Menikah Dengan Mafia

Menikah Dengan Mafia
32.Di Sekap


__ADS_3

"Siapa kau? kenapa menculik ku?" tanya Jova dengan tangan dan kaki terikat.


Alex tertawa, pria itu berjongkok lalu mencengkram dagu Jova, "Siapa pun aku, kau tidak perlu tahu. Aku akan membuat Arzan menangis darah atas kehilangan mu!" kata Slex membuat Jova semakin ketakutan.


"Apa maksud mu? apa hubungan nya dengan Arzan?" tanya Jova yang tiba-tiba penasaran.


"Jangan banyak bertanya...!" bentak Alex membuat tubuh Jova bergetar. "Apa kau tidak tahu siapa Arzan yang sebenarnya?" tanya Alex yang curiga jika Jova tidak mengetahui siapa Arzan.


Jova bergeleng kepala, "Aku tidak tahu! aku menikah dengan nya hanya karena wasiat ayah ku." kata Jova jujur membuat mata Alex langsung melebar.


Alex berdiri, menghampiri Doris yang sama-sama terkejut dengan pernyataan Jova. "Wasiat apa yang ku maksud?" tanya Alex penasaran.


"Arzan membunuh ayah ku. Arzan sudah menembak ayah ku!" seru Jova tiba-tiba mengungkapkan semua nya tanpa tahu kebenaran nya.


Alex bingung, pria itu memutuskan keluar dari ruangan pekat itu. Jova yang merasakan sesak terus berteriak meminta untuk di lepaskan.


"Cari tahu latarbelakang gadis itu, kenapa dia mau menikah dengan orang yang sudah membunuh ayah nya."Perintah Alex langsung di laksanakan oleh Doris.


Di lain tempat, Arzan marah besar karena Alex tidak menyekap Jova di markas nya. Arzan mana tahu jika Alex memiliki markas baru yang di khusus kan untuk menyekap Jova.


Di mansion telah banyak anak buah yang berkumpul menunggu perintah Arzan. Hanya beberapa orang dalam yang di perintah kan Arzan untuk mencari istri nya. Sebenarnya, cctv yang beberapa waktu lalu di matikan oleh Jova tiba-tiba rusak dan baru selesai kemarin sore. Untung saja semua data masih tersimpan, meski pun cctv mati namun masih bisa merekam karena Arzan sengaja memasang cctv otomatis untuk antisipasi.


"Maaf tuan, nona Jova sudah mengetahui ruangan besi kita." kata ketua anak buah Arzan. Semua orang yang mendengar hal itu langsung menunduk ketakutan. "Dan, seperti nya cctv yang rusak itu juga di sengaja oleh istri anda."

__ADS_1


Arzan yang mendengar hal itu langsung meninju meja kaca yang ada di depan nya hingga pecah. "Apa yang kalian kerjakan? kenapa kalian bisa selalai ini?" tanya Arzan dengan suara tinggi nya.


Aarav mencoba menenangkan Arzan, bukan nya membela Arzan justru Aarav menyalahkan Arzan. "Bukankah aku sudah memperingati mu berulang kali? Jova bukan anak kecil Arzan, dia juga memiliki rasa penasaran jika kau dan anak buah mu selalu melarang nya pergi kebelakang."


Arzan mengacak rambut nya frustasi, perubahan sikap yang di tunjukkan oleh Jova ternyata ada hubungan nya dengan pintu besi. "Bawa tawanan yang bicara pada istri ku!" perintah Arzan dengan mata yang memerah.


Tak butuh waktu lama,seorang tawanan yang sempat bicara pada Jova di seret menghadap Arzan. Arzan langsung mencengkram leher pria itu, "Katakan pada ku, apa yang sudah kau katakan pada istri ku?" tanya Arzan dengan suara dingin nya.


Bukan nya menjawab, tawanan itu malah tertawa mengejek Arzan, "Kenapa? apa kau takut jika aku mengatakan siapa kau sebenarnya kepada gadis itu?"


Arzan menampar dengan keras wajah pria itu hingga mengalir darah segar dari hidung dan sudut bibir nya. "Dasar bajingan....! kau sudah membuat istri ku berubah!" kata Arzan dengan gila menghajar pria itu. Tidak ada yang berani memisahkan termasuk Aarav karena pria itu tahu jika Arzan marah itu sangat membahayakan.


Tawanan itu sudah lemas tak berdaya, namun meski demikian pria itu terus mengejek Arzan hingga membuat amarah Arzan semakin memuncak. "Habisi dia,...!" perintah Arzan "Berikan mayatnya pada harimau di hutan belakang!"


Bukan hanya Arzan yang mencari Jova, tapi Melvin juga mencari gadis itu. Sedangkan Mika dan Rose merayakan atas di culik nya Jova. Meski mereka tidak ada hubungan nya, namun Rose dan Mika merasa puas karena masih ada orang yang tidak menyukai Jova.


Di lain tempat, Alex yang sejak sore menunggu informasi yang mendetail tentang Jova akhir bisa tertawa puas ketika Doris mengatakan dengan jelas informasi yang dia dapat.


"Arzan akan hancur, aku akan menggunakan gadis itu untuk membenci Arzan...!" kata Alex tertawa puas. "Tunda kematian gadis itu, aku ingin melihat Arzan mengemis di bawah kaki ku!"


"Dengan begitu kita bisa membunuh dua orang sekali gus! membunuh gadis itu akan membuat Arzan merasa gila nanti nya." timpal Doris. Alex dan anak buah nya tertawa bersama, kebencian nya pada Arzan telah memuncak karena Arzan selalu menggagalkan bisnis gelap nya.


Jam sudah menunjukan pukul sepuluh malam, anak buah Arzan baru saja kembali mansion, "Alex membawa istri anda ke markas nya yang baru tuan." ujar pria yang bernama David itu.

__ADS_1


Arzan mengerutkan kening nya, "Markas baru?"


"Iya tuan, seperti nya Alex sudah merencanakan penculikan ini dari jauh hari." kata David.


"Aarav,...atur anak buah. Aku akan pergi bersama David dulu." perintah Arzan.


Bubar, semua orang mulai melakukan tugas nya masing-masing. Arzan tidak ingin gegabah, karena pria itu tahu jika jumlah anak buah Alex hampir sama seperti anak buah nya.


Cukup jauh perjalanan karena memakan waktu kurang lebih dua jam setengah. Arzan dan David melewati jalan aspal yang panjang dengan hutan yang cukup lebat.


"Mobil hanya bisa sampai sini Tuan, kalau kita ke jalur itu maka akan tembus ke luar kota. Tapi, jika kita lewat jalur ini maka kita akan sampai ke markas Alex karena ini jalan pribadi milik Alex." jelas David membuat Arzan paham.


Sudah pasti jalan ini akan di jaga oleh anak buah Alex bahkan Alex juga memasang cctv di sepanjang jalan pribadi milik nya.


"Berapa jarak nya?" tanya Arzan.


"Sekitar dua belas kilo meter. Kita harus memutar lewat hutan ini karena anak buah Alex juga berjaga di titik tertentu." ujar David.


"Aku akan mengatur anak buah kita!" seru Aarav yang sudah paham apa yang harus di lakukan nya.


Arzan dan anak buah nya yang berhenti di jarak satu kilo dari simpang menuju markas Alex langsung mengatur posisi masing-masing. Mobil-mobil milik mereka di paksa masuk ke dalam hutan di sembunyikan.


Tidak ada kata lelah untuk Arzan menembus lebat nya hutan dan gelap nya malam. Di otak pria itu hanya ada bayangan istri nya. Arzan juga mengumpat pada diri nya sendiri atas kesalahan nya selama ini. Sesekali beristirahat untuk sekedar menghilangkan dahaga. Benar kata David, ternyata anak buah Alex juga berjaga di tengah hutan. Untung saja hanya dua orang dan sudah di berekan oleh Arzan dan David. Mereka penembak yang handal karena tidak mengeluarkan suara sama sekali karena suara tembakan dapat memancing anak buah Alex yang lain.

__ADS_1


Sedangkan di ruangan yang gelap juga pekat, Jova masih menangis tanpa suara. Tangan dan kaki nya juga terikat hati nya juga ikut sakit. Gadis yang baru saja jatuh cinta ini telah di patahkan oleh suami nya sendiri yang ternyata seorang mafia. Jova mengingat kembali ruangan yang berisi tawanan suami nya yang sudah babak belur juga banyak nya senjata api dan senjata tajam. Lebih sakit nya lagi, gadis ini telah mengira jika Arzan lah yang susah membunuh ayah nya terlebih lagi Alex dan Doris terus mengompori nya.


__ADS_2