Menikah Dengan Mafia

Menikah Dengan Mafia
57.Ngidam Macam Apa Ini?


__ADS_3

KOta kembali heboh dengan berita yang mengjutkan. Dengan semua bukti yang di miliki oleh Arzan, ke tiga manusia serakah itu kini sudah babak belur di dalam penjara. Para penegak hukum yang berteman dengan Arzan memberi perintah kepada napi lain untuk menyiksa Lucas dan Afkar.


Lucas merangkak di bawah kaki Arzan, memohon maaf atas kejahatan nya di masa lalu. Arzan tertawa renyah, mencengkram wajah laki-laki paruh baya itu.


"Bagaimana, apa rasa nya sakit?" tanya Arzan "Untung saja mommy ku lebih memilih Daddy ku dari pada manusia binatang seperti mu." ucap Arzan dengan soro mata tajam nya.


"K-kau pikir aku tidak menyesal?" tanya Lucas dengan suara terbata-bata. "Aku membiarkan mu hidup karena saat itu aku menyesal telah membunuh mereka dan aku hanya ingin meminta maaf pada mu." ucap Lucas masih mengeluarkan tipu muslhat nya.


"Kau pikir aku percaya?" tanya Arzan lalu menendang Lucas hingga pria itu terjungkal. Rasa sakit di tubuh nya masih panas menjalar, luka tembak belum kering kini Arzan memerintahkan kepada dua orang napi yang sengaja dia kirim ke penjara untuk menyiksa Lucas sampai mati.


"Sudahlah, sebaiknya kau pulang. Kasihan Jova yang sudah menunggu mu." kata Aarav menghampiri Arzan.


Mengingat istri nya, Arzan memutuskan untuk pulang. Sedangkan Aarav dan Melvin tinggal di kantor polisi untuk mengurus para bajingan ini.


Di mansion, Jova di jaga oleh David atas perintah Arzan.Pukul sembilan malam, Arzan belum juga memeberi kabar pada Jova hingga membuat gadis itu gelisah dan memikirkan suami nya.


"Apa Arzan dan Aarav belum memeberi kabar juga?" tanya gadis itu dengan wajah gelisah.


"Satu pun dari mereka belum ada yag memberi kabar. Nona jangan khawatir, tuan akan baik-baik saja." ujar David mencoba menenangkan Jova.


Tidak henti nya Jova mengintip dari balik tirai, ketika gadis ini melihat mobil suami nya memasuki halaman mansion, Jova langsung bergegas keluar. David yang khawatir melihat Jova berlari langsung mengejar gadis itu.


Ketika Arzan baru saja keluar dari mobil, Jova langsung memeluk suami nya. Rasa nya senang sekali ketika melihat sang suami pulang da;am keadaan selamat.


"Kenapa tidak memberi kabar, aku khawatir pada mu bee?" tanya Jova lalu mengerucutkan bibir nya.


"Maaf bee, aku tidak membawa ponsel ku." jawab Arzan. "Bagaimana David, apa semua nya aman?" tanya Arzan nampak lelah.

__ADS_1


"Aman tuan!" jawab David.


Arzan dan Jova kemudian masuk ke dalam kamar. Arzan langsung pergi mandi sedanglan Jova menyiapkan pakaian suami nya. Selesai mandi, Jova menemani suami untuk makan karena pria ini belum makan sejak pagi. Selesai makan mereka kembali ke kamar. Arzan benar-benar lelah hari ini.


"Apa dia baik-baik saja?" tanya Arzan mengusap perut istri nya.


"Baik-baik saja, cuma tadi pagi masih harus bolak balik kamar mandi." ujar Jova.


"Maafkan aku untuk hari ini bee, aku janji di hari-hari selanjut nya aku akan selalu menemani mu." ucap Arzan. "Ayo tidur, sudah malam." ajak Arzan kemudian pasangan suami istri itu beristirahat.


Malam telah berganti pagi, Rose terus mengomeli anak nya karena sampai sekarang Mika belum juga bekerja. Gadis ini hanya sibuk makan dan tidur juga menghabiskan uang ibu nya.


"Kau harus bisa seprti Jova. Lihat dia sekarang, menikah dengan orang kya dan hidup enak. Sedangkan hidup mu hanya menyusahkan ku sja!" ucap Rose dengan nada tinggi nya.


"udahlah bu, nanti aku akan menikah dengan orang yang jauh lebih kaya dari Arzan." sahut MIka dengan santai nya.


Mika mengacuhkan ucapan ibu nya, gadis itu memutuskan untuk pergi. Bukan untuk mencari pekerjaan atau apa, sudah pasti Mika akan pergi ke club untuk mencari laki-laki kaya yang bisa dia manfaatkan.


Lain cerita nya dengan Arzan dan Jova, gadis itu masih sama seperti hari sebelum nya. Masih mengalami morning sicknees yang membuat diri nya sampai tidak nafsu untuk makan.


"Minum susu nya ya....!" bujuk Arzan namun di tolak oleh istri nya.


"Aku ingin melihat kau dan Melvin adu panco." ucap gadis itu membuat mata Arzan langsung melebar.


"Kenapa harus dia? kenapa tidak Aarav atau David atau kepala pelayan atau juga anak buah ku yang lain nya?" tanya Arzan cemburu dengan permintaan istri nya.


"Aku tidak mau, aku mau nya Melvin...!" tegas Jova.

__ADS_1


"Bocah ingusan seperti dia tidak bisa apa-apa sayang. Aarav saja bagaimana?" Arzan menawarkan.


Jova malah menarik selimut nya hingga menutup seluruh tubuh nya. Arzan menggaruk kepala nya tak gatal lalu berkata dengan pasrah. "Iya...iya...nanti kita makan siang di luar dan mengajak bajingan kecil itu."


"Benarkah?" tanya Jova langsung membuka selimut nya.


"Tapi minum dulu susu nya." ujar Arzan menyodorkan segelas susu. "Ngidam macam apa ini? membuat ku cemburu saja!" gerutu Arzan kesal. Untung saja Jova tidak mendengar ucapan suami nya.


Tidak lupa Arzan masih memantau tiga orang yang sekarang mendekam di balik jeruji besi. Alex sudah tidak memiliki rupa lagi, sejak berita mereka mencuat ke media, banyak yang menuntut Alex atas kejahatan yang selama ini dia lakukan. Salah satu kejahatan Alex adalah perdagangan gelap oragan manusia.Arzan merasa puas karena melihat mereka tersiksa meski tersiksa nya mereka tidak sama seperti yang di rasakan sepanjang hidup nya.


Jova dan Arzan sedang menuju restoran tempat di mana mereka sudah janjian dengan Melvin. Melvin juga sudah bisa menerima jika Jova telah menikah dengan Arzan.


"Bagaimana kabar mu, sehatkan?" tanya Melvin ketika Jova dan Arzan baru saja tiba.


"Aku sehat!" jawab Jova tersenyum lebar membuat Arzan langsung melirik istri nya dengan tatapan tajam.


Mereka kemudian duduk lalu makan bersama-sama dengan saling mengobrol. Obrolan ini membuat Jova merasa bosan karena Arzan dan Melvin terus membahas masalah mereka kemarin.


"Bisa kita mengganti topik sekarang?" tanya gadis itu kesal. "Aku meminta kalian datang kemari untuk beradu panco bukan nya curhat!" kata Jova kesal.


Arzan dan Melvin saling lirik, kemudian mereka menggulung lengan kemeja untuk bersiap-siap melakukan adu panco. Jova mulai mengambil ponsel nya untuk mengabadikan momen langka ini.


"Jika aku menang, apa yang aku dapat?" tanya Melvin seakan menantang.


"Aku akan menggratiskan semua orang yang makan di restoran ini." jawab Arzan begitu santai nya. "Bagaimana jika aku yang menang?" tanya Arzan balik.


"Sama saja, maka aku yang akan membayar makanan mereka semua!" kata Melvin sambil melihat betapa ramai pengunjung restoran ini. Bahkan, jika Arzan harus keluar uang sudah pasti akan sangat lumayan.

__ADS_1


"Lama sekali, apa yang kalian rundingkan?" tanya Jova mulai bosan.


__ADS_2