Luluh

Luluh
Godaan suami


__ADS_3

Pov. Author.


Mengungkapkan masa lalunya pada wanita yang di cintainya sekarang, mungkin sangatlah menyakitkan bagi wanita yang mendengar masa lalunya. Dan mungkin dirinya egois menceritakan masa lalunya karena tidak sanggup lagi memendam sendiri saat ini. Kala anak perempuan yang sudah di anggapnya anak kandung mengetahui siapa dirinya.


Bukan masih mencintai wanita masa lalunya, tapi kenangan manis dan pahitnya sulit sekali untuk di singkirkan dari hatinya. Mungkin bisa, hanya saja masih membekas dalam ingatan Meskipun Rama sudah mempunyai istri sekarang, yang sangat di cintainya.


Membagi kesedihan dirinya pada sang istri, apakah salah. Tentu saja tidak, orang yang sudah berkeluarga harus saling terbuka dengan pasangannya, harus saling menguatkan dalam penderitaannya dan harus membahagiakan pasangannya.


Bukankah begitu hidup rumah tangga?


Yanna yang mendengarkan ucapan Rama tentang masa lalunya. Sangat terkejut, dan bisa dirinya bayangkan bagaimana hati Rama yang hancur karena kakaknya.


Bukan cemburu, atau marah. karena suaminya menceritakan wanita yang di cintainya dulu. Justru Yanna sangat kasihan, sakit hati dan marah saat mendengar cerita yang sangat memilukan. di alami wanita yang di cintai Rama.


Wanita yang mendapatkan kekerasan, pemerkosaan dan juga ketidak adilan dari saudara kandung Rama, Kakaknya. yang bernama Ryan, membuat Yanna sungguh di buat tidak percaya.


Pasalnya Yanna melihat sifat Rama begitu baik, lemah lembut dan juga bisa menghargai wanita. Tapi ini, sifat kakaknya Rama. berbalik dengan Rama. Kakak yang seperti punya sifat jahat, tempramen dan juga tak punya perikemanusiaan.


Apa setiap saudara mempunyai sifat yang berbeda.


Mungkin?


Tidak sepenuhnya sifat saudara kandung sama. Dan cara berpikirnya pun juga tak akan sama. Tapi setidaknya orang yang lebih tua pasti mempunyai sifat lebih dewasa, tegas dan punya tanggung jawab. Ini malah kebalikannya.


Atau bisa karena pengaruh lingkungan pertemanan dan lingkungan pekerjaan. Biasanya setiap orang pasti berubah karena faktor gaya hidup, yang semakin tinggi dan semakin bisa meremehkan dengan cara memberi uang penutup mulut.


Menjadi pendengar yang baik dan juga memberi saran yang positif pada suaminya. Karena Yanna tidak ingin Rama berbuat jahat pada saudaranya sendiri, dan membalas dendam yang pastinya tak akan ada ujungnya. tetap membalas dan saling membalas. Dan tidak akan memikirkan resiko apa yang mereka perbuat nantinya.


Pagi ini, Yanna terbangun lebih dulu. Meskipun sebenarnya dirinya masih mengantuk. Lantaran menenangkan suaminya selama dua jam, dan pastinya memberikan kepuasan agar suaminya bisa tertidur lelap tanpa memikirkan sebelumnya.


Memasak, masakan yang di sukai anak dan suami. Mungkin biarkan anak dan suaminya libu untuk hari sibuknya. Karena Yanna tau anak dan suaminya pasti sangat lelah dan butuh istirahat serta quality time bersama keluarga. kembali membangun kasih sayang serta mendekatkan anak dan ayah.


Selesai memasak, Yanna kembali kemar untum melihat suami dan anak-anaknya.


" Masih tidur pulas? Padahal sudah setengah delapan." Gumam Yanna, memandang tempat tidur dengan anak dan ayah yang masih tertidur lelap.

__ADS_1


" Mas? Mbak Nana, adik naufal? Ayo bangun. Sudah siang loh!" Ucap Yanna, mencoba membangunkan anak dan suaminya.


" Masih ngantuk Ma?" Lirih Nana, merasa terganggu dengan usapan tangan di kepalanya dan beralih miring menghadap Naufal.


" Naufal?" Panggil Yanna. dengan menggoyangkan kaki Naufal, membuat Naufal mengerjabkan mata dan mencoba membuka matanya yang terasa sedikit sulit.


" Bangun Mas Naufal, sudah siang." Perintah Yanna. Biasanya anak lakinya di desa selalu bangun pagi tanpa harus di bangunkan. Tapi, akhir-akhir ini Naufal seperti manja dan ingin di bangunkannya meskipun sudah siang.


" Iya Ma." Jawab Naufal malas, tapi tetap menurut perintah mamanya. bangun dari tidurnya, tapi kembali berbaring tidur saat tangan suaminya memeluk Naufal.


" Tidur lagi Fal, pasti kamu masih ngantuk. Masih pagi. Mama enggak enakin saja orang tidur." Ucap Rama dengan mata masih terpejam dan tersenyum, sambil menepuk-nepuk perut Naufal.


Yanna melototkan mata, dan memukul lengan suaminya. " Sudah siang mas! Jangan ngajarin anak bangun siang. Nanti aku sulit kalau bangunin mereka." Gerutu Yanna.


" Hari ini mbangkong lah Ma? Sekali-kali biar anak ngerasain bangun siang." Jawab Rama sambil tersenyum dan masih memeluk Naufal yang memang masih mengantuk.


" Nanti siang mereka bisa-bisa gak tidur." Kata Yanna.


" Gak apa-apa, nanti aku mau ajak anak-anak sama mamanya jalan-jalan ke mall." Jawab Rama masih santai. membuka mata dan menyelipkan tangannya di tumpukan bantal untuk menatap istinya yang mulai marah karenanya.


Apa lagi menatap istrinya yang pagi ini sudah sangat segar dan cantik. Rasanya ingin sekali menerkamnya kembali, seperti semalam. Apa lagi istrinya yang memulai dulu memberikan servis memuaskan.


Sangat menagihkan.


Dan Rama suka itu!


" Ke Mall?" saut Nana, membuka mata saat mendengar Papanya ke Mall.


" Nana mau ke Mall Pa?" Imbuhnya lagi dengan semangat.


" Fal, kita di ajak ke mall sama Papa. Nanti kita main bersama ya." Kata Nana pada Naufal, dengan Naufal yang sudah membuka mata sempurna.


" Iya, Mau!" Jawab Naufal semangat.


" Iya nanti siang papa ajak. sekarang kembali ti-,"

__ADS_1


" Gak ada yang boleh kembali tidur ya!" potong Yanna cepat. " sudah mau jam delapan tu, sekarang ayo bangun. terus kembali ke kamar dan mandi. Habis mandi kita sarapan." Imbuhnya, sedikit tegas dengan anak-anaknya.


" Baik ma?" Ucap bersamaan Naufal dan Nana. menurut perintah Yanna dan bangkit dari tidurnya. Berjalan turun bersamaan dan keluar menuju ke kamarnya.


" Mamanya cerewet sekali pagi ini!" Cibir Rama, setelah melihat anak-anaknya pergi.


" Bukan cerewet, tapi sedikit tegas sama anak. Biar anak gak malas bangun pagi kayak papanya." Cibir Yanna.


" Papanya gak malas loh Ma? Buktinya papanya selalu bangun pagi."


" Iya bangun pagi, tapi selalu ada maunya." Ketus Yanna menatap sebal suaminya.


" Servis pagi Ma! Buat semangatin kerja." kata Rama, tersenyum menggoda istrinya.


" Ma?" Panggil Rama manja, sambil memainkan alisnya. Yanna yang melihat wajah menyebalkan suaminya itu. dengan gemas melempar bantal ke arah muka suaminya hingga membuat suaminya tertawa.


" Cepat mandi Mas!!" Seru Yanna, dan berjalan keluar kamar untuk melihata anak-anaknya di kamarnya.


" Ma! Nanti malam minta lagi ya servisnya!! Aku suka Ma!" Teriak Rama, setengah tertawa melihat istrinya yang merajuk.


" Dasar Om om genit." Gerutu Yanna, masih mendengar godaan suaminya dari luar. dan membuat dirinya malu sendiri saat mengingat semalam apa yang di perbuatnya.


Pasti meninggalkan bekas di dadanya?" Gumam Yanna. Menggigit bibir bawahnya dan menahan senyum malu.


.


.


.


.


🍃🍃🍃🍃


Maaf ya, untuk akhir-akhir ini aku upnya malam. moodku kadang berubah-ubah, dan sulit cari haluan yang pas. 😄😄 Tapi pasti aku usahakan update setiap hari. 😊😊

__ADS_1


Makasih buat kalian yang sudah like, komen dan kasih votenya. Apa lagi koinnya. 😘😘😘


__ADS_2