Me Vs Berondong Mommy

Me Vs Berondong Mommy
Bab 105. Nenek Cantik


__ADS_3

"Hei La, kenapa kamu senyum-senyum gitu? Udah nggak galau-galau lagi, nih," kata Naya dan Maira.


"Emang kapan aku galau?" balas Ella sambil tertawa.


"Dih, nggak ngaku. Padahal kamu waktu itu nangis-nangis sampe nilai kamu turun semua gitu. Kamu nggak habis patah hati, kan?" cibir Maira.


"Hehehe. Tapi nilai ku kan udah bagus lagi sekarang," Ella menyengir malu. "Eh, guys. Mulai minggu ini kita wajib ikut les tambahan di sekolah, kan?" sambungnya mengalihkan cerita.


"Iya, jadinya pulang jam lima sore kita. Mesti bawa nasi bekal, nih. Nggak kuat kalau jajan di kantin terus," keluh Naya.


"Untung kamu udah nggak kerja di warnet lagi, ya," timpal Maira.


"Iya, itu juga yang jadi pertimbangan ayahnya Daniel kemarin," kata Ella.


...🥀🥀🥀...


"Sayang, Ella mana? Kok jam segini belum pulang?" tanya Albert pada Ghina, yang sedang memasak dengan ibu mertuanya. Pria itu baru saja pulang kerja.


"Mulai minggu ini dia wajib ikut les di sekolah, pulangnya jam lima sore," kata Ghina sambil menggoreng ikan.


"Oh gitu. Tapi nanti kamu yang jemput dia pulang, kan? Jangan biarkan dia pulang pake ojek online," kata Albert.

__ADS_1


"Iya, sayang. Nanti siap masak aku bakalan jemput dia," kata Ghina. "Mama mau ikut aku jemput Ella di sekolah?" tanya Ghina pada ibu mertuanya.


"Wah, boleh juga, tuh," timpal sang ibunda.


Beberapa jam kemudian, Ghina dan ibu mertuanya pergi menjemput Ella di sekolah.


"Kamu dijemput atau naik ojek online, La?" tanya Maira.


"Dijemput Mamaku," jawab Ella.


"Mobil putih itu, bukan?" tanya Naya sambil menunjuk mobil putih yang terparkir di bawah pohon angsana.


"Nenek? Maksudmu ibunya cowok itu?" tanya Maira dan Naya. Mereka berdua tahu, kalau Ella tidak memiliki nenek baik dari mendiang ayahnya, atau pun dari ibunya.


"Iya, dia Mama dari Albert. Ah, maksudnya ayahku. Tapi walau pun aku bukan cucu kandungnya, nenek sangat menyayangiku," cerita Ella dengan wajah ceria. Dia dan kedua temannya melangkahkan kaki ke arah mobil.


"Nenek, tumben ikut Mama jemput aku?" tanya Ella riang.


"Ya kamu pulangnya sore banget. Nenek kan kangen," ujar wanita itu.


"Nek, kenalkan. Ini teman sekelas aku, Naya dan Maira," ujar Ella memperkenalkan kedua temannya. Maira dan Naya pun menyalami sang Nenek, lalu menyalami ibunda Ella tersebut.

__ADS_1


"Teman kamu belum pernah main ke rumah, kan?" ujar Ghina. "Kapan-kapan belajar di rumah aja. Nanti Tante masakkan makanan yang enak," ujar Ghina.


"Siap, Tante," jawab Naya dan Maira dengan kompak.


"Kalian pulang pakai apa? Mau nebeng sekalian?" tanya sang Nenek.


"Nggak usah, Nek. Kami juga di jemput, kok. Lagian rumah kami beda arah," ujar Maira.


"Kalau gitu aku duluan ya, gaes," ucap Ella.


"Oke," jawab Maira dan Naya.


"Neneknya Ella cantik banget, ya. Masih muda," kata Maira.


"Ya wajar, dong. Anaknya aja umurnya baru dua puluh lima tahun. Paling umur neneknya Ella baru lima puluh tahunan. Anaknya juga cakep gitu, ya udah pasti nurun dari mamanya, kan?" kata Naya.


"Huu, kalau ngomongin Om Albert aja, wajahmu ceria banget. Lihat tuh, mamanya Ella aja cantik banget, mana mungkin dia mau sama kamu yang dekil gini," sindir.


"Enak aja aku dekil," protes Naya sambil terbahak.


(Bersambung)

__ADS_1


__ADS_2