Luluh

Luluh
Episode 45


__ADS_3

Saat sarapan pagi antara Royan dan Maya masih saling diam. Keduanya bertingkah saling tak mengenal. Membuat Lili pun sedikit kebingungan melihat kedua orang tuanya yang bersikap tak biasa itu.


"Mira, sudah kau putuskan kesepuluh orang yang akan kamu pilih ?". Tanya Maya serius.


"Belum kak. Aku masih mencoba untuk menimang". Ucap Mira pelan.


"Ini sudah hari kedua, dan besok adalah hari terakhir. Apa perlu kakak bantu ?". Tanya Maya menawarkan diri.


"Hmmm, boleh. Kak Royan juga bisa membantu kalau kakak tidak keberatan". Ucap Mira mencoba untuk membangun suasana.


"Kakak besok sibuk Ra. Ada pertemuan penting di kantor kakak. Jadi maaf jika kakak tidak bisa membantumu". Ucap Royan santai seraya mengoles selai kacang pada roti tawar.


"Aaa, begitu". Ucap Mira sesikit sedih.


"Kakak ipar mu memang begitu. Mana mau dia repot-repot ikut membantumu Ra. Hidupnya cuma kerja dan kerja". Ucap Maya sedikit sinis.


Membuat Ayub menghela merasa bahwa sarapannya kali ini sungguh tidak mengenakkan. Sedangkan Royan hanya mengangguk dan tersenyum simpul.


"Itu memang pekerjaanku. Bekerja, mendidik anak dan istri juga memberi nafkah batin untuk istrinya. Bukan mengurusi jodoh orang yang belum tahu pastinya siapa". Ucap Royan santai dan memakan makanannya dengan santai.


Maya pun hanya bisa mendengus dan melirik suami dengan sebal. Begitu terlihat sekali jika sang suami tidak mendukungnya sama sekali. Meski pun gaya bicaranya terdengar santai dan biasa saja.


CUUP


Satu kecupan lembut mendarat di kening Maya. Membuat Maya sedikit terkejut dan menatap sang suami yang masih berada di depan mukanya dengan tersenyum.


"Aku berangkat kerja dulu". Ucap Royan dan mengelus rambut sang istri dengan sayang.


"Semoga berhasil". Ucapnya lagi dengan tersenyum tipis lalu berlalu pergi.


Maya pun hanya terdian dan sedikit acuh akan suaminya itu. Ia pun mendengus dan kembali memakan rotinya dengan santai.


"Percuma juga mas kamu mendoakan ku dan menyemangatiku. Kalau kamu saja tidak ikut andil dan menentang ku". Batin Maya merasa kesal.


"Momy bis sekolah kita sudah datang. Aku dan Lili akan pergi sekolah". Ucap Ayub meminta izin dan keduanya pun mencium tangan Maya.


"Hati-hati ya sayang". Ucap Maya lembut dan di angguki oleh keduanya dengan lesu.


"Tant, pergi dulu ya ?". Ucap Ayub setelah berada di samping Mira.


"Hati-hati ya". Ucap Mira lembut.


Keduanyanya juga mengangguk mencium punggung tangan kanan Mira juga mengecup pipi Mira bersamaan. Lalu pergi keluar menuju bis sekolah.


"Hhhhhh ada apa dengan mereka. Kenapa lesu sekali". Keluh Maya dengan raut lelahnya. Mira pun hanya diam dan melanjutkan sarapan bubir ayam yang menjadi langganannya setiap pagi.


Menjelang siang, setelah makan siang yang hanya bertiga saja dengan Maya dan Lili. Dikarenakan Royan yang tidak bisa pulang karena pekerjaan yang menumpuk sedangkan Ayub memiliki jadwal pulang di jm 3 sore. Dan akhirnya Mira pun hanya makan siang bertiga. Dengan menu ayam bakar madu dan udang goreng serta cah kangkung buatan Maya sendiri.


Melihat semua menu makanan itu, Mira pun sedikit teringat akan Yash yang sangat menyukai ayam bakar madu juga segala macam olahan udang. Ia pun mengingat saat pertama kali ia makan bersama Yash dengan menu kedua masakan itu. Juga saat kedua kalinya ia makan bersama Yash pun terlihat jelas di fikirannya.


"Kenapa aku jadi mengingatnya". Batin Mira mengeluh.


Tidak ingin larut dalam ingatanya itu. Mira pun mulai mencoba untuk mengenyahkannya dan fokus untuk santap siang. Ia tidak ingin kakaknya mencurigainya dan mempertanyakannya.


"Mom aku ingin udang goreng itu. Tapi kupasin kulinya. Lili tidak suka kulit udang". Ucap Lili kepada sang ibu Maya.


"Momy engga bisa sayang, kuku momy baru momy pakein kutek gimana dong ?". Tanya Maya merasa sedih.


"Yaah, masa masak bisa sedangkan ngupas kulit udang saja engga bisa". Sungut Lili kesal.


"Ya kan ini juga baru kuteknya Li. Momy ngewarnainnya setelah masak tadi. Sambil nungguin kamu pulang". Ucap Maya membela diri.


"Yaah momy". Rengek Lili dengan kecewa.


"Sini biar tante yang kupasin Li". Ucap Mira menawarkan diri.


"Suapin tapi kak". Ucap Lili menawar dengan tersenyum lucu.


"Lili emang gitu Ra. Banyak maunya. Udah kupasin saja jangan diturutin tuh permintaanya yang kedua". Ucap Maya mengomel membuat Lili memberengut tak suka.

__ADS_1


"Engga apa ko ka". Ucap Mira santai dan tidak keberatan. Membuat Lili menjadi senang. Dan Mira pun menyuapi Lili makan terlebih dahulu sebelum dia makan.


"Suapan dari tangan kakak enak. Lili suka". Ucap Lili jujur dan Mira hanya tersenyum simpul menimpali ucapan sang keponakan.


"Kalau begitu, harus dihabiskan ya". Titah Mira dan langsung di balasi anggukan semangat dari Lili.


Sekilas Mira juga teringat saat dirinya menyuapi tuan muda Yash drngan tangannya sendiri tiga hari lalu. Dan perkataan yang Lili lontarkan pun sama dengan yang Yash katakan. Dia sangat menyukai suapan dari tangan Mira.


"Ra, gimana kalau kita undang ke lima puluh orang ini. Terus kita seleksi. Nanti kakak akan minta bantuan Momy Herra untuk membantu kita untuk menyeleksi". Ucap Maya dengan antusiasnya.


Mira pun hanya tersenyum saja dan mengangguk pasrah melihat binar semangat dan keinginan kuat dari sang kakak yang sangat ia cintai membuat Mira hanya bisa pasrah mengikuti kehendaknya.


"Atur saja kak, baiknya gimana. Itu aku serahkan ke kakak". Ucap Mira dengan santai. Namun ada sedikit gurat keraguan di matanya.


"Semoga aku sudah sembuh. Selama in8 hanya sentuhan dari tuan Yash lah yang direspon oleh tubuhku. Selain itu, saat tuan Vikram menari dan banyak berinteraksi fisik denganku. Yang aku bayangkan hanya tuan Yash. Entahlah semoga aku bisa". Batin Mira merasa sedikit ragu.


"Ok kalau begitu kamu hari ini pergi ke salonnnya nona Anseliine ya. Perawatan merilexkan diri biar besok fress dan semangat". Titah Maya dengan penuh semangat.


"Emm, boleh aku ajak teman-teman ku kak ?". Tanya Mira menti izin.


"Siapa ?". Tanya,Maya memincing curiga.


"Shila, Nuri, Oji, sama Imelda kak. Teman-teman kerjaku". Ucap Mira santai.


"Ohh mereka toh. Ngomong-ngomong itu Oji beda swndiri Ra. Engga malu ya laki sendiri. Mana ngondek lagi kemayu gitu". Ucap Maya dengan bergidik ngeri.


"Ya mau gimana lagi kak. Udah dari oroknya lemah gemulai gitu". Ucap Mira seraya terkekeh lucu dan Maya kembali bergidig.


"Ya sudah kaka izinin. Ingat ya Ra janji kamu. Kaka matanya banyak soalnya. Kamu akan kakak pantau pokoknya". Ucap Maya tegas dan Mira pun hanya mengangguk saja.


"Ya udah. Li waktunya tidur siang. Yuk momy temani". Ajak Maya kepada,sang anak dan langsung di sambut oleh Lili yang ternyata sudah nengantuk karena kekentangan.


Setelah kepergian Maya dan Lili dari ruang makan. Mira pun membereskan semua piring dan gelas kotor lalu mencucinya dan menutup makanan di lemari makanan untuk nanti Ayub dan mas Roy pulang.


Dirasa semua pekerjaan beres. Mira pun mengambil ponsel dari sakunya dan menulis sesuatu di grup pertemanan yang bertuliskan grup pekerja Rodi di WA. Dan ternyata ajakan Mira untuk kesalon bareng pun di setujui oleh keempat temannya itu.


Mira pun akhirnya pergi kekamarnya untuk bersiap-siap sambil menunggu keempat temannya datang menjemput.


"Ney, yuk turun kita udah ada di gerbang depa nih. Pake mobilnya Jojo". Ucap Oji dengan suara kemayunya.


"Iya ok ok". Ucap Mira lalu melesat turun setelah setelah mengenakan jaket jeans abu-abunya dan tas kecil warna hitam dengan tali rantai bertuliskan Chanel asli.


Saat Mira sudah membuka gerbang keswmua temannya pun menyambut dengan ceria. Di bangku kemudi sudah pasti ada Imelda dengan sang tunanga Jojo. Di bangku tengah ada Shila dan Nuri dan di bangku belakang ada Oji yang menyembulkan kepalanya untuk menyapa Mira.


"Sini Ra kita bertiga di bangku tengah". Ucap Nuri yang langsung membuka pintu dan Mira pun langsung duduk dan menutup pintu mobil.


"Hai Ra apa kabar ?". Sapa Jojo ramah.


"Baik Jo, kamu sendiri ?". Tanya balik Mira dengan sopan.


"Sangat Baik Ra". Ucap Jojo ramah. Dan Jojo pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Kita mau kesalon mana nih Ra ?". Tanya Imelda penasaran.


"Beuty Shop and SPA Anseline". Ucap Mira santai.


"WHAT !!". Namun tidak untuk kelima orang itu yang berteriak heboh.


"Mampus gua. Salon terkenal mana ATM gua lagi limit". Ucap Shila dengan heboh.


"Perasaan limit terus deh Ney". Ucap Oji curiga.


"Ya lah, itu si Millo minta jajan. Jadi lah gua ngeluarin duit 20 juta. Duit jajan gua satu bulan di gabungin sama duit kerja gua setahun". Ucap Shila curhat.


"Ya elu Shil beli motor engga kira-kira harganya. Buat beli rumah moderen 2 lantai si nimbang motor gitu". Ucap Nuri seraya mengketuk jidad lebar Shila yang tertutup poni.


"Hobi gua motor Nuri, Lagian juga itu buat konten. Kan hasilnya juga mayan nambah subsecreber nambah duit". Ucap Shila yang baru setahun ini ngevlog di yutube.


"Terserah Lu lah terserah. Salon yang di pilih Mira kan salon terbaik Shil udah pasti hadilnya memuaskan". Ucap Nuri menasehati Shila.

__ADS_1


"Udah tenang saja. Aku kenal ko sama pemiliknya. Pasti nanti di kasih diskon juga. Sekalian kan rekomendasiin sama Imel dan Jojo. Siapa tahu entar pas mau nikah mau ke salon udah tahu sendiri salon yang terbaiknya dimana".Ucap Mira menjelaskan dan menenangkan Shila yang terlihat tegang dan bingung.


"Ahhh Mira, emang best friend for ever". Ucap Imelda dengan nada manja.


"Najis deh Mel, suara manja lu tuh membuat Gua pengin muntah". Ejek Shila dengan sinis.


"Iri bilang bos". Ucap Imelda seraya menjulurkan lidah.


"Ini salonnya yang dimana Ra. Di daerah A atau di Mall X ?"m. Tanya Jojo bingung.


$Di mall X saja Jo. Udah janjian disana juga sama pemiliknya". Ucap Mira memberi tahu.


"Yes bisa jajan nih kalau di mall". Ucap Imelda swnang dan Jojo pun hanya tersenyum seraya mengelus rambut Imelda dengan sayang.


Dan keempat orang yang berada di belakang pun hanya bisa menghela nafas dengan berbagai ekspresi di wajah masing-masing.


"Ah dasar padangan bucin". Batin Shila merasa kesal.


"Kapan aku bisa kaya gitu. Duuh pacar mana pacar". Batin Nuri dengan Miris.


"Elah telenovela di siang bolong". Batin Oji dengan melirik acuh.


"Tuan Yas.... Ahhh, kenapa aku kembali menyebut namanya dan memikirkannya. Memang benar-benat racun nih Imelda dan Jojo".


Batin Mira menggerutu sebab perlakuan lembut Jojo mengingatkannya kepada seseorang yang mati-matian ia lupakan dan hindari itu.


Sesampainya di Mall. Mereka semua pun berjalan ke arah tangga berjalan untuk menuju lantai 5 Mall yang kebanyakan di isi oleh toko kosmetik, toko parfum, beberapa salon kecantikan, barbershoop, perlengkapan bayi dan madih banyak lagi.


Keenamnya pun langsung masuk kearah pintu yang Bertuliskan Anselin Beauty shop and SPA. Mereka pun langsung di sambut hangat oleh Anselin dan para pegawainya dengan ramah. Dan sementara kelimanya memilih paket perawatan. Mira pun berbincang-bincang dengan Anselin yang terlihat begitu akrab.


"Ra, tapi maaf aku sudah harus pergi. Ada urusan penting jadi tidak bisa menemani lebih lama". Ucap Anselin dengan tatapan tak enak.


"Engga apa ko Miss. Sesuatu yang penting memang jangan ditunda. Engga baik". Ucap Mira dengan tersenyum ramah di akhir kalimat.


"Owww, sungguh pengertian sekali kamu Ra. Terima kasih ya. Semoga kamu nyaman. Dan bilang saja jika ada salah satu pegawaiku yang kurang sopan atau bertindak ceroboh". Ucap Anselin tegas.


"Tentu Miss". Ucap Mira dengan semangat.


Anselin pun lalu pamit dan memeluk Mira dengan sayang dan pergi setelah berpamitan demgan teman Mira yang lain.


"Muda, cantik, ramah, dan baik pula. Paket komplit tiada tara". Ucap Shila dengan tatapan kagum.


"Umurnya sudah hampir kepala lima all. Kalian tadi harusnya memanggilnya Miss Ansel atsu Maam Ansel". Ucap Mira memberi tahu.


"APAAA....!". Seru kelimanya secara bersamaan karena syok.


Wanita yang mereka kira berumu 30 malah ternyata umurnya hampir lima puluh dan hampi sama umurnya seperti ibu mereka sendiri.


"Sudah lah. Yuk saatnya kita relax all".Uxap Mira bersemangat dan langsung mencoba perawatan ramvut terlebih dahulu.


Jojo si tunangan Imelda pun ikut merawat diri dan merawat rambutnya. Dan semua hal itu pun tidah diherankan oleh Mira dan yang lainnya karena dimana ada Imelda pasti ada Jojo. Sungguh calon suami idaman bukan.


"Tuan. Hari ini nona Mira tengah melakukan peraeatan diri di salon milik nyonya Anselin bersama keempat teman kerjanya dan satu orang lelaki yang kemungkinan kekasih dari teman nona Mira". Lapor Roni melalui pesan washaapnya yang langsung di baca oleh Yash


Sedangkan Yash yang menerima pesan beserta foto Mira yang tengah di rawat rambutnya seraya fokus melihat ponselnya dwngan serius. Yash pun tersenyum lucu dan mendamba.


"Kau pasti tengah membaca novel Mira". Batin Yash dengan tersenyum-senyum sendiri.


"Tuan, nona Maya juga mengirimkan mata-mata untuk nona Mira. Sepertinya nona Maya bersungguh-sungguh akan perlawanannya". Lapor Roni lagi seraya mengirim foto dua orang mata-mata yang menyamar seperti dirinya itu.


"Biarkan saja. Yang terpenting terus jaga Mira. Dia terkadang ceroboh dan banyak melamun. Laporkan dan pantau terus keadaan Mira". Titah Yash dengan tegas.


"Baik tuan muda. Semoga hari anda menyenangkan". Ucap Roni dengan patuh dan hormat.


Roni pun menghela nafasnya. Sungguh ia sangat ingin mengakhiri tugasnya dan tidur sepuasnya. Karena sudah 3 bulan ini tidurnya tak tepat dan terlalu banyak bekerja membuatnya sedikit merindukan kadur dan tidur.


Sementara di Paris. Yash pun tersenyum memandang hamparan langit malam yang luas dan kelam. Seraya memutar lagu yang akhir-akhir ini ingin ia dengar dan nikmati. Yup lagu bollywood dan lagu indonesia era 2000 an yang hit pada jamannya yang di sukai Mira.


Seperti malam ini pun. Ia memutar lagu pal pal dil keepas yang sempat Mira nyanyikan bersama Vikram dipesta pernikahan kekasih tanpa setatusnya Mira itu.

__ADS_1


Dan semua tindakkan Yash pun di saksikan jelas ole Jio yang kala itu menemani sang tuan muda meminum kopi terenak di paris seraya membicarakan tentang bisnisnya dan juga kantor cabangnya itu.


__ADS_2