Me Vs Berondong Mommy

Me Vs Berondong Mommy
Bab 46. Nggak Cemburu


__ADS_3

"Loh, Mama kok masih di rumah?" tanya Ella. Separuh dari badan gadis itu basah, karena baru aja selesai mencuci pakaian dan sepatu sekolahnya.


"Hari ini 'kan minggu. Mama libur," jawab Ghina sambil memotong kentang.


"Sejak kapan hari minggu Mama libur kerja?" selidik Ella. Sebenarnya dia suka, kalau mamanya mendapat hari libur. Tetapi untuk saat ini, sepertinya ada yang disembunyikan dari dirinya.


"Mama libur cuma hari ini aja, kok. Besok kerja lagi. Nanti sore Albert ada acara reuni SMA di rumahnya, makanya dia meliburkan Mama," ucap Ghina.


"Reuni? Berarti ada laki-laki dan perempuan, dong? Terus Mama nggak cemburu? Mama nggak sakit hati karena dijauhin dari teman-temannya?" selidik Ella, sambil mengelap tubuhnya yang basah dengan handuk.


Ghina meletakkan pisau dari tangannya. Dia memandang talenan dan potongan kentang, dengan tatapan kosong selama beberapa detik. "La, hubungan kami kan belum resmi. Status kami saat ini hanya sebagai pembantu dan majikan. Jadi, yang dia lakukan itu nggak salah," jelas Ghina pada putrinya.


"Sebenarnya kalian berdua kenapa, sih? Awalnya aja ngebet banget sama Albert. Setelah dikasih izin malah jadi begini? Mama juga nggak merespon foto yang aku kirimkan kemarin. Jadi Mama biarin Albert deketin cewek-cewek genit itu?" Ella mengomel untuk mengeluarkan ganjalan di hatinya.


"Ella! Berhenti memanggil Albert dengan nenyebut namanya aja! Dia calon ayah kamu!" bentak Ghina. Ella terlonjak kaget mendengarnya.

__ADS_1


"Uh, iya-iya ... Aku minta maaf," ujar Ella dengan mengerucutkan bibirnya ke depan.


"Nak, kalau mau membina rumah tangga, jangan mudah terpancing hanya karena sebuah foto," nasehat Ghina. "Lagian kamu sendiri juga nggak yakin, kan? Itu foto Albert dengan siapa? Dan mereka lagi ngapain?" ujar Ghina menambahkan.


Jleb! Ella seperti tertusuk panah tepat di dadanya. Yang dikatakan oleh mamanya barusan emang benar. Dia nggak tahu apa-apa tentang Albert dan cewek itu.


"Ya udah, terserah Mama, deh. Mama yang paling tahu, perasaan Mama padanya," ucap Ella. Dia mengayunkan kakinya meninggalkan dapur.


Setelah Ella pergi, Ghina menyandarkan punggungnya pada dinding dapur. Ada rasa sesal dan malu di dalam hatinya. Ghina menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan untuk meredam detak jantungnya yang tidak terkontrol.


"Ghina bod*h! Padahal kemarin dengan pedenya ingin merelakan Albert, tapi di hadapan putrimu sendiri malah menyebutnya sebagai calon ayahnya?" Wanita itu tidak bisa membohongi hatinya, bahwa dia merasa cemburu dengan para wanita yang menempel pada Albert.


Ella menggulung rambutnya yang basah dengan handuk. Kedua pipinya yang tirus diusap menggunakan face tonic yang baru-baru ini dia beli dengan uang gajinya. Remaja itu sekarang memang mulai merawat wajahnya.


"Ck, aku makin penasaran sama hubungan mama dan Al. Apa mereka berantem? Tapi kenapa?" Ella memandang HP-nya. Hatinya tergelitik untuk melakukan sesuatu.

__ADS_1


"Tumben mama diliburin? Apa kalian bertengkar?" Akhirnya rasa penasaran Ella tidak dapat dibendung lagi.


Tling! Balasan dari Albert langsung diterima Ella dalam waktu kurang dari tiga puluh detik. "Memangnya Mama kamu masih belum cerita? Dia ragu melanjutkan hubungan ini, karena kalian kemarin bertengkar. Jadi dia minta waktu break sebentar," tulis pria itu.


"Break? Jadi itu alasannya dia mendekati cewek lain? Huh, dasar cowok ganjen," batin Ella ketika membaca isi pesan Albert.


"Kalau kayak gini terus bisa-bisa Mama batal menikah dengannya. Kok aku malah merasa senang, ya? Karena hatiku lebih tahan lihat dia jalan bareng cewek lain daripada mama," gumam Ella.


Tok! Tok! Tok!


"Nak, sarapan yuk," panggil Ghina dari luar kamar.


"Bentar, Ma. Aku sisiran dulu," sahut Ella dari dalam kamar.


"Tapi kalau diingat-ingat lagi, Mama kayaknya belum bisa ngelepasin Albert, deh. Tadi aja masih keceplosan nyebut Albert calon ayahku." Ella masih belum bisa mengenyahkan bayangan pria tampan itu dari pikirannya.

__ADS_1


"Duh, tauk deh. Aku udah nggak mau mikirin hubungan mereka lagi." Ella menyisir rambut panjangnya, lalu bersiap untuk sarapan.


(Bersambung)


__ADS_2