
"Kenapa aku jadi kepikiran terus, ya? Walau pun Lili nggak bilang apa-apa, tapi wajah bocah itu mirip sekali denganku waktu kecil," gumam Albert.
"Albert, apa ada yang kamu pikirkan? Semua barang sudah turun dari kapal," tegur salah satu rekan kerja pria itu.
"Oh, sedikit," jawab Albert. Dia lalu kembali fokus pada pekerjaan.
"Nanti kamu selesai kuliah jam berapa? Nanti Ayah jemput," Albert mengirim pesan pada Ella.
Ella yang sedang berada di lorong kelas dan menunggu kedatangan dosen, mengernyitkan keningnya. "Tumben dia ngajak ketemuan duluan? Pasti ada sesuatu lagi." Ella bergumam sendirian sambil membalas pesan ayahnya.
"Lalu sepeda motorku gimana? Tadi kan sudah di antar oleh anak buah Ayah dari bengkel?" tanya Ella.
"Tadi belum jadi diantar. Kamu pulang sama Ayah," tegas Albert.
...🥀🥀🥀...
Sore hari setelah selesai kegiatan MOS, alias orientasi kampus hari kedua. Ella bergegas menuju ke halaman kampus, dan menunggu kedatangan sang Ayah.
"Huh! Padahal aku udah kuliah. Tapi masih aja pulangnya di jemput. Sebenarnya ada apa, sih?" gerutu Ella.
Bruk! Karena berjalan terburu-buru, tanpa sengaja Ella menabrak seorang mahasiswa.
"Maaf!" ujar Ella.
__ADS_1
"Maaf juga," kata cowok itu.
"Eh... kamu yang kemarin, kan? Yang kemarin bantuin aku. Makasih banget, ya," kata Ella ketika melihat wajah cowok berkemeja biru yang ditabraknya itu.
"Ella, ya?" balas cowok itu.
"Ah, kamu mengingatku rupanya," kata Ella sambil tersenyum. "Em, nama kamu siapa? Kok kamu ada di sini? " kata Ella.
"Namaku Ethan. Aku baru pulang kuliah juga," kata Ethan.
"Pulang kuliah? Kamu bukannya anak hukum? Nungguin teman di sini, ya?" tanya Ella. "Eh, aku baru sadar, kok kamu nggak pakai seragam hitam putih kayak aku?" sambung Ella lagi.
"Ini kan kampusku. Aku tadi juga ikut MOS sebentar, lalu ke sini untuk kuliah," jelas Ethan.
Ella masih merasa bingung, dengan jawaban Ethan. "Maksudmu? Ikut MOS? Lalu kuliah?" tanya Ella.
"Maksudnya? Kamu ambil dua jurusan? Eh, apa aku harus panggil kakak?" ujar Ella. Dia terkejut, ternyata Ethan yang tampak seumuran dengannya, adalah kakak tingkatnya.
"Ya gitu, deh. Aku dulu ingin jadi ahli gizi. Tapi ternyata, jurusan hukum menarik juga," cerita Ethan. "Oh iya, kamu boleh panggil aku Ethan aja, kok," imbuhnya.
"Daebak! Gak pecah tuh kepala. Aku baru di kenalkan sama simplisia dan farmakope aja udah mau botak nih rasanya," kata Ella takjub.
Simplisia adalah bahan alami yang digunakan untuk obat dan belum mengalami perubahan proses apapun. Farmakope adalah buku standar obat yang dikeluarkan oleh badan resmi pemerintah.
__ADS_1
"Hahaha, bisa aja kamu. Tapi emang jurusan farmasi itu lebih berat dari pada ahli gizi," kata Ethan merendah.
"Hemmm... itu sih karena kamu pinter aja, makanya bisa ngomong gitu. Kalau menurutku sih, semua jurusan itu sama aja susahnya," ujar Ella sambil memajukan bibirnya. "Kenapa aku merasa dia mirip seseorang, ya? Tapi siapa?" pikir Ella dalam hati.
"Btw, sepeda motor kamu udah bagus?" tanya Ethan.
"Oh, udah kok. Kemarin makasih ya bantuannya," jawab Ella.
"Makasih apanya? Aku bahkan belum sempat menolong apa pun," kata Ethan. "Ngomong-ngomong aku duluan, ya. Mau kelas print tugas nih. Sampai jumpa lagi."
"Eh, tunggu!" seru Ella, menahan Ethan untuk pergi. "Kamu mau ke depan juga, kan? Barengan boleh, nggak?" Ella tiba-tiba teringat janjinya pada Albert.
"Aku mau aja, sih. Tapi takutnya entar pacar kamu yang waktu itu datang lagi. Aku nggak mau dia salah paham," ungkap Ethan.
"Pacar?" Ella nggak paham, siapa yang dimaksud Ethan. Dia kan jarang dekat sama cowok. Yang nempel dia terus malah cuma Naya dan Maira.
"Itu lho, cowok yang jemput kamu waktu sepeda motor kamu rusak kemarin," jelas Ethan.
"Oh ... Dia ..." Ella baru nyambung, siapa yang dimaksud oleh Ethan. Dia itu bu-"
"Ehem! Aku bukan pacarnya, kok." Seorang pria yang muncul di antara Ella dan Ethan, langsung menjawab pertanyaan Ethan tadi. Albert menginterupsi percakapan kedua mahasiswa tersebut.
"Ella, ayo kita pergi. Aku udah lama banget nungguin kamu di depan sana." Albert menarik tangan Ella setengah paksa. Albert bahkan tidak memberikan Ella waktu, untuk menjelaskan yang sebenarnya pada Ethan.
__ADS_1
"Lah, katanya bukan pacar? Tapi protective amat?" gumam Ethan bingung.
(Bersambung)