Me Vs Berondong Mommy

Me Vs Berondong Mommy
Bab 118. Identitas Wanita Itu


__ADS_3

"Dia kakak kelasku waktu kuliah S2 dulu," jawab Albert dengan gugup.


"Terus?" tanya sang mama yang berdiri di belakang Albert. Wanita itu emosi, melihat wanita lain sedang bersama putranya. Ibunda Albert terseb terlanjur menyayangi Ghina sebagai menantunya.


"Tidak ada hubungan apa-apa, Ma. Dia hanya kakak kelasku," kata Albert.


"Terus kenapa kalian berdua sangat akrab?" tanya Ghina dengan suara bergetar.


"Albert saat itu sedang menempuh pendidikan Bisnis sekaligus Matematika. Dia menjadi mahasiswa S-2 termuda saat itu. Wajahnya yang tampan, membuat banyak wanita terpikat dengannya," kata Lili.


"Tapi kamu nggak pernah menyukaiku, Lili," balas Albert. "Ghina, maafkan aku. Dulu aku pernah menyukai Lili. Tapi aku tegaskan, itu dulu. Sekarang aku milikmu," kata Albert.


"Kalian nggak sedang berbohong, kan?" kata Ghina masih belum percaya.


"Lili itu memang cantik dan modis saat kuliah dulu. Tapi dia itu gila belajar. Belum ada pria yang menarik hatinya. Dengan tegas, dia menolak pacaran dan hanya fokus sama studinya," kata Albert. "Jujur, aku dulu berusaha mendekati Lili. Tapi seperti yang ku bilang tadi, dia nggak pernah membalas perasaanku," sambungnya.


"Dulu semua mengatakan, kalau aku ini sombong karena tidak ingin menjalin hubungan dengan cowok mana pun. Bahkan aku disumpahi jadi perawan tua," kata Lili.


"Ghina, aku ingin tegaskan padamu. Hubungan kami saat ini hanya sebatas alumni, tidak ada apa-apa. Aku bahkan terkejut, waktu mengetahui kamu adalah istrinya. Albert tidak salah memilih wanita," sambung Lili lagi.

__ADS_1


"Apa aku bisa mempercayainya? Gimana kalau kalian berbohong di belakangku?" kata Ghina.


"Tolong percaya padaku. Aku memang single parent, tapi aku bukanlah pelakor. Kebetulan saja aku bekerja di sini," jelas Lili.


"Aku akan percaya kalau kalian bisa menjelaskan, apa yang kalian lakukan tadi, sebelum aku datang," pinta Ghina.


"Iya, Ghina. Aku akan ceritakan semuanya," kata Albert. "Kalau kamu masih nggak percaya juga, nanti kamu bisa mengecek CCTV," sambungnya lagi.


"Jadi aku tadi bertanya padanya, kenapa dulu dia tiba-tiba menghilang. Padahal saat itu sedang masa ujian tesis. Dia juga nggak muncul di acara wisuda rekan seangkatannya," kata Albert.


"Aku tadi belum sempat menjawab pertanyaanmu, Al," kata Lili. "Waktu itu ayahku terkena struk. Dan aku sebagai anak pertama harus memangku semua tanggung jawab. Aku pun mengusulkan surat pindah untuk melanjutkan kuliah di Perancis, walau pun aku nggak bisa menyelesaikan kuliahku," kata Lili.


"Maafkan aku udah mencurigaimu. Aku nggak tahu, kalau hidupmu sangat berat," ujar Ghina.


"Nggak apa-apa. Aku mengerti, kok. Wanita mana pun kalau ada di posisimu saat ini, pasti memiliki pemikiran yang sama," kata Lili setelah mengusap air matanya.


"Maafkan Ibu juga, Nak. Tadi Ibu juga sempat mencurigaimu," kata Ibunda Albert. Lili hanya menganggukkan kepala, lalu tersenyum.


"Li, dia Mamaku," ucap Albert.

__ADS_1


"Senang bisa bertemu dengan Anda, Bu," kata Lili.


Albert berbisik pada Ghina. Dia meminta izin sesuatu, sebelum menanyakan pada Lili. Ghina lalu nenganggukkan kepala.


"Li, aku ingin tanya satu hal lagi padamu. Tapi maaf kalau ini sangat pribadi," kata Albert.


"Katakanlah, kalau itu bisa menghapus rasa curigamu," ujar Lili.


"Saat kamu bekerja, anakmu dengan siapa? Lalu, di mana suamimu?" tanya Albert dengan sangat hati-hati.


"Anakku ada di TK. Usianya lima tahun. Lalu suamiku ..." Lilibeth menggantung kalimatnya.


"Maaf, kamu nggak harus menjawabnya kalau itu berat," kata Albert.


"Aku harus mengatakannya, agar kamu nggak curiga terus. Suamiku telah tiada, saat anakku masih dalam kandungan. Dia pria Asia sepertimu juga. Karena itulah aku datang dari Perancis ke sini, untuk mengenalkan anakku pada kampung halaman Ayahnya," ungkap Lili.


"Boleh aku lihat foto anakmu?" tanya Ghina tiba-tiba.


Albert mendadak panik. Karena bocah laki-laki itu. "Apa yang akan Ghina pikirkan, waktu melihat foto bocah itu nanti?" pikir Albert.

__ADS_1


(Bersambung)


__ADS_2