Me Vs Berondong Mommy

Me Vs Berondong Mommy
Bab 110. Cowok Baru


__ADS_3

"Halo, Pa. Aku datang lagi. Papa pasti sudah sangat rindu padaku, ya? Maaf aku baru datang sekarang." Ella mengusap batu nisan tua, yang bertuliskan nama Avel Erlangga.


"Hidupku sudah jauh lebih baik dari pada dulu, Pa. Aku cukup bahagia," sambung Ella dengan wajah tersenyum, namun berurai air mata.


"Tapi bukan berarti aku melupakan Papa, loh. Papa tetap di hatiku selamanya. Ah, aku juga sudah menjadi mahasiswa. Papa tahu? Aku lulus di jurusan farmasi. Yah, walau pun bukan dari jalur beasiswa. Papa pasti bangga mendengarnya."


Ella mengusap pelupuk matanya yang basah. Mau sampai kapan pun, rasa rindu terhadap sang papa tidak akan terobati.


Beeep! Beeep! Alarm di ponsel Ella berbunyi berkali-kali.


"Ah, sudah waktunya ternyata. Aku pergi dulu, Pa. Kapan-kapan aku datang lagi. Bye." Ella pun pergi meninggalkan makam, setelah selesai mendoakan almarhum papanya.


Tiga bulan berlalu sejak Ella kembali tinggal di rumah lamanya. Seperti ucapnya tadi, kini ia bukan lagi anak SMA. Dia telah resmi menjadi mahasiswa baru di sebuah universitas negeri.


Banyak sekali hal yang terjadi. Termasuk dirinya yang berulang kali jatuh ketika belajar membawa sepeda motor. Hingga kembali bekerja paruh waktu di beberapa tempat. Ella juga sudah benar-benar move on dari ayah tirinya. Dia kini hanya fokus dengan masa depannya.


***


Di lokasi yang berbeda, seseorang telah pensiun dari pekerjaannya sebagai asisten rumah tangga, maupun ibu rumah tangga. Mulai hari ini dia adalah pebisnis dan wanita karir. .


"Selamat pagi, Bu," sapa beberapa pegawai ketika Ghina baru saja datang.


"Selamat pagi." Ghina membalas mereka dengan ramah. Wanita itu menjadi manajer restoran Jepang di beberapa cabang. Walau pun ini pertama kalinya debut sebagai manajer restoran, tetapi Ghina sama sekali nggak canggung.


"Ssst, hei kalian percaya kalau Bu Ghina beneran lebih tua dari Pak Bos?" bisik beberapa pegawai pria.

__ADS_1


"Iya lah, anaknya aja udah kuliah," timpal pegawai perempuan.


"Tapi kenapa wajahnya Bu Bos sama Pak Bos kayak seumuran, ya?" bisik para pegawai pria lagi.


"Nah, itu dia pertanyaannya. Kami kan juga mau cantik dan awet muda kayak Bu Ghina?" balas para cewek.


**


"Kanaya...! Nurmaira...!" Azura Auristella berlari-lari kecil, dari arah parkiran.


"Ella! Kamu ke mana aja, sih? Ku pikir bakal telat," kata Maira yang juga mengenakan seragam hitam putih ala mahasiswa baru.


"Biasa, ke tempat papa dulu," jawab Ella sambil mengatur napasnya.


"Ella ... Ah, sial! Kenapa mataku berair, sih? Padahal kita nggak ketemuan baru sebulan," seru Naya. "Syukurlah, kita tetap satu universitas meski beda jurusan," sambungnya lagi.


"Nggak apa-apa, La. Seenggaknya kita masih bisa ketemuan sebulan sekali," ucap Maira.


"Iya. Nggak kayak Melda, sekolahnya di luar kota. Daniel malah kuliah di luar negeri. Cih, anak orang kaya emang beda, ya?" ujar Naya.


"Ehem!" Maira mencolek pinggang Maira sambil bicara dengan isyarat mata.


"Astaga! Aku lupa! Ella kan juga anak orang kaya sekarang," gumam Naya dalam hati. "Ku pikir, kamu juga bakalan sekolah farmasi di luar negeri, La," ujar Naya kemudian.


"Dih, ngapain? Di sini juga ada universitas bagus," sahut Ella dengan cepat. "Mai, kamu dari tadi ngapain, sih? Ada yang ketinggalan?" tanya Ella yang melihat Maira celingak-celinguk.

__ADS_1


"Nggak. Aku cuma lagi cek ricek aja. Siapa tahu ada kating cakep yang bisa digebet," ujar Maira.


"Idih, kesambet kamu. Dulu aja di SMA ogah pacaran," cibir Naya.


"Duh, sekarang tuh beda. Aku dah dewasa. Dah glow up juga," ucap Maira.


"Pfftt! Perasaanku sama aja, deh," tawa Ella.


"La, jangan jujur amat napa? Bikin orang senang itu berpahala, lho," rajuk Maira.


"Udah, ah. Udah pada ngumpul di lapangan tuh. Yuk, orientasinya udah mulai," ajak Naya.


Sore harinya, kegiatan perkenalan mahasiswa baru alias ospek hari pertama telah selesai. Para mahasiswa baru yang berseragam hitam putih, tampak lesu, loyo, letih, lunglai dan lapar.


"Kamu langsung pulang, La?" tanya Naya di parkiran.


"Iya, tadi aku janji sama mama ketemuan di restoran," ucap Ella.


"Kalau gitu aku sama Maira pulang duluan, ya," ucap Naya lagi.


"Oke," sahut Ella. "Tapi ini kenapa sepeda motor aku nggak hidup, ya?" Ella mengangkat wajahnya. Rupanya Naya dan Maira telah bergerak pulang.


"Hah, gimana ini? Ella mengecek sepeda motornnya.


"Ada yang bisa ku bantu?" salah seorang mahasiswa baru dengan tanda pengenal fakultas hukum datang membantu Ella.

__ADS_1


"Wih, cakep juga nih." Mata Ella membulat besar melihat cowok yang berdiri di belakangnya. "Eh, bukan saatnya untuk terpesona," gumam Ella lagi.


"A-anu, sepeda motorku rusak," ucap Ella.


__ADS_2