
"Semuanya ada tulisan from Albert❤." Naya menunjuk stiker bertulisan tangan dan gambar hati di benda-benda tersebut.
"Ugh, Ella bodoh!" ujar Ella menepuk jidatnya. Wajahnya memerah bak kepiting rebus, karena menahan malu.
"Jadi beneran semua ini dikasih sama cowok itu?" timpal Maira.
"Apa cowok yang kalian maksud itu cowok ganteng yang sering jemput kamu?" tanya Imelda dan teman-teman yang lain.
Ella mengangguk. Tidak ada gunanya lagi dia menyembunyikannya. Namun dia masih menutup mulut, siapa Albert sebenarnya.
"La, aku nggak bisa terima ini, walau pun kamu kasih secara gratis," ujar Maira.
"Aku juga. Meskipun barang-barang ini terlihat lucu, tetapi ini kan diberikan untukmu," ujar teman-teman lain menambahkan.
Ella tersenyum pahit. "Dia udah nggak ingat lagi, kalau pernah ngasih semua ini sama aku," sahut Ella lirih.
"La, kalau kamu mau, aku bisa bantu simpan barang-barang ini di rumahku. Kamu bisa ambil lagi, kapan pun kamu membutuhkannya," ujar Imelda menawarkan sebuah usul.
"Ya, simpan aja semuanya. Aku nggak mau melihatnya lagi," jawab Ella dengan suara parau. Dia berjalan gontai menuju kursinya.
Teman-temannya terperanjat mendengar kalimat Ella barusan. Gadis yang selama ini cukup tertutup dengan kehidupan pribadinya, kini malah terang-terangan meminta bantuan mereka untuk menyimpan barang-barang pribadinya. Mereka penasaran siapa sebenarnya sosok pria itu, sampai membuat Ella sangat terpuruk.
__ADS_1
...🥀🥀🥀...
"Oh, Kak Albert! Mau jemput Ella, ya?" Daniel menyapa pria yang memarkir mobil mewahnya di depan sekolah. "Wow, kali ini mobil hummer, ya? Keren banget. Kakak punya mobil berapa, sih?" cowok SMA itu mengagumi mobil berpenampilan gagah dengan roda besar dan tinggi, yang biasa untuk berpetualang itu.
"Ini mobil temanku, mobilku lagi di servis," jawab Albert. "Aku pinjam karena ada yang mau ku obrolin sebentar. Mungkin Ella bakalan telat datang ke warnetmu," sahut Albert.
"Owh, gak apa-apa, kok. Paling ramenyq nanti, agak sorean," sahut Daniel. Kedua bola matanya masih mengagumi setiap sudut mobil berwarna hijau army tersebut.
Albert memandang Daniel dengan tatapan heran. "Kamu nggak cemburu?" tanya Albert.
Daniel mengangat wajahnya lalu berkata, "Cemburu sama siapa?" bocah SMA itu balik bertanya.
"Emangnya kamu nggak ada perasaan apa-apa sama Ella? Kayaknya kalian dekat banget," selidik Albert.
Albert tercengang dengan pernyataan Daniel. Bocah SMA yang dia sangka masih nakal dan memiliki hormon serotonin cukup tinggi, ternyata bisa berpikir lebih dewasa darinya. "Bagus deh kalau gitu," gumam Albert.
"Uhuk! Uhuk! Nyebelin banget, sih. Gara-gara Bona dan Teguh yang bikin ribut si kelas, kami semua jadi kena hukum. Daniel pasti udah kelamaan nungguin aku."
Ella melangkahkan kaki mungilnya dengan lincah bagaikan anak kancil, meninggalkan teman-teman sekelasnya jauh di belakang. Dari balik pagar dia melihat Daniel sedang menunggunya. Ella pun mempercepat langkahnya.
"Ngapain lagi kamu ke sini?" Langkah Ella terhenti, saat melihat pria yang sedang berincang dengan Daniel.
__ADS_1
"Aku ingin bertemu denganmu," jawab Albert. Lagi-lagi dia melemparkan senyum manisnya secara cuma-cuma.
"Ella udah datang, tuh. Aku pulang duluan, ya." Daniel megayunkan kakinya ke arah halte.
"Daniel, tunggu," seru Ella.
"Aku lapar. Nanti kamu nyusul aja," teriak Daniel tanpa menoleh ke belakang.
"Uh!" Ella mendengus kesal. "Jadi mau ngapain kamu ke sini?" Ella mengulang pertanyaannya pada Albert.
"Mau bertemu denganmu." Albert pun menjawabnya dengan kalimat yang sama.
"Hah, kalau nggak ada yang penting aku pergi, nih." Remaja itu menghentakkan kakinya ke bumi.
"Tunggu!" Albert menggenggam tangan Ella untuk mencegahnya pergi. "Cleo menitipkan ini untukmu," ucap Albert sambil merogoh saku celananya. Dia lalu memberikan sebuah jepit manis bermotif bunga anggrek pada gadis itu.
"Cleo?" tanya Ella. Dia menepis tangan Albert dari tubuhnya.
"Cleopatra. Dia sepupuku yang kamu lihat di mall kemarin. Sebelum pulang, dia melihat jepit cantik ini terpajang di etalase. Katanya cocok untukmu," jelas Albert. "Ah, tapi kayaknya kamu nggak butuh ini, deh. Semua barang-barangmu saja diberikan ke orang lain."
Ella mengangkat wajahnya, lalu mengikuti arah pandangan Albert. Gadis itu terperanjat melihat pemandangan di belakangnya. Imelda dan beberapa teman lainnya sedang membawa barang-barang yang dia buang tadi.
__ADS_1
"Itu buku-buku novel dan gelang dariku, kan?" ujar Albert sembari menyipitkan matanya. Teman-teman Ella tersebut sontak menghentikan langkah mereka, saat bertemu pandang dengan Albert. Mereka merasa bersalah. "Kamu mau membuang semua hadiah dariku? Kenapa?" Albert menyipitkan matanya dan menggeram kesal.
(Bersambung)