Me Vs Berondong Mommy

Me Vs Berondong Mommy
Bab 42. Jika Bukan Milikku


__ADS_3

"Ghina, kamu yakin mau membatalkan rencana pernikahan ini? Hubungan kita udah terlanjur jauh, loh," kata Albert.


Ghina memandang wajah kekasihnya dengan sendu. Bibirnya tidak mampu berkata-kata. Beberapa kali dia menghela napas panjang, lalu menghembuskannya kembali.


Albert tersenyum melihat respon dari Ghina tersebut. "Kamu ragu menjawab pertanyaanku, artinya di hati kamu masih sedikit berharap, kan?" ucapnya.


Ghina buru-buru mengalihkan pandangannya dari pria muda itu. Memang sulit untuk dipungkiri, wajah rupawan yang dimiliki kekasihnya itu, sangat menarik perhatian kaum hawa termasuk dirinya.


"Apa alasanmu minta dibatalkan? Apa karena Ella?" tanya Albert lagi.


"Al, lihatlah. Sejak kita ngasih tahu hubungan kita, Ella berubah. Dia jarang di rumah dan berteman sama orang yang nggak bener," kata Ghina.


"Apa kamu udah coba tanya langsung sama Ella? Jangan langsung menyimpulkan gitu aja. Kamu juga gak suka 'kan, waktu Ella menuduhmu hamil?" ujar Albert. Ghina membungkan mulutnya.


"Ghina, memangnya kalau kita membatalkan pernikahan ini lalu kamu dilamar pria lain, Ella sudah pasti menyetujuinya?" ujar Albert.


"Mungkin. Yang dibenci Ella kan, aku menikahi pria lebih muda," jawab Ghina ragu, setelah berpikir sesaat.


"Kamu salah, Ghina. Yang jadi masalah saat ini, Ella menyukaiku. Walau pun Ella tidak pernah mengakuinya," ucap Albert dalam hati. Pria itu lalu mengubah posisi duduknya dan berkata. "Coba lihat mataku," pinta Albert.

__ADS_1


Ghina menatap pria itu. Dadanya berdegup kencang, saat pandangan mereka bertemu. Bola mata yang indah, bibir tipis yang bersemu merah, rambut hitam dan tebal serta tubuh yang atletis dan sempurna. Mampukah dia menemukan pria seperti ini lagi?


"Ghina, kalau kita membatalkan pernikahan ini, apa kamu sanggup nanti melihatku bersanding dengan orang lain?" tanya Albert sambil menatap wajah Ghina dengan serius. Kedua tangannya memegang bahu Ghina yang kurus.


Wanita itu terkejut dengan pertanyaan Albert yang tiba-tiba. Dia lalu mengalihkan pandangannya, dan menjauhkan tubuhnya dari Albert. "Maksud kamu apa?" tanya Ghina sedikit tersinggung.


"Aku nggak sanggup melihatmu menikah dengan pria lain," jawab Albert dengan tegas.


Kedua mata Ghina membulat dan membesar, saat mendengar ucapan Albert tersebut. "Dasar tukang gombal," ujar Ghina seraya memalingkan wajahnya.


"Setelah hubungan kita berakhir, mungkin kamu nggak bisa berja di sini lagi dan akan kupindahkan ke restoran. Karena aku nggak sanggup melihatmu yang bukan milikku," kata Albert.


"Al, kamu gila? Di luar sana banyak wanita yang lebih muda, cantik dan pintar dari pada aku. Sedangkan aku cuma janda miskin yang sudah punya anak remaja," sahut Ghina dengan suara parau.


"Soal itu ... " Ghina menggantung kalimatnya. Bibirnya bergetar. Hati dan pikirannya saling bertolak belakang.


"Lihat, lagi-lagi kamu ragu, kan?" ujar Albert tersenyum sinis.


"Bukan gitu, Al. Aku hanya bingung," kilah Ghina.

__ADS_1


"Baiklah. Aku kasih kamu waktu untuk berpikir selama satu minggu. Apa pun keputusannya nanti, akan ku terima," ujar pria itu.


...🥀🥀🥀...


Keesokan harinya, Ella masih disibukkan dengan kegiatan sekolah dan pekerjaannya sebagai kasir warnet. Remaja itu mengisi waktu luangnya di meja kasir sembari berselancar di internet.


"Rajin amat, Mbak? Biasanya orang-orang kalau ke warnet tuh main game sama bikin tugas doang, bukannya belajar."


Ella terkejut dengan suara yang tiba-tiba itu. "Naya, Maira. Kalian kok di sini?" tanya Ella.


"Kami mau ke mall, nih. Kamu mau ikut, nggak?" tanya Naya. Remaja itu sudah mengganti seragamnya dengan baju casual.


"Mall? Nggak, deh. Aku nggak punya duit untuk jajan," tolak Ella. "Lagian ini masih jam kerja aku," imbuh remaja tersebut.


Maira dan Naya saling berpandangan, lalu kompak menganggukkan kepala. "Kami tungguin, deh. Abis itu kita nge-mall bareng. Kami yang traktir," ujar Maira beberapa saat kemudian.


"Traktir? Tumben banget? Emang kalian lagi banyak duit?" cibir Ella.


"Ada, dong," jawab Naya dan Maira kompak.

__ADS_1


"Kalian kenapa, sih? Aneh banget?" Ella menatap kedua temannya itu bergantian dengan curiga. "Pokoknya aku nggak mau ikut. Aku di sini aja sambil belajar," ucap Ella tegas.


(Bersambung)


__ADS_2