Menikah Dengan Mafia

Menikah Dengan Mafia
84.Ayo Menikah


__ADS_3

"Maafkan Daddy sayang, demi keselamatan mu Daddy harus membiarkan mu melewati hutan ini." ucap Arzan yang tidak tega pada anak nya yang baru berumur beberapa hari tersebut.


Dengan menggunakan motor, 0 membawa anak dan istri nya menerobos jalan hutan yang sudah lama tidak ia lewati. Untung saja Baby Ai tidak rewel, seakan mengerti kesusahan sang ayah.


Butuh waktu empat puluh menit untuk tiba di rumah pohon yang terlihat sedikit tak terawat. di bantu Aarav dan David, Aira membersihkan rumah pohon yang memiliki dua kamar satu dapur dan satu kamar mandi ini.


"Kau benar-benar seorang tarzan bee. Aku baru tahu jika kau memiliki tempat seperti ini." ujar Jova yang kagum pada suami nya.


"Tempat ini masih wilayah ku. Tidak ada yang tahu selain kita. Aku dan Aarav yang membangun nya." kata Arzan memberitahu.


"Jadi, setelah kami bersembunyi di sini. Apa yang akan kau lakukan?" tanya Jova mendadak kepikiran dengan masalah suami nya.


"Aku akan membunuh mereka. Setelah itu aku akan menelusuri semua kekayaan milik kakek ku." ujar Arzan.


"Aku jadi penasaran, kakek mu punya istri berapa dulu nya?" ujar Aarav mulai menebak-nebak.


"Jangan sampai cucu nya ikut menurun!" seru Jova tertawa mengejek suami nya.

__ADS_1


"Kalian sama saja!" ucap Arzan kesal.


Sebelum pergi, Arzan lebih memilih menghabiskan waktu bersama anak nya. Rasa nya berat sekali untuk meninggalkan anak dan istri nya yang seharusnya butuh perhatian lebih dari Arzan.


"Seharusnya kau jangan pergi bee. Aku takut jika kau kenapa-kenapa." ucap Jova yang sangat mengkhawatirkan suami nya.


"Percaya pada suami mu ini bee. Aku pasti bisa membalas semua perbuatan mereka. Nyawa harus di bayar dengan nyawa." ujar Arzan. "Jika di banding semua harta, aku masih bisa hidup tanpa harta. Tapi, mereka sudah membuat ku hidup tanpa keluarga."


"Aku mengerti bee. Aku selalu mendukung mu." ujar Jova memberi semangat pada suami nya.


"Tapi aku suka gelap-gelapan bee!" canda Jova.


"Aku juga bee, apa lagi gelap-gelapan nya bersama mu!" sahut Arzan lalu menarik istri nya kedalam pelukan. Sebentar mereka saling berciuman, memberi semangat satu sama lain.


Menjelang sore, Arzan dan David kemudian pamit pergi. Tinggallah Jova dan anak nya yang hanya di temani Aira dan Aarav.


"Melihat wajah anak mu, aku yakin jika besar nanti dia akan seperti Arzan." ujar Aarav langsung membuat bibir Jova manyun.

__ADS_1


"Kau ini, anak ku kan perempuan. Harus nya dia lemah lembut dan anggun." sahut Jova tidak terima.


"Kau lihat Aira," ujar Aarav. "Meskipun dia perempuan, dia macho!"


Mata Aira langsung melirik tajam kearah Aarav. "Sekali lagi membawa nama ku, ku hantam kau!" seru Aira geram.


Aarav langsung merangkul pundak Aira di hadapan Jova, membuat wanita itu langsung malu-malu apa lagi Jova terus menggoda nya.


"Selesai masalah Arzan, ayo kita menikah!" ucap Aarav dengan nada bercanda.


"Anak orang yang di goda, terbawa perasaan nanti susah." sahut Jova.


Aira yang geram dengan sikap Aarav langsung mempelintir tangan pria itu hingga membuat nya berguling-guling di atas lantai.


"Sekali lagi kau bicara sembarangan, akan ku patahkan batang leher mu." ujar Aira kesal.


Hal seperti ini justru membuat Aira tertawa terbahak-bahak. Ternyata ada yang lebih aneh dari pada diri nya. Jika Jova lebih senang beradu mulut, Aira akan bermain fisik.

__ADS_1


__ADS_2