Menikah Dengan Mafia

Menikah Dengan Mafia
115.Aku Ingin Duduk


__ADS_3

Jova memandang dua orang yang sekarang ada di hadapan nya, wanita ini belum mampu mengeluarkan suara meski Jova sendiri masih ingat dengan wajah suami nya. Tapi, siapa gadis yang ada di samping Arzan? bukankah Jova memiliki seorang anak yang berusia lima tahun?


Banyak pertanyaan yang ada di dalam benak Jova namun wanita itu tidak sanggup untuk membuka suara. Arzan mengusap air mata nya kasar, setelah sekian lama dia menunggu istri nya dengan sangat setia pada akhirnya Jova sadar juga.


"Bee, apa kau masih ingat dengan ku bee?" tanya Arzan sambil menggenggam tangan istri nya yang masih lemah itu.


"Tentu saja aku ingat dengan kau Tarzan gila!" batin Jova geram karena Arzan mengira dia hilang ingatan.


"Bee, apa kau ingat anak kita?" tanya Arzan lagi, "Lihat Aileen, dia sudah dewasa!" ujar Arzan membuat mata Jova langsung melebar.


"Mommy, ini Aileen!" ucap gadis itu dengan suara bergetar.


"Oh gadis kecil ku, kenapa kau cepat sekali tumbuh besar? bukankah kau masih berusia lima tahun sayang?" tanya Jova keras dalam hati nya.


"Apa kau juga ingat dengan Aarav dan Aira, mereka juga sudah memiliki anak sekarang." Arzan terus mengajak istri nya mengobrol.


"Sejak kapan bajingan itu memiliki anak?" batin Jova heran, "Berapa lama aku tidak sadarkan diri, kenapa semua nya banyak berubah? terlebih lagi kenapa wajah Tarzan ini sedikit ada keriputan?" lagi-lagi Jova mengeluarkan banyak pertanyaan di dalam hati nya.


"Mommy, cepatlah sehat. Ai bosan di marahi sama daddy terus!" adu Aileen membuat mata Arzan langsung melotot.


"Wah kau ini, mulai mengadu!" seru Arzan.

__ADS_1


"Bajingan hutan ini, berani sekali dia menyiksa anak ku!" batin Jova geram.


Perlahan Jova mulai menggerakkan jari-jari nya, Arzan yang merasa ada pergerakan langsung terkejut.


"Dokter, tangan istri ku bergerak!" ujar Arzan.


"Syaraf-syaraf nya mulai aktif, kita harus membantu nyonya Jova berlatih agar cepat pulih dan sehat." jawab Dokter.


Beberapa kali Jova mencoba mengangkat tangan nya, namun rasa nya masih lemas. Jova memejamkan mata nya sejenak, entah kenapa rasa nya sangat lelah.


Mulut nya sedikit bergetar, Jova berusaha mengeluarkan suaranya. Semua orang hanya bisa tercengang menunggu wanita itu mengeluarkan suara nya.


"Bee, kau bicara. Kau sudah mulai bicara bee!" kata Arzan merasa sangat senang.


"Dad, jangan berlebihan. Mommy butuh kelembutan." tegur Aileen karena merasa jika ekspresi daddy nya sangat berlebihan ketika mendengar mommy nya bicara.


"Kau ini, uuuh. Ingin sekali daddy mengikat mu!" ucap Arzan geram namun pria ini bicara sangat pelan agar istri nya tidak dengar.


"Jova ingin duduk, apa kau tidak dengar tadi?" tegur Aira mengingatkan.


"Oh lupa.Cepat Dok!" perintah Arzan lalu Dokter di bantu seorang perawat mengubah posisi Jova menjadi duduk, "Terimakasih!" ucap Arzan.

__ADS_1


"Kalau begitu kami keluar dulu, jika ada apa-apa segera panggil kami." ujar Dokter yang merasa jika keadaan Jova jauh lebih baik.


Dokter dan perawat kemudian keluar, berita tentang bangun Jova masih di rahasiakan oleh Arzan dan pihak rumah sakit karena Arzan sendiri mengantisipasi jika ada orang yang kembali ingin berbuat jahat.


"Apa mommy ingin minum?" tanya Aileen berusaha mengajak mommy berinteraksi.


Jova hanya mengangguk, dengan cepat Aira membantu mengambil kan air minum. Aileen kemudian memberikan mommy nya minum dengan menggunakan sendok.


"Kenapa kau menangis?" tanya Aarav pada istrinya.


"Aku menangis bahagia, akhirnya Jova akan kembali berkumpul bersama kita." jawab Aira langsung mengusap air mata nya.


"Ah, kau ini lebay!" seru Arzan dengan nada mencibir.


"Kau tarik ucapan mu sekarang juga!" sahut Aira kesal.


"Jika tidak, apa yang akan kau lakukan?" tanya Arzan seolah menantang.


"Jika tidak aku akan memberitahu Jova apa yang sudah kau perbuat pada........!" jawab Aira dengan lirikan mata tertuju ke arah Aileen.


Arzan langsung menelan ludahnya kasar, pria ini paham apa maksud dari lirikan mata Aira. Aarav hanya bisa tertawa kecil, sekarang mereka ada alat untuk membungkam mulut Arzan.

__ADS_1


__ADS_2