
Sementara pada malam hari itu di tempat lain kediaman leonard seorang gadis bernama Raina Agatha tengah terduduk melamun disamping balkon kamarnya di lantai dua.
Wajahnya yang putih mulus dan parasnya yang ayu membuat seorang Raina Agatha menjadi bintang di kampusnya. Seorang putri bungsu dari keluarga Leonard tentu saja membuatnya dimanja dan di lindungi. Terlebih oleh kakanya Aryasa Akhsen Leonard. Yang terkenal overprotektif itu.
Raina Agatha adalah putri kandung dari Jhonathan Artha leonard pria berusia setengah abad berdarah Jerman indonesia dan istri keduanya yang telah wafat sepuluh tahun lalu bernama Rianthi Maysha Agatha seorang wanita berdarah indo-china.
Usianya sekarang sudah dua puluh tahun dan dia menjadi mahasiswi di universitas ternama di kotanya. Namun sayang, meskipun ia memiliki paras nan ayu, tubuh bak model dan mahasiswi terpintar semua itu tidak seindah yang di bayangkan.
Sebab kakanya terlalu overprotektif kepadanya ia selalu dimusuhi, dihina dan dijauhi oleh teman-temannya. Hanya segelintir orang saja yang mau berteman dengannya.
TOOK TOOK TOOk
Suara ketukan pintu terdengar membuyarkan lamunan Rain.
"Kaka boleh masuk Rain ". Tanya suara di balik pintu.
Mendengar suara yang sangat ia kenali itu rain pun merubah posisi melamunnya menjadi duduk dipinggiran ranjang.
"Masuk kak". Ucap Rain mempersilahkan.
Mendengar izin dari sang pemilik kamar, seseorang itu pun masuk. Menutup pintu, lalu mendekat kearah Rain yang tengah terduduk di atas ranjang.
"Kenspa tidak ikut makan malam Rain ?". Tanya sang kaka dengan lembut seraya membelai rambut sang adik.
Rain pun hanya diam membisu tidak berbicara apa pun.
"Salah kaka apa Rain. Bilang sama kaka". Tanya sang kaka dengan nada memohon.
"Kenapa kaka harus nyakitin helen". Ucap Raina dengan suara menahan marah.
"Helen. Maksudnya Helena Geraldi ?". Tanya sang kaka memastikan.
"Ya". Ucap raina membenarkan.
"Bagian mana yang kaka sakiti rain. Kaka tidak merasa menyakiti atau apa pun itu". Jelas sang kaka.
"Bohong. Aku tahu kaka sudah menyakitinya. Iya kan ka". Tuduh raina dengan amarah.
"JAWAB KA !!". Ucap raina dengan berteriak.
"YA !!". Jawab sang kaka tak kalah serunya.
"Kenapa ?". Tanya raina dengan nada pilu.
"Karena aku tidak mencintainya, karna dia menyusahkan seperti benalu dan menjijikan seperti sampah". Ucap sang kaka dengan nada tegas.
"Kaka tahu akibatnya hah, kaka tahu ?". Tanya raina dengan suara setengah emosi.
Tidak tahu dengan apa yang di pertanyakan sang adik akhirnya sang kaka pun hanya diam memperhatikan.
"Dia membenciku. Dia menjauhiku dan memusuhiku. Helen itu sahabatku ka, aku dan dia sudah seperti saudara". Jelas raina dengan terisak.
Mendengar ucapan dari sang adik. Sang kaka pun hanya tersrnyum simpul dan berkata
"Bagus kalau kamu tidak berteman lagi dengan ****** itu. Hal yang sangat menjijikan bagiku adalah melihat kelakuannya yang seperti ******".
"Stop menyakiti hati orang ka ku mohon. Terutama perempuan. Aku ini juga perempuan. Aku tidak mau kena karmanya". Pinta raina dengan penih harap.
"Mereka yang berkelakuan tak baik pantas untuk disakiti rain. Kamu tidak akan bisa mengerti karna kamu terlalu baik, terlalu polos dan terlalu mudah percaya. Ini yang membuat kaka tidak ingin kamu disakiti oleh siapapun". Jelas sang kaka.
Menghela nafas lelah sang kaka pun memeluk sang adik dengan sayang dan berkata "Love you Rain. kaka sangat mencintaimu. Jadi kaka mohon menurut lah".
"Jangan mempermasalahkan helen. Teman mu tidak hanya dia masih ada Windi, lulu, irene banyak kan". Ucap sang kaka masih dengan memeluk sang adik.
"Stop mencintaiku ka. Beri aku kebebasan aku tidak ingin seperti ini". Lirih sang adik.
"Stttt no rain no. jangan bicara seperti itu". Ucap sang kaka seraya mempererat pelukannya.
__ADS_1
10 menit mereka berpelukan meresapi perasaan masing-masing akhirnya rain pun menyudahi dengan mencoba melepas pelukan dari sang kaka yang terlihat enggan.
"Aku lelah ka ingin istirahat". Ucap raina dengan halus.
Sang kaka pun mengangguk mensetujui ucapan adiknya. Ia pun mulai membaringkan sang adik diatas temmpat tidur. Menyelimutinya dan duduk disanoing tempat tidur sambil mengusap rambut sang adik dengan sayang sampai raina terlelap.
"Rain, kamu sudah tidur". Tanya sang kaka dengan berbisik.
Tak ada jawaban dari raina yang nenandakan sang adik sudah mulai terlelap. Sang kaka pun tersenyum senang.
"kamu terlalu berharga untuk ku rain. Aku mencuntainu dan menyayangimu lebih dari diriku sendiri. Mimpi indah rain". Bisik sang kaka lalu men cium kening sang adik dengan sayang.
Saat hendak beranjak dari tempat tidur sang kaka yang memiliki mata yang jeli nan tajam itu pun tak sengaja melihat lebam merah di kedua pergelangan tangan sang adik. Seperti bekas cengkraman yang kuat.
Melihat hal itu pun sang kaka merasa sangat marah dan terlihat raut yang mengerikan disana.
Perlahan tapi pasti ia pun beranjak pergi dari kamar sang adik menuju ruang kerja yang berada di sebelah kamarnya.
Saat sudah terduduk di kursi kerjanya. Iapun mengambil handphone yang tergeletak di atas meja dan menelfon seseorang.
"Come here".
Ucapnya dengan nada dingin tak bersahabat. Lalu mematikan panggilan telfonnya tanpa menunggu jawaban dari sebrang telfon.
Tak berapa lama terdengar suara ketukan pintu dari luar lalu yang mengetuk membuka pintu.
Terlihat sang bos yang tadi menelfonnya tengah terduduk diatas kursi kerja dengan pandangan membunuhnya.
Sementara yang dipandang hanya bersikap santai dan duduk di kursi seberang tanpa rasa takut dan bersalah sama sekali.
"Jelaskan". Ucap sang bos dengan nada tegasnya.
"Memangnya nona raina tidak mengatakannya pada anda tuan muda". Tanya seseorang itu.
Sang bos pun hanya melihat dengan tajam sang bawahan.
"Hhhhh.....Pembulian oleh nona helena dan kelima teman lelakinya di acara pesta. Anda ingat dengan acara ulang tahun nona helen bukan". Jelas sang bawahan.
Sang bos pun hanya terdiam dan menutup matanya dengan lelah seraya mengepalkan kelima jarinya dengan kuat.
Ya dia sangat ingat teramat ingat sampai-sampai ia tak ingin mengingatnya. Terlalu menjijikan melihat sikap dan sifat asli dari seorang Helena geraldi. Yang terkenal pendiam, sopan dan lembut yang aslinya kebalikan dari yang orang katakan.
Malam itu helena mengatakan perasaanya terhadap sang tuan muda. Dengan gaya manjanya helen berusaha untuk menggoda sang tuan muda. Namun naasnya sang tuan muda selalu menilak bahkan mendorongnya hingga terjduh dan mengatakan perkataan yang menyakitkan bagi helena.
"Kemarin malam tuan muda meninggalkan pesta begitu saja. Lalu tuan muda pergi bersama asisten tuan muda ke singapor untuk bisnis. Tuan meninggalkan nona rain dengan ketiga adik lelaki tuan. Lalu menelfon saya untuk memastikan keadaan nona raina". Jelas sang baeahan.
"Lalu setelah saya sampai, saya tidak bisa menemukan keberadaan nona raina. Setelah saya cek cctv hotel ternyata nona raina sudah keluar dengan nona helena. Disitu saya mencoba menghubungi tuan namun nomor tuan tidak aktif. Dan saat saya cek kerumah. Nona raina belum pulang".
"Saya mulai mengerahkan yang lainnya untuk mencari nona raina kemanapun namun hasilnya nihil. ketiga adik laki-laki anda sudah mabuk berat dan tidak tahu dimana nona raina berada". Jelas sang bawahan dengan detail.
"Lalu pada pagi harinya ada yang menelfin saya dengan nomor baru. Saat saya mengangkat panggilan ternyata itu nona raina. Iya meminta dijemput. Tetapi tidak mengatakan dimana keberadaanya. Lalu saya mencoba untuk melacak keberadaan nomor itu. Dan ternyata nona raina berada di taman yang tak jauh dari apartemen MAHARS milik nona helena tuan".
"Keadaanya sangat buruk. Dia ditemukan oleh gadis muda dan ditolong olehnya tuan". Lanjut sang bawahan.
"Siapa dia ?". Tanya sang bos muda.
"Namanya Miranda Nur tuan". Jawan sang bawahan
Mendengar nama itu sang bos pun mengermyit heran seperti nama seseorang yang tak asing baginya.
"Seorang pelayan butik, adik ipar dari Royan Hardian seorang pengusaha properti ternama tuan". Jelas sang bawahan lagi.
Mendengar info dari sang bawahan sang bos pun di buat heran. Dalam hatinya berkata 'Seorang hardian memperkerjakan sang adik ipar sebagai pelayan butik'.
"Apa nama butiknya". Tanya sang bos penasaran.
"GHINAS COLECTION tuan. Milik madam Ghi langganan nyonya besar tuan muda". Ucap sang bawahan.
__ADS_1
Lebih aneh lagi jika seseorang itu bekerja bukan dibawah naungan hardian. pikir sang tuan muda dengan heran.
"Saya juga sudah memberikan sebuah cek yang sudah ada tanda tangan tuan muda. Saya memberikan kebebasan untuknya menulis berapapun nominal yang ia inginkan. Namun ia menolak dengan halus. Dia berkata bahwa dia tidak pantas mendapatkannya tuan. Dan berlalu pergi begitu saja". Ungkap sang bawahan.
Ada sedikit rasa terkesan didalam hati sang tuan muda namun tak mau ambil pusing sang tuan muda pun menepiskan lamunannya dan berkata.
"Aku ingin melihat bagaimana helen menyiksa adik kesayanganku".
Sang bawahan pun mengeluarkan satu amplop besar berisi kepingan CD berisikan bukti penyiksasn yang dilakukan nona helen bersama kelima teman lelakinya kepada nona raina.
"Ini tuan muda semua buktinya ada di dalam sini". Ucap sang bawahan sembari memberikannya kepada tuan muda.
"God job jio". Ucap sang tuan muda dengan senyum evilnya.
"Terima kasih tuan muda yash". Ucap jio dengan tersenyum ramah.
Ya. Sang kaka sekaligus tuan muda itu adalah Aryasa Akhsen Leonard ( Yash ) 30 tahun Putra pertama dari seorang jhonathan Artha Leonard dengan mendisng istri pertamanya Cinthiyana adiba seorang wanita cantik kelahiran jakarta wanita cantik keturunan tionghoa yang sudah wafat lima belas tahun lalu akibat sakit kanker rahim yang ia derita.
Aryasa adalah lelaki keras kepala, dingin, bermulut pedas dan berotak cerdik seperti kancil. Memiliki wajah tampan khas blesteran antara bule dan asia. Memiliki mata yang tajam menusuk serta beralis tebal. Tinggi 185cm berbadan kekar, dan sekaligus pemilik perusahaan ternama yang sangat berpengaruh di negaranya.
Rambutnya yang berwarna hitam kemeraha diujungnya dan rahang yang kokoh sertah berkulit bule menambah apik sosok seorang Aryasa Akhsen Leonard.
Sementara sang bawahan sekaligus tangan kanan sang tuan muda adalah Giovano abraham ( Jio ) berusia 29 tahun seorang hacker profesional, jomblo alias belum menikah keturunan indo-korea Ahli tembak terbaik, akhli beladiri, dan sangat teliti. Sifatnya humbel, sangat disiplin, penyabar, dan sedikit jahil. Berkulit putih khas korea, berbadan tegap, tingginya sekitar 179cm. Namun jio bisa sangat mengerikan jika sudah marah. Ada sisi lain di balik sikap humbel dan ramahnya.
Lalu ada Helena Geraldi wanita berusia 20 tahun sahabat dari Raina Agatha. Bule asli berparas cantik nan bertubuh sintal. Putri bungsu dari Tomi Geraldi seorang yang terpandang.
Yas pun melihat semua pembuliyan dan penyiksan yang dialami oleh raina. Dari mulai awalnya helena mengajaknya masuk keapartemen. Lalu mencoba membuat rain untuk mabuk bersama yang diakhiri penolakan oleh raina.
Lalu mulai lah pertengkaran yang terjadi. Helena mengatakan semua kekecewaanya terhadap raina tentang kakanya. Dimana helen berbicara umpatan atas ucapan yang yash berikan. Setelah itu raina yang hanya diam menangispun diseret kedalam kamar yang sudah terdapat lima orang pria dan terjadilah pembulian itu. Selain pembulian raina juga mendapat perbuatan asusila dan kekerasan fisik dari kelima tenan pria helena akibat terlalu banyak melawan. Sementara helena hanya tertawa dengan mengambil beberapa gambar dan video yang ia ambil dari handphonenya.
Yash yang melihat itu pun berulang kali menahan emosi dan selalu mengepalkan tangannya dengan geram.
Bagian yang terakhir mereka berenam mabuk bersama bersenang-senang merayakan pembuliyan dan kekerasan yang mereka perbuat kepada raina yang tengah menangis dengan pasrah.
Saat keenamnya tengah terlelap karena lelah. Raina pun memberanikan diri untuk mencoba kabur dari tempat helen. Beruntung ia sudah sangat hapal letak ruang apartemen milik helen sehingga dengan mudah raina berlari keluar mencari bantuan meski keadaannya sangat memprihatinkan.
Sayangnys saat hendak menuju jalan raya dan mencari taksi. Salah satu teman helen mengikutinnya dan mencoba menangkapnya kembali. Raina pun terus berlari menuju jalan yang terdapat banyak gang-gang sempit. Meski pun beberapa kali terjatuh raina masih tetap berusaha untuk melarikan diri.
Sussana saat itu masih terbilang sepi karena masih menjelang pagi, dan raina pun tidak bisa mencari pertolongan. Sehingga saat memasuki gang yang cukup sempit dan berbau. Raina pun mencoba menyembunyikan dirinya disana. Sampai mstahari bersinar terik pun ia masih berada disana. Mensngis merasakan perihnya dihianati oleh sahabatnya sendiri.
"Saya meminta maaf kepada anda tuan muda. Atas apa yang dilalui oleh nona muda raina. Itu semua karena ketidak becusan saya dalam bekerja". Ucap jio kepada yash dengan tertunduk.
Yash pun hanya diam memandang laptop yang masih memutar kejadian di apartemen helen secara berulang-ulang.
Matanya menyiratkan kebencian. bibirnya pun tipis. dan rahangnya terlihat berulang kali menegang. Membuat jio sedikit merasa takut akan anarah sang tuan muda.
"Sudah kau lakukan sesuatu jio". Tanya yash dengan aura mencekamnya.
"Informasi kelima orang laki-laki itu sudah ada di dalam berkas itu tuan. Dan saya belum mengambil tindakan lebih lanjut tuan". Tutur jio dengan sopan.
Yash pun langsung menngambil berkas itu dan membacanya denga teliti.
"Malam ini kau ikut dengan ku. Hanya kau dan aku". Titah yash tanpa bantahan.
Mengerti dengan apa yang dikatakan oleh sang tuan mudanya. Jio pun mulai menyeringai senang dan berkata "Ya tuan muda".
Sudah di pastikan malam ini akan menjadi malam yang menarik. Kelima lelaki itu akan tamat.
"Hanya ada satu masalah tuan". Ucap jio memberi tahu.
"Kita tidak bisa menyentuh nona helen. Maka dari itu penjagaan nona raina harus diperketat. Sebab berurusan dengan anak dari ketua gengster itu tidak mudah". Imbuh jio.
Yash pun hanya tersenyum menanggapi ucapan jio.. "Gengster". Lirih yash masih dengan senyum menakutkannya.
"Ternyata ini yang membuat mu berani melangkah sanpai sejauh ini helen. Menyakiti orang yang ku cintai demi membuatku takluk". Ucap yash dengan aura yang membunuh.
"Kita lihat, sampai kapan seorang Tomi Geraldi bertahan melindungi putri kesayangannya itu". Tutur yash dengan sinmrik liciknya.
__ADS_1
Jio yang melihatnya pun tertegun dan menerka-nerka akan langkah apa serta rencana apa yang akan dilakukan oleh tuan mudanya yang terkenal cerdik, licin dan gesit itu. Karena seperti yang sudah-sudah. Kelakuan sang tuan mudanya itu selalu diluar akal dan berkesan.