
"Kenapa paman mu itu meminta anak kita bee?" tanya Jova dengan derai air mata nya. "Sampai kapan pun aku tidak akan menyerahkan anak ku kepada siapa pun termasuk paman mu itu." ujar Jova.
"Kau pikir aku mau menyerahkan anak yang sudah kau kandung dan lahir kan susah payah itu?" ujar Arzan.
"Aku yakin paman mu itu menyimpan sesuatu yang selama ini dia rahasia kan. Tapi, bagaimana kita bisa mendapatkan informasi ini?" kata Aarav ikut pusing.
"Aku tidak pernah tahu jika ayah ku punya saudara tiri. Sejak kakek masih hidup sampai ayah ku meninggal, mereka tidak pernah memberitahu ku." ujar Arzan.
"Aku yakin jika masalah mu ini masih ada hubungan nya dengan masalah harta. Seberapa kaya kakek mu dulu?" tanya Aira penasaran.
"Aku tidak tahu seberapa kaya kakek ku. Hanya saja setelah kematian keluarga ku, semua nya hancur." ujar Arzan bingung.
__ADS_1
"Aira benar, masalah ini pasti masih ada kaitan nya dengan Harta. Paman mu pasti memiliki dendam pribadi yang membuat nya harus meminta anak mu. Kau tadi dengar sendiri dia mengatakan jika bisa di ganti dengan anak orang lain, maka dia akan mengganti nya." tutur Aarav.
"Aku akan meminta bantuan teman ku untuk mencari informasi di markas mereka." ujar Aira langsung mendapatkan tatapan tajam dari Arzan dan Aarav.
"Siapa yang bisa kau percaya sekarang, jangan membuat kekacauan." ujar Arzan.
"Tidak, dia teman ku. Seorang pelayan yang bertugas menyiapkan makanan. Dia laki-laki yang di paksa bekerja dengan mereka." kata Aira. "Kalian tenang saja, jika dia berani berbohong aku sendiri yang akan membunuh nya."
Setelah mengatakan hal tersebut, Arzan membawa anak dan istri nya masuk ke dalam kamar. Arzan terus memeluk anak nya, rasa nya hati nya sangat kacau mengetahui jika Clovis yang dia kenal baik ternyata adalah dalang dari semua kehancuran hidup nya. Sebenarnya Arzan tidak terkejut dengan kejadian hari ini, hanya saja pria itu syok ketika Clovis meminta anak nya.
Di ruangan kerja Arzan, Aarav dan Aira masih berada di sana. Aarav menarik nafas panjang lalu berkata pada wanita yang ada di depan nya itu.
__ADS_1
"Ku harap kau tidak mengecewakan Arzan terutama aku." ucap Aarav dengan sorot mata penuh harap. "Aku mencintaimu Aira!" ungkap nya membuat Aira langsung mendongak tidak percaya dengan ungkapan Aarav.
"Kau mencintai ku?" tanya Aira gugup.
"Kenapa, apa itu salah?" tanya Aarav.
"Tidak, aku benar-benar serius dan tulus membantu kalian. Aku tidak akan mengecewakan mu." ujar Aira dengan wajah serius nya.
"Arzan sudah banyak terluka, dia sudah kehilangan keluarga nya. Ibu nya di perkosa di depan mata nya lalu di bunuh. Sebagai seorang perempuan, kau pasti tahu betapa sakit nya hati Arzan yang hanya bisa diam dan menangis dalam bersembunyi." kata Aarav memberitahu Aira.
Aira terdiam, wanita ini memang benar-benar tulus untuk membantu Arzan. Apa lagi sekarang hati nya di yakinkan Aarav jika pria itu mencintai diri nya. Aira kemudian pamit, ada sesuatu hal yang harus dia kerjakan sekarang.
__ADS_1