
Di kediaman tuan Kusuma Atmaja yang super mewah dan megah itu. Tengah diadakan acara malam pesta pernikahan putri kandungnya yaitu nona Marthania Putri Atmaja dengan Erlangga Putra Firmansyah.
Martha yang terlihat berbahagia itu pun tampak menawan dengan balutan saree 8ndia khas pengantin berwarna putih dengan aksesoris dan makeup yang terlihat pas dan apik.
Marthania Putri Atmaja.
Sedangkan Erlangga pun memakai setelan india berwarna putih senada dengan baju pengantin yang di kenakan oleh Martha si mempelai wanita.
Mereka pun duduk bersanding di pelaminan dengan senyum yang terlihat bahagia dan terkadang Martha terlihat beberapa kali menggenggan dan menggandeng tangan Erlangga yang terlihat sedikit enggan.
Sementara di kediaman keluarga leonard. Mereka pun telah bersiap untuk menuju keacara pesta pernikahan itu dengan busana masing-masing.
Mereka pun tengah duduk diruang keluarga dengan santai sembari menunggu Raina dan Mira yang tengah di makeover oleh perias Ternama yang bernama Anselin.
"Berapa lama lagi merekan akan siap. Ini hanya menghadiri sebuah pesta pernikahan. Bukan mereka yang akan menikah kan". Ucap Yasmine yang terlihat tak sabaran.
"Sabarlah naak, kau kan tahu sendiri jika Mira harus beristirahat banyak dan baru bisa pulih sore tadi. Sedangkan anak itu. Kuliah sampai sore". Ucap Mariana sang mertua mencoba menenangkan Yasmine sang menantu.
Yasmine pun hanya bisa mendengus kesal dan bersandar pada sofa yang ia duduki dengan jengkel. Membuat Jonathan harus memelototi sang istri dengan tajam. Sementara keempat anak lelaki itu pun hanya bisa mrngalihkan pandangannya.
"Aku dan Artha berangkat dulu ya. Mau menjemput kekasih kami". Ucap Atta meminta izin.
"Kau masih saja berhubungan dengan gadis buta itu Atta ?". Tanya Yasmine dengan raut tak suka.
"Namanya Andin mam. Dan biar pun ia buta. Aku akan tetap mencintainya. Kebutaanya tidak menjadi masalah untuk ku. Dia sempurna di mataku".
Ucap Atta dengan keyakinan penuh terhadap Yasmine. Dan ia pun langsung berlalu pergi. Merasa kesal terhadap ibunya yang terlalu ikut campur dan merendahkan orang lain.
Artha pun ikut berjalan peegi menyusul sang kembarannya itu. Dan tinggallah Yash dan Jasson yang saling pandang itu.
"Ksu juga tidak ikut pergi menjemput kekasihmu Jess ?". Tanya Yash dengan senyum mengejeknya.
"Kak Yash sendiri. Kenapa tidak pergi menjenput kekasih kak Yash ?". Tanya Jasson balik dengan tatapan mengejek.
Membuat keduanya saling pandang dan tertawa dengan tiba-tiba. Menertawakan kejombloan masing-masing.
"Dasar bungsu". Ucap Yash mengejek.
"Hhh, dasar sulung". Ucap Jasson membalas.
"Kak Yash". Ucap Raina yang memanggil dari atas tangga di temani oleh maid Riena.
Yash pun lalu menengok kearah taanggaa atas dan langsung tertegun melihat Raina yang terlihaat anggun daan sedikit dewasa. Dengan sari india berwarnaa sof pink serta poni depan yang tersusun rapih menyamping dan rambut panjaangnya yang terikat sebagian ke belaakang di tambah rambut bawah yang di catok ikal membuatnya nampak lebih dewasa dari biasanya.
Baju yang dikenakan Raina Agatha.
Rain pun akhirnya menuruni tangga di bantu oleh maid Riena. Dan Yash pun tak henti-hentinya tersenyum kearah Raina. Sementara Jasson dan sang ayah Jonathan pun hanya menggeleng.
Sesampsinya di depan Yash dan Jasson Raina pun langsung menggandeng lengan Jasson dengan sigap. Membuat Jasson mengernyit heran dan menatap Rsina bingung.
"Kak Jasson kan belum ada gandengan. Jadi aku, sama kak Jass yah heehee". Ucap Raina drngan tersenyum manis.
"Tumben. Biasanya sama onoh ?". Tanya Jasson heran.
"Kan onoh mah udah ada gandengannya kak, hadeuhh engga inget yah". Ucap Raina sedikit menyindir dengan gurauan. Jasson pun hanya tertawa saja. Sedangkan Yash memnuang pandangannya kesegala arah.
"Rain, sini duduk di sebelah ayah". Ajak Jonathan kepada sang anak.
Raina pun berjalan pelan menuju sofa sang yang di duduki oleh sang ayah. Dan duduk lah ia di samping ayahnya dengan merggelayut manja.
"Bagaimana kuliahmu hari ini ?". Tanya Jonathan berbasa basi.
"Cukup melelahkan ayah. Dosen memberikan banyak tugas yang cukup sulit". Ucap Raina mulai mengadu.
"Jangan mudah menyerah Rain. Ada ayah disini. Kau boleh menanyakan apa pun itu kepada ayah". Ucap Jonathan lembut.
"Tentu. Aku kan memiliki ayah yang hebat". Ucap Raina seraya memeluk sang ayah dengan sayang.
Tanpa mereka sadari Mira yang sedari tadi menyaksikan kedekatan Raina dengan ayahnya dari tangga atas pun tersenyum haru dan merasa rindu dengan mendiang ayahnya itu.
Dan Raina pun menyadari kehadiran Mira lalu tersenyum senang dalam pelukan sang ayah dan menunjuk Mira.
"Itu kak Mira sudah selesai". Ucap Raina swnang.
__ADS_1
Membuat semua orang yang tadinya terfokus melihat Jonathan dan Raina yang tengah berbincang itu pun menengok kearah tangga atas.
Dan Terlihat lah Mira dengan busana saree india berwarna putih gading. Dengan rambut terurai panjang dan bergelombanh. Riasan yang sedikit menonjol di bagisn mata dan bibir serra hiasan aksesoris ysng menambah apik. Serta gelang kaki yang berbunyi cukup nyaring membuatnya seolah-olah bah dewi Laksmi.
Baju yang di kenakan Mira
Yash yang melihatnya pun terpaku di tempat. Penampilan Mira sungguh membuat jantungnnya berdegup kencang dan tubuhnya pun menjadi panas dingin.
Tanpa interuksi dan aba-aba Yash pun berjalan begitu saja menghampiri Mira. Ia pun lalu menyampingkan anak rambut Mira ke belakang telinga. Dan Mira pun hanya tersenyum malu kearah Yash.
"Tuan muda Yash". Ucap Mira menyapa.
Di ruang keluarga mereka yang berada disana pun melihat Yash dan Mira dengan berbagai ekspresi. Mariana dan Jasson yang terlihat tersenyum lucu, Johan yang memandang dalam diam, Yasmine yang terlihat acuh, dan Jonathan dengan Raina yang saling pandang.
"Ayah, apa kau setuju kalau kak Yash dan kak Mira bersama ?". Tanya Raina memastikan.
"Tentu ayah setuju. Nira gafis yang baik. Kehadirannya dapat mengalihkan pesona dirimu di mata Yash. Yash pun banyak berubah setelah mengenal Mira". Ucap Jonathan dengan santai.
"Syukur lah, jika ayah mendukung. Aku lelah jika harus berdebat dengan kak Yash mengenai cintanya yang salah kepada ku". Ucap Raina dengan lesu.
"Asal kau selalu bisa menyatukan mereka, dan menyadarkan kakakmu yang keras kepala itu. Pasti Yash dapat beralih cintanya kepada Mira". Ucap Jonathan memneri saran.
"Jika ayah selalu berada di belakangku dan mendukungku. Aku pasti bisa ayah". Ucap Raina dan bertos ria dengan sang ayah.
"Cantik". Ucap Yash lolos begitu saja di hadapan Mira.
"Terima kasih tuan". Jawab Mira sopan.
"Tunjukan yang terbaik kepada mereka. Buat mereka menyesal telah memyakitimu". Ucap Yash dengan tegas.
"Iya tuan". Jawab Mira setengah tak yakin.
Yash pun lalu mengulurkan tangannya kepada Mira dan di sambut baik oleh Mira. Mereka pun akhirnya turun bersamaan dengan bergandengan tangan. Dan tanpa Mira sadari tangan Yash sudah berpindah kearah pinggang Mira yang terbuka.
Mira yang merasakannya pun sedikit menahan nafas dan terdiam. Dia merasa suatu perasaan aneh saat kulit tangan Yash menyentuh pinggangnnya yang terbuka.
"Damm it. Kenapa Vikram memilihkan saree yang terbuka di bagian punggung. Aku merasa tak rela jika punggung mulus ini terlihat oleh mata lelaki lain. Sialan kau Vik". Ucap Yash meracau dalam hati dengan kesal.
Mira pun menghentikan langkahnya saat sudah berada di lantai bawah dan melihat kearah Yash yang tenganh melihat selendang tipis itu.
"Banyak fungsinya tuan. Ini berguna sebagai penutup kepala dan punggung". Ucap Mira seraya memperagakan ucapannya.
"Bisa di sampirkan keleher seperti ini". Ucap Mira lagi seraya menyampirkan selendang itu kelehernya.
"Lalu bisa juga di sampirkan ke bahu kiri lalu kita ikat keujung pinggang seperti ini". Ucap Mira lagi demgan tersenyum lembut.
Yash yang merasa fokusnya yang melihat punggung belakang, pinggang dan perut Mira itu merasa sedikit blank dan berkabut. Ia merasa Mira sungguh sangat sexy sekali. Membuatnya merasa enggan untuk membawanya ke pesta itu.
"Biarkan kain panjang ini mmenyampir seperti ini. Setidaknya punggung mu yang terbuka sedikit tertutupi dan pinggang perut mu juga tertutupi setengah". Ucsp Yash dengan suara sedikit serak dan mata berkabut.
"Ya sudah, ayo kita semua berangkat. Yash kau semobil dengan Mira ya. Ayah satu mobil dengan ibu dan kakek nenekmu. Dan Jasson katanya mau membawa mobil sendiri dengan Raina, Jio, Roni, dan Riena". Ucap Jonathan memberi tahu.
"Ya ayah, kalian berangkat saja dulu. Aku masih harus menghubungi Vikram". Ucap Yash dengan suara yang masih serak.
Mereka pun akhirnya keluar dari mansion dan menuju mobilnya masing-masing. Sedangkan Jasson yang menggandeng Raina pun menepuk pelan pundak Yash.
"Minumlah air dingin kak. Aku tahu pesona seorang Miranda Nur memang sungguh memabukan di matamu. Jangan sampai kebablasan ya. See you". Ucap Jasson menasehati sekaligus menjahili sang kakak.
"Sialan kau Jess". Ucap Yash dengan lirih dan kesal.
Yash pun lalu menarik tangan Mira dengan lembut kearah dapur dan memojokan Mira pada dinding dapur lalu menatapnya intens.
Mira yang di tatap seperti itu pun sedikit takut dan was-was. Sikap tuan muda Yash malam ini sungguh berbeda. Matanya juga sedikit berkabut dan layu.
Lama mereka saling pandang dan Yash pun lalu menghela nafas lalu duduk pada kursi bar yang ada di dapur.
"Bisakah kau ambilkan ku air dingin. Aku rasanya sangat haus". Ucap Yash memerintah. Dan langsung ditanggapi oleh Mira yang langsung mengambil air dingin dan menuangkannya kedalam gelas panjang.
"Ini tuan air dinginnya". Ucap Mira seraya menyerahhkan gelas panjang ituu.
Yash pun menerimanya d^ngan raut sayu dan langsung menimumnya dengan sekali teguk yang terlihat rakus. Setelah itu ia pun langsung memejamkan. matanya dan mulai menormalkan fikiran dan perasaaanya itu.
"Anda baik-baik saja tuan ?". Tanya Mira yang sedari tadi melihat jeanehan pada sikap Yash. Yash pun hanya mengangguk saja. dengan mata terpejam dan tertunduk pada meja dapur.
__ADS_1
Merasa sudah membaik. Yash pun akhirnya membuka matanya dan menatap Mira dengan tatapan normal kembali.
"Hhhhh sial. Kenapa aku merasa sepening dan selemah ini. Ohh no Yash, jangan turunkan lagi matamu kearah pinggang Mira. Jika kau tidak bisa menahannya maka jangan turunkan mata sialanmu itu". Batin Yash dengan mengultimatumkan dirinya.
"Tuan, apa tuan Vikram sudah bisa di hubungi ?". Tanya Mira merasa cemas.
"Belum. Ponselnya tidak aktif sejak pagi. Entahlah kemana pria sialan itu". Ucap Yash sedikit kesal.
"Aku harap tuan Vikram baik-baik saja". Ucap Mira dengan raut penuh harap.
Memang semenjak Mira hadir diacara ijab qobul. Seluruh anak buah dari tuan fredi seperri mengawasi kediaman kakak ipar Mira juga kediamannya. Mereka seolah mengawasi dan menunggu agar Yash beserta orang-orangnya lengah.
"Apa mereka mengincar Mira lagi". Batin Yash dengan kening berkerut.
Yash pun sekali lagi menelfon Arnando untuk menanyakan dirinya. Berhasilkah ia menemukan Vikram. Karena sejak pagi ponselnya tidak aktif dan keberadaaanya tida ada yang tahu.
"Bagaimana Ar. Apa kau sudah menemukannya ?". Tanya Yash saat sambungan telfonnya terangkat.
"Hhhh belum Yash. Vikram dan Ram. Mereka berdua seolah menghilang ditelan bumi. Mereka juga tak ada di mansiionnya yang ada di india. Anak buah mereka pun tengah mencari". Ucap Arnando dengan nada lelah.
Yash pun sama. Ia pun merasa lelah dan janggal akan menghilangnya sahabat kecilnya itu beserta sang asisten.
"Tidak mungkin jika Vikram main-main. Pasti ada sesuatu dengannya". Lirih Yash dengan termenung.
"Kabari aku secepatnya jika kau sudah menemukan mereka". Ucap Yash dan lalu mematikan sambungan telfonnya.
Yash pun lalu menelfon Jio yang kemungkinan sudah berada di acara itu dan menanyakan apa Vikram sudah berada disana atau belum. Dan jawsban Jiobpun sama dengan jawaban dari Arnando. Jika Vikram belum hafir dan terlihat di pesta itu.
"Ayo kita berangkat saja kesana. Tetapi ingat Mira. Tetaplah berada di sisiku. Jika kau ingin dan butuh sesuatu. Bilanglah padaku". Ucap Yash memperingati.
"Baik tuan". Ucap Mira dengan nada tegas.
Mereka pun akhirnya pergi menuju ke acara pesta dengan mibil lamborgin hitam milik Yash dan diikuti oleh para bodyguar di belakang dan depan dengan menyamar. Ada yang memakai motor sport berboncengan ada juga yang nenggunakan mobil yang membaur dengan pengendara lain.
Sesampainya di pesta itu. Mira dan Yash pun menjadi pusat perhatian dan bahan obrolan diantara semua tamu yang hadir.
"Waah tuan muda Yash menggandeng siapa. Cantik sekali". Ucap beberapa tamu undangan yang tak sengaja Mira dengar.
Yash pun merubah posisi tangannya yang tadinya Mira yang bergelayut menggandeng lengannya menjadi Yash yang merangkul mesra Mira pada pinggangnya.
Dan hal itu pun sukses membuat para tamu pun menjerit heboh dan Erlangga yang melihatnya pun mengepalkan tangannya merasa cemburu.
Yash pun akhirnya menuju kearah Raina dan Jasson yang tengah mengobrol dengan Jodi dan Sinta. Dan Dinta pun langsung memeluk dan menyambut hangat Mira.
Mira pun mulai mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan teman kerja dan kakak kandungnya beserta kakak iparnya. Namun pandangannya pun menjadi terfokus kearah Erlangga yang menatapnya dengan tatapan narnar itu.
"Mira". Sapa Maya sang kakak yang menggunakan kain saree merah.
Melihat sang kakak yang ia rindukan itu. Mira pun langsung menghampiri Maya tanpa izin dahulu kepada Yash. Beruntung Yash tidak lengah dan langsung mengawasi Mira dengan baik. Dan Mira pun lalu memeluk sang kakak dengan sayang dan erat.
"Kak May, kakak juga cantik dan berkelas. Aku sampai pangling. Kalau saja tadi aku tidak mengenali suara kakak". Ucap Mira dengan senang dan melihat kearah Royan lalu memeluknya juga.
"Kamu sih ninggalin rumah terlalu lama. Anak-anak kangen loh sama kamu Ra". Ucap Maya memberi tahu.
"Maaf ka, setelah ini aku berjanji. Aku pasti pulang ko". Ucap Mira penih tekad.
Yash pun ikut menghampiri Maya dan Royan. ia pun menyapa mereka dengan sopan. Dan mendekat kearah Royan. Memberitahukan segalanya tentang anak buah Fredi yang swlalu memantau rumahnya dan dirinya.
Royan pun tidak terkejut akan hal itu. Ia malaah terlihat kesal akan ulah lelaki tua itu yang sangat ambisius sekali. Saat Yash tengah berbincang ponselnya tiba-tiba saja bergetar. Yash pun mengambilnya dan melihatnya. Ada satu pesan dari nomor asing yang memberi tahukan keberadaan dari Vikram dan Ram yang tersekap di gudang belakang rumah keluarga Atmaja. Dan Yash semakin di buat heran saat pemilik nomor itu memberitahukannya baws dia adalah Zoe Sandi. Adik dari fredi sendiri.
Tak mau ambil pusing Yash pun langsung menghubungi Jio, Roni dan darko untuk bertemu dan mengatur rencana.
"Saya titip Mira kepada anda tuan. Ada masalah penting yang harus saya urus. Ingat tuan, jangan tinggalkan Mira sedikit pun. Posisinya berbahaya saat ini". Ucap Yash dan langsung diangguki oleh Royan.
Yash pun akhirnya pergi dengan menyelinap diantara para tamu dan langsung menemui ketiga orangnya yang sudah stamdbye menungguinya. Dan mereka pun mulai mengatur rencana dan siasat untuk bisa nembebaskan Vikram dan Ram dari gudang itu.
Di pesta itu juga terlihat madam Ghin yang tengah melihat kearsh Mira yang terlihat berkelas dan anggun mengenakan saree india yang terkenal
Madam Gin pun terlihat berkelas memakai kain saree warna putih senada dengan baju pengantin sang anak. Sementara nona Yohana ibu dari Erlangga itu pun terlihat anggun dengan saree warna hijau yang terkesan sejuk.
Sementara nona Yasmine sang ibu tiri dari Yash dan Raina tampak elegan dengan saree india warna biru navy yang di padukan dengan makeup tegasnya.
__ADS_1
Sementara itu pun terjadi perkelahian sengit antara anak buah Yash dan Darko dengan anak buah Ferdi. Yash, Jio dan Darko memang tidak ikut turun berkelahi. Mereka hanya mengawasi dan beruntung anak buah Vikram pun datang membantu. Yang akhirnya Vikram dan Ram pun berhasil mereka bebaskan dan membawanya ketempat aman. Sedangkan Darko membereskan tempat itu seolah-olah tidak terjadi apa pun guna mencegah rasa curiga dari fredi. Dan menyuruh orang-orangnya untuk menyamar menjadi anak buah Fredi yang tengah berjaga.