Menikah Dengan Mafia

Menikah Dengan Mafia
58.Cepatlah Lahir


__ADS_3

Ke dus pria tampan mulai menjadi pusat perhatian pengujung restoran ketika mereka mulai beradu kekuatan. Melihat Melvin yang tampan dan masih single pula membuat para pengunjung perempuan beradadi pihak Melvin.


Jova tidak peduli, gadis ini hanya ingin melihat suami nya dan Melvin yang di kenal nya culun saling beradu kekuataan. Gadis ini terus mengabadikan momen langka ini. Bukan hanya JOva, tapi pengunjung yang lain bahkan tanpa izin melakukan siaran langsung.


Arzan memang terkenal, namun entah kenapa banyak prang yang lebih mendukung Melvin karena ketampanan pria itu sungguh memikat hati. Babak pertama Arzan kalah membut Jova langsung mengerucutkan bibir nya.


"Bersiaplah untuuk membayar semua tahihan nya. Ini akan menjadi gosip hangat!" seru Melvin.


"Diam kau. Sebaiknya kita buktikan di babak ke dua siapa yang akan jadi satu-satu nya pemenang." ujar Arzan "Beri aku semangat bee." perintah Arzan oada istri nya.


"Semangat suami ku sayang." ucap Jova menepuk pundak suami nya. "Dan semangat juga Melvin." kata jova langsung mendapatkan lirikan tajam dari suami nya.


Restoran kembali heboh dengan semangat dari para pengunjung, Arzan dan melvin kembali melanjutkan babak ke dua untuk menentukan pemenang. Suara riuh memenuhi ruangan ini, sang pemilik restoran ini bahkan tidak berani melarang karena yang membuat ricuh adalah Arzan yang selama ini selalu membantu keamanan Restoran milik nya.


Jova langsung memeluk suami nya bangga ketika Arzan memensngksn tsruhsn mereka. Arzan menyeruput minuman nya lalu berkata dengan sombong. "Kalian semua, silahkan maka yang banyak karena yang akan bayar makanan kalian adalah tuan Melvin."


Melvin hanya menarik nafas dalam-dalam ketika semua orang meengucapkan kata terima kasih. Tidak masalah bagi Melvin, toh uang nya juga sangat banyak.


"Oh, kau kah itu Melvin?" tanya seseorang yang sagat di kenali oleh mereka bertiga. "Aku tadi melihat siaran langsung kalian, jadi aku datang ke sini untuk emastikan kebenaran nya." ujar Mika sok kenal.


Belum juga Melvin menyahut ada lagi yang datang menyapa, "Arzan, ku pikir siaan langsung itu settingan, ternyata itu benar kau." ujar Anna.


Ekspresi Jova langsung masam, gadis ini dengan cepat merangkul tangan suami nya karena sekarang ada dua singa betina yang sedang berusaha menggoda dua laki-laki yang sedang bersama nya.

__ADS_1


"Bisakah kau pergi, kau hanya merusak suasana hati ku saja!" usir Arzan tanpa memandang wajah Anna. "Dan kau, pergi sana. Jangan mengganggu kami." usir Arzan pada Mika.


Mika langsung menatap tajam ke arah Jova yang acuh pada nya, "Saudara macam apa kau ini? aku akan mengadukan mu pada ibu ku!" ujar Mika yang tidak terima di acuhkan Jova. "Dan kau Melvin, kenapa juga masih menempel pada istri orang? dasar tidak tahu malu!" cibir Mika membuat Melvin geram dan langsung menyiram gadis itu dengan segelas jus yang membuat Mika menjerit tidak terima.


Tangan Mika mengepal erat, malam ini diri nya telah di permalukan oleh Melvin yang selama ini di anggap nya culun. Dengan perasaan jarah Mika pergi meninggalkan mereka, hanya sisa Arviana yang masih berusaha mencari perhatian Arzan sang mantan kekasih nya.


Arzan bangkit dari duduk nya, pria itu kemudian meraih tangan istri nya untuk berdiri juga lalu berkata pada Melvin tanpa menghiraukan Anna. "Kami pulang dulu. Aku tidak suka di ganggu, lain kali kita bertaruh lagi."


Melvin hanya mengiyakan ucapan Arzan, kemudian memilih untuk pulang juga. Anna berusaha mengikuti Arzan hingga ketempat parkiran.


"Arzan, aku menyesal putus dengan mu." ucap nya dengan nada yang di buat sesedih mungkin.


Langkah Arzan dan Jova terhenti, pasangan suami istri itu membalikan tubuh mereka lalu Arzan berkata hingga membuat Anna bungkam.


Jova tersenyum miring, gadis ini nampak puas dengan ucapan suami nya. Arzan dan Jova kemudian masuk ke dalam mobil, gadis ini terus memuji kehebatan suami nya.


Setiba nya di mansion, Arzan langsung membuatkan istri nya susu karena jika tidak begitu Jova tidak akan mau minum susu hamil. Segelas susu hangat di teguk habis hingga membuat Jova kekenyangan.


"Sayang, aku lelah." keluh gadis ini merentangkan ke dua tangan nya.


"Sini bee, biar ku pijat sebentar." ujar Arzan.


Sudah pasti yang lelah adalah kaki, Arzan memijat dengan pelan sampai istri nya tertidur. Setelah itu barulah Arzan tidur.

__ADS_1


Malam telah berganti pagi, Arzan sedang bersiap untuk pergi ke kantor seperti biasa nya. Jova juga ikut karena gadis ini merasa kesepian jika harus tinggal di mansion. Baru saja menginjakan kaki di loby kantor, Rose datang-datang langsung mengamuk pada Jova hingga membuat gadis itu menjadi pusat perhatian.


"Apa hak anda memarahi istri ku?" tanya Arzan dengan suara dan wajah dingin nya.


"Katakan pada istri mu ini agar dia mengingat ibu dan saudara nya." ujar Rose dengan bangga nya.


"Kau dan istri ku hanya sebatas ibu dan anak tiri. Jadi, jangan coba-coba menuntut lebih pada istri ku atau aku akan membongkar semua kejahatan mu tetang kematian ibu Jova!" kata Arzan mengancam.


Rose langsung membuang muka gugup nya, sedangkan Jova mengeryitkan dahi nya tidak mengerti dengan ucapan suami nya barusan.


Tanpa berkata sepatah katapun, Rose pergi dari kantor Arzan.


"Bukan kah itu ibu tiri mu, mau apa dia kemari?" tanya Aarav yang baru saja datang.


"Apa lagi kalau tidak membuat kerusuhan. Suka sekali mengganggu ku!" seru Jova kemudian berlalu masuk meninggalkan suami nya dan Aarav.


Di ruangan istirahat pribadi milik suami nya, Jova bebas melakukan apa saja termasuk menonton kembali acara tadi malam yang sengaja dia rekam sebagai kenangan. Semakin besar kandungan Jova, semakin pemalas juga gadis itu. Selain makan, tidur dan menonton drama, akhir-akhir ini Jova senang sekali berbelanja online.


Arzan membuka pintu lalu bertanya pada istri nya, "Bee, apa kau memesan sesuatu lagi?"


Jova hanya menunjukkan senyum manis nya kemudian menarik suami nya untuk masuk. Jova mengambil alih barang yang ada di tangan suami nya lalu membuka nya.


"Bagus tidak bee?" tanya Jova.

__ADS_1


Arzan tersenyum, mengambil benda yang di tunjukan istri nya. "Ini Topi bayi, lucu sekali. Aku suka bee!" ujar Arzan merasa bahagia melihat topi mungil ini. Laki-laki ini kemudian mencium perut istri nya lalu berkata pada anak nya yang masih berada di dalam perut. "Cepat lahir sayang, Daddy dan Mommy tidak sabar menunggu mu lahir."


__ADS_2