yang melihatnya pun semakin tersiksa karena lagu itu bersera dansa itu. Semuanya adalah kenangannya dengan Vikram.
Selain itu Yash pun merasa sedikit kesal saat melihat Mira berdansa dengan mesranya. Padahak setahunya saat latihan tidak semesra itu. Malah Mira lebih banyak mendapat omelan dari Vikram.
Dan saat lagu hampir habis Mira pun di dorong oleh Vikram untuk ketengah panggung dan meninggalkannya sendirian untuk menepi kearah Yash . Lalu lampu itu pun meredup.
Dan menyusullah beberapa orang penari keatas panggung sembari menepuk bahu Mira yang syok itu.
"Nona, ayo menari bersama kami. Anda pasti sudah di beri tahu kan tuan Vikram. Untuk menari bersama kami. Waktu itu kita pernah latihan dua kali nona". Ucap sang penari menjelaskan.
Mira pun lalu mengangguk dan faham. Rupanya tuan Vikram ingin membuat para tamu undangan itu merasa kepo dan heboh akan sikap tuan Vikram kepadanya dan musik pun mulai berbunyi serta lampu panggung pun mulai menyala dengan redup.
Silsila Ye Chahat Ka.
__ADS_1