Me Vs Berondong Mommy

Me Vs Berondong Mommy
Bab 121. Aku Suka Kamu


__ADS_3

"Kenapa kamu senyum-senyum gitu?" Ghina mengusap rambut putrinya yang panjang dan halus.


"Oh, aku lagi chat sama teman aku," jawab Ella sambil berbaring.


"Maira dan Naya?" tanya Ghina. Ella menggeleng.


"Kalau gitu dengan Imelda?" tanya Ghina lagi. Namun Ella kembali menggeleng.


"Oh, teman cowok, ya? Atau pacar kamu?" selidik Ghina lagi.


"Belum jadi pacar kok, Ma," jawab Ella. "Ups!" Gadis itu mendadak menutup bibirnya. Baru aja dia keceplosan pada sang Mama.


"Hmm, gebetan rupanya?" Ghina senyum-senyum sendiri melihat tingkah anaknya. "Ya udah, kalau gitu Mama nggak mau ganggu, deh."


"Ih, Mama. Bukan gitu. Dia teman aku, kok," seru Ella yang merasa malu.


"Pacar juga nggak apa-apa, kok. Asalkan dia cowok baik-baik, dan kalian sama-sama bisa menjaga diri," kata Ghina.


"Ma, bukan gituuuu," seru Ella lagi. "Uh, Mama jadi salah paham, kan?" gumamnya.


"Oh ... Ethan, ya?" celetuk Albert yang kebetulan melintas di depan kamar Ella. Tangan kanannya membawa secangkir kopi panas.


"Sayang, kamu tahu juga? Kayak apa orangnya?" tanya Ghina pada Albert.


"Kamu harus ketemu sendiri baru bisa menilainya. Kalau dari fisik sih lumayan cakep lah. Tapi untuk hal lain aku nggak begitu tahu. Biasanya insting wanita yang lebih tepat menilainya," kata Albert setelah menyeruput kopinya.


"Mama sama Ayah salah paham. Dia itu temanku," bantah Ella yang masih merasa malu.


"Tuh, lihat. Kamu aja nggak membantah, kalau yang sedang kita ceritakan itu si Ethan," kata Albert sambil tertawa.


"Ah, Mama jadi penasaran. Kayak apa sih orangnya?" balas Ghina pula.


"Mama sama Ayah nggak asik, ah. Kalau gitu aku batal deh menginap di sini," kata Ella pura-pura merajuk.


"Yakin mau pulang? Emang berani bawa motor sendirian malam-malam. Ini udah jam sebelas malam, lho. Kalau ada apa-apa, Mama dan Ayah juga yang repot," kata Albert.


"Ck, benar juga kata Ayah," gumam Ella dalam hati. "Aku sih berani aja. Tapi memikirkan Mama, jadi ya udah deh, aku menginap di sini aja." Ella buru-buru mengurung diri di kamarnya, sebelum diinterogasi lebih lanjut tentang gebetannya itu.

__ADS_1


"Wah, ternyata Ethan udah banyak banget balas chat aku," kata Ella yang baru aja membaca pesan masuk.


"Ethan, sambung besok lagi, ya. Udah jam sebelas malam. Aku besok ada kuliah pagi," balas Ella.


"Jam sebelas malam? Emangnya kamu lagi di Papua? Atau jam di kamar kamu mati?" balas Ethan lagi.


"Hah? Apa maksud Ethan?" gumam Ella, lalu mengecek jam di layar ponselnya.


"Aaarrrh, dasar Al penipu. Sekarang tuh baru jam 21. 05," omel Ella dari dalam kamar. "Kenapa sih aku tadi langsung percaya, kalau udah jam sebelas? Sekarang dia pasti sedang ngetawain aku," gerutu Ella lagi.


...🥀🥀🥀...


"La, ayo di pilih menunya. Kok diam aja? Maaf, ya. aku cuma bisa ajak kamu ke warung bakso."


"O-oh, iya. Nggak apa-apa, kok. Aku suka banget bakso sama mi ayam," kata Ella. "Kamu pesan duluan aja, aku nunggu Maira dan Naya dulu. Mereka kok nggak datang-datang, ya?," sambung Ella.


"Mungkin mereka masih ada kelas. Jurusan kalian beda kan?" kata Ethan.


"Mungkin juga," balas Ella.


Ella menundukkan kepalanya dalam-dalam. Menghindari kontak mata dengan Ethan. Entah kenapa ia merasa malu, bertatapan dengan cowok itu.


Beberapa saat kemudian. "Mang, saya pesan bakso iga nggak pakai mi, ya. Bawang gorengnya yang banyak," pesan Ella. Akhirnya Ella memesan makanan duluan bersama Ethan. Kedua temannya belum juga muncul.


Drrrkkk! Baru saja Ella mau menyendokkan kuah bakso ke dalam mulutnya, kursi di sebelahnya ditarik seseorang. Ella menoleh dengan senang. Dia pikir Maira dan Naya yang datang.


"Ehem! Jadi ini yang mau makan di luar sama teman?" ujar seseorang yang duduk di sebelah Ella barusan.


"Ayah! Ngapain di sini?" Ella memasang wajah kesal.


"Ayah mau ketemu klien. Kebetulan lihat kamu di sini," jawab Albert.


"O-om... Salam kenal." Ethan menjabat tangan Albert dengan canggung. Albert membalasnya dengan ramah.


"Bohong, kan? Kenapa setiap aku ketemuan sama Ethan, ayah selalu muncul, sih? Lagian sejak kapan Ayah janjian sama klien di warung bakso gini?" kata Ella.


"Oh, jadi kamu kesal karena kencanmu terganggu?" ujar Albert tanpa rasa bersalah.

__ADS_1


"Si-siapa yang kencan? Aku cuma makan sama teman? Sebentar lagi Maira dan Naya juga datang, kok," bantah Ella.


"Ya udah, nggak usah marah-marah. Lanjutin makannya. Klien Ayah udah datang, tuh," ucap Albert sambil menunjuk ke arah dua pria yang baru aja memasuki warung bakso. "Ethan, jagain putriku baik-baik," kata Albert.


"Iya, Om," jawab Ethan.


"Hah? Jadi dia nggak bohong? Astaga, malu banget aku. Mana udah marah-marah depan Ethan lagi," batin Ella menahan malu.


"Ternyata hubungan kamu dengan Ayah tiri kamu dekat banget, ya? Aku salut. Biasanya kan sama Ayah atau Ibu tiri itu nggak pernah akur," komentar Ethan.


"Hah? Kamu nggak lagi nyindir aku, kan? Tadi kan jelas-jelas kami abis berantem," kata Ella.


"Iya, kalian emang berantem. Tapi bukan karena hal besar kayak di sinetron-sintron gitu, kan? Aku yakin sebenarnya kalian itu saling peduli," ujar Ethan.


"Syukurlah kalau kamu mikir gitu. Aku tadi udah ngerasa malu banget, berantem di depan kamu," kata Ella.


"Kenapa malu? Karena kamu suka aku?" tebak Ethan.


"Hah? Apa sih? Nggak gitu, kok." Ella tergagap mendengar kalimat Ethan.


"Yah, rupanya nggak toh. Aku kecewa, nih. Ku pikir kita sama-sama suka," kata Ethan.


"Eh, barusan dia bilang apa? Dia mau ngerjain aku, apa ngomong serius sih?" batin Ella bingung. "Lagian si Maira sama Naya ke mana, sih? Kok nggak nyampe-nyampe," pikir Ella dalam hati.


"La, kok bengong? Aku lagi nembak kamu, loh. Aku suka kamu," kata Ethan lagi.


...🥀🥀🥀...


Sementara itu di tempat lain. Naya sama Maira sedang bersantai di warung depan kampus, menikmati es kelapa muda yabg segar.


"Gimana ya kencan mereka? Semoga lancar deh," ucap Naya.


"Semoga Ella nggak marah sama kita gara-gara nggak jadi datang," sambung Maira pula.


"Kira-kira hari ini mereka bakal jadian nggak, ya?" gumam Naya.


"Ya nggak tahu. Tergantung Ethan, toh. Dia jujur sama perasaannya apa nggak. Kan selama ini dia bersikap biasa aja, sampe Ella mikir cuma dia yang suka sama Ethan."

__ADS_1


Rupanya mereka berdua sengaja janjian, untuk membiarkan Ella dan Ethan pergi makan berdua.


(Bersambung)


__ADS_2