Menikah Dengan Mafia

Menikah Dengan Mafia
104.Daddy Minta Maaf


__ADS_3

Aileen bangun pagi sekali, gadis ini meminta kepala pelayan untuk memasak makanan kesukaan daddy nya. Dengan di antar David, Aileen pergi ke rumah sakit. Rasa nya bahagia sekali, Aileen sudah di izinkan oleh Arzan untuk menjenguk mommy setiap hari.


"Maaf nona, saya akan meninggalkan nona di rumah sakit." ujar David.


"Tidak apa paman, Ai paham. Lakukan apa yang seharusnya di lakukan." kata Aileen.


"Nona jangan khawatir, di rumah sakit ini sudah banyak tersebar orang-orang kita yang akan menjaga nona." ujar David memberitahu Aileen.


"Jika orang itu sudah berada di tangan kita, segera jemput aku ya paman." ujar Aileen langsung di iyakan oleh David.


Buru-buru Aileen pergi menuju kamar rawat mommy nya. Gadis ini sedikit ragu ketika hendak membuka pintu, ini adalah pertama kali nya Aileen menjenguk mommy nya seorang diri.


"Maaf nona, kenapa tidak mau?" tanya seorang perawat mengejutkan Aileen.


"Nanti saja." ujar Ai gugup.


Perawat tersebut tersenyum, lalu berkata, "Tuan sudah menunggu sejak pagi. Nona jangan khawatir, saya termasuk orang-orang yang bekerja untuk tuan."


Aileen sedikit terkejut meski gadis ini sudah di beritahu David sebelum nya. Perawat tersebut membuka pintu, sedangkan Aileen mengekor di belakang nya. Setelah Aileen masuk barulah perawat tersebut keluar.


"Daddy,..." sapa gadis itu.


"Em, kenapa?" tanya Arzan sedikit dingin.


"Ai bawakan makanan kesukaan Daddy." ujar gadis itu meletakkan tas yang dia bawa.

__ADS_1


"Kau pikir daddy mu ini tidak bisa membeli makanan sendiri apa?" kata Arzan.


"Ya udah, kalau daddy gak mau Ai kasih orang aja ya." ujar gadis itu kembali mengambil tas tersebut.


"Berani memberikan nya daddy akan mencincang kepala mu!" seru Arzan lalu berjalan menghampiri anak nya.


Namun anak dan ayah tersebut saling menatap ketika mereka mendengar suara lirih dari Jova.


"Mommy bersuara!" ujar Ai buru-buru menghampiri mommy nya langsung di ikuti Arzan.


"Bee, kau mulai menanggapi suara kah?" ujar Arzan lalu bergegas memanggil Dokter.


Melihat beberapa Dokter masuk, Aileen mulai ketakutan. Gadis ini takut jika mommy nya kenapa-kenapa hingga membuat nya kembali di salahkan oleh daddy nya.


"Istri anda mulai ada perubahan tuan, fungsi otak nya mulai aktif meski sinyal yang di tangkap masih sangat lemah." tutur Dokter tersebut.


"Kita harus rajin mengajak nya bicara atau hal apa pun yang bisa membangunkan fungsi otak nya." kata Dokter membuat Arzan langsung bahagia. Rasa nya ada harapan untuk Jova sembuh sekarang.


Ponsel Aileen jatuh, membuat Arzan langsung mengernyitkan kening nya. Terlihat jelas jika gadis ini sangat takut.


"Ada apa dengan ponsel mu?" tanya Arzan bingung.


"Ai ingin menelpon paman Aarav." jawab gadis itu sambil memungut ponsel nya.


"Untuk apa?" tanya Arzan kembali.

__ADS_1


"Ai takut, Ai ingin pulang saja. Ai ingib di jemput paman Aarav!" ucap gadis itu membuat Arzan langsung terdiam.


Arzan memanggil anak nya dengan menggunakan kode tangan, gadis itu dengan ragu menghampiri daddy nya nya duduk di samping mommy nya.


"Siapa yang memberi mu perintah untuk pulang?" tanya Arzan.


Aileen mengangkat wajah nya, sudut mata nya sudah berair, "Ai takut mommy kenapa-kenapa. Ai takut daddy kembali benci dengan Ai." ucap gadis itu dengan suara bergetar.


Arzan kembali terdiam, tangis anak nya tidak terdengar namun air mata gadis itu masih mengalir deras.


"Sejak kapan daddy membenci mu?" tanya Arzan.


"Sejak hari di mana mommy tidur terus." jawab gadis itu.


Tiba-tiba monitor detak jantung menunjukkan grafik naik. Arzan kaget, pria ini yakin jika istri nya mulai menanggapi suara yang ada di sekitar nya. Arzan meletakan jari telunjuk di bibir nya membuat Ai bingung.


"Jangan menangis, mommy mu marah." ucap Arzan pelan.


Ai semakin bingung, gadis ini langsung mengusap air mata nya kasar, "Memang nya mommy bisa dengar?" tanya gadis itu dengan polos nya.


"Sini,.....!" ujar Arzan memanggil anak nya, "Sini dekat daddy,"


Aileen tambah bingung mau tidak mau gadis itu menghampiri daddy nya. Tiba-tiba Arzan menarik anak nya kedalam pelukan nya.


"Daddy minta maaf atas segala kesalahan daddy yang sudah membuat mu rapuh." ucap Arzan. Pria ini malah sadar, apa yang telah terjadi bukanlah kesalahan anak nya. "Daddy minta maaf, daddy tidak terima dengan kondisi mommy mu yang seperti ini." ujar Arzan.

__ADS_1


Aileen tidak menjawab, gadis ini memeluk daddy nya, menangis di sana. Rasa nya rindu sekali, sudah lama Ai tidak di peluk daddy nya seperti ini. Bayangan di tinggal Jova telah menyadarkan Arzan, pria ini tidak mau kehilangan orang yang sangat dia cintai.


__ADS_2