Me Vs Berondong Mommy

Me Vs Berondong Mommy
Bab 122. Ethan dan Ella


__ADS_3

Ella sudah selesai menghabiskan baksonya. Dia juga sudah memperbaiki make up-nya di toilet. Matanya yang indah, melirik ke meja sang Ayah yang sesang bertemu kliennya. "Eh, Ayah ke mana?" pikir Ella dalam hati.


"Ayahmu udah pergi duluan tadi, waktu kamu di toilet," kata Ethan, seakan mengetahui isi pikiran Ella.


"Oh, gitu ya?" ucap Ella, yang terkejut karena Ethan menebak isi pikirannya dengan tepat.


"Nih Maira sama Naya kelelep bumi apa gimana, sih? Kok nggak datang-datang? Sampai kita udah selesai makan," gumam Ella. Gadis itu lalu menekan tombol call di HPnya.


"Halo, La?"


"Ish, akhirnya nyambung juga. Kalian ke mana, sih? Aku sama Ethan udah siap makan nih," omel Ella pada Naya.


"Sorry, La. Kami tadi nyangkut di depan kampus," kata Naya.


"Nyangkut di depan kampus? Kok bisa? Kalian nggak ada masalah, kan?" rasa kesal Ella berubah jadi rasa khawatir pada kedua temannya.


"Nggak kok, La. Kami aman-aman aja. Ini aku lagi nungguin Maira nge-print tugas di tempat fotokopi," kata Naya.


"Oh, kalian sibuk tugas? Kenapa nggak bilang dari tadi, sih? Ada-ada aja kalian ini. Jadi gimana? Mau nyusul, nggak?" kata Ella.


"Tanggung deh. Kalian juga udah selesai makan, kan? Mending kami langsung pulang aja, deh," kata Naya.


"Ya udah kalo gitu. Lain kali kalian wajib traktir aku pokoknya," kata Ella.


"Iya ... Iyaa ... Kamu aman kan bareng Ethan?" kata Naya.


"O-oh, aman kok," jawab Ella gugup. Tluk! Ella menutup teleponnya.


"Gimana?" tanya Maira yang sejak tadi mendengarkan telepon Naya dan Ella.

__ADS_1


"Kayaknya berhasil, deh," balas Naya.


Naya dan Maira tertawa cekikikan. Mereka berharap bahwa kencan Ella tanpa rencana itu berjalan dengan lancar.


"Mai, tapi kok aku merasa bersalah ya sama Ella? Dia tadi mengira, kita kenapa-kenapa lho," ujar Naya.


"Sesekali nggak apa-apa lah bohongin Ella. Demi kebaikan dia juga, kan? Masa mau PDKT sama cowok bawa teman?" ujar Maira.


...🥀🥀🥀...


Keesokan harinya, Maira dan Naya menemui Ella di kampusnya.


"Kalian mau traktir aku makan hari ini?" tanya Ella sambil membawa setumpuk buku tebal.


"Iya, kami mau minta maaf soal kemarin," kata Naya.


"Haaah, gitu ya? Padahal aku udah penasaran banget sama cerita kalian berdua kemarin," ucap Maira. Naya pun mengangguk.


"Cerita? Astaga! Aku baru sadar! Kalian sengaja biarin aku sama Ethan berdua, ya?" kata Ella dengan wajah kesal.


"Iya, dong. Lagian kamu aneh, masa PDKT bawa-bawa teman? Jadi gimana kalian kemarin?" tanya Naya kepo.


Ella hanya tersenyum malu. "Udah, ah. Aku bentar lagi mau masuk kelas. Teman-teman sekelasku udah pergi semua, tuh," kata Ella mengelak dari pertanyaan teman-temannya.


"Cieee ... Senyum-senyum ... Kamu udah jadian sama Ethan apa belum? Kami nggak minta pajak jadian, kok. Kami yang bakalan traktir kamu. Kami senang banget kalau kamu udah move on dari Om Albert," kata Maira dan Naya.


"Ih, kalian kepo banget, sih? Udah ya, aku pergi dulu. Kalau telat masuk kelas bisa mampus aku," kata Ella.


...🥀🥀🥀...

__ADS_1


Sore hari di laboratorium. Kelompok Ella paling terlambat selesai praktikum. Hari sudah mulai gelap. Kampus udah sepi, hanya tinggal Ella dan kedua teman kelompoknya saja, beserta asisten dosen.


"La, aku duluan ya. Kakakku udah nungguin aku di parkiran," kata salah seorang teman kelompok Ella.


"Aku juga duluan, La," kata salah seorang temannya lagi.


"Ya, oke," kata Ella sambil mengemas buku dan jas labornya. "Kak, aku pulang ya. Laporan praktikumnya aku kumpulin besok pagi," kata Ella.


"Oke, La. Kamu pulang sama siapa?" kata Asisten Dosen itu.


"Aku pulang sendiri, Kak. Bawa sepeda motor," kata Ella.


"Hati-hati ya, La. Kalau udah gelap gini biasanya ada preman di jalan belakang kampus," kata Asisten dosen itu nengingatkan.


"Iya, Kak. Terima kasih."


Ella pun bergegas menuju ke parkiran. Suasana udah beneran gelap. Sebentar lagi azan magrib berkumandang.


Ella mengendarai sepeda motornya menuju keluar kampus. Benar kata asisten dosen tadi, jalanan cukup gelap dan sepi. Satpam kampus tidak terlihat lagi menjaga area itu.


Ngrrrooeeeng! Beberapa sepeda motor mengepung Ella. Wajah mereka semua tampak sangar.


"Hai adik manis, kamu ngapain sendirian di sini?" salah seorang dari mereka, merebut kunci motor Ella.


Tolong!!! Tolong!!!


Ella terpekik. Gadis sembilan belas tahun tersebut meringkuk, sambil melindungi tubuhnya dengan tas berisi buku. Dia tidak bisa lari, karena preman-preman itu telah mengepungnya.


(Bersambung)

__ADS_1


__ADS_2