Me Vs Berondong Mommy

Me Vs Berondong Mommy
Bab 44. Rencana Licik


__ADS_3

"Ngapain Albert jalan sama cewek lain? Apa itu kliennya?" pikir Ella curiga. "Tapi kalau kliennya, gak mungkin pegang-pegangan gitu, kan?" Dada Ella bergemuruh. Dia langsung teringat pada mamanya di rumah.


"La, ngapain di situ? Restoran ini nggak termasuk dalam daftar voucher belanja kita," seru Naya yang berjalan mendahului Ella.


"Nay, lihat sana. Ella pasti lihat dia," bisik Maira sambil menunjuk ke arah seorang pria dengan baju kaos putih dan wanita cantik dengan dress dusty pink.


"Albert?" gumam Naya. Remaja itu lalu melempar pandangannya ke arah sahabatnya. Ella tampak memasang wajah masam, dan memandang pria dalam restoran dengan tajam.


"Aku lagi depan restoran, coba lihat ke arah jam lima." Ella menekan tombol send sekuat tenaga, lalu menatap wajah pria itu untuk melihat ekspresinya.


Albert tampak mengecek HPnya, lalu menoleh ke belakang, tempat Ella dan teman-temannya berdiri. Pria itu melempar senyum sambil melambaikan tangan. Sikapnya yang tanpa rasa bersalah itu membuat Ella semakin geram.


"La, pergi aja, yuk," bujuk Naya dan Maira.


"Sebentar," ucap Ella. Dia lalu mengetik pesan dan mengirimkannya pada Albert. "Cewek itu siapa, sih? Ganjen banget. Aku udah kirim foto kamu ke mama," tulisnya.

__ADS_1


"Mama kamu udah kasih izin, kok. Tanya aja sama dia 😏," balas Albert dengan emot senyum licik di ujung pesannya.


"Apa maksudnya?" gumam Ella dalam hati. "Yuk pergi. Kalian tadi udah janji mau ceritain semuanya sama aku, kan? Traktir aku makan bakso lava, ya. Kita habiskan duit orang itu." Ella menagih janji temannya.


"La, are you ok?" ujar Maira cemas.


"Nggak. Makanya aku mau makan yang pedes-pedes," jawab Ella dengan lirih.


"Tapi vouchernya nggak bisa untuk makan bakso, La. Cuma burger dan donat pilihannya," balas Maira.


"Ugh, ya udah! Makan apa aja, deh. Yang penting bisa ngilangin badmood," ujar Ella.


"Ngapain kamu senyum-senyum gitu?" tanya wanita dengan dress off soulders dusty pink, yang duduk di sebelah Albert.


"Tadi tiba-tiba punggungku merinding. Rupanya beneran ada Mak Lampir di belakang sana," ujar Albert sambil tertawa.

__ADS_1


"Hah, Mak Lampir? Maksudmu?" perempuan berambut panjang hingga sepinggang itu menoleh ke belakang. Dia tidak melihat sesuatu yang aneh di sekitar mereka. "Al, kamu nggak indigo, kan?" tanya wanita itu lagi.


"Nggak, Cleo," sahut Albert kembali terbahak. "Btw, besok jadi 'kan kalian party di rumah aku?" tanya Albert.


"Beneran nggak apa-apa, nih? Gimana sama calon istri kamu?" tanya wanita yang bernama Cleopatra itu.


"Santai aja. Kalian bebas gunain rumahku selama seharian," jawab Albert seraya menaikkan sebelah alisnya.


"Tapi temanku cewek semua, loh. Terus Ghina juga belum kenal sama aku, kan? Aku takut, habis pesta malah ada perang galaksi di rumah," tanya Cleo lagi, meyakinkan Albert.


Wanita cantik tamatan ilmu gizi itu adalah sepupu Albert dari ayah tirinya. Mereka jarang sekali bertemu. Baru-baru ini, Cleo baru aja kembali dari studinya di universitas ternama di luar negeri. Dia ingin mengadakan reuni bersama teman-teman SMA-nya di rumah Albert yang luas dan memiliki fasilitas lengkap.


"Aku serius, Cleo. Pakai aja rumahku sebebas kalian. Aku mau lihat gimana reaksinya nanti," ujar Albert.


"Al, kamu nggak lagi rencanain yang aneh-aneh, kan? Ghina belum kenal sama aku, loh. Lagian nanti juga ada Casandra yang dulu naksir sama kamu. Dia masih single saat ini," Cleo semakin khawatir. "Udah, deh. Mending aku pinjam restoran Jepangmu aja untuk reunian kami," imbuh wanita cantik itu.

__ADS_1


"Justru bagus kalau kalian reunian di rumah. Aku jadi sangat terbantu." Albert mengucapkan kalimat itu sambil menaikkan sebelah alisnya.


(Bersambung)


__ADS_2