Me Vs Berondong Mommy

Me Vs Berondong Mommy
Bab 114. Jangan Ketahuan Istrimu


__ADS_3

"Ayah? Kenapa pagi-pagi udah ada di sini?"


Ella mengerutkan dahinya, menatap heran pria tampan yang berdiri di depan pintu rumahnya pukul setengah enam pagi. Bahkan Ella saja baru terjaga dari tidurnya tiga puluh menit yang lalu.


"Tapi ayah janji, akan mengantarmu ke kampus sampai sepeda motormu selesai di perbaiki," sahut Albert.


"Tapi jadwal MOS-ku di kampus kan baru dimulai pukul 07.30 nanti?" kata Ella. "Ayah tidak perlu repot-repot. Aku tahu kalau sepeda motormu sudah selesai di servis dari tadi malam. Mama udah bilang sama aku," sambung Ella.


"Hhh ... Iya, sepeda motor kamu memang udah langsung dikerjakan mereka tadi malam rupanya, tetapi mereka bisa mengantar sepeda motormu pukul tujuh nanti. Kamu mau terlambat di hari kedua?" jelas Albert.


Ella tertegun mendengar penjelasan sang ayah. "Lagi-lagi aku overthinking, seperti kemarin sore. Aku kenapa, sih? Apa karena aku galau di awal masa kuliah ini?" batin Ella merasa malu.


"Jadi gimana? Kalau kamu nggak mau di antar, Ayah sih nggak maksa. Lagian kamu juga udah dewasa," ujar Albert.


Sikap Albert memang sedikit berbeda dibandingkan kemarin sore. Kali ini dia terkesan cuek pada Ella. Gadis itu sampai terkejut melihatnya.


...🥀🥀🥀...


"Untuk ke kantor ini masih terlalu pagi.


Mau pulang juga malas. Ghina pasti sudah berangkat ke restoran. Ngapain ya enaknya?" pikir Albert yang baru aja mengantar Ella ke kampus.


Beberapa saat kemudian, mobil mewah Albert terparkir di depan sebuah toko. Letaknya tak jauh dari restoran Jepang miliknya yang kini dikelola oleh Ghina. Mengandalkan pandangannya yang tajam, ia menunggu seseorang di sana. Tetapi hingga satu jam berlalu, yang ditunggunya tak kunjung kelihatan.

__ADS_1


"Hmmm... Apa ini usaha yang sia-sia, ya? Nggak mungkin kan, dia datang ke restoran setiap hari.


Pasti yang mengantar pesanan untuk restoran juga anak buahnya," gumam Albert di dalam mobil.


"Permisi ... Apa Anda sedang menunggu saya?"


Seorang wanita cantik mengetuk kaca jendela mobil milik Albert.


Tubuhnya yang ramping dan tinggi itu, terlihat sangat modis walau hanya dibalut pakaian sederhana.


"Lili!" Albert tersentak kaget melihat wanita cantik yang berdiri tepat di samping mobilnya.Albert mendadak panik.


"Bukain dong pintunya, kamu mau ketahuan istri kamu?" pinta wanita itu.


Albert tidak punya pilihan lain, selain membukakan pintu mobilnya. Lili pun duduk di kursi sebelah pengemudi. Aroma vanila yang halus menyelimuti seluruh bagian mobil.


"Ngapain kamu di sini?" tanya Albert pada Lilibeth.


"Lho, bukannya kamu nungguin aku? Iya, kan?" ujar wanita cantik berparas Eropa tersebut.


"Ck! Sok tahu kamu," kilah Albert.


"Ya terus ngapain kamu parkir di sini? Padahal restoranmu di seberang jalan itu," tunjuk Lilibeth.

__ADS_1


"Kamu tuh ke-GR-an aja," bantah Albert lagi.


"Ah, masa sih? Pasti kamu sudah mendengar ceritanya dari istrimu, kan? Aku terkejut, karena bekerja bersama istrimu," ujar Lilibeth.


"Hufftttthhh!" Albert menghembuskan napas dalam-dalam. Dari dulu wanita ini tetap sama, selalu bisa menebak isi pikirannya. Selain itu, wanita dari masa lalunya yang datang tiba-tiba ini, membuat hatinya tidak tenang.


"Aduuh ... kamu ini masih sama aja kayak dulu. Imut-imut terus lugu banget. Tapi kok nungguinnya di sini? Kamu nggak takut ketahuan Ghina?" ucap Lilibeth.


"Hmmm gini, ya. Aku nggak mau berlama-lama sama kamu. Aku mau langsung ke intinya saja. Kenapa kamu datang kemari dan bekerja sama dengan restoran kami?" tanya Albert to the point.


"Ya karena kota ini cocok sekali untuk aku dan anakku. Soal kerja sama, aku bukan sembarangan masuk ke restoranmu. Aku menang tender dan memenuhi semua kualifikasi yang disyaratkan," jelas Lili.


"Ya tapi kenapa kamu harus jadi pemasok bahan makanan? Kenapa nggak jadi guru, dokter, kerja kantoran atau apa kek gitu? Kamu sengaja, kan?" tuduh Albert.


"Jaga ucapanmu, Albert! Kamu nggak tahu apa-apa tentang hidupku, dan sekarang mau mengatur-ngatur pekerjaanku juga," marah Lili.


"Aku punya anak yang harus dibiayai.


Aku di sini bukan untuk mengganggu keluargamu!" sambung wanita misterius itu.


"Kenapa harus kamu? Memangnya ayahnya ke mana?" balas Albert yang masih menaruh curiga pada wanita itu.


"Kamu serius masih menanyakan hal itu?" wajah Lili tampak berkaca-kaca.

__ADS_1


(Bersambung)


__ADS_2