Menikah Dengan Mafia

Menikah Dengan Mafia
116.Tarzan Itu Daddy Mu


__ADS_3

Jova kembali berusaha mengangkat tangan nya, perlahan namun pasti Jova berhasil meraih wajah anak nya. Aileen langsung menyentuh tangan mommy nya yang sangat dia rindukan selama ini.


"K-kenapa ka-u sa-ngat mi-rip de-ngan T-t-tarzan i-ini?" tanya Jova masih berusaha melancarkan bicara nya.


"Oh mommy ku, jangan sama kan aku dengan Tarzan. Anak mu ini bukan orang utan!" jawab Aileen yang tidak mengerti maksud mommy itu adalah daddy nya.


"Ai, Tarzan itu ya daddy mu!" bisik Aarav pada Aileen.


Arzan menarik nafas panjang, "Dia kan bibit ku, lalu kenapa jika dia mirip dengan ku?" tanya Arzan pada istri nya.


"Oh, Tarzan itu Daddy, Ai baru tahu!" seru Aileen tiba-tiba membuat mata daddy langsung melotot.


"Berani kau ikut memanggil daddy seperti itu, akan daddy coret dari daftar ahli waris!" ancam Arzan pada anak nya.


"Dasar bodoh!" umpat Aira yang sudah sangar kesal dengan Arzan, "Apa kau lupa jika kakek buyut nya memawariskan semua harta kekayaan pada Aileen. Tunggu tiga tahun lagi...!" ujar Aira mengingatkan.

__ADS_1


"K-au pas-ti suk-a mema-rahi a-nak ku!" ujar Jova langsung membuat wajah Arzan pias.


Pria itu langsung tertawa masam untuk membuang kebohongan nya. Jika Jova tahu jika Arzan selama ini sudah membenci anak nya bahkan Arzan melarang anak nya untuk menjenguk nya ke rumah sakit, sudah pasti Arzan akan kehilangan kepala.


"Bee, kau jangan berpikir yang berat sekarang. Lebih baik kau istirahat, biar cepat sehat." kata Arzan mengalihkan pembicaraan nya.


"A-aku la-par!" ucap Jova dengan wajah lelah nya.


"Aira, cepat kau pergi. Suruh siapa saja koki dari restoran bintang lima bintang tujuh untuk memasak bubur yang paling enak untuk istri ku." titah Arzan.


Aarav ikut bersama istri nya, kini di ruangan tersebut hanya ada keluarga kecil Arzan. Aileen sejak tadi terus memijat kaki mommy nya, sedangkan Arzan yang banyak mulut terus menceritakan sesuatu pada istri nya.


Di markas mansion, Mika dan Rose menjerit histeris karena melihat Miranda yang mengalami kejang-kejang. Meskipun peluru tersebut sudah di ambil, namun anak buah Arzan sengaja membiarkan luka nya menganga.


David yang mendengar jeritan mereka langsung membawa air satu ember lalu menyiramkan nya pada mereka.

__ADS_1


"Sekali lagi kau kalian menjerit, akan ku potong tenggorokan kalian!" ucap David dengan wajah dingin nya.


"Tapi lihat dia, kejang-kejang. Kami takut!" ujar Mika.


"Dia hanya sedang menunggu ajal nya, untung saja saudara tiri mu itu sudah sadar, jika tidak Arzan pasti sudah membunuh kalian sejak kemarin." kata David memberitahu.


"Apa, Jova sudah sadar?" tanya Rose tidak percaya.


"Ya, berdoa lah yang banyak. Aku yakin dalam waktu dekat kalian berdua akan segera di kuliti." ujar David kemudian pergi.


Mika langsung memeluk ibu nya, wanita ini tidak mau mati. Sebenarnya, ketika Arzan membuang mereka dulu, ada salah satu anak buah Clovis yang memberitahu Miranda. Demi membalaskan dendam nya, Miranda mengutus seseorang untuk menjemput Rose dan Mika kembali.


Selama beberapa tahun menghilang dari kehidupan Arzan dan Jova, diam-diam Rose, Mika dan Miranda mengatur rencana untuk menghabisi Arzan. Saat penembakan hari itu, memang benar Arzan target utama, namun setelah berada di lokasi Mika memerintah untuk membunuh Jova terlebih dahulu.


Mika juga sempat menikah, namun suami nya mati di tangan anak buah Miranda karena berusaha ingin memberitahu Arzan siapa mereka sebenarnya. Sejak saat itu lah, mereka berjarak untuk membunuh keluarga kecil Arzan. Bahkan, sudah berulang kali ketiga wanita itu berusaha masuk ke dalam rumah sakit untuk menghabisi Jova namun ketatnya penjagaan membuat mereka mengurungkan niat nya.

__ADS_1


__ADS_2