Menikah Dengan Mafia

Menikah Dengan Mafia
65. Anna Bangun!


__ADS_3

"Aku ingin melihat orang yang sudah mencelakai ku!" ujar Jova membuat Arzan terkejut.


"Bee, mereka sudah ada di kantor polisi." ujar Arzan berbohong.


"Kau pikir aku tidak tahu jika mereka semua ada di gudang." sahut Jova kesal. "Aku tahu jika kau akan membalas siapa pun yang sudah menyakiti kita."


"Aku tidak ingin kau melihat mereka bee. Anak buah ku pasti sudah membuat mereka cacat." ujar Arzan namun tetap saja Jova bersikeras untuk melihat Anna.


Mau tidak mau, Arzan mengajak Jova pergi ke gudang besi untuk melihat keadaan Anna. Gadis ini nampak santai sekali, tidak ada rasa takut apa lagi tempat ini di penuhi dengan berbagai macam jenis senjata.


Ketika melihat keadaan Anna yang sudah tak berupa, Senyum Jova tiba-tiba melebar seperti seorang psikopat. "Ambilkan aku kursi....!" perintah Jova lalu anak buah Arzan mengambil kursi kemudian Jova duduk dengan mengangkat sebelah kaki nya.

__ADS_1


Arzan yang melihat sikap istri nya menjadi ngeri sendiri, entah kenapa laki-laki itu bisa melihat dengan jelas wajah dingin dari istri nya.


"Anna bangun...!" ujar Jova sambil menendang kaki wanita itu. "Anna bangun,....!"


Anna yang masih sadar langsung mengenali suara yang sedang memanggil nama nya. Anna yang tergeletak lemas di lantai langsung mendongakkan kepala nya.


"Ternyata kau yang sudah membuat ku hampir kehilangan anak ku?" tanya Jova, "Jika sampai aku kehilangan anak ku, akan ku pastikan kau akan mati di tangan ku sendiri...!" ujar Jova membuat Arzan, Aarav dan David yang berdiri di belakang nya saling pandang.


Seakan tidak ada takut nya, Anna menyahut ucapan Jova, "Ternyata kau dan Arzan sangat mengerikan!" ucap nya dengan suara pelan.


Anna merintih kesakitan, namun Jova tidak peduli. Rasa sakit Anna tidak sebanding dengan rasa sakit nya yang hampir kehilangan anak nya.

__ADS_1


"Kalian semua psikopat!" ucap Anna dalam tangis nya.


"Bee, sudahlah. Dia sudah sangat menderita!" ujar Arzan menyentuh pundak istri nya.


Jova melirik tangan sumi nya lalu menepis nya hingga membuat Arzan kembali terkejut dengan sikap istrinya. "Apa kau sedang membela orang sudah mencelakai aku dan anak ku?" tanya nya dengan tatapan sinis.


"Bukan begitu maksud ku bee, kau sedang hamil. Biarkan mereka di urus Aarav dan David, sebaiknya kau istirahat!" kata Arzan serba salah.


Jova melirik ke arah David, "Biarkan kami yang mengurus nya, sebaiknya nona istirahat saja!" ucap David dengan sangat hati-hati.


Jova mengangkat ke dua alis nya kemudian bangkit dari duduknya. Ketika Jova ingin putar balik, gadis ini menyempatkan waktu untuk menendang Anna. Arzan yang melihat hal tersebut hanya bisa menghela nafas pelan.

__ADS_1


"Gendong aku bee!" ujar Jova merentangkan ke dua tangan nya. "Kamar kita terlalu jauh!" rengek gadis itu.


Arzan langsung menggendong istri nya, laki-laki ini menjadi penurut sekarang. Di kamar, Arzan menyuruh istri nya untuk mandi meski diri nya harus beradu mulut terlebih dahulu. Sejak hamil, Jova sangat jarang mandi. Bahkan, terkadang Arzan harus turun tangan untuk memandikan istri nya ini.


__ADS_2