Luluh

Luluh
Episode 33


__ADS_3


Malam itu Mira yang menginap di kamar Raina di buat terkagum-kagum melihat ruang kamar si putri bungsu dari marga Leonard. Selain rapih dan bernuansa putih. Aroma wangi dari ruangan itu terasa membuat Mira terhanyut.


"Aku tidak punya baju tidur yang pas untukmu kak. Ukuranku kecil semua. Jadi aku pinjamkan sweter rajut kak Yash dulu. Nih pakai kebetulan aku punya baju dalaman yang kebesaran". Ucap Raina seraya menyerahkan satu setel kemeja kotak dan kaus dalam warna abu tua milik Raina. Dan celana trening milik Yash.


"Apa....Ini di bolehkan oleh tuan Yash ?". Tanya Mira sedikit ragu.


"Tentu saja boleh, kalau tidak aku juga tidak bisa membawa ini kemari kan". Ucap Raina dengan tersenyum penuh arti.


"Baik lah, saya akan memakainya". Ucap Mira pasrah dan lalu pergi kearah kamar mandi Raina yang sungguh mengagumkan bagi Mira.



Ia pun lalu mencucu mukanya serta membersihkan makeup tipis yang ia kenakan dan menggosok gigi dengan sikat gigi yang sudah tersedia banyak di dalam laci dekat wastafel.


"Sepertinya nona Raina sangat rajin mengganti sikat giginya. Buktinya banyak sekali sikat gigi baru di laci kamar mandinya". Batin Mira kagum.


Setelah selesai Mira pun keluar kamar mandi dengan mengikat rambutnya yang panjang tanpa melihat sekitar.



Tanpa Mira sadari di kamar itu ada Yash dan Raina yang tengah duduk mengobrol berhadapan diatas tempat tidur Raina. Dan mereka berdua pun menengok kearah Mira yang belum menyadari kedatangan Yash.


Yash yang melihatnya pun seketika terpaku melihat wajah alami Mira dan postur tubuh Mira yang terlihat seksi saat menguncir rambut panjangnya. Leher jenjang Mira pun terlihat begitu jelas, serta baju dalam yang terlihat pendek pun memperlihatkan sedikit perut rata Mira yang terlihat saat baju dalamnya terangkat saat ia menguncir rambutnya. Membuat Yash meneguk ludahnya dengan berat.


Saat Mira melihat kearah depan dan terlihat jika ada,Raina dan Yash yang tengah duduk berhadapan di atas tempat tidur. Mira pun sedikit merasa malu dan membenarkan pakaiannya.


"Tuan muda, nona Raina". Ucap Mira canggung.


"Sini kak, duduk di samping ku. Kebetulan tadi kak Yash juga menanyakan kak Mira. Tanya apa ya kak. Lupa aku ?". Tanya Raina seraya melihat kearah Yash yang masih terpaku dalam diam.


"Seksi sekali". Ucap Yash tanpa sadar. Membuat Raina ingin meledakan tawanya namun ia tahan dan Mira menjadi salah tingkah dan memerah.


"Kahau bicara apa kak ?". Tanya Raina seraya menahan kekehannya. Dan Yash pun tersadar dan sedikit tergagap.


"Ah..Apa Rain ?". Tanya Yash linglung dan sedikit berfikir.


"Oh sshhh ya..Ekhem...Apa bajunya nyaman untuk mu Mira. Jika tidak bisa nanti aku suruh Riena untuk mencarikan baju lain untuk mu". Ucap Yash memastikan dan sedikit canggung.


"Ini sudah nyaman tuan, terimakasih untuk bajunya. Maaf karena sudah merepotkan". Ucap Mira sopan membuat Yash tersenyum.


"Aku lega mendengarnya. Selamat istirahat Mira semoga tidurmu nyenyak. Rain mimpi indah yah jangan tidur malam besok kamu ada kuliah pagi". Ucap Yash mengingatkan.


"Iya kak siap". Ucap Raina dengan semangat.


Yash pun lalu mendekat kearah Raina dan mencium kening Raina dengan sayang sebagai ungkapan selamat malam. Membuat Mira yang melihatnya sedikit terharu.


Dan akhirnya Yash pun pergi dari kamar Raina dan setelah memastikan bahwa Mira dan Raina sudah terlelap di baeah selimut masing-masing. Ia pun lalu menutup pintu kamar Raina dengan pelan dan bersandar di balik pintu seraya menyandarkan tubuhnya dan memejamkan matanya yang berusaha untuk mengenyahkan fikirannya mengenai Mira.


"Tuan muda, ada yang ingin saya bicarakan". Ucap Jii serius membuat Yash mengernyit dalam keterpejamannya.


Ia pun lalu membuka matanya dan melihat lurus kearah Jio yang memperlihatkan raut seriusnya. Membuat Yash bertanya-tanya hal penting apa yang membuat Jio merasa seserius ini. Bahkan rautnya lebih setius dari pada Ram. Asisten pribadi Vikram yang terkenal bermuka dingin.


"Kita bicarakan di kamar ku". Ucap Yash dan berjalan mendahului Jio yang mengekori di belakang.


Mereka berdua pun masuk ke kamar Yash dan sudah terdapat Vikram dan Ram yang tengah duduk di kursi panjang milik Yash.


Yash pun lalu duduk di kursi seberang dengan angkuh dan menyuruh Jio untuk mendekat menyampaikan hal penting apa yang membuatnya seserius itu.


Jio pun mendekat dan mengeluarkan sebuah alat perekam di atas meja di depan Yash dan lalu memutarnya. Yash pun lalu mendengarkannya dengan baik tentang rekanan suara dari kakek neneknya dan ibu tirinya itu.


"Jadi itu sebabnya mereka bertiga tidak berulah malam ini". Ucap Yash seraya mengelus dagunya dengan tatapan serius.


"Aku heran denga kedua orang renta itu. Tidak pernah mau berdamai dengan takdir. Dan juga ibu tirimu yang kedua itu sunggu menyeramkan juga rupanya". Ucap Vikram merasa tak habis fikir.


"Untuk wanita ular itu. Aku tidak ada masalah. Aku sudah tahu swmuanya. Rahasianya, keterlibatannya, dan kejahatannya. Tinggal menunggu waktu saja untuk membuatnya hancur". Ucap Yash dengan tersenyum evil.


"Tetapi untuk kedua orang renta itu. Aku harus sangat hati-hati. Tidak semudah itu mereka bersikap baik dan manis terhadap orang baru. Terlebih orang itu sudah menyelamatkan sesuatu yang mereka harapkan lenyap sejak dulu". Ucap Yash dengan mata menerawang.


"Mereka sulit untuk ku tebak. Sama seperti ayahku. Ia juga terkadang sulit untuk ku tebak dan mengerti". Ucap Yash sendu.


"Yang terpenting ibu mu tidak bisa menyentuh Mira. Karena Marko adalah perisai untuk Mira dan diwaspadai olehnya. Jadi Mira aman. Dan tugasmu adalah menjauhkannya dari kakek nenekmu yash". Ucap Vikram mengingatkan.


"Kau tidak akan pernah lupakan tentang kau dan aku yang hampir saling membunuh dulu. Padahal kita sahabat. Kau juga yang menghancurkan Armando karena kedua orang renta itu. Karena kita tidak pernah mau satu jalan dan berada di bawah kendali meraka".


Ucap Vikram yang menerawang jauh mengingat masa remajanya dulu yang hendak saling menghancurkan satu sama lain karena manipulatif dari kedua orang renta itu. Beruntung Jonathan, Ram dan Jio di bantu Jodi berhasil membuat mereka tidak saling serang dan membunuh satu sama lain. Dan kali ini Vikram enggan jika masa itu terulang kembali.


"Ya. Aku juga masih ingat itu. Dan hal itu juga yang membuat kita, tidak pernah memandang hormat untuk kedua orang renta itu". Ucap Yash sedikit merasa jijik dan kesal.


"Ingat baik-baik Yash. Jangan sekalipun kau nantinya berfikir jika Mira, adalah Helenna. Dia terlalu baik jika dianggap sebagai rubah kecil seperti Helenna". Ucap Vikram memperingati.


"Dan aku tidak akan pernah membiarkannya tuan. Nona Mira itu adalah takdir tuan muda Yash. Dan apapun itu yang dapat membahagiakan tuan Yash akan aku jaga dan lindungi dengan nyawaku". Ucap Jio dalam batinnya dengan sungguh-sungguh.


"Haah, sudah lah. Aku sangat mengantuk. Aku tidur dulu yah hmmm". Ucap Vikram lalu merebahkan dirinya di ranjang king side milik Yash.


"Kalau begitu, saya pamit tuan. Selamat istirahat tuan muda Yash dan tuan muda Vikram".Pamit Jio dan lalu pergi di susul dengan Ram.


Yash pun lalu terdiam dan termenung sesaat. Dalam fikiranya banyak sekali rencana dan pertimbangan yang melintas dan membuatnya sedikit pening. Dan ia pun akhirnya pergi tidur menyusul Vikram yang lebih dulu telah menuju kealam mimpinya.


Pagi harinya Raina dan Mira yang baru saja bangun pun segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Mereka pun bergantian untuk mandi dan Mira pun membantu Raina untuk menyiapkan keperluan kuliahnya.


Saat Mira selesai mandi dan baru saja memakai handuk kimono lalu keluar kamar mandi. Sudah terlihat Riena dan beberapa orang pelayan disana. Dan Raina pun sudah terlihat di rias tipis oleh para pelayan.


"Kak. Duduk sini, biar Weni yang makeover kakan nanti". Ajak Raina seraya menepuk swbelah kursinya.


Mira pun denfan canggung duduk di kursi rias yang di tunjukan oleh Raina dan seorang pelayan yang bernama Weni itu pun datang menghampiri lalu memulai memake over Mira.


"Emm..Jangan terlalu tebal ya, aku tidak suka". Pinta Mira dengan rasa canggung.

__ADS_1


"Wajah nona sudah terlihat bagus. Saya hanya memberikan sedikit polesan saja untuk mempertegasnya nona". Ucap Weni sopan. Dan Mira pun mengangguk mengerti.


Saat sudah selesai, Mira pun masih belum mengganti handuk kimononya dengan pakaian lain Karena Riena yang bertugas membelikan pakaian untuk Mira belum kunjung datang. Mira pun akhirnya duduk di atas tempat tidur Raina seraya memeluk bantal dan sedikit terbengong. Dan Diam-diam Raina pun memotresnya dengan kamera ponsel.


"Kak lihat sini dong". Ucap Raina dengan tiba-tiba. Memnuat Mira pun dengan reflek menengok kearah Raina yang sudah siap dengan kameranya dan alhasil.


CEKREK !!!


Suara bidikan kamera pun terdengar pada ponsel Raina membuat Mira langsung membulat merasa tak siap dan terkejut.



"Nona, kenapa nona memotret saya tanpa bicara dulu". Ucap Mira merasa sedikit kesal.


"Iya maaf, soalnya kak Mira cantik. Jadi gereget pengin fotoin". Ucap Raina dengan tersenyum jahil.


Raina pun diam-diam mengirimkan foto itu kepada Yash melalui aplikasi washaap dan terlihat dua centang biru yang menandakan jika pesannya sudah di baca.


Sementara Yash yang baru saja memakai setelan kantornya dan tengah meminum satu gelas air putih itu pun langsung tersedak seketika dan terbatuk saat melihat foto Mira yang di kirimkan oleh Raina.


"Apa-apan Raina ini. Pagi-pagi sudah membuat tenggorokanku sakit. Dan kenspa Mira mau saja di suruh berpose seperti ini. Dasar bodoh". Ucap Yash dengan kesal.


Vikram yang melihat tingkah kesal Yash pun mendekat dan melihat ke dalam ponsel Yash. Dan ia pun terkejut saat tahu isinya. Vikram fikir itu adalah fto Raina sendiri. Tetapi dugaanya salah, itu adalah foto Mira yang terbilang cukup seksi.


Melihat ekspresi Vikram yang terlihat menginginkan Mira dalam foto itu membuat Yash langsung mematikan layar dan melihat tajam kearah Vikram.


"Apa ?". Tanya Vikram santai.


"Apa yang kau lihat huh ?". Tanya Yash angkuh dan sedikit tajam.


"Melihat gadis seksi lah. Apa lagi". Jawab Vikram santai.


"Matamu inginku colok Vik". Ancam Yash tanpa pandang bulu.


"Colok saja. Toh aku sudah melihatnya. Mau bagaimana lagi".


Ucap Vikram santai dan berlalu pergi begitu saja meninggalkan Yash yang berdiri kesal. Yash pun akhirnya langsung menelfon Raina dan langsung diangkat olehnya dengan cepat.


"Ya kak ?". Ucap Raina di sebrang telfon.


"Apa maksudmu mengirimkan foto itu kepada ku Rain ?". Tanya Yash di seberang telfon dengan nada tegas dan sedikit kesal.


"Hanya ingin menanyakan saja. Apa kak Mira cantik pagi ini ?". Tanya Raina jujur.


"Lebih cantik kamu Rain". Jaeab Yash asal.


"Wah padahal kata kak Jasson dan kak kembar. Mira itu cantik loh, seksi lagi. Dewasanya dapat katanya". ucap Mira santai.


"Apa !". Seru Yash tanpa sadar.


"Kamu mengunggah foto Mira di mana Rain ?". Tanya Yash sedikit membentak.


"Astaga Rain, hapus tidak. Atau kakak banting ponselmu sekarang !". Ucap Yash membentak.


"Ya ampun kak, engga usah pake membentak gitu lah. kan bisa,di bicarain baik-baik. Iisstt dasar nyebelin".Sungut Raina dan langsung mematikan panggilan telefonnya.


Sementara Yash yang di dalam kamarnya pun berteriak memanggil nama Raina yang sialnya sudah diabaikan oleh sang adik tercinta. Membuat Yash kesal dan hampir saja melempar ponselnya kearah tembok. Namun ia urungkan saat sekali lagi ia mwlihat wajah Mira yang berpose di layar ponselnya.


"Kenapa bisa swkacau ini. Kenapa aku bisa membentaknya. Kenapa ?". Ucap Yash kepada ponsel yang menampilkan foto Mira.


Yash pun lalu keluar hendak menuju kamar Raina namun ia berpapasan dengan Riena yang tengah membawa baju yang sangat Yash kenali. Ia pun lalu menghadang jalan Riena dengan alis berkerut.


"Mau kau kemanakan baju milik mendiang ibuku Rie ?". Tanya Yash penuh selidik.


"Itu tuan...Emmm...Baju ini untuk nona Mira. Tuan besar yang memilihkannya dan menyuruh saya untuk memberikannya untun nona Mira tuan". Ucap Riena memberi tahu.


Biar bagai mana pun Yash paling tahu jika itu adalah baju kesayangan ibunya. Karena ibu keduanya lah yang selau memberi tahukannya. Apa baju faforit ibunya, apa makanan, warna, dan kesukaan ibunya selalu di beri tahu oleh ibu keduanya. Dan semua perkataan ibu keduanya terpatri jelas diotak Yash.


"Apa yang menjadi alasan mendasar ayah yang dengan ringannya memberikan baju milik ibuku pada Mira. Sedangkan dulu saat ibu Yasmine memintanya. Tidak pernah ayah gubris. Bahkan ayah terkesan melarang keras". Lirih Yash bingung dan heran.


"Mungkin ayahmu menginginkan istri baru". Ucap Yadmine dari ujung pintu kedua dengan angkuh dan berjalan kearah Yash yang melihatnya datar.


"Kau tidak merasa curiga dengan ayahmu itu Yash. Dengan seluruh perhatianya kepada gadis itu. Heh hati-hati saja, mungkin ayahmu menaruh hati dengannya". Ucap Yasmine dengan raut sedikit kesal.


"Jika pun ayahku menaruh hati kepa Mira. Itu karena Mira berjasa kepada Raina. Mira telah menyelamatkan Rainaku dengan nyawanya yang otomatis Raina berhutang nyawa kepada Mira. Sudah sepantasnya kan jika ayahku mencurahkan perhatian lebih kepada Mira". Ucap Yash demgan gamlang.


"Kau...Jika ingin diperhatikan oleh ayahku. Jadilah wanita baik. Jangan banyak yingkah dan ulah. Seperti wanita murahan saja". Celetuk Yash begitu mengena pada hati Yasmine.


"Jaga ucapan mu Yash. Begitu cara ibu keduamu mengajarimu huh. Sungguh menjijikam". Ucap Yasmine dengan nyalang.


"Setidaknya ia tahu cara berbakti dan bersikap baik terhadap suaminya. Dia pun tahu cara mengurus anak dengan benar. Dan kasih sayangnya tulus. Jija tidak ada dia saya pastikan anak-anakmu itu tidak akan pernah selamat. Berfikir pakai otak jika berbicara. Jangan pakai ************".


Ucap Yash pedas dan berlalu pergi seraya merebut baju yang Riena bawa. Dan membawanya pergi kekarah kamar Raina. Meninggalkan Yasmine yang betdiri dengan raut merah padam seraya mengepalkan tangannya dengan kuat.


Saat sudah berada di depan kamar Raina. Yash pun menghela nafas dan mempersiapkan diri untuk membujuk Raina agar memaafkannya serta tidak marah atauvkesal akibat bentakannya tadi. Namun pada saat pintu itu di ketuk. Muncul lah Mira dari balik pintu yang menyembulkan kepalanya dengan raut polos.


Yash yang melihatnya pun sedikit berkerut alisnya. Mengapa Mira yang membuka pintu, bukanya para pelayan.Dan mengapa ia hanya menyembulkan kepalanya saja.


"Dimana Raina ?". Tanya Yash tegas.


"Nona Rain, sudah turun kebawah tuan. Katanya mau mencari Riena yang lamamengambil pakaian untukku". Ucap Mira sexikit malu dan memerah.


Yash pun lalu menyerahkan setelan dres lengan tiga perempat berwarna merah kearah Mira dan Mira pun hanya diam melihatnya.


"Baju yang dibawa Riena untukmu. Paikailah". Ucap Yash santai.


Mira pun mencoba mengambilnya dengan mengulurkan tangannya kepada Yash. Namun saat Mira lengah, Yadh pun langsung mendorong pintu itu dengan sekali dorong yang membuat Mira sedikit terjungkal ke belakang.


Yash yang melihatnya pun reflek maju lalu mencoba untuk menarik Mira agar tidak jatuh. Namun sialnya kakinya tersandung yang mengakibatkan tubih Yash dan tubuh Mira terjatuh secara bersamaan. Mira di bawah dan Yash diatas dengan kepala Mira yang membentur tembok cukup keras namun tidak sampai berdarah hanya terasa pening dan penglihatan Mira sedikit berkunang serta air mata yang sedikit keluar.

__ADS_1


Sementara Yash yang tak sengaja mencium bibir Mira pun sedikit terkejut dan langsung menjauhkan bibirnya sedikit dan berubah panik saat melihat Mira menitihkan air matanya.


"Hey, Mira. Stttt maaf aku bnar-benar meminta maaf soal imi. Aku tak sengaja sungguh. Kau jangan menangis ok". Ucap Yash berusaha menenangkan.


"Sakit tuan". Ucap Mira nerintihseraya menangis.


Yash yang mendengarnya pun dengan teliti melihat bibi Mira yang terlihat menggerut karena menangis. Namun tak ada luka sedikit pun di sana.


"Tidak ada luka di bibirmu. Lalu yang mana yang sakit ?". Tanya Yash bingung.


"Kepalaki tuan, rasanya berdenyut sampai hidung sakitnya". Ucap Mira sedikit merengek. Membuat Yadh teringat sesuatu. Kepala belakang Mira membentur lantai dengan keras dan tubuhnya pun terpelanting lalu tertindih tubih Yash.


Yash pun akhirnya meringis ngilu dan lalu menarik tubuhnya dari atas tubuh Mira lalu terduduk dan membantu Mira untuk duduk.


"Sakit banget Ya, coba sini biar aku periksa". Ycap Yash dan langsung memeriksa belakang kepala Mira.


Dan alhasil terdapat benjolan yang jika di pegang pun terasa sakit dan ngilum membuat Mira dengan reflek memukul paha kiri Yash dengan keras seraya berteriak. Membuat Yash terlonjak kaget.


"Sakit ya, ?'. Tanya Yash dengan rasa bersalah.


"Aku ingin tiduran saja tuan. Tolong bantu aku. Kepalaku rasamya pusing berkunang dan sedikit mual". Ucap Mira dengan lemas membuat Yash langsung sigap menggendong Mira keatas tempat tidur Raina dengan rasa khawatir.


"Aku suruh Jio untuk mengambilkan air es untuk mengompres kepalamu ya. Sebentar". Ucap Yash dan lalu merogoh saku jasnya lalu mengambil ponselnya dengan panik seraya menggenggap tangan Mira yang sudah mulai berkeringat dingin.


"Ji...Ji tolong ambilkan air es untuk mengompres kepala Mira. Dia tadi terjatuh dan kepalanya membentur lantai dengan keras. Cepat lah Ji CEPAT". Ucap Yash panik dan membentak Jio.


Jioyang tengah berdiri di ruang makan pun langsung berlari kearah dapur tanpa pamit dulu. Membuat semua yang berada,di ruang makan pun terkejut dan bingung.


"Jio ada apa. Kenapa kau membawa mangkuk besar dan handuk kecil ?". Tanya Raina saat Jio melewati ruang makan.


"Nona Mira terjatuh". Ucap Jio singkat dan lalu berlari kearah kamar Raina yang disusul oleh semua orang.


Saat sampai di kamar, Jio melihat Mira yang muntah di lantai di bantu oleh Yash yang memijatnya dari belakang. Dan terlihatlah muka pucat Mira dan bibir yang terlihat membiru.


Jio pun lalu dengan sigap membantu Yash dan langsung menempelkan handuk kecil yang terdapat gumpalan es batu di dalamnya lalu menempelkannya pada kepala belakang Mira yang terlihat benjol besar.


"Kenapa ini bisa terjadi tuan ?". Tanya Jio sexikit panik.


"Aku ..Ini semua salah ku Jio. Aku..Tidak sengaja". Ucap Yash panik dan sexikit terbata merasa bersalah yang luar biasa dan ini adalah perasaan kali kedua Yash. Rasa psnik ini seakan mengingatkan Yash skan kondidi kritis mendiang ibu keduanya.


"Apa dia...Akan baik-baik saja Jio. Jio..Tolong katakan seduatu. Apa kita bawa saja kerumah sakit ?". Tanya Yash kalut.


"Panggilkan dulu dokter Jordan tuan. Yang terpenting kita lakukan pertolonfan pertama. Agar tidak terjadi pembekuan pada kepala nona Mira. Kita harus mengompresnya dulu kalau tidak bisa fatal akibatnya". Ucap Jio menjelaskan.


Yash pun reflek menggenggam tangan Mira lalu menyatukannya di kening Yash. Dan tanpa sadar Yash pun sedikit menitikan air mata.


"Bertahanla....Bertahanlah...Ku mohon bertaganlah. Bertahan lah Mira. Maaf...Maaf...Tolong maafkan aku".Racau Yash panik dan terus berucap.


"Ada apa ini Yash ?". Tanya Jonathan panik saat melihat keadaan Mira.


Yash pun hanya menunduk dan terus menggenggam tangan Mira dengan erat membuat Jonathan paham jika putranya pasti tengah berbuat kesalahan besar.


"Nona Mira terjatuh tuan. Dan kepalnya membentur lantai dengan sangat keras.Siapa pun tolong hubungi dokter Jordan untuk segera kemari". Ucap Jio dengan sedikit panik karena tangan Mira yang sedikit dingin.


Jonathan pun lalu menarik Yash dengan kasar dan memojokannya di tembok dengan mencengkeram kerah jas milik Yash dengan raut penuh amarah.


"Apa yang sudah kamu lakukan Yash. Katakan padaku !". Seru Jonathan dengan amarahnya.


"Aku tidak sengaja mendorongnya yah. Aku ingin bercanda tetapi aku tidak menyangka akan seperti ini". Ucap Yash jujur dan merasa menyesal.


**PLAAKK !!!


PLAKKK** !!!!


Dua tamparan sukses Jonathan layangkan kepada putra sulungnya itu. Membuat semua orang yang berada disana pun terkejut bukan main.


"Usia mu sudah dewasa Yash. Bahkan bisa dikatakan sangat matang. Tetapi kelakuanmu sungguh memalukan. Kau selama ini selalu marah saat Raina terluka, selalu dewasa dan bersikap melindungi. Tetapi sekarang, apa. Apa ini Yash !". Ucap Jonathan begitu marah besar.


"Kau sakiti putri ku sampai seperti ini ?". Ucap Jonathan dengan rau tak menyangkanya.


"Ayah aku tidak sengaja. Aku juga tidak ingin hal ini terjadi. Aku...". Ucap Yash bingung sekaligus panik.


"Rawat dia sampai sembuh atau kau tidak ku izinkan untuk menemuinya lagi. Biar kau hidup dengan rasa bersalah mu itu". Ucap Jonathan dengan tanpa bantahannya membuat Yash nengangguk.


"Pasti...Aku pasti akan merawatnya". Ucap Yash dengan tubuh bergetar takut.


Raina pun duduk di sisi tempat tidur dengan raut lemas dan memegang kaki Mira.


"Kakinya sangat dingin ayah. Apa kakak ku akan baik-baik saja ?". Tanya Raina panik. Dan Jonathan pun hanya bisa memeluk Raina. Mencoba menenangkan sang bungsu.


Dokter Jordan pun datang dan langsung menyuruh semua orang untuk keluar kamar Menyisakan Yash dan Jio yang berada di dalam.


"Bagai mana paman Jo. Apa dia baik-baik saja ?".Tanya Yash panik.


"Beruntung tidak terjadi pembekyan darah akibat benturan yang terlalu keras tuan. Dan berterima kasih lah pada Jio yang dapat mengenali pertolongan pertama. Karena jika tidak akibatnya sangat fatal". Ucap Jordan memberi tahu.


"Saya akan memberi infus dan menaruh suster disini. Selagi benjolannya belum memyusut atau hilang. Tetap kompres terus kepalanya ya. Dan ini resep obatnya". Ycap Jordan seraya menyerahkan nota kecil yang langsung diambil oleh Jio.


"Sebentar lagi suster Sita akan datang. Siapkan saja baju, seprei dan selimut baru untuk menggantikan yang sudah basah. Atau bisa dipindah juga tak apa". Ucap Jordan memberi interupsi.


"Pindahkan saja ke kamar ku. Jio urus,swmuanya. Aku hanya ingin merawatnya dan memastikannya dengan baik". Ucap Yash dengan tatapan narnarnya.


"Baik tuan". Ycap Jio dan langsung undur diri guna menjalankan tugasnya.


"Sudah, jangan terlalu difikrkan. Mira pasti baik-baik saja. Hanya saja, hindari benturan yang seperti ini di lain waktu". Ucap dokter Jordan menasihati. Membuat Yash mengangguk paham.


Setelah itu, sesuai perintah Mira pun di pindahkan ke kamar besar milik Yash. Ia pun sudah di gantikan bajunya dan sudah tertidur dengan nyaman diseetai selang infus yang nenancap di punggung tangan kirinya.


Dan Yashvpun menepati janjinya. Ia pun merawat Mira seharian itu dengan baik. Sampai makan dan pekerjaanya ia bawa kerumah dan urusan kantor ia serahkan kepada Jio. Kadang jg sesekali Jonathan menengok keadaan Mira dan melihat betapa tulusnya Yash merawat serta bertanggung jawab atas kesembuhan Mira.

__ADS_1


__ADS_2