Me Vs Berondong Mommy

Me Vs Berondong Mommy
Bab 29. Bisnis Terlarang


__ADS_3

"Cowok itu mengajak mama ketemuan hari ini. Aku jadi cemas,” lanjut siswi SMA tersebut.


"Ketemuan?" Albert semakin marah mendengarnya. Siapa sih yang mengajak calon istrinya ketemuan diam-diam?


Ella terlonjak kaget mendengar respon dari Albert. 'Ugh, bego! Ya Al jelas marahlah, aku nggak jelasin siapa mereka itu." Ella bergumam dalam hati. Karena terlalu panik, dia sampai melupakan hal yang paling penting.


Sementara itu di pelabuhan, Albert berusaha bicara dengan lembut pada Ella. Meski hatinya tercabik-cabik. "Ada masalah apa, La? Coba ceritakan padaku semuanya," ucap pria itu.


"Cowok-cowok itu rentenir. Mama tadi malam di telepon oleh para rentenir itu. Mereka janji ketemuan hari ini," jelas Ella.


"Ketemuan? Di mana?"Albert menghentikan mobilnya. Ella kemudian menceritakan semua yang dia dengar tadi malam pada Albert, calon ayah tirinya tersebut.


"Astaga, Ghina. Kenapa kamu baru bilang sekarang?" Marah Albert pada gadis itu. "Aku tahu harga diri Ella sangat tinggi untuk meminta bantuanku. Apalagi waktu tahu aku akan menikahi mamanya. Tapi sekarang, dia malah meneleponku demi sang mama. Benar-benar tsundere." Albert bergumam dalam hati.


"La, apa kamu tahu mereka akan ketemuan di mana?" lanjut pria itu.


"Nggak. Mama nggak bilang dan aku juga nggak mendengarnya. Samar-samar, aku hanya mendengar kompleks Sakura Square. Dan mereka akan ketemuan jam sepuluh," kata Ella. Tiba-tiba terdengar suara bel sekolah yang sangat nyaring. Waktu istirahat telah usai.

__ADS_1


"Sakura Square?" Albert bergidik ngeri. Sakura Square terkenal dengan hotel bintang tiga untuk bisnis esek-esek dan juga transaksi benda terlarang. Mau ngapain mereka membawa Ghina ke sana?


"Jangan khawatir, sayang. Aku akan bantu mamamu. Aku bisa mengurus pekerjaanku nanti." Tut... Albert lalu memutuskan teleponnya. Dia membiarkan gadis itu untuk kembali ke kelas.


"Ugh, Al bod*h. Kenapa kalau urusan mama, selalu aja didahuluin? Sayang? Yang bener aja di saat gini dia malah bilang sayang? Pasti maksudnya 'sayang' itu bukan 'sayang' yang seperti itu, kan?" gumam Ella dalam hati.


Sebagian kecil hatinya merasa lega, karena ada seseorang yang akan membantu mamanya. Tetapi sebagian hatinya yang lain merasa cemburu, karena perhatian yang diberikan pria itu.


"Ella, ngapain di sana? Ayo masuk, Bu Nana sebentar lagi masuk," seru Naya dan Maira.


"Tunggu aku," kata Ella sambil berlari.


"Gimana caranya aku mencari Ghina? Sakura Square itu lumayan luas. Sedangkan aku cuma butuh waktu sekitar satu setengah jam lagi."


Albert memutar otaknya untuk menemui Ghina. Dia mengemudikan mobilnya menuju ke Sakura Square dengan kecepatan penuh.Telepon Ghina tak juga diangkat. Ini udah yang kesekian kalinya Albert menelepon.


Memang tempat yang paling terkenal di sana adalah hotel Salsa, penginapan bintang tiga yang terkenal sebagai tempat transaksi benda terlarang. Tetapi di sana juga ada area pergudangan, deretan pertokoan, dan juga beberapa panti pijat. Albert tidak tahu, ke mana tempat yang harus dia tuju pertama kali.

__ADS_1


"Oh, iya. Mungkin dia tahu." Albert mencari sebuah nama di kontak HPnya.


"Halo, Al? Ada apa?" jawab Galena di seberang sana.


"Apa kamu tahu, Ghina meminjam uang kepada siapa?"


"Meminjam uang? Bukannya Kakak udah ceritain semuanya ke kamu? Memangnya apa yang terjadi sama Kak Ghina?"


"Barusan Ella meneleponku," ucap Albert. Dia lalu menceritakan secara singkat tentang janji Ghina pada rentenir.


"Astaga. Sampai separah itu? Sebentar, aku cari dulu. Kayaknya aku tahu sesuatu tentang Sakura Square, deh," ucap adik dari Ghina tersebut. Dia lalu mengotak-atik HP-nya untuk mencari sesuatu. "Aku udah kirimkan nomor HP dan alamatnya padamu," kata Galena.


"Koperasi Simpan Pinjam Latansa? Ok, aku telepon dulu," ujar Albert. Pria itu menghubungi nomor telepon yang diberikan oleh Galena, sembari mengarahkan mobilnya ke alamat yang tertera di sana.


Hampir dua puluh menit, Rangga mengitari Sakura Square untuk mencari alamat tersebut. Dia juga telah bertanya sana sini. Tetapi semuanya mengatakan, alamat itu adalah fiktif. Koperasi tersebut diduga adalah pinjaman online yang memiliki bunga sangat besar.


"Halo, Lena. Nomor teleponnya sama sekali nggak bisa dihubungi. Alamatnya juga fiktif," ucap Albert kepada Galena.

__ADS_1


"Apa? Jadi gimana? Kakakku nggak bakal kenapa-kenapa, kan?" Seru Galena panik. "


(Bersambung)


__ADS_2