Luluh

Luluh
Episode 34


__ADS_3

Siang itu Yash, Jio, Ram dan Vikram tengah berkerumun di dalam kamar Yash seraya menunggui Mira yang tengah terbaring di atas tempat tidur king side milik Yash. Raut wajah mereka terlihat murung dan muram.


"Hhh, kenapa bisa sampai seperti ini Yash. Kau marah dengannya atau bagaimana huh ?". Ucap Vikram dengan heran.


Yash pun hanya terdiam saja tanpa berkata apa pun. Dirinya pun merasa bingung dengan sikapnya sendiri. Dan jika kejadian ini sampai ketelinga kedua kakak dan kakak iparnya. Yash pun harus bilang apa dan bagaimana.


"Apa kau cemburu saat aku bilang jika Mira seksi saat berpose dengan memakai handuk kimono itu ?". Tanya Vikram penuh selidik.


"Bicara apa kau Vik. Mana mungkin aku cemburu. Jika itu adalah Raina. Sudah pasti aku cemburu". Ucap Yash menyangkal.


"Tetapi tindakanmu seolah menunjukan kau itu cemburu Yash". Ucap Vikram telak.


"Kau pasti akan berbuat diluar dugaan saat tengah cemburu, kesal dan penuh amarah. Memangnya aku mengenalmu baru kemarin sore hah. Hampir dua puluh tahun Yash dan aku sangat tahu betul itu". Ucap Vikram lagi.


"Diamlah Vik, ucapanmu itu sangat tidak masuk akal. Dari pada kau berbicara yang tidak penting. Lebih baik bantu aku untuk memikirkan bagaimana caraku mengatakan alasan mengapa Mira bisa sampai seperti ini kepada Marko, Mayya dan Roy". Ucap Yash kesal dan sedikit frustasi.


"YAA. Bilang saja kau cemburu. Mungkin mereka akan mengerti". Ucap Vikram asal.


Yash yang mendengarnya pun semakin bertambah kesal dan ia pun lalu melempar bantal sofa yang ada di kamarnya dengan penuh rasa kekesalan yang teramat sangat.


"Harusnya hari ini aku sudah berlatih lagi dengannya. Acaranyaa tinggal beberapa hari lagi. Dan swkarang dia terbaring di sana. Haiissss". Ucap Vikram lemas seolah tengah kehilangan harapan.


Selang beberapa menit datang lah Mayya dan Roy sang suami dengan raut khawatir dan beelari kearah Mira yang terbaring di atas tempat tidur.


"Ya tuhan. Mira hikss..hiksss". Ucap Mayya yang sudah banjir air mata.


Dan datang lah pula Raina, Jonathan dan Yasmine, kakek dan nenek Yash, serta ketiga adik Yash yang melihat kedalam kamar.


"Kenapa bisa sampai seperti ini. Ada kah yang bisa memberi tahu ?". Tanya Mayya dengan terisak seraya melihat keseluruh orang yang ada di ruang kamar itu.


Semuanya pun hanya terdiam dan beramai-ramai melirik kearah Yash yang kala itu pun tengah berdiri dengan raut tertunduk.


"Semua itu.Salah ku. Mira menjadi seperti ini karena perbuatan ku". Ucap Yash dengan raut menyesal.


Mayya dan Royan yang mendengarnya pun sedikit berkerut tak percaya dan merasa aneh. Orang seperti Yash lah yang menyebabkan Mira menjadi seperti ini.


"Apa adik iparku melakukan kesalahan ?". Tanya Royan memastikan.


"Tidak. Aku lah yang salah. Aku tak sengaja mendorongnya saat kakiku tersandung. Dan dia pun terjungkal kebelakang. Lalu kepala belakangnya membentur lantai dengan kuat". Jelas Yash kepada Royan setelah lama terdiam.


"Kenapa saat adikku berdekatan dengan keluarga kalian nyawanya selalu terancam. Keadaanya pun selalu tidak baik". Ucap Mayya dengan pedasnya.


"Nak, janganlah bilang seperti itu. Aku yakin. Cucuku Yash sudah sangat menjaga dan memperlakukan adikmu dengan baik. Hanya saja, apa yang terjadi saat ini kepada Mira adalah ketidak sengajaan. Tolonglah mengerti dengan kami". Ucap Jonhan berusaha untuk membela Yash dan membuat Mayya tenang.


Namun, pembelaan dari sang kakek justru membuat kesemuanya terbengong hebat. Ada angin apa sehingga membuat Jonathan berbicara lembut menenangkan Mayya dan membela Yash tanpa ada timbul masalah sedikit pun.


"Ucapan suamiku benar nak. Yash tidak mungkin sengaja melakukan itu. Tolong lah, pertimbangkan kembali ucapanmu itu". Sahut sang nenek Mariana dengan penuh keibuan.


"Apa-apaan ini. Mereka berusaha membujuk wanita itu. Dan tidak mempermasalahkan ucapan wanita itu yang dengan terang-terangan mengatakan jika adiknya itu selalu celaka bila berada di dekat keluarga ini". Batin Yasmine merasa kesal dan heran.


"Mas, ayo kita bawa Mira pulang. Aku tidak ingin berlama-lama disini". Ucap Mayya acuh dengan bujukan dari kakek nenek Yash.


"Nona Mayya. Tolong biarkan aku yang merawat Mira. Sebagai penebus kesalahan ku. Aku berjanji tidak akan membuatnya celaka jika di sampingku". Ucap Yash dengan penuh tekad dan keyakinan.

__ADS_1


"Tidak tuan. Sudah cukup adik ku selalu berhadapan dengan bahaya. Dia adik ku satu-satunya. Keluarga ku satu-satunya. Aku tidak ingin sampai kehilangannya". Ucap Mayya yang tetep kekeh untuk membawa Mira pergi.


"Bagaimana ini. Apa yang harus aku lakukan untuk meyakinkan nona Mayya. Aku tidak ingin Mira pergi sebelum ku pastikan ia sembuh dengan baik". Batin Yash merasa bingung.


"Sayang, Ada baiknya jika Mira tetap disini". Ucap Royan kepada Mayya yang langsung kecewa dengan ucapan suaminya.


"Sudah sepantasnya tuan muda Yash mempertanggung jawabkan perbuatannya. Jika kamu membawa Mira pulang. Dia pasti tidak akan pernah tahu keadaan Mira dan selamanya, penyesalannya akan menghantui hidupnya". Ucap Royan menjelaskan.


"Benar yang di katakan oleh tuan besar Johan. Tuan muda Yash tidak sengaja melakukannya. Jika Mira tidak melakukan kesalahan untuk apa tuan muda Yash mendorong Mira sampai kondisinya seperti sekarang". Ucapnya Lagi seraya menggenggap tangan sang istri.


"Kesalahan Mira ada pada pose seksinya yang tengah duduk dengan memakai handuk kimono dan dilihat olehku. Hal itu yang membuat Yash merasa cemburu. Dan itu pun bisa jadi Mira tidak tahu jika fotonya itu di kirim kepada Yash oleh Raina". Batin Vikram dengan menatap iba kepada Mira yang terbaring.


"Coba ingat-ingat lagi. Meskipun Mira dalam bahaya dan nyawanya hampir melayang. Tuan muda Yash selalu menyelamatkanya kan. Dia selalu bertanggung jawab untuk melindungi Mira sesuai dengan janjinya". Ucap Royan seraya memeluk sang istri yang tengah menangis.


Banyak pasang mata disana yang memandang haru atas keharmonisan antara Mayya dan Royan. Termasuk Raina yang bermimpi akan seharmonis itu dengan lelaki pilihannya yang telah lama berada di dalam hatinya.


Yash pun tidak tinggal diam. ia pun lalu berlutut dihadapan Mayya dengan keikhlasan hatinya dan tekadnya yang bulat. Membuat kesemya orang yang berada disana terkejut hebat dan Raina menutup mulutnya merasa tak menyangka.


Mayya dan Royan pun tak kalah terkejutnya melihat seorang Aryasha Leonard putra mahkota sekaligus pria yang memiliki hati dingin dimata orang melakukan hal demikian kepada mereka.


"Aku Aryasha Leonard meminta maaf atas kesalahan ku dan memohon kepada anda. Nona Mayya sanggita Rahardian untuk membiarkan ku merawat Mira sampai sembuh. Aku berjanji untuk menjaganya dengan nyawaku".


Ucap Yash bersungguh-sungguh dan seolah alam dan tuhan mmemegang janji untuk ucapan Yash. Sebuah petir pun berbunyi menggelegar layaknya sebuah palu hakim yang mengejutkan semua orang yang berada disana.


Mayya pun jadi teringat kembali. Dulu Yashvpun pernah mengatakan sebuah janji untuk menjaga Mira. Dan sebuah petir pun selalu datang setelahnya. Lalu hujan pun turun. Dan Mayya juga ingat ucapan ibunya. Jika seseorang berjanji dengan kesunghuhan hatinya tanpa keraguan sedikitpun dalam hatinya. Maka saat itu pula Tuhan dan alam sealu memegang janji orang itu dengan datangnya sebuah petir dan hujan. Maka selamanya orang itu akan benar-benar menepati janjinya.


"Sayang, seorang lelaki sejati itu akan selalu bertanggung jawab atas perbuatannya. Lihat, seorang tuan muda seprti Yash sampai mau berlutut untuk bertanggung jaeab". Ucap Royan lagi membuat Mayya terdiam dan sedikit berfikir.


"Ya. Aku berjanji". Ucap Yash penuh keyakinan seraya menjabat tangan Mayya. Dan kembali petir itu pun menyambar diantara hujan angin dengan kuatnya.


Membuat semua orang seketika memejamkan matanya merasa takut akan kilat putih dan suara petir yang begitu dahsyatnya.


Seketika pun jemari tangan Mira bergerak dan kedua alisnya berkerut serta matnya pun membuka perlagan. Yash yang kala itu melihat kearah Mira pun mulai menyadari akan kesadaran Mira. Ia pun lalu berlari menuju tempat tidurnya dan menggenggam tangan Mira dengan erat.


"Mira, kau sudah sadar. Kau bisa mendengarku ?". Tanya Yash dengan raut seolah lega dan bersyukur.


"Ciihhh seperti telenovela saja. Memuakan". Batin Yasmibe dan diam-diam berlalu pergi begitu saja.


Tanpa Yasmine sadari. Ram pun ternyata mengikutinya dari jauh. Matanya yang awas dan tajam mengikuti swgala gerak dari tubuh Yasmine dengan teliti.


"Wanita licik itu. Entah mengapa aku merasa tak asing dengannya. Tapi kapan dan dimana aku tidak mengingatnya. Usia ku sebelas tahun saat mengenalnya sebagai istri ketiga dari tuan Jonathan". Batin Ram dengan berusaha mengingat-ingat.


"Ada apa Ram ?". Tanya Vikram sedikit mengejutkan Raman.


"Tuan muda". Ucap Ram hormat.


"Nyonya besar itu, serasa sangat saya kenal tuan. Tetapi saya lupa dimana saya pernah melihatnya. Insting dan firasat saya mengatakan ia orang sangat saya kenal". Ucao Ram memberi tahu.


Vikram pun mulai tersenyum senang atas ingatan Ram yang mulai kembali. Ia pun lalu menepuk pundak sang asisten dengan bangga.


"Aku tidak pernah meragukan instingmu yang seperti serigala itu Ram. Terus berusahalah sampai kau bisa mengingatnya". Ucap Vikram penuh ambigu membuat Ram terheran-heran atas tuan mudanya itu.


"Mungkinkah tuan Vikram tahu sesuatu ?". Batin Ram mulai bertanya-tanya.

__ADS_1


Sementara di ruang tidur Yash tengah merasa bersyukur atas kesadaran dari Mira yang telah lama terpejam.


"Tuan Yash, aku...". Ucapan Mira terhenti saat Yash mencegahnya berbicara.


"Jangan banyak berbicara dulu.Tunggu sampai suster Sita kemari untuk mengecek keadaanmu ya". Ucap Yash lembut dan hal itu malah membuat Mira mengernyit heran.


Tak lama datang lah Sita dan langsung memeriksa Mira dengan teliti dan penih kehati-hatian. Karena dia tidak ingin sampai tuan muda angkuh itu memarahinya habis-habisa seperti tadi siang saat ia terlambat memberikan obat yang ia suntikan pada infus Mira.


"Syukur lah tuan muda. Nona Mira sudah dapat membuka matanya. Benjolannya pun sudah berkurang. Sekarang biarkan dulu nona Mira beristirahat. Nanti setelah terbangun lagi berikan makan dan minumkan obat dari dokter Jordan". Ucap Sita panjang lebar.


"Mari semua kita biarkan Mira istirahat dulu. Mari kita keluar dulu". Ucap Jonathan kepada semua orang.


"Aku ingin tetap disini Ayah". Ucap Yash yang memandang lurus kewajah Mira.


Jonathan pun hanya bisa menghela dan ia pun lalu keluar bersama yang lainnya termasuk Mayya dan Royan.


Setelah itu yang Yash lakukan hanya duduk diam seraya memandangi wajah Mira yang tengah terlelap. Dan tanpa sadar ia pun ikut terlelap seraya menggenggam tangan Mira.


Dan di ruang keluarga semua orang pun mulai duduk berkumpul dengan fikirannya masing-masing. Termasuk Mayya yang masih terisak di dekat sang suami.


"Tetima kasih nak Mayya atas izin anda untuk Mira yang tetap disini sampai ia benar-benar sembuh. Aku yakin cucuku itu sangat bertanggung jawab sekali". Ucap Johan dengan suara khas orang renta.


"Ya..Ekhem..Sama-sama tuan besar". Ucap Mayya dengan suara sumbangnya.


"Sayang, ini sudah waktunya kita menjemput Liliy dan Ayub di tempat les". Ucap Royan mengingatkan.


"Iya, ayo kita jemput". Ucap Mayya dengan nafas sesenggukan.


"Tuan besar, dan semuanya. Kami pamit dulu untuk menjemput anak-anak kami. Sampaikan pamit kami kepada tuan muda Yash. Dan maaf atas sikap dan prilaku istri saya yang mingkin kurang berkenan di hati semuanya".Ucap Royan tulus dan penuh wibawa.


"Ya tuan Rahardian. Justru kami yang meminta maaf lebih banyak atas kejadian ini". Ucap Jonathan seraya berdiri mengantar Royan dan Mayya sampai pintu utama ditemani Raina.


"Hati-hati di jalan. Rumah ini terbuka untuk kalian jika ingin menjenguk Mira". Ucap Johan ramah.


"Ya terima kasih tuan besar". Ucap Royan dan Mayya berbarengan dan mereka pun akhirnya pergi dengan mobil menembus jalan.


Di sore harinya Yash yang tersadar dari tidurnya pun mengusap wajah lelahnya dan menggerakan tubuhnya yang terasa pegal. Dilihatnya Mira yang masih terbaring dengan selang infus yang sudah di lepas entah sejak kapan.


Yash pun lalu mengusap lembut surai ramnut Mira dan beranjak duduk di sofa lalu menelfon Jio dan paman Gun untuk menggantikannya menjaga Mira sebentar selama ia mandi.


Tak lama kemudian Jio dan paman Gun pun datang dan Yash pun langsung memaduki kamar mandinya lalu memulai melakukak aktifitas mandinya.


Setelah lima belas menit Yash pun keluar dengan setelan santai serta wajah yang segar bugar kembali.


"Nanti tolong bawakan makan malam ku kemari. Aku ingin makan disini". Ucap Yash kepada Jio dan pam\n Gun.


"Baik tuan muda". Ucap Jio dan paman Gun secara bersamaan.


"Jika ada yang bertanya kenapa saya tidak ikut gabung makan malam bersama. Jawab saja aku ingin makan malam di kamar seraya memantau keadaan Mira". Ucap Yash memberi tahu.


"Baik tuan akan saya sampaikan nanti". ucap Jio sopan.


Yash pun lalu mengibaskan jarinya menyuruh Jio dan paman Gun untuk melakukan tugasnya. Dan setelah merrka pergi. Yadh pun kembali mendekati Mira dan duduk di samping Mira dengan terus memandangi wajah Mira tanpa henti. Sesekali Yash pun tersenyum melihat wajah polis Mira yang tertidur dengan tenang itu.

__ADS_1


__ADS_2