Luluh

Luluh
Episode 63


__ADS_3

Tepat pukul tiga dini hari ponsel Mira berdering berkali-kali. Membuat Mira yang terlelap pun menjadi sedikit terusik dan mendecak kesal. Rasanya baru saja ia terlelap namun sudah ada yang mengganggu waktu istirahatnya. Di tambah masih terlihat petang untuknya menerima panggilan televon.


Namun seolah tak ingin Mira damai dalam mimpinya. Ponsel itu pun terus berdering dengan nyaring membuat Mira langsung menghela lelah dan mengangkat panggilan telfon itu dengan mata yang terpejam.


"Hmm ya dengan siapa". Ucap Mira parau.


" Mira". Sapa seseorang yang berada di seberang telfon.


Mira pun sedikit mengernyit mengenali suara yang tak asing di telinganya itu. Ia pun lalu membuka matanya dan melihat kearah ponsel. Dan terpampang lah wajah segar Yash yang tengah tersenyum.


Mira pun langsung mengusap mukanya dan membersihkan kotoran yang mungkin saja terlihat di area mata.


"Maaf ya aku mengganggu mu malam-malam". Ucap Yash lembut dan Mira pun hanya mengangguk saja dengan mata yang sedikit mengantuk.


"Aku cuci muka dulu ya". Ucap Mira meminta izin.


" Ok. Jangan lama-lama ya". Ucap Yash dengan sedikit bergurau. Dan Mira pun hanya tersenyum saja lalu beranjak menuju kamar mandi.


Setelah itu ia pun kembali dengan wajah segar dan mata yang sudah tidak mengantuk lagi. Mira pun memandang kearah Yash dengan senyuman manis dan Yash pun menelusuri wajah Mira dan mulai fokus ke plester yang ada di pelipis Mira.


"Itu kenapa pelipisnya ?". Tanya Yash dengan serius.


Mira pun sedikit terdiam di tempat. Bingung mau bicara jujur atau bohong. Sebab ia sendiri pun merasa sedikit takut jika tatapan Yash sudah mulai serius.


"Emm anu itu. Kebentur tembok". Ucap Mira jujur.


"Kok bisa ?". Tanya Yash penasaran. Dan Mira pun hanya terdiam bingung.


"Ceritakan". Ucap Yash memerintah.


"Atau aku akan mencari tahunya sendiri". Ucap Yash lagi.


"Itu kemarin siang kencan sama Ardi tapi pacar-pacarnya tiba-tiba dateng. Salah satunya engga Terima terus ya gitu marah mengamuk ke aku. Di kiranya Ardi menjauh gara-gara aku". Ucap Mira menjelaskan.


" Hmmmm ada-ada saja. Udah diobatin kan ?". Tanya Yash memastikan.


"Sudah". Ucap Mira dengan tenang.


Yash pun terdiam seraya memandangi wajah Mira. Ada rindu yang sangat ia rasakan. Ada perasaan lelah yang ia alami dan ingin rasanya memeluk Mira untuk mengobati rasa lelahnya.


" Kenapa ?".Tanya Mira yang seolah merasakan yang Yash rasakan.


"Kangen". Ucap Yash dengan nada singkat.


Mira pun terdiam saat yash mengatakan jika dirinya tengah rindu. Namun entah dengan siapa dan kepada siapa. Mira enggan menyimpulkan nya takut jika kepercayaan dirinya nanti akan membuatnya malu dan kecewa.


"Pulang makanya". Ucap Mira lembut.


"Nanti sayang". Ucap Yash yang membuat Mira langsung merona.


"Sayang gitu Yash ?". Tanya Mira menggoda.


" Iya lah". Ucap Yash tersenyum. Dan Mira pun tersenyum seraya merasakan jantungnya yang berdegup kencang.


"Kenapa ko pipi sama telinganya merah". Ucap Yash menggoda.


"Engga tahu". Ucap Mira singkat dan Yash pun terkekeh lucu. Ingin rasanya ia mendekap Mira dengan erat.


" Yash, tangannya sudah tidak di gendong. Sudah bisa di gerakin memangnya ?". Tanya Mira yang menyadari jika tangan Yash sudah tidak di gendong lagi.


"Sudah lumayan mendingan. Inih sudah bisa gerak sedikit". Ucap Yash seraya menggerakan tangannya sedikit. Dan Mira pun merasa senang melihatnya.


"Syukurlah Yash sebentar lagi kamu sembuh. Semangat ya jalani therapinya". Ucap Mira senang.


"Iya sayang". Ucap Yash dengan tersenyum manis membuat Mira kembali merona.


" Besok kencan sama siapa ?". Tanya Yash santai seraya meminum minuman yang terlihat seperti kopi.


"Dengan tuan Arbie Setevano Gauram dan tuan Lukman Sastrawan.". Ucap Mira memberi tahu dengan raut enggan.


Yash pun tersenyum manis saat melihat raut enggan dari wajah Mira. Dia sangat tahu jika Mira terpaksa melakukan kencan dengan beberapa pria hanya untuk menyenangkan hati sang kakak.


"Semoga tidak ada masalah apapun. Jangan sampai terluka lagi". Ucap Yash dengan mengultimatum.


" Ya, semoga saja". Ucap Mira dengan tersenyum singkat.


"Sudah jam berapa di situ ?". Tanya Yash mengalihkan pembicaraan.


" Hmm. Sudah jam setengah empat Yash". Ucap Mira memberi tahu.


"Disini jam sembilan. Waktunya untuk konsultasi". Ucap Yash memberi tahu.


" Ya sudah. Semangat ya tuan Yash". Ucap Mira dengan tersenyum manis. Membuat Yash sedikit menelan ludah dan tersenyum singkat.


"Pasti. kamu juga semangat ya. Kerjanya yang hati-hati". Ucap Yash menasehati.


" Aku libur Yash kerjanya dapat tambahan dua hari jadi empat hari libur". Ucap Mira memberi tahu.


"Pantas bisa kencan pagi dan siang". Ucap Yash dengan tersenyum menggoda. Dan Mira hanya tersenyum singkat. Mira tidak tahu saja jika Yash sedang merasa abu-abu.


" Ya sudah gih konsul. Semangat tuan Yash". Ucap Mira menyemangati dan Yash hanya tersenyum saja.


Akhirnya obrolan pun berakhir. Dan Mira pun terdiam di tempat. Entah mengapa ia juga sangat merindukan Yash. Wajah dingin itu rasanya sangat ingin ia lihat terus-menerus. Juga suara tegas itu pun rasanya sangat candu baginya. Ingin rasanya juga menghubungi Yash lebih dulu. Namun selalu ia urungkan saat pikiranya mengatakan jika dia bukan siapa-siapa Mira. Jangan sampai rasa inginnya itu menjadi bumerang baginya.


"Tuan Yash. Semoga anda lekas sembuh". Lirih Mira dengan penuh harap.


Mira pun lalu membawa dirinya menuju ke dapur dan mulai berkutat disana dengan beberapa bahan makanan untuk sarapan paginya.


Selang satu jam setengah semua makanan untuk sarapan pagi pun tersedia dengan rapih di meja makan. Dan waktunya untuk Mira menuju kamar Lili sang keponakan perempuannya untuk membantunya rapih-rapih berangkat kesekolah. Setelah itu pun semua ikut sarapan pagi dan menikmati sarapan dengan santai.

__ADS_1


Dilain tempat ada Yash yang tengah duduk di kursi kerjanya dengan raut yang tengah menunggu sesuatu. Ia sangat ingin tujuannya bisa tercapai malam ini.


"Tuan". Sapa seseorang dari pintu.


" Masuk". Ucap Yash tegas.


Masuk lah Jio dengan dua orang asing berwajah khas orang jepang ke ruangan Yash. Dengan bersilang dada Yash pun memerhatikan kedua orang itu dengan mata tajamnya.


"Perkenalkan tuan, mereka adalah Gorou dan Hachiro. Biasa di panggil Gou dan Hach". Ucap Joo memperkenalkan. Dan kedua orang itu pun membungkuk memberi hormat.


" Gorou dan Hachiro. Putra kelima dan kedelapan". Batin Yash dengan alis terangkat keatas sebelah.


"Mereka tahu dimana Marko berada tuan". Ucap Jio memberitahu. Membuat Yash langsung tersenyum senang.


Jio pun mendekat kearah Yash dan berbisik


" Tetapi bayaran untuk mereka sangat mahal tuan. Mereka ingin klan Hideki ditangan Hachiro dan klan Aikoru di tangan Gorou".


Bisik Jio memberi tahu. Membuat Yash sedikit mengernyit tak suka. Kedua klan itu memang ada di tangannya. Namun tanpa persetujuan dari sang ayah sambungnya. Yash pun tidak bisa berkutik. Klan Hi dan Ai adalah klan besar yang sangat sayang di lepas untuk kedua orang yang terlihat belum memenuhi syarat sebagai ketua klan.


"kalian yakin akan hal itu ?". Tanya Yash sedikit ragu dengan bahasa jepangnya.


" Ya kami yakin kami sangat layak tuan". Ucap kedua orang itu dengan gigih dan dengan berbahass jepang. Membuat Yash tersenyum Miring.


"Tetapi menurut ku kalian belum layak". Ucap Yash jujur.


" Bagaimana jika aku tawarkan kalian klan Hidden blue. Aku akan mengajari kalian cara mainnya dan cara perangnya". Ucap Yash mulai bernegosiasi.


Klan Hidden Blue adalah klan yang di pimpin oleh Yash. Namun itu dulu saat usianya baru dua puluh tahun. Dan saat Yash berusia dua puluh enam. Ia mulai sibuk dengan bisnis yang ayah kandungnya berikan yang sudah ia pelajari dan sesekali ia rintis. Maka dari itu diusianya yang menginjak kepala tiga ia sudah bisa menjadi pembisnis muda dan dapat menyaingi sang ayah.


Itu sebabnya jika di rumah besar, Yash paling kuasa. Karena Yash memiliki apapun diatas ayah dan kakeknya. Dan sekarang tujuan Yash juga sama. Ingin menyaingi master Chou untuk membalaskan rasa sakit hatinya.


Karena selama ia diasuh oleh master Chou hidupnya bagai di neraka. Perlakuan buruk, kekerasan fisik, dan mental pun sering ia dapati. Chou mengajarkannya untuk buas dan kuat. Sampai Yash dapat menguassi klan Hidden blue.


Kini melalui Gou dan Hach ia akan membalaskan semuanya. Jika bukan karna Mira dan keinginannya untuk sembuh. Tidak akan ia kembali ke kediamam Chou.


"Anda yakin tuan ?". Tanya Gou dalam bahasa jepangnya.


" Ya. Karena kita memiliki tujuan dan musuh yang sama". Jawab Yash dengan tersenyum miring. Membuat Gou dan Hach langsung berpandangan satu sama lain.


"Baik lah. Saya Terima tawaran dari anda. Bantu kami tuan". Ucap Hach menyuarakan keputusannya.


" Tentu, asal kalian berdua tidak berhianat kepadaku". Ucap Yash dingin dan menusuk.


Membuat Gou dan Hach langsung mengangguk patuh.


"Lalu dimana Marko berada ?". Tanya Yash mulai mengalihkan pembicaraan.


" Dia ada di kota tokyo tuan Tepatnya di motel Paradise kamar sweet room nomor 3". Ucap Gorou memberi tahu.


"Bagai mana bisa, aku percaya dengan omongan kalian. Apa yang membuat kalian yakin jika Marko yang kalian sebut adalah Marko yang saya maksud ?". Tanya Yash sedikit menguji.


" Marko adalah teman gila kami. Saya beri tahukan kepada Anda karena saya ingin klan untuk membalaskan dendam". Ucap Hach dengan penuh semangat.


" Teman wanitanya yang dari timur Tengah". Ucap Gou memberi tahu. Yash pun tersenyum puas dan mulai memiliki rencana.


"Jio. Bawa mereka ke paman Yanuar. Biar dia yang mengurus segalanya". Ucap Yash memerintah dan langsung disngguki sanggup oleh Jio.


" Dan untuk kalian. Jika berita ini sampai bohong Maka kepala kalian yang akan menjadi sasarannya". Ucap Yash mengancam dan membuat kedua orang itu sedikit takut.


Yash pun mengibaskan tangannya menyuruh Jio untuk pergi bersama Gou dan Hach untuk menemui paman Yan. Dan mereka bertiga pun pergi meninggalkan Yash yang terduduk merenung.


"Aku ingin masalah disini selesai. Dan cepat menemukan si Nyonya bos yang sialan itu". Ucap Yash merasa geram.


" Dan untuk mu Chou. Selamat datang di kehancuran mu". Ucap Yash dengan tersenyum evil.


Malam harinya di sebuah motel. Dua orang kekasih tengah dilanda mabuk berat. Mereka berdua tengah berjalan menyusuri lorong menuju motel mereka dengan meracau entah kemana. Namun si pria rupanya cukup baik untuk tidak membuatnya mabuk berat seperti si wanita.


"Sayang, berapa lama lagi kita sampai hmmm aku sudah sangat lelah. Ohh tidak, maksudku tidak tahan hmm hmm hee hee". Ucap si wanita dengan suara parau akibat mabuk berat.


" Sebentar lagi sayang". Ucap si pria dengan sedikit tertatih karena ulah si wanita yang terus bergelayut manja.


"Noela sayang, tahan lah sebentar". Ucap si pria yang nencegah seseorang yang bernama Noela itu menciumi nya.


" Cepat lah Marko. Aku tidak sabar". Ucap Noela dengan manja.


"Aisss kau ini ya". Ucap Marko dengan gemas dan langsung menggendong sang kekasih dengan cepat. Membuat Noela tertawa senang.


Keduanya pun memasuki ruangan yang masih temaran dengan bercumbu kasih. Tak lupa sambil berciuman Marko pun menutup pintu dan menguncinya. Lalu ia pun membawa Noela keatas ranjang dan mencumbuinya penuh nafsu.


Tanpa mereka sadari ada dua pasang mata yang menyaksikan adegan panas yang di lakukan Marko dan Noela. Dua orang itu duduk di sofa yang tak jauh dari ranjang tidur mereka. Yang satu hanya menunduk merasa enggan melihat adegan panas itu. Dan yang satunya lagi memperhatikan dengan raut tegas dan tajam.


"Bisa-bisanya Marko tidak menyadari kehadiran ku dan tuan Yash. Mabuk asmara memang mengerikan". Batin Jio yang merasa kesal itu.


" Sial ". Batin Yash dengan menatap kesal.


Kedua orang itu memang lah Yash dan Jio. Dengan kekuasaan yang dimiliki Yash juga kerja samanya dengan Gou dan Hach, Yash dapat memasuki motel milik Marko dengan diam-diam. Maksud hati ingin mengejutkan Marko secara apik. Tapi ujungnya Yash dan Jio lah yang di buat kesal oleh perbuatan Marko dan sang kekasih itu.


Saat Marko melirik kearah sofa dekat tempat tidurnya yang terlihat tidak biasa oleh pandangan matanya itu. Ia sedikit curiga dan mulai menaikan instingnya meski kerap kali Noela terus saja meminta lebih dan menggodanya.


"Sayang, ayo lah". Rengek Noela dengan manja dan penuh hasrat.


" Sebentar sayang". Ucap Marko dengan nada yang terlihat awas.


Marko pun menajam kan matanya dengan awas mencurigai dua sosok yang terlihat samar di pandangan matanya.


"Siapa disana !". Teriak Marko dengan nada tajam membuat Noela sang kekasih sedikit terperanjak kaget dan melihat kearah yang sama dengan Marko.


Tsakk.

__ADS_1


Suara bunyi saklar lampu pun menyala memperlihatkan dua sosok yang begitu mengejutkan bagi Marko dan Noela.


" Ouh Marko !". Teriak Noela merasa terkejut seraya menutupi bagian atasnya yang sudah setengah telanjang.


Sementara Marko hanya bisa menghembus kesal. Ingin memaki namun yang tengah duduk dengan santainya di hadapannya itu adalah Yash dan Jio. Orang terpenting untuknya.


Dengan menahan malu Marko pun membenahi pakainya, dan berjalan kearah Yash dan Jio yang sedari tadi duduk santai seolah tidak melihat sesuatu adegan yang tidak semestinya mereka lihat.


"Tuan muda Yash anda di sini ?". Tanya Marko dengan raut bingung.


"Memangnya dimana lagi. Apa salah jika aku berkunjung". Ucap Yash santai dan sedikit tersenyum simrik. Marko pun hanya bisa menunduk merasa bingung dengan suasana yang begitu ambigu itu.


"Bagaimana keadaan Mira tuan muda. Apa dia baik-baik saja di sana ?". Tanya Marko penasaran.


Yash pun hanya diam dengan muka sendu membuat Marko merasa cemas dan was-was. Memikirkan keadan adik kesayangannya itu. Dan mengalir lah cerita tentang bagaimana Mira saat itu. Masalahnya, keadaanny, ap yang ia lalui semua Yash ceritakan dengan baik tanpa terlewat sedikit pun.


"Ada apa dengan Maya. Kenapa dia menjadi begitu sikapnya ke Mira ?". Ucap Marko bertanya-tanya.


"Dan apa-apaan mereka. Keluarga Firmansyah itu dan segala perjodohan sialan itu apa-apan. Memangnya yang akan menikah siapa huh". Ucap Marko lagi dengan kesalnya.


"Semua berawal dari Maya. Jika dia tidak mengedepsnkan rasa cemburunya, juga hasutan dari adik sepupu angkat dari suaminya. Semua ini tidak akan terjadi". Ucap Yash menambah kesal pikiran Marko.


" Dan kenapa Maya membenci anda. Sampai-sampai dia tidak ingin Mira bersama anda tuan muda?". Tanya Marko heran.


"Aku tidak tahu. Mungkin marga Leonard dan semua kegiatanku yang sudah diketahui oleh adik kedua mu itu".


Ucap Yash santai. Membuat Marko sedikit mengernyit tak setuju. Siapa Maya sampai ia tahu informasi tentang lelaki mudah lima tahun darinya itu. Yang bisa melakukannya hanya adik iparnya yang luar biasa itu. Karena dia keturunan dari marga Rahardian. Mustahil jika Maya tahu segala informasi tentang tuan Yash dengan mudah.


"Pasti ini ada sebab lain. Jika Maya tidak setuju Mira bersama tuan muda Yash. Tentu Royan pun juga tidak setuju. Tetapi keduanya berbeda pendapat. Justru Royan seakan membiarkan dan mendukung. Yah tidak salah lagi. Maya pasti sudah terpengaruh. Tetapi dengan siapa. Karena aku tahu betul. Adik langka ku itu tidak mudah untuk di pengaruhi seseorang". Ucap Marko dalam hati.


"Kedatanganku kemari juga tidak sepenuhnya karna Mira". Ucap Yash santai seraya menghisap vape miliknya dengan tenang.


Marko yang mendengarnya pun mengerut bingung. Ia menerka-nerka informasi apa yang ingin diketahui oleh tuan mudanya itu.


" Kau tau....Siapa itu Nyonya bos ?". Tanya Yash tajam dan menusuk membuat Marko mematung di tempat dan Noela pun menutup mulutnya. Terkejut dengan pertanyaan yang di lontarkan oleh Yash.


Melihat keterdiaman Marko membuat Yash yakin jika Marko dan kekasihnya tahu betul siapa itu Nyonya bos yang Yash maksud.


"Apa anda berurusan dengannya tuan muda ?". Tanya Marko was-was.


" Ya, dia mengincar nyawaku juga nyawa adik kesayanganmu itu. Mira". Ucap Yash serius.


"Sialan !". Umpat Marko dengan penuh amarah.


" Kenapa Mira harus berurusan dengannya. Apa yang sudah Mira lakukan sampai-sampai Nyonya bos mengincarnya". Ucap Marko sedikit panik dan bertanya-tenya.


"Ada sesuatu yang kau tahu Marko. Katakan saja agar aku bisa tahu sesuatu tentangnya". Ucap Yash penasaran.


Noelapun bergegas merapikan dirinya dan turun dari ranjang membuka lemari es dan mengambil satu botol red wine juga empat gelas untuk suguhan.


Iapun berjalan menuju kearah Marko, Yash dan Jio yang tengah berbicara serius. Menaruh nampat berisikan red wine di atas meja dan menuangkannya serta memberikannya kepada Marko, Yash, dan Jio. Dan mereka bertiga pun menerimannya dengan santai.


Marko yang dilanda kecenasan pun meminumnya dengan sekali teguk guna membasaki tenggorokannya yang sangat kering. Sementara Yash dan Jio hanya menyesapnya perlahan sambil menunggu Marko untuk berbicara.


"Aku tidak tahu pasti dia siapa. Identitasnya begitu rapih. Tidak ada yang tau dia itu wanita tua, setengah matang atau muda. Yang jelas dia licik sepertu rubah". Ucap Marko dengan penuh tekanan seperti dendam.


" Dia mendukung musuhku. dia juga mendukung musuh anda dan teman mafia anda. Sepertinya anda dan teman mafia anda itu nantinya akan bekerja sama". Ucap Marko menebak.


"Vikram ?". Ucap Yash seraya mengerutkan kening.


" Ibu tiri anda. Saya sedikit terlibat masalah dengannya secara tidak sengaja. Mengenai kedua adik kembar anda juga adik lelaki anda". Ucap Marko memberi tahu.


"Masalah apa ?". Tanya Yash penasaran.


" Mereka bukan anak dari ayah anda". Ucap Marko dengan serius.


"Apa". Ucap Yash sedikit syok di tempat.


" Ya, mereka jika bisa di bilang adik angkat anda tuan muda, bukan adik tiri berbeda ibu". Ucap Marko memberi tahu.


Yash pun melihat kearah Jio yang sedari tadi juga mematung di tempat merasakan keterkejutan yang sama. Bisa-bisanya hal sebesar ini luput dari pandangannya.


"Untuk kedua adik kembar anda, saya bisa membuktikannya jika mereka bukan anak dari tuan besar Jonathan. Tetapi untuk adik anda yang satunya lagi. Tuan muda Jasson saya belum bisa membuktikan dan memastikannya. Karena sudah diketahui oleh nyonya besar tuan muda". Ucap Marko menjelaskan.


" Mungkin ayah anda, tuan besar Jonathan sudah mengetahuinya diam-diam tuan. Tetapi beliau pura-pura tidak tahu". Ucap Marko lagi menebak.


"Siapa yang tau jalan fikiran dari ayah ku itu". Ucap Yash santai dan sudah tidak memusingkan informasi itu. Toh ketiga adik lelakinya itu berada di pihaknya dan mendukingnnya selama ini.


" Ada tugas,untuk mu ". Ucap Yash tanpa meminta persetujuan dari Marko yang mana mau tidak mau Marko harus melaksanakannya demi Mira dan keselamatannya.


" Kau tahu kan klan terbesar di negara ini yang di pimpin oleh Chou Yakezi". Ucap Yash memberi tahu.


"Tahu tuan, pria keturunan china dan jepang itu kan. Yang terlahir dari dua negara yang tidak mungkin bisa satu ikatan. Banyak pro dan kontra dalam sejarah hidupnya". Ucap Marko antusias dan Yash pun hanya mengangguk membenarkan.


" Aku anak angkat dari nya. Chou Yakenzi itu adalah adik angkat ayahku. Namaku disini Yasha Yukenzie". Ucap Yash memberi tahu. Membuat Marko dan Noela melongo hebat.


"Apa !". Seru Marko dan Noela secara bersamaan.


" Ya. Kau adalah seniper hebat. Juga meniliki jiwa petarung yang munpuni. Ajari klan hidden blue dengan baik agar mereka siap membantuku untuk mengalahkan paman Chou dan merebut kekuasaannya". Ucap Yash santai.


"WHAT !". Seru Marko dan Noela lagi.


" Anda serius tuan. Anda sudah memikirkannya baik-baik. Dia sangat kuat tuan". Ucap Marko menasehati.


"Dia kuat karena orang-orangnya. Dan separuh dari mereka telah mendukung ku". Ucap Yash santai dan Marko pun hanya melotot kagum. Tak menyangka jika seorang Yash namanya dan pengalamannya sudah seluas itu. Juga setrateginya secepat dan semumpuni itu.


" Baik lah, akan saya ajari mereka tuan muda. Asal anda selalu menjamkn keberadaan saya dan Noela". Ucap Marko pasrah


"Tentu". Ucap Yash santai namun memiliii keseriusan di dalamnya.

__ADS_1


" Mari bersulang untuk kerjasama ini".Ucap Yas sembari mengangkat gelas red winemya.


Mereka berempat pun bersulam dengan antusiannya dan sedikit berpesta mium di motel itu.


__ADS_2