
"Saya terima nikah dan kawinnya Marthania Putri Atmaja Binti Kusuma Atmaja dengan maskawin tersebut di bayar tunai". Ucap Erlangga dengan mantap dsn lantang di depan para saksi, tamu undangan dan penghulu pagi itu..
"Bagaimana para saksi. Sah ?". Tanya penghulu memastikan.
"SAH...".
Ucap para saksi dan seluruh tamu undangan yang hadir. Dan penghulu pun mengucapkan hamdallah dan doa-doa setelahnya.
Tanpa mereka sadari dari kejauhan berdirilah Mira dengan balutan kebaya moderen warna biru muda dan bawahan batik warna hitam yang terdapat ukiran garis warna biru dengan riasan soft dan rambut tergelung rapih. Menatap kearah dua insan itu dengan tatapan sendu.
"Kau baik-baik saja ?". Tanya Yash yang kala itu berdiri di samping Mira dengan memakai kemeja batik lengan panjang dengan warna yang sesuai dengan bawahan Mira. Istilah jaman ini ialah baju couple.
"Ya tuan, saya...Ekhem aku baik-baik saja". Ucap Mira sumbang dengan neralat kata saya menjadi aku. Sebab Yash sudah mengultimatum kata-kata itu sebelum pergi keacara ijab meneger Er.
"Bagus lah. Jangan mmembuang air mata mu demi lelaki pengecut sepertinya". Ucap Yash sinis.
"Benar, dia tak pantas kamu tangisi Ra". Ucap Mayya yang hadir memenuhi undangan bersama sang suami dengan kebaya moderen warna ungu.
Mira pun hanya mengangguk saja dan menguatkan hatinya untuk berusaha tegar dan baik-baik saja. Karena biar bagaimana pun. Erlangga sempat singgah lama di hatinya.
Setelah itu kedua mempelai pengantin itu pun diarahkan untuk menaiki pelaminan dan berfoto bersama keluarga dan para tamu undangan.
Mira dan yang lainnya pun maju kedepan untuk mengucapkan selamat kepada kedua mempelai dengan berpasangan dengan Yash yang selalu berada didekatnya dan sesekali menggandeng Mira dengan lembut.
Pertama ucapan selamat di berikan dari tuan johan dan nyonya Mariana. Di susul oleh tuan Jhonathan dan nyonya Yasmine dan berikutnya sikembar Attha dan Artha, lalu Raina dan Jasson dan setelah itu Mira dan Yash.
"Saya dan Mira ingin mengucapkan selamat tuan dan nyonya Atmaja atas pernikahan putri anda". Ucap Yash sopan dan kalem.
"Terima kadih kembali tuan muda Yash dan Mira, sudah berkenan hadir". Ucap Tuan Atmaja dengan tersenyum senang. Sementara Nyonya Atmaja hanya tersenyum saja kepada tuan Yash dan melengos begitu saja saat tatapanya bertemu dengan Mira.
Mira pun hanya tersenyum maklum dan Yash menatap tajam kearah Nyonya Atmaja yaitu madam Ghina. Ia merasa tidak terima saat Mira diperlakukan seperti itu oleh wanita tua itu.
Yash dan Mira pun bergeser berjalan kearah sang mempelai yaitu Tuan Erlangga dan nona Martha yang keduanya menatap kearah Yash dan Mira dengan beragam ekspresi.
"Nona Martha, meneger Er. Selamat atas pernikahan kalian". Ucap Mira dengan tersenyum tulus.
"Teri makasih. Kau datang dengan tuan muda Yash. Apa kalian tengah menjalin hubungan ?". Tanya Martha dengan senyum angkuhnya.
Mira yang di tanyai seperti itu pun hanya mengetjab bingung dan menunduk. Ia merasa tak tahu harus berkata apa.
Yash yang menyadari kebingungan Mira mulai berinisiatif menggerakan tangan kanannya untuk menyentuh bahu kanan Mira dan membawanya merapat kepelukannya dengan berkata.
"Doakan saja". Ucap Yash dengan santai dan tersenyum.
Seluruh tamu yang melihatnya pun begitu terkejut dan penadaran akan gadis yang bersama tuan muda yang terkenal anti wanita itu. Karena yang mereka tahu hanya adik bungsunya lah yang selalu mereka lihat menemani Yash diacara-acara penting sebelumnya.
"Dia kekasih tuan muda Yash kah ?". Tanya salah satu tamu undangan wanita yang tengah bergerombol.
"Mungkin. Eh tapi aku kaya pernah liat itu cewe. Oh ya aku ingat. Dipesta gedung itu...Dia kan yang menangin kontes dansa yang diadakan sama tuan besar Leonard. Dia juga sepat dansa bareng tuan Yash loh. Sama dapetin hadia kalung berlian dari tuan besar Leonard. Kalung simbol keluarga leonard. Yang dengan sekali tunjuh apaa pun yang dia mau bisa dia dapat termasuk kepala kalian semua". Ucap salah satu wanita yang ada di kerumunan itu.
"Yang bener kamu ?". Tanya yang lainnya lagi.
__ADS_1
"Serius aku tuuh. Kalung itu bukan kalung sembarangan tau. Beruntung banget dia". Ucapnya lagi menimpali. Dan semua wanita itu pun langsung berdecak kagum kepada Mira. Gadis biasa yang mendapat keberuntungan besar.
"Ahh yaa, Kami memiliki hadiah untuk kalian di malam pesta pernikahan kalian nanti. Untuk anda nona Martha. Semoga anda menyukai hadiah dari kami nanti". Ucap Yash dengan tersenyum penuh arti.
Martha yang mendengarnya pun berbinar senang. Mendapat hadiah dari putra mahkota. Sunggu mimpi baik di siang bolongnya.
"Terima kasih tuan muda Yash, saya pasti akan menerimanya dengan baik". Ucap Martha dengan tersenyum senang.
Yash yang mendengarnya pun tersenyum lebar dan langsung merubah mimik wajahnya dengan serius saat Martha berbicara dengan nadam Ghina. Raut wajsh Tash berubah dingin dan angkuh. Tatapannya pun tajam menatap Martha yang merasa bahagia akan hadiah darinya yang bisa saja akan menjadi bumerang dalam pernikahannya.
Sungguh putri dari madam Ghin ini sangat polos sekali. Dia mudah percaya dan terbawa suasana bahagianya. Membuat Yash menjadi tak sabar ingin melihat ekspresi dari seluruh orang-orang yang tengah berbahagia ini.
"Joe kenapa gadis itu terlihat baik-baik saja. Kau sudah melakukan tugasmu kan ?". Tanya Fredi kepada Zoe.
"Sudah". Ucap Zoe singkat. Membuat Fredi sedikit merasa heran akan tingkah dari adiknya itu.
Setelah ia melaksanakan tugasnya untuk memberi pelajaran untuk Mira. Zoe seolah menghilang bak di telan bumi. Dan mincul kembali di acara pernikahan anaknya.
"Lalu kenapa dia masih bisa menunjukan mukannya disini ?". Tanya Fredi dengan mimik tak sukanya.
"Yang terpenting putra anda sudah sah menjafi suami dari nona Martha. Semua akan baik-baik saja. Pesan ku, jangan bermain-main lagi dengan nona Mira. Dia sekarang dilindungi oleh tuan besar Joonathan yang sudah menganggapnya putri sendiri dan tuan muda Yash yang seperti ada rasa dengan nona Mira". Ucap Zoe memperingati.
"Sial. Jika dengan Jonathan aku memang tidak bisa berkutik. Gadis kecil itu sungguh picik ternyata ". Ucap Fredi dengan tersenyum sinis.
Zoe pun hanya tersenyum saja saat mendengar umpatan dari kakak yang ia benci itu. Dia pun menyembunyikan senyum liciknya kepada Fredi.
"Tunggulah tanggal mainnya Fredi. Kau akan menyesal nanti. Bersenang-senanglah dengan anganmu itu". Batin Zoe dengan penuh kemisteriusannya.
Erlangga pun hanya diam menatap Mira dengan tatapan rindu. Dalam benaknya teringin sangat ia memeluk gadis itu dengan erat dan mengucapkan beribu kali kata maaf untuk gadis yang sangat ia cintai itu.
"Tentu. Aku tidak akan selemah dan sepengecut itu untuk orang yang ku cintai". Ucap Yash dalam dan sedikit menyindir Erlangga dengan pedas.
Erlangga pun hanya mengangguk dan berusaha untuk tersenyum dan dalam hatinya ia pun membenarkan ucapan Yash. Karena ia terlalu lemah dan pengecut sehingga membuatnya kehilangan cintanya.
Tak tahan dengan suasana yang awarkward. Mira pun lalu bergeser kearah nyonya Yohana atau tante Hana ibu dari Erlangga yang terlihat anggun dengan kebaya moderen warna coklat susu.
Hanna pun langsung memeluk Mira dengan erat dan menangis di pelukan Mira dengan tersedu-sedu. Ia sangat merasa bersalah akan apa yang terjadi kepada gadis malang itu. Ia dan anaknya Erlangga sudah menhetahui perbuatan apa saja yang dilakukan Zoe atas perinta dari suaminya itu. Dan hanya tak pernah menyangka kalau suaminya sebegitu ambisiusnya kepada Mira.
"Tolong maafkan tanteu Mira. Tante tidak bisa melindungi dan mencegahnya. Tante sangat merasa bersalah". Ucap Hanna di pelukan Mira.
"Mira sudah nemaafkannya. Tante tidak usah merasa bersalah lagi. Semua sudah berlalu, anak tante sudah berbahagia, begitupun dengan saya". Ucap mira dengan tangisan pula.
Zoe, Fredi, Erlangga dan Yash pin mendengar semua percakapan antara Hanna dan Mira dan Zoe pun merasa menyesal karena pernah menyiksa Mira dan berbuat kasar kepada gadis yang memiliki hati yang begitu besar itu.
"Sudah lah. Tidak usah berlama-lama kau memeluknya. Jangan membuat hati menantuku sakit melihat ini. Dia bukan siapa-siapa mu". Ucap Fredi dengan menggeret paksa Yohana untuk melepas pelukannya dari Mira.
"Hapus air matamu. Bodoh !". Ucap Fredi sedikit membentak di telinga sang istri. Fan Yohana pun menghapusnya dengan sesenggukan.
"Kau tidak akan pernah tahu mas. Seperti apa rasanya menyesal. Seperti apa rasanya sakit saat tidak lagi dianggap ada oleh putranya sendiri. Yang kau fikirkan hanya ambisimu saja. Ya tuhan, semoga aku kuat dan lebih banyak rasa sabar". Ucap Yohanna seraya menghela nafas panjangnya dan berusaha tersenyum kembali kepara tetamu undangan.
Sementara Mira sudah sedari tadi pergi diseret dengan lembut oleh Yash dan memeluknya saat dirasa suasana dan tenpatnya aman. Yash memeluk Mira dan menenangkannya.
__ADS_1
Jika Yash menjadi Mira, tentu dia juga tidak akan sanggup bersikap biasa saja melihat orang yang ia cintai bersanding dengan orang lain. Dia tidak bisa membayangkannya jika itu terjadi kepada dirinya. Membayangkan jika Raina menikah dengan orang lain. Sungguh ia tidak akan sanggup.
Mira pun lalu melepas pelukannya dan menunduk menyembunyikan raut sesenggukannya. Dia merasa sangat malu karena menangis di pelukan Yash. Dan telah membuat kemeja bstiknya bassh oleh air matanya.
Yash pun lalu mengambil dua gelas jus yang di bawakan oleh para pelayan catering dan memberikannya satu kepada Mira.
"Minumlah agar perasaanmu membaik". Ucap Yash dan langsung di terima oleh Mira dengan baik. Dan mereka pun meminum jus itu bersamaan.
"Terimakasih tuan". Ucap Mira setelah meminum jus itu.
"Kau masih merasa takut dengan lelaki yang bernama Zoe itu. Aku mrlihat wajahmu pucat pasi saat melihatnya". Ucap Yash bertanya.
"Aku hanya belum terbiasa saja melihatnya tuan. Kejadian itu sangat sulit untuk ku lupakan". Ucap Mira jujur dan Yash pun hanya mengangguk saja.
Dan baru saja Mira merasa tenang. Seseorang yang tengah dibicarakan itu pun muncul menghampiri Yash dan Mira dengan menunduk sopan.
"Maaf menganggu, bisakah saya berbicara berdua dengan nona Mira ?". Tanya Zoe sopan dan meminta persetujuan dari keduanya.
Mira pun langsung menggenggam lengan Yash erat dan bersembunyi di belakang punggung tegap Yash dengan takut dan gemetar.
"Bicara saja. Aku tidak bisa meninggalkannya bersama orang sepertimu". Ucap Yash tajam.
Zoe pun menghela dan memaklumi ucapan Yash dan tingkah takut Mira saat melihatnya. Dia pun menyadari kesalahannya.
Zoe pun lalu menekuk kedua kakinya dan berlutut di depan Yash dan Mira dengan kepala tertunduk dalam. Mira yang melihatnya pun reflek menutup mulutnya merasa terkejut. Sedangkan Yash hanya memandang angkuh kearah Zoe.
"Maafkan saya Mira. Perbuatanku waktu itu memang sangat keterlaluan kepadamu. Aku terlalu gegabah dan tidak berhati-hati serta mencari tahu terlebih dahulu siapa dirimu dan keluargamu. Lelaki ambisius itu telah membohongiku dengan menyebutmu gadis rendahan yang tak tahu malu". Ucap Zoe dengan jujur kepada Mira.
Yash yang mendengarnya pun menjadi merah padam. Dan ingin sekali mematahkan leher lelaki tua itu agar ia tahu diri dan tidak asal bicara.
"Lampiaskan saja amarah mu nona. Saya siap menerimanya. Asal anda mau memaafkan saya". Ucap Zoe dengan suara penuh penyesalan.
Mira yang mendengar dan melihatnya pun hanya terdiam. Ia merasa sakit atas perkataan dari tuan Fredi terhadapnya. Dia pun sangat tidak bisa untuk melupakan kejadian yang menjijikan itu. Zoe sudah sangat keterlaluan, dan Mira sulit untuk memaafkannya.
Merasa Mira belum bisa memaafkannya. Xoe pun akhirnya menampar kedua pipinya dengan tangannya sendiri yang begitu kuat hingga kedua pipinya memerah. Dan Mira pun sangat terkejut melihatnya.
"Apa yang kau lakukan ?". Tanya Mira dengan raut terkejutnya.
"Jika anda tidak bisa memaafkan saya dan membalas perbuatan saya. Saya akan seperti ini sampai anda mau memaafkan saya nona". Ucap Zoe seraya menampari kedua pipinya itu.
"Sudah cukup. Saya memaafkan anda. Tetapi maaf, saya tidak bisa melupakan semuanya. Itu terlalu sakit bagi saya". Ucap Mira jujur dan membuat Zoe terdiam.
"Kai sudah mendengarnya. Pergilah dan jangan menampakkan batang hidungmu itu di hadapan Mira". Ucap Yash dengan tajam.
Zie pun mengangguk pasrah. Setidaknya Mira sudah mau memaafkanya dan hidupnya bisa tenang. Dan ia berjanji akan mengawasi dan melindungi Mira dengan nyawanya sebagai penebus dosanya di lain waktu. Zoe pun lalu berdiri dan menunduk pamit lalu melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Mira dan Yash.
Mira pun langsung membuang nafasnya dengan kuat dan memerosotkan tubuhnya jatuh terduduk di lantai. Sungguh menahan diri dari rasa terahumanya itu sulit dan selemas ini.
"Apa oau baik-baik saja Mira ?". Tanya Yash memastikan saat melihat Mira jatuh diatas lantai dengan raut lemas dan pucat.
"Aku rasanya sangat mual tuan, berhadapan dengan rasa terahumaku ternyata sesulit ini". Ucap Mira dengan suara lemas.
__ADS_1
"Sebaiknya kau pulang saja. Istirahat di mansion. Ingat nanti malam kau harus kemari lagi kan bersama Vikram". Ucap Yash mengingatkan dan Mira pun mengangguk.
Yash pun lalu menggendong tubuh Mira ala bridalstyle dan berjalan keluar gedung menghampiri Jio yang sudah standbye di tempat dengan mobil yang sudah ia siapkan untuk mengantarka tuan mudanya dan Mira pulang ke mansion.