
"Aksa, apa kau ingin mainan baru?" tanya Aileen.
"Tentu saja aku mau, apa itu gratis?" tanya Aksa.
"Sangat gratis," ujar Aileen.
"Katakan, apa yang kau inginkan nona Aileen?" tanya bocah lelaki yang berumur tujuh tahun itu.
"Aku rindu dengan mommy, bisakah kau ajak mommy mu pergi ke luar?"
Bocah tampan itu sejenak berpikir, "Aku takut, mommy pasti tidak mau." ujar nya.
"Ayo lah Aksa, aku rindu mommy ku." ucap Aileen pelan dengan wajah sedih nya.
"Kenapa kau tidak meminta daddy ku untuk mengantar mu wahai nona Ai?"
"Daddy ku melarang aku untuk pergi ke luar. Ayolah Aksa, kau enak punya mommy, lihat aku ini. Menyedihkan!" Aileen semakin membuat wajah sedih.
"Em, aku akan merengek pada mommy nanti." ujar Aksa setuju membantu Aileen.
"Sekarang saja, terlanjur masih siang." kata Aileen terus membujuk bocah kecil itu.
"Kau selalu saja memanfaatkan ku!" seru Aksa.
__ADS_1
"Kau kan tampan, ayolah. Nanti aku akan mengajak mu berkuda."
"Kau serius?" tanya Aksa senang karena Aarav melarang anak nya untuk bermain kuda.
"Aku serius, cepat sana!" ujar Aileen membuat Aksa langsung pergi menemui mommy nya.
Selembut apa pun Aksa membujuk mommy nya, Aira tidak menuruti keinginan anak nya itu karena wanita ini tahu jika Aileen lah yang sudah memprovokasi anak nya.
Sambil berkacak pinggang, Aira membuka kamar Aileen, "Jangan menanamkan budaya bohong Ai, aunty tidak suka!" ucap Aira membuat Aileen langsung terkekeh garing.
"Hehe,...Ai hanya rindu pada mommy." ujar gadis itu membuat Aira terdiam.
"Kau kan bisa menelpon daddy mu, minta izin sama dia untuk menjenguk mommy mu." kata Aira.
Aileen terdiam, begitu juga dengan Aira. Pada akhirnya Aira meninggalkan kamar Aileen tanpa berkata sepatah kata pun.
Menjelang sore, Aileen keluar dari kamar. Gadis ini mendapati mansion sangat sepi, sama seperti hidup nya selama ini. Aileen mencari David, pria itu sudah pasti ada di tempat latihan.
Melihat Aileen menghampiri nya, David langsung mengajak Aileen pergi dari sana karena David sudah bisa menebak jika gadis ini pasti akan membahas masalah peluru.
"Bagaimana paman, apa paman sudah menemukan titik terang?" tanya Aileen.
"Paman sudah berusaha mencari di tempat seperti hiburan malam atau tempat perjudian. Tapi, orang-orang yang paman temui tidak mau membuka mulut." jawab David membuat Ai kecewa.
__ADS_1
"Apa paman mencurigai seseorang?" tanya Aileen.
"Em ada, beberapa hari ini paman terus menemui orang tersebut. Tapi, dia tidak mau bicara apa pun."
"Kenapa paman curiga pada orang tersebut?" tanya Aileen penasaran.
"Dia memiliki belas tatto yang sengaja di hilangkan. Paman dengar dia baru berhenti dari pekerjaan nya jadi harus menghapus tatto tersebut." tutur David membuat Aileen langsung mendapatkan ide.
"Paman, aku punya rencana." ujar Aileen.
"Rencana apa itu nona?" tanya David penasaran.
"Bagaimana jika kita mengikuti orang tersebut. Aku bisa memasang alat pelacak dan penyadap agar kita bisa mengetahui siapa orang tersebut." ujar Ai menjelaskan.
"Aduh, jangan nona berbahaya. Jika tuan tahu, kami semua akan mati di bunuh sama tuan!" tolak David yang takut dengan Arzan.
"Ini kan hanga kita yang tahu, bawa beberapa orang yang bisa percaya saja. Cari orang yang mulut nya gak lamis." ujar Aileen berusaha membujuk David.
"Bagaimana jika tuan tahu?" tanya David.
"Daddy tidak akan pernah tahu selama kita tutup mulut. Lagian, daddy juga tidak pernah peduli pada ku!" ucap Aileen sedih.
Melihat wajah sedih gadis itu, David langsung mengiyakan permintaan Aileen. David pun langsung mencari beberapa orang anak buah yang bisa di ajak bekerjasama dan tutup mulut tentang misi mereka ini.
__ADS_1